Ada dua pertanyaan penting yang sering muncul sebagai pendidik: Bisakah kita mengajarkan seseorang berpikir kritis? dan Bisakah kita mengajarkannya di sekolah? Meskipun terkait, kedua pertanyaan ini sebenarnya berbeda.
Tantangan Mengukur Berpikir Kritis
Pendidikan sering terobsesi dengan hal yang "berbasis penelitian" dan cara mengukur keberhasilan. Tentu saja, pengukuran itu penting. Hampir semua bidang profesional memiliki metrik atau standar evaluasi tertentu untuk menilai keberhasilan. Namun, berpikir kritis menantang mekanisme seperti itu.
Misalnya, di ruang kelas, banyak elemen yang sudah terstruktur:
- Desain pembelajaran.
- Pola penilaian.
- Sistem pelaporan data.
- Jumlah siswa dalam kelas.
- Waktu pembelajaran per hari atau per tahun.
Semua hal ini dirancang untuk efisiensi, tetapi sering kali tidak selaras dengan sifat berpikir kritis. Berpikir kritis membutuhkan ruang untuk refleksi, eksplorasi, dan fleksibilitas yang sering kali sulit diterapkan dalam kerangka pendidikan formal.
Sifat Berpikir Kritis
Berpikir kritis itu spesifik, tetapi tidak selalu jelas. Prosesnya lambat dan sering kali tidak langsung. Kadang kita berhenti sejenak, mundur, lalu maju lagi. Ini melibatkan:
- Bertanya dan mencoba memahami.
- Merendahkan hati untuk mengakui apa yang belum kita pahami.
- Menguji kembali asumsi yang kita miliki.
Berpikir kritis tidak hanya terbatas pada ruang kelas. Ia menantang cara berpikir biasa, bahkan membuat kita curiga terhadap keyakinan kita sendiri. Ini penting karena tanpa upaya yang sadar, kita berisiko salah memahami dunia di sekitar kita.
Berpikir Kritis Sebagai Pola Pikir
Berpikir kritis lebih tepat dianggap sebagai pola pikir daripada sekadar keterampilan. Ini adalah kesediaan untuk mempertanyakan, menganalisis, dan melihat sesuatu dari berbagai sudut pandang. Proses ini membutuhkan kesabaran, ketidakpastian, dan kemampuan menunda keputusan,semua hal yang sering kali tidak cocok dengan cara pendidikan tradisional bekerja.
Apakah Sekolah Dirancang untuk Mengajarkan Berpikir Kritis?
Pertanyaan yang lebih besar mungkin adalah: Apakah sekolah dirancang untuk membantu anak-anak berpikir kritis? Jika jawabannya tidak, maka mungkin sudah saatnya kita mempertanyakan apa tujuan sebenarnya dari pendidikan. Jika berpikir kritis tidak dapat diajarkan, kita perlu memeriksa sistem pendidikan kita dan mencari tahu mengapa.
Hal ini juga berlaku untuk kreativitas, empati, dan pola pikir lainnya. Apakah hal-hal ini benar-benar bisa "diajarkan," atau hanya bisa ditemukan dan dikembangkan jika sudah ada?
Berpikir kritis merupakan bagian penting dari kehidupan yang bermakna. Jika pendidikan tidak mendukung pertumbuhan berpikir kritis, maka itu menunjukkan ada masalah mendasar dalam desain sistem pendidikan kita.
Jadi, apakah kita bisa mengajarkan berpikir kritis di sekolah? Jawabannya jelas: Kita bisa. Namun, apakah sekolah dirancang untuk melakukannya? Itu pertanyaan yang perlu kita jawab bersama.
Referensi
Terrell Heick. 2021. Can We Teach Critical Thinking In Schools?
Nama : Julinorti Ungan Laing
BalasHapusNPM : 2286206114
Kelas : 5D PGSD
Menerapkan serta, mengusahakan berfikir kritis membutuhkan ruang untuk refleksi, eksplorasi, dan fleksibilitas. Sedangkan pembelajran sehari - hari bisanya akan diperhatikan itu hanya keberhasilan nilai melalui soal yang dibuat yang diukur kebanyakan mengukur pemahaman, sedangkan menganalisis sesuatu lebih lagi kurang dilakukan banyak siswa menggunakan media google, sosmed lainya untuk mencari jawaban. Hal ini dilakukan siswa hal ini juga terjadi karena terbatasnya media belajar sehingga membuat siswa kurang berfikir kritis terkait satu hal.
Nama : Julinorti Ungan Laing
BalasHapusNPM : 2286206114
Kelas : 5D PGSD
Elemen terstruktur seperti desain pembelajaran, pola penilaian, sistem pelaporan data, jumlah siswa dalam kelas, waktu pembelajran per hari atau pertahun. Tentu saja dalam pembelajaran semua pendidik telah melaksanakan elemen pembelajaran yang terstruktur ini. Seorang pendidik boleh menambahkan ide kreatif terkait gimana caranya agar para peserta didik mau berfikir kritis serta ingin tahu lebih terkait suatu materi.
Nama : Julinorti Ungan Laing
BalasHapusNPM : 2286206114
Kelas : 5D PGSD
Cara berfikir kritis dianggap sebagai pola pikir. Melakukan pola berpikir kritis ini adalah cara siswa mau mencari tau terkait pertanyaan, menganalisis sesuatu, serta dengan melihat sesuatu dari berbagai sudut pandang. Agar siswa bisa melakukan hal ini penting sebaiknya memberikan suatu tantangan agar mereka mau berusaha serta tidak membuat siswa kurang bersemangat sehingga menyenangkan dan bermanfaat yang bisa dirasa oleh anak didik. Sehingga siswa dapat melatih membiasakan sebelum bertindak maupun melakukan sesuatu.
Nama : Julinorti Ungan Laing
BalasHapusNPM : 2286206114
Kelas : 5D PGSD
Walaupun di sekolah tidak diterapkan penilaian guru dalam membuat siswa berpikir kritis yang dilakukan secara langsung. Namun, sebagai seorang pendidik harus bisa menerapkan hal ini dikelas dalam setiap materi ajar yang diberikan. Serta, harus mampu membuat siswa senang. Serta guru harus menyampaikan manfaat materi sebalik mungkin agar siswa bersemangat mempelajari dan memahami dengan berbagai cara.
Nama : Julinorti Ungan Laing
BalasHapusNPM : 2286206114
Kelas : 5D PGSD
Berfikir kritis merupakan bagian penting dalam kehidupan bermakna. Sebagai seorang pendidik harus mencari tau secara kritis terkait sistem pendidikan. Agar ketika menyampaikan materi aka menantang untuk memikirkan cara supaya pembelajran berhasil dalam penerapan sehingga materi bisa bertahan dalam ingatan siswa.
Nama : Julinorti Ungan Laing
BalasHapusNPM : 2286206114
Kelas : 5D PGSD
Meskipun di sekolah tidak diberitahu secara langsung terkait penerapan pembelajaran mengharuskan siswa berpikir berfikir kritis. Namun sebagai pendidik bisa membuat ide agar siswa nya dapat berfikir dan keinginan tau lebih banyak tentang materi yang sudah disampaikan. Agar guna melatih pola pikir supaya tidak menyepelekan sesuatu.
Nama : Julinorti Ungan Laing
BalasHapusNPM : 2286206114
Kelas : 5D PGSD
Terkait apakah kita bisa membuat dan mengajarkan orang lain berfikir kritis. Jawaban nya tidak tidak jika bukan niat dari individu tersebut yang mau atau keinginan tau yang lebih tentang sesuatu, sebagai pendidik hanya bisa memberikan pembelajaran agar melatih berfikir kritis itu sendiri, karena hal ini berguna untuk perkembangan perserta didik sehingga membuat siswa selalu berfikir logis.
Nama : Julinorti Ungan Laing
BalasHapusNPM : 2286206114
Kelas : 5D PGSD
Mengajarkan berfikir kritis sangat diperbolehkan demi keberhasilan pendidikan. Serta, membiasakan siswa berpikir dengan baik- baik seperti menunda sesuatu jika belum ditemukan alasan yang tepat bermakna. Ketika dalam bertindak ketika menerapkan berpikir kritis tentang sebap akibat telah dipertimbangkan makan setiap tindakan kemungkinan besar nya akan lebih baik serta, cara ini melatih agar selalu sabar.
Nama : Auda Ratu Araiganie
BalasHapusKelas : 5D
NPM : 2286206110
Kita bisa mengajarkan berpikir kritis,namun menurut saya sistem pendidikan kita belum sepenuhnya mendukung. Berpikir kritis bukanlah sekedar keterampilan yg dapat di ajarkan secara terpisah, tetapi sesuatu pola pikir yg menyeluruh yg melibatkan analisis, evaluasi dan sistesis dari informasi. Ini membutuhkan kemampuan untuk mempertanyakan sebuah asumsi, mengeksplor dari berbagai perspektif dan membentuk kesimpulan yg didukung bukti.
Nama : Auda Ratu Araiganie
HapusKelas : 5D
NPM : 2286206110
Pertanyaan "apakah sekolah dirancang untuk mengajarkan berpikir kritis?" Memang membuat berpikir. Walaupun tujuan sekolah ialah mengembangkan siswa secara menyeluruh, tetapi sekolah masih belum sepenuhnya berhasil mengajarkan berpikir kritis. Tetapi ada bnyak mata pelajaran disekolah misalnya matematika dan sains yg memerlukan siswa untuk memecahkan masalah yg membutuhkan pemikiran kritis dan analitis.
Kelas : 5D
HapusNPM : 2286206110
Sekolah belum sepenuhnya siap mungkin karena beberapa faktor seperti kurikulum yg padat, penggunaan metode pembelajaran yg kurang sesuai, kurangnya sumber daya dan kurangnya guru dlm memfasilitasi diskusi kritis. Mungkin faktor faktor tersebut yg menghambat untuk pengembanga berpikir kritis.Memang perlu perubahan besar untuk mengatasi masalah ini.
HapusNama : Auda Ratu Araiganie
Kelas : 5D
NPM : 2286206110
Oleh karena itu, agar sekolah bisa efektif mengajarkan berpikir kritis, memang perlu diciptakannya lingkungan belajar yang mendukung. Hal ini mencakup menyediakan waktu dan ruang yang cukup untuk refleksi dan eksplorasi. Dengan begitu pendidikan dapat menghasilkan individu yang tidak hanya cerdas dalam akedemik tetapi juga mampu berpikir kritis dan memecahkan masalah secara efektif di dunia nyata. Jadi, jawabannya adalah tergantung pada sekolah, guru pendekatan pengajaran dan kurikulum.
Nama : Auda Ratu Araiganie
BalasHapusKelas : 5D
NPM : 2286206110
Apakah kreativitas,empati dan pola pikir dapat "diajarkan"? atau hanya bisa ditemukan dan dikembangkan jika sudah ada?. Semua orang lahir dengan potensi tertentu. Ada anak yg lebih ekspresif dan imajinatif atau kreatif, yang lebih peka terhadap perasaan orang lain atau empati, dan ada yg mudah menganalisis dan suka mempertanyakan informasi atau berpikir kritis.
Nama : Auda Ratu Araiganie
HapusKelas : 5D
NPM : 2286206110
Mnurut saya potensi ini tidak bisa berkembang jadi keterampilan yg mahir. Tapi perlu terus diasah, dikembangkan dan dibentuk dari pembelajaran dan pengalaman. Pengembangan keterampilan ini memerlukan ruang dan waktu dan juga pendekatan yg tidak berfokus pada hasil akhir.
Nama : Auda Ratu Araiganie
HapusKelas : 5D
NPM : 2286206110
Seperti yg telah dibahas diatas tentang berpikir kritis yang melibatkan kemampuan untuk mempertanyakan dan menganalisis dari berbagai sudut pandang, yang juga berlaku pada kreativitas dan empati. Karena itu pendidikan yg baik harus menciptakan ruang untuk eksplorasi, refleksi dan trus mencoba. Dari itu siswa tidak hanya belajar keterampilan tapi juga menemukan potensi mereka.
Nama : Auda Ratu Araiganie
HapusKelas : 5D
NPM : 2286206110
Kreativitas ialah kemampuan untuk menghasilkan ide-ide baru dan juga solusi inovatif. Meskipun beberapa orang memiliki bakat alami dalam hal ini, pendidikan dapat memberikan alat dan ruang bagi siswa untuk menjelajahi ide ide mereka melalui proyek yang mendukung pemikiran kreatif. Kebebasan untuk gagal dan mencoba terus menerus juga sangat penting
Nama : Auda Ratu Araiganie
HapusKelas : 5D
NPM : 2286206110
Juga empati atau kemampuan untuk memahami dan merasakan perasaan orang lain, dapat diajarkan meskipun ada individu yg lebih empatik secara alami. Pendidikan dapat membantu mengembangkan keterampilan sosial misalnya seperti diskusi kelompok. Lingkungan yang aman dan mendukung sangat penting agar siswa merasa nyaman dalam berbagi pengalaman mereka.
Nama : Auda Ratu Araiganie
HapusKelas : 5D
NPM : 2286206110
Jadi ,kreatifitas ,empati dan pola pikir dapat diajarkan dan perlu ditemukan dan dikembangkan dengan tepat melalui pendidikan yang efektif yg memerlukan kondisi dan pengalaman yg mendukung agar dapat berkembang sepenuhnya. Pendidikan yg efektif harus menciptakan ruang untuk banyak mengekplor, refleksi dan percobaan untuk siswanya sehingga mereka juga bisa mengembangkan potensi mereka. Dengan pendekatan yg tepat akan dapat membantu siswa bukan hanya menjadi cerdas secara akedemik tetapi juga dlm keterampilan lainnya.
Nama : YOZEER FERGA JORMI
BalasHapusKelas : 5C PGSD
NPM : 2286206088
Selain mengajar kan membaca dan menulis kita sebagai guru juga harus mendidik siswa agar bisa berfikir kritis seperti menyediakan pertanyaan kepada siswa tentang apa yang di ketahui nya terhadap materi yang sudah dibawakan oleh guru pada saat pembelajaran, dan juga proses ini sangat butuh kesabaran dalam mendidik siswa karena tiap individu siswa yang beragam ada yang mudah memahami dan juga ada yang lambat dalam menjawab tujuan dari guru mengajarkan siswa agar berfikir kritis juga sangat bagus karena itu sebagai modal mereka ketika sudah dewasa mereka bisa mandiri dan bisa memecahkan masalah yang mereka alami.
Nama : Cicilia Gianina
BalasHapusNPM : 2286206063
Kelas : 5C PGSD
Pada zaman sekaran yang dimana era informasi yang melimpah, kemampuan berpikir kritis menjadi semakin krusial. Siswa tidak hanya perlu mengonsumsi informasi, namun juga mampu mengevaluasi, menganalisis, serta menyintesis informasi tersebut. Dengan mengajarkan berpikir kritis sejak dini, kita membekali siswa dengan alat yang ampuh agar bisa menghadapi tantangan dunia yang semakin kompleks. Sekolah berperan sebagai fondasi penting dalam menumbuhkan kemampuan ini, karena di sinilah siswa pertama kali dilatih supaya berpikir secara mandiri serta kritis.
Nama : Cicilia Gianina
BalasHapusNPM : 2286206063
Kelas : 5C PGSD
Mengajarkan berpikir kritis memang bukan hal mudah. Tantangan utamanya adalah mengubah paradigma pembelajaran yang selama ini cenderung berpusat pada guru. Guru mesti bertransformasi menjadi fasilitator, menciptakan lingkungan belajar yang mendorong siswa agar dapat aktif bertanya, berdiskusi, serta menemukan jawaban sendiri. Selain itu, kurikulum juga perlu disesuaikan pada kebutuhan untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis, dengan mengintegrasikan kegiatan-kegiatan yang merangsang siswa agar dapat berpikir secara analitis serta evaluatif.
Nama : Cicilia Gianina
BalasHapusNPM : 2286206063
Kelas : 5C PGSD
Guru mempunyai peran yang sangat penting dalam membudayakan berpikir kritis di sekolah. Mereka mesti menjadi model untuk siswa dengan selalu menunjukkan sikap kritis saat menghadapi berbagai permasalahan. Guru juga harus menciptakan suasana kelas yang kondusif untuk berdiskusi, di mana siswa merasa aman dalam mengungkapkan pendapat serta ide-ide mereka. Selain itu, guru perlu membekali siswa dengan berbagai strategi berpikir kritis, misalnya menganalisis argumen, mengevaluasi bukti, serta menarik kesimpulan yang logis.
Nama : Cicilia Gianina
BalasHapusNPM : 2286206063
Kelas : 5C PGSD
Berpikir kritis bukan hanya diajarkan dalam satu mata pelajaran tertentu, namun harus diintegrasikan ke dalam semua mata pelajaran. Contohnya, pada pelajaran sejarah, siswa bisa dilatih agar dapat menganalisis sumber-sumber sejarah, membandingkan berbagai perspektif, serta menarik kesimpulan tentang peristiwa sejarah. Dengan cara ini, siswa akan terbiasa berpikir kritis dalam berbagai konteks.
Nama : Cicilia Gianina
BalasHapusNPM : 2286206063
Kelas : 5C PGSD
Teknologi bisa menjadi alat yang sangat efektif dalam mendukung pembelajaran berpikir kritis. Dengan memanfaatkan berbagai platform online, siswa bisa mengakses berbagai informasi, berkolaborasi dengan teman sekelas, serta mengembangkan proyek-proyek yang menuntut mereka agar dapat berpikir secara kritis. Selain itu, teknologi juga bisa digunakan dalam membuat pembelajaran menjadi lebih menarik serta interaktif.
Nama: Aulia Zalzabila
BalasHapusKelas: 5D
Npm: 2286206111
Berpikir kritis adalah pola pikir yang sangat penting untuk dimiliki dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam menghadapi masalah pribadi, akademis, maupun profesional. Pola pikir ini memungkinkan seseorang untuk menganalisis informasi secara objektif, mempertanyakan asumsi yang ada, serta mengevaluasi bukti dengan hati-hati sebelum menarik kesimpulan. Berpikir kritis mendorong kita untuk tidak menerima begitu saja segala hal yang kita dengar atau baca, tetapi lebih aktif dalam mencari pemahaman yang lebih dalam. Dalam konteks pendidikan, kemampuan berpikir kritis sangat mendukung proses pembelajaran yang lebih bermakna, karena siswa tidak hanya diberi tahu apa yang benar, tetapi juga diajak untuk mencari dan memahami alasan di balik suatu pengetahuan atau fenomena. Dalam masyarakat yang semakin kompleks, berpikir kritis menjadi keterampilan yang esensial untuk membuat keputusan yang bijak, menyelesaikan masalah secara efektif, dan berpartisipasi secara aktif dalam diskusi dan perkembangan sosial.
Nama : Cicilia Gianina
BalasHapusNPM : 2286206063
Kelas : 5C PGSD
Evaluasi Kemampuan Berpikir Kritis Siswa. Untuk mengetahui sejauh mana kemampuan berpikir kritis siswa berkembang, perlu dilakukan evaluasi secara berkala. Evaluasi bukan hanya terbatas pada tes tertulis, namun juga bisa dilakukan melalui observasi selama kegiatan pembelajaran, analisis hasil diskusi kelompok, serta penilaian terhadap proyek-proyek yang dibuat siswa.
Nama : Cicilia Gianina
BalasHapusNPM : 2286206063
Kelas : 5C PGSD
Tantangan Implementasi Pembelajaran Berpikir Kritis di Sekolah. Meskipun penting, implementasi pembelajaran berpikir kritis di sekolah masih menghadapi berbagai tantangan, misalnya kurangnya sumber daya, kurangnya pelatihan bagi guru, serta kurikulum yang belum sepenuhnya mendukung. Agar dapat mengatasi tantangan ini, diperlukan komitmen dari semua pihak, termasuk pemerintah, sekolah, guru, orang tua, serta masyarakat.
Nama : Cicilia Gianina
BalasHapusNPM : 2286206063
Kelas : 5C PGSD
Mempunyai kemampuan berpikir kritis akan memberikan banyak manfaat bagi individu, seperti meningkatkan kemampuan pemecahan masalah, pengambilan keputusan, serta komunikasi. Selain itu, berpikir kritis juga penting agar dapat membangun masyarakat yang demokratis, karena masyarakat yang kritis pasti lebih mampu mengevaluasi kebijakan pemerintah, mengawasi kinerja pejabat publik, serta memperjuangkan hak-hak mereka.
Nama : Cicilia Gianina
BalasHapusNPM : 2286206063
Kelas : 5C PGSD
Dapat saya simpulkan bahwa mengajarkan berpikir kritis di sekolah merupakan investasi jangka panjang yang sangat penting. Dengan membekali siswa dengan kemampuan berpikir kritis, kita tidak hanya mempersiapkan mereka untuk menghadapi tantangan masa depan. Namun juga membangun generasi yang cerdas, kreatif, serta bertanggung jawab.
Nama: Aulia Zalzabila
BalasHapusKelas: 5D
Npm: 2286206111
Mengajarkan berpikir kritis di sekolah sangat penting untuk membekali siswa dengan keterampilan yang akan berguna sepanjang hidup mereka. Berpikir kritis tidak hanya mengajarkan siswa untuk menganalisis informasi, tetapi juga untuk mempertanyakan ide-ide dan mencari bukti yang mendasarinya. Dengan pendekatan ini, siswa akan lebih siap menghadapi tantangan dunia nyata, karena mereka dilatih untuk berpikir secara mandiri dan membuat keputusan berdasarkan pertimbangan yang matang. Di sekolah, ini dapat diterapkan melalui berbagai metode seperti diskusi kelas, pemecahan masalah, dan penugasan yang mendorong siswa untuk melihat suatu isu dari berbagai sudut pandang.
Nama: Aulia Zalzabila
BalasHapusKelas: 5D
Npm: 2286206111
Selain itu, mengajarkan berpikir kritis juga dapat membantu mengembangkan keterampilan komunikasi siswa. Saat siswa belajar untuk merumuskan argumen, mendengarkan pendapat orang lain, dan memberikan respons yang rasional, mereka tidak hanya memperdalam pemahaman mereka terhadap materi, tetapi juga belajar untuk menghargai keberagaman pandangan. Hal ini menciptakan iklim pendidikan yang lebih dinamis dan inklusif, di mana siswa dilatih untuk tidak hanya menerima informasi, tetapi juga untuk berpartisipasi secara aktif dalam proses intelektual. Dengan demikian, mengajarkan berpikir kritis di sekolah adalah investasi jangka panjang untuk membentuk generasi yang cerdas, kreatif, dan mampu beradaptasi dengan perubahan zaman.
Nama : Cicilia Gianina
BalasHapusNPM : 2286206063
Kelas : 5C PGSD
Orang tua juga mempunyai peran yang sangat penting dalam mendukung pembelajaran berpikir kritis anak. Orang tua bisa menciptakan lingkungan rumah yang mendorong anak supaya bertanya, berdiskusi, serta memecahkan masalah. Orang tua juga bisa mengajak anak terlibat dalam berbagai aktivitas yang merangsang pemikiran kritis, misalnya membaca buku, bermain game edukatif, maupun berdiskusi tentang isu-isu terkini.
Nama : Lovita Agustina
BalasHapusKelas : 5B
NPM :2286206037
Dalam hal ini kita dalam menerapkan untuk berfikir secara kritis, selain orang tua guru juga berperan penting dalam pembelajaran siswa yang dapat memberikan dorongan terhadap siswa untuk berfikir secara kritis. Kita sebagai guru dapat memberikan edukasi, ataupun games dalam pembelajaran matematika sehingga anak dapat berfikir kritis secara mandiri. Guru juga dapat mengajak siswa untuk memecahkan masalah ataupun berdiskusi tentang isu-isu yang viral dan mengkaitkan dalam pembelajaran matematika ini.
Nama : Lovita Agustina
BalasHapusKelas : 5B
NPM : 2286206037
Membekali siswa dalam berfikir Kritis sangat penting karena itu juga akan menjadi bekal mereka dimasa depan. Berfikir kritis tidak hanya mendorong siswa dalam terampil ataupun kreatif akan tetapi juga dapat memunculkan ide-ide gagasan mereka.yang mendasari nya. Selain itu juga berfikir kritis merupakan implementasi dalam menghadapi situasi hal.
Nama: Aulia Zalzabila
BalasHapusKelas: 5D
Npm: 2286206111
Berpikir kritis sebagai pola pikir sangat penting untuk menghadapi berbagai masalah dalam hidup. Ini berarti kita tidak hanya menerima informasi begitu saja, tetapi kita harus mampu menganalisis dan mengevaluasi secara lebih mendalam. Dengan berpikir kritis, kita bisa memeriksa kebenaran, mencari alasan yang logis, dan mempertanyakan berbagai asumsi yang ada. Hal ini membantu kita membuat keputusan yang lebih bijak dan menghindari pengaruh bias atau kesalahan berpikir yang bisa menyesatkan.
Nama: Aulia Zalzabila
HapusKelas: 5D
Npm:2286206111
Selain itu, berpikir kritis juga membuat kita mampu melihat suatu masalah dari berbagai sisi dan menghubungkan ide-ide yang tampaknya terpisah. Pola pikir ini mendorong kita untuk lebih kreatif dalam mencari solusi dan lebih jeli dalam memilih informasi yang benar-benar relevan. Di tengah banjir informasi yang seringkali membingungkan, berpikir kritis menjadi kunci agar kita bisa memilah mana yang benar dan mana yang hanya hoaks atau opini semata. Dengan memiliki pola pikir ini, kita bisa lebih cerdas dalam mengambil keputusan dan berinteraksi dengan dunia di sekitar kita.
Nama : Retno wahyuningrum
BalasHapusKelas : 5C
NPM : 2286206068
Sering kali dalam dunia pendidikan masih terfokus pada penelitian dan cara mengukur keberhasilam siswa saja . Hampir di semua bidang masih kurang memperhatikan cara mengajarkan siswa untuk berpikir kritis. Biasanya dalam suasana kelas di rancang agar efisien tetapi tidak selaras dengan sifat berpikir kritis nya. Berpikir kritis sendiri membutuhkan ruang untuk merefleksikan, mengekspor dan fleksibilitas yang terkkadang sulit diterapkan dalam rencana pendidikan formal. Padahal dengan menambahkan ruang untuk melatih siswa berpikir kritis akan menciptakan sumber daya manusia yang berkompeten dan sigap dalam mengambil keputusan .
Nama : Retno Wahyuningrum
BalasHapusKelas : 5C
NPM : 2286206068
Terkadang berpikir kritis dikatakan sebagai pola pikir daripada hanya keterampilan. Karena dalam berpikir kita bisa menanyakan,menganalisis, dan melihat sesuatu dari berbagai sudut pandang. Memang dalam proses berpikir kritis ini membutuhkan waktu dalam melatih kesabaran, ketidakpastian dan kemampuan menunda keputusan. Akan tetapi, hal ini akan melatih bijak seseorang dalam mengambil sebuah keputusan tanpa terburu-buru dengan mempertimbangkan berbagai hal.
Nama : Retno Wahyuningrum
BalasHapusKelas : 5C
NPM : 2286206068
Permasalahan atau tantangan yang harus kita pecahkan sebagai pendidik agar sekolah bisa membantu anak-anak berpikir kritis. Bisa saja kita mengajarkan anak untuk berpikir kritis di setiap pembelajaran apabila dalam sekolahan tidak merancang untuk membantu anak-anak berpikir kritis. Kita juga harus mempertanyakan pada sistem pendidikan tujuan dari dunia Pendidikan. Apabila tidak membantu annak-anak untuk berpikir kritis maka kita harus mengemukakan pendapat agar sekolah dirancang untuk melatih berpikir anak. Karena berpikir kritis termasuk bagian penting dari kehidupan.
Nama : Retno Wahyuningrum
BalasHapusKelas : 5C
NPM : 2286206068
Kita bisa mengajarkan berpikir kritis di sekolah. Akan tetapi apabila sekolah tidak dirancang untuk melakukannya maka pendidik memiliki PR penting untuk mengajarkan nya secara mandiri. Oleh karena itu, apabila terdapat sistem pendidikan yang salah kita harus berani menyuarakan hak suara kita agar pendidikan lebih baik lagi dengan menciptakan anak-anak yang berkualitas dan berkompeten dalam brpikir kritis nya. Dengan perubahan kurikulum yang berubah-ubah terus menerus akan berdampak pada pendidik dan peserta didik. Karena kita harus beradpatasi kembali dengan kurikulum yang ada, sedangkan kurikulum sebelumnya belum usai.
Nama : Retno Wahyuningrum
BalasHapusKelas : 5C
NPM : 2286206068
Menurut pendapat saya melatih berpikir kritis anak dalam dunia pendidikan sangatlah penting. Karena dengan adanya pembelajaran yang mengajarkan anak berpikir kritis akan meningkatkan pola pikir siswa dalam menghadapi sesuatu permasalahan. Apabila tidak dirancang untuk membantu berpikir kritis anak, maka kemungkinan besar anak-anak tidak akan terbiasa menghadapi permasalahaan di depan mata atau di kehidupan nyata, karena tidak diajarkan. Bisa saja mereka mengambil keputusan tanpa memikirkan dampak yang terjadi.
Nama: Riska Wanti
HapusKelas: 5 A PGSD
Npm: 2286206004
Benar sekali tetapi untuk melatih berpikir kritis, orang tua dan pendidik (guru) memiliki peran penting seperti mendorong diskusi, dan memberikan kesempatan bagi anak untuk mengambil keputusan serta bertanggung jawab atas pilihan mereka. Hal ini akan membantu mereka berkembang menjadi individu yang percaya diri dan berpikiran kritis.
Nama : lehda zakiyah dwiyanti
BalasHapusKelas : 5C
Kemampuan berfikir kritis bukanlah bakat bawaan yang hanya dimiliki segilintir orang, melainkan keterampilan yang dapat dipelajari dan di asah. Oleh karena itu, iah ,kita bisa mengarjakan seseorang berfikir kritis.
Nama : lehda zakiyah dwiyanti
BalasHapusKelas : 5c
Sebagai lembaga pendidikan formal,memiliki peran penting dalam proses ini.kurikulum yang di rancang dengan baik dapat menfasilitasi pengembangan kemampuan berfikir kritis melalui berbagai metode,seperti mengajukan pertanyaan, asumsi, menganalisis informasi, mengevaluasi argumen,dan membangun solusi kareatif untuk masalah konpleks.
Nama: Hilda Prity Agustin
BalasHapusKelas: 5B
Npm:2286206033
Guru dapat memfasilitasi diskusi dengan memberikan pertanyaan terbuka yang mendorong siswa berpikir kritis. Pertanyaan seperti “Mengapa hal ini terjadi?” atau “Apa yang akan terjadi jika…” membuka ruang untuk eksplorasi ide. Siswa diajak untuk menyusun argumen berdasarkan data dan fakta yang mereka miliki. Pendekatan ini membantu siswa mengembangkan kemampuan untuk mengevaluasi informasi. Dengan memberikan ruang aman untuk bertanya, guru menumbuhkan rasa ingin tahu yang mendalam. Hal ini memotivasi siswa untuk menjadi pembelajar aktif.
Nama: Hilda Prity Agustin
BalasHapusKelas: 5B
Npm:2286206033
Guru bisa menggunakan studi kasus sebagai alat yang efektif untuk melatih berpikir kritis. Guru dapat menyajikan skenario dari dunia nyata yang memerlukan analisis mendalam dan keputusan yang bijak. Siswa diajak untuk bekerja dalam kelompok, berdiskusi, dan menemukan solusi berdasarkan data yang ada. Proses ini melibatkan pemahaman, evaluasi, dan pengambilan keputusan berdasarkan logika. Selain meningkatkan kemampuan berpikir kritis, metode ini juga membangun keterampilan kerja sama. Studi kasus mengajarkan siswa bahwa tidak selalu ada jawaban tunggal untuk suatu masalah.
Nama: Hilda Prity Agustin
BalasHapusKelas: 5B
Npm:2286206033
Refleksi adalah bagian penting dari pengajaran berpikir kritis. Guru dapat meminta siswa untuk menulis jurnal atau membuat laporan tentang apa yang mereka pelajari dan bagaimana mereka memahaminya. Proses ini membantu siswa menganalisis pengalaman mereka sendiri dan mengidentifikasi area untuk pengembangan lebih lanjut. Refleksi juga memungkinkan siswa untuk melihat bagaimana ide-ide mereka berkembang dari waktu ke waktu. Dengan cara ini, siswa belajar untuk mengevaluasi diri sendiri secara kritis. Ini adalah keterampilan penting untuk pembelajaran seumur hidup.
Nama: Hilda Prity Agustin
BalasHapusKelas: 5B
Npm:2286206033
Guru bisa menggunakan debat dalam kelas debat adalah metode yang efektif untuk mengasah kemampuan berpikir kritis siswa. Guru dapat membagi siswa menjadi dua kelompok dengan sudut pandang yang berbeda dan meminta mereka untuk mendukung argumen mereka dengan bukti yang kuat. Proses ini melibatkan analisis, evaluasi, dan penyusunan argumen secara logis. Selain itu, debat mengajarkan siswa untuk menghormati pendapat orang lain meskipun mereka tidak setuju. Dengan sering berdebat, siswa belajar berpikir cepat, kritis, dan strategis. Debat juga meningkatkan keterampilan komunikasi yang efektif.
Nama: Hilda Prity Agustin
BalasHapusKelas: 5B
Npm:2286206033
Berpikir kritis tidak hanya tentang mengevaluasi ide yang ada, tetapi juga tentang menciptakan solusi baru. Guru dapat memberikan tantangan atau teka-teki yang memerlukan pemikiran inovatif. Misalnya, siswa dapat diminta untuk merancang alat yang dapat menyelesaikan masalah tertentu. Pendekatan ini melibatkan analisis masalah, pencarian solusi, dan pengujian ide. Dengan cara ini, siswa belajar untuk melihat masalah sebagai peluang untuk menciptakan sesuatu yang baru. Proses ini mendorong rasa percaya diri dan keberanian untuk mencoba hal baru.
Nama: Hilda Prity Agustin
BalasHapusKelas: 5B
Npm:2286206033
Proyek kolaboratif memungkinkan siswa untuk bekerja sama memecahkan masalah nyata. Guru dapat memberikan tugas yang kompleks dan membiarkan siswa menentukan langkah-langkah yang harus diambil. Proses ini melibatkan diskusi, pembagian tugas, dan evaluasi hasil secara bersama-sama. Selain melatih berpikir kritis, proyek ini juga mengembangkan keterampilan kerja tim dan komunikasi. Siswa belajar bahwa setiap orang memiliki kontribusi yang berharga dalam menyelesaikan masalah. Dengan cara ini, mereka memahami pentingnya perspektif yang berbeda.
Nama: Hilda Prity Agustin
BalasHapusKelas: 5B
Npm:2286206033
Guru dapat memanfaatkan artikel, video, atau sumber digital lainnya sebagai bahan analisis di kelas. Siswa diminta untuk mengevaluasi keakuratan, relevansi, dan keandalan informasi yang mereka temukan. Dengan membandingkan berbagai sumber, mereka belajar untuk tidak menerima informasi mentah-mentah. Proses ini mengajarkan pentingnya verifikasi dan validasi dalam berpikir kritis. Dengan literasi digital yang baik, siswa dapat menghadapi tantangan era informasi dengan lebih percaya diri. Media digital menjadi alat pembelajaran yang dinamis dan relevan.
Nama: Hilda Prity Agustin
BalasHapusKelas: 5B
Npm:2286206033
Guru dapat mengintegrasikan pelajaran tentang logika formal dan penalaran dalam kurikulum. Misalnya, siswa diajarkan bagaimana menyusun argumen yang logis dan mengidentifikasi kesalahan logika. Kemampuan ini penting untuk menganalisis argumen yang mereka temui di media atau kehidupan sehari-hari. Dengan memahami dasar-dasar logika, siswa dapat berpikir lebih sistematis dan terstruktur. Selain itu, mereka belajar untuk menilai kualitas argumen secara kritis. Logika menjadi fondasi bagi kemampuan berpikir kritis yang lebih kompleks.
Nama: Hilda Prity Agustin
BalasHapusKelas: 5B
Npm:2286206033
Guru dapat meminta siswa untuk mengajukan hipotesis tentang fenomena tertentu dan menguji validitasnya melalui eksperimen atau penelitian. Pendekatan ini melibatkan proses berpikir kritis, mulai dari merumuskan pertanyaan, mengumpulkan data, hingga menarik kesimpulan. Dengan cara ini, siswa belajar untuk menghubungkan teori dengan praktik. Mereka juga memahami bahwa proses berpikir kritis sering kali melibatkan pengujian ulang dan revisi. Hipotesis memberikan kerangka kerja yang terstruktur untuk eksplorasi intelektual. Proses ini memupuk rasa ingin tahu yang mendalam.
Nama: Hilda Prity Agustin
BalasHapusKelas: 5B
Npm:2286206033
Permainan seperti teka-teki logika, atau permainan strategi dapat digunakan untuk melatih berpikir kritis. Siswa diajak untuk memecahkan masalah yang memerlukan analisis, kolaborasi, dan pengambilan keputusan. Permainan ini membuat proses belajar menjadi menyenangkan sekaligus menantang. Dengan melibatkan elemen kompetisi yang sehat, siswa termotivasi untuk berpikir lebih kreatif dan strategis. Aktivitas ini membangun keterampilan berpikir kritis secara alami. Selain itu, siswa belajar untuk tetap fokus di bawah tekanan.
Nama: Hilda Prity Agustin
BalasHapusKelas: 5B
Npm:2286206033
Menggunakan grafik, tabel, dan diagram membantu siswa memahami hubungan antar variabel atau konsep. Guru dapat meminta siswa membuat diagram alur atau peta pikiran untuk memvisualisasikan pemikiran mereka. Proses ini melatih siswa untuk menyusun ide secara logis dan mengidentifikasi pola. Dengan alat visual, siswa dapat melihat masalah dari sudut pandang yang lebih luas. Visualisasi data juga mengajarkan keterampilan analisis yang sangat penting di era informasi. Ini membantu siswa mengasah kemampuan berpikir kritis dengan cara yang konkret.
Nama: Hilda Prity Agustin
BalasHapusKelas: 5B
Npm:2286206033
Guru dapat mengajukan tantangan yang relevan dengan kehidupan sehari-hari siswa, seperti mengelola keuangan, merancang program daur ulang, atau menyelesaikan konflik sosial. Tantangan ini mengajarkan siswa bagaimana menerapkan konsep berpikir kritis dalam konteks dunia nyata. Mereka diajak untuk menganalisis informasi, mengevaluasi opsi, dan mengambil keputusan berdasarkan bukti. Dengan cara ini, siswa memahami nilai praktis dari keterampilan berpikir kritis. Ini juga membantu mereka merasa lebih siap menghadapi tantangan kehidupan di masa depan.
Nama: Hilda Prity Agustin
BalasHapusKelas: 5B
Npm:2286206033
Di era digital, kemampuan untuk mengevaluasi informasi online menjadi sangat penting. Guru dapat mengajarkan siswa untuk memeriksa sumber, mengevaluasi kredibilitas, dan membedakan fakta dari opini. Aktivitas ini membantu siswa memahami pentingnya literasi digital dalam berpikir kritis. Selain itu, mereka belajar bagaimana menangani hoaks dan disinformasi. Dengan meningkatkan keterampilan ini, siswa menjadi pengguna media yang lebih bijak dan kritis. Literasi digital juga mendukung mereka dalam kehidupan akademik dan profesional.
Nama: Hilda Prity Agustin
BalasHapusKelas: 5B
Npm:2286206033
Diskusi kelompok memungkinkan siswa untuk berbagi ide, mendengarkan pendapat orang lain, dan mengevaluasi argumen mereka sendiri. Guru dapat memfasilitasi diskusi dengan pertanyaan-pertanyaan yang memicu pemikiran kritis. Siswa diajak untuk merefleksikan apa yang mereka pelajari dan bagaimana mereka bisa meningkatkan pemahaman mereka. Melalui diskusi, mereka belajar untuk menghormati perbedaan pendapat dan menyelesaikan konflik secara konstruktif. Proses ini memperkuat kemampuan berpikir kritis sambil membangun keterampilan sosial. Diskusi juga membantu siswa mengintegrasikan perspektif baru ke dalam cara berpikir mereka.
Nama: Hilda Prity Agustin
BalasHapusKelas: 5B
Npm:2286206033
Teknik role-playing atau bermain peran memungkinkan siswa memahami situasi dari sudut pandang yang berbeda. Misalnya, dalam pelajaran sejarah, siswa dapat berperan sebagai tokoh tertentu dan berdiskusi tentang keputusan yang mereka ambil. Aktivitas ini melibatkan analisis konteks, penalaran logis, dan pengambilan keputusan. Dengan mencoba perspektif baru, siswa belajar untuk melihat masalah dari berbagai sudut pandang. Teknik ini tidak hanya meningkatkan kemampuan berpikir kritis tetapi juga empati dan toleransi. Role-playing juga membuat pembelajaran lebih menarik dan interaktif.
Nama: Hilda Prity Agustin
BalasHapusKelas: 5B
Npm:2286206033
Guru dapat mengajarkan siswa untuk mendukung argumen mereka dengan data yang relevan dan kredibel. Misalnya, siswa diminta untuk menyusun laporan berdasarkan penelitian atau survei yang mereka lakukan. Proses ini melatih mereka untuk menganalisis data, mengidentifikasi pola, dan menyusun kesimpulan yang logis. Dengan cara ini, siswa belajar untuk berpikir kritis berdasarkan fakta, bukan asumsi. Keterampilan ini sangat penting di era di mana data memainkan peran besar dalam pengambilan keputusan.
Nama: Hilda Prity Agustin
BalasHapusKelas: 5B
Npm:2286206033
Guru dapat memberikan proyek eksplorasi mandiri di mana siswa memilih topik yang mereka minati untuk diteliti. Proses ini melibatkan siswa dalam mengidentifikasi pertanyaan, mencari informasi, dan menyusun argumen. Dengan cara ini, siswa merasa memiliki kendali atas pembelajaran mereka sendiri. Mereka belajar untuk menjadi pembelajar mandiri yang kritis dan bertanggung jawab. Eksplorasi mandiri juga memperkuat rasa ingin tahu dan motivasi intrinsik siswa. Ini adalah dasar untuk pembelajaran sepanjang hayat.
Nama: Hilda Prity Agustin
BalasHapusKelas: 5B
Npm:2286206033
Dalam pelajaran sastra, siswa dapat diajak untuk menganalisis karakter, tema, dan konflik dalam cerita. Mereka belajar untuk mengevaluasi tindakan tokoh dan mempertimbangkan implikasi moralnya. Proses ini melibatkan analisis mendalam dan refleksi tentang nilai-nilai yang disampaikan. Dengan cara ini, siswa tidak hanya memahami teks tetapi juga mengembangkan kemampuan berpikir kritis. Pembelajaran sastra menjadi lebih bermakna ketika dihubungkan dengan kehidupan nyata. Sastra mengajarkan siswa untuk berpikir kritis tentang kompleksitas manusia dan masyarakat.
Nama: Hilda Prity Agustin
BalasHapusKelas: 5B
Npm:2286206033
Guru dapat meminta siswa membandingkan dua ide, konsep, atau peristiwa, baik dari aspek kesamaan maupun perbedaannya. Aktivitas ini membantu siswa menganalisis informasi secara lebih mendalam dan menemukan hubungan antara berbagai elemen. Mereka belajar bahwa memahami perbedaan sama pentingnya dengan menemukan kesamaan. Perbandingan dan kontrasti ini meningkatkan kemampuan analisis dan evaluasi. Dengan latihan ini, siswa menjadi lebih kritis dalam memproses informasi. Hal ini juga berguna untuk mengembangkan keterampilan berpikir analitis dalam mata pelajaran apa pun.
Nama: Hilda Prity Agustin
BalasHapusKelas: 5B
Npm:2286206033
Menghubungkan berbagai mata pelajaran membantu siswa melihat hubungan antar konsep dan memahami masalah secara holistik. Misalnya, guru dapat menggabungkan matematika dengan ilmu sosial untuk menganalisis data statistik tentang isu global. Pendekatan ini mengajarkan siswa untuk berpikir di luar batas disiplin ilmu. Mereka juga belajar bahwa masalah kompleks memerlukan solusi yang melibatkan banyak perspektif. Interdisipliner membuka ruang bagi siswa untuk berpikir kreatif sekaligus kritis. Hal ini membantu mereka melihat relevansi pembelajaran dengan dunia nyata.
Nama; Hilda Prity Agustin
BalasHapusKelas: 5B
Npm:2286206033
Mengajarkan siswa cara menyelesaikan konflik melalui diskusi dan kompromi dapat meningkatkan keterampilan berpikir kritis. Guru dapat menggunakan skenario simulasi untuk membantu siswa menganalisis akar penyebab konflik dan menemukan solusi yang saling menguntungkan. Proses ini melibatkan empati, analisis situasi, dan kemampuan menyusun argumen. Dengan cara ini, siswa belajar untuk menghadapi perbedaan secara bijaksana. Selain itu, keterampilan ini penting untuk membangun hubungan sosial yang sehat. Konflik menjadi peluang untuk melatih kemampuan berpikir kritis secara praktis.
Nama: Hilda Prity Agustin
BalasHapusKelas: 5B
Npm:2286206033
Guru dapat meminta siswa untuk membayangkan skenario alternatif dari suatu situasi dan mengeksplorasi konsekuensinya. Misalnya, “Bagaimana jika tidak ada hukum gravitasi?” atau “Bagaimana jika teknologi tidak berkembang?” Aktivitas ini melatih siswa untuk berpikir kritis dan kreatif dalam waktu bersamaan. Mereka belajar menganalisis dampak dari perubahan dalam situasi tertentu. Pendekatan ini juga membantu siswa mengembangkan keterampilan berpikir jangka panjang.
Nama: Hilda Prity Agustin
BalasHapusKelas: 5B
Npm:2286206033
Guru dapat memberikan siswa kesempatan untuk terlibat dalam pengambilan keputusan yang memengaruhi kelas mereka. Misalnya, siswa diajak untuk merancang aturan kelas atau menentukan proyek apa yang ingin mereka kerjakan. Proses ini mengajarkan mereka cara menganalisis opsi, mengevaluasi manfaat dan risiko, serta mencapai konsensus. Dengan cara ini, siswa belajar untuk berpikir kritis dalam konteks nyata. Partisipasi aktif juga meningkatkan rasa tanggung jawab mereka terhadap pembelajaran. Ini adalah cara efektif untuk membangun kemampuan berpikir kritis melalui pengalaman langsung.
Nama: Hilda Prity Agustin
BalasHapusKelas: 5B
Npm:2286206033
Guru dapat memanfaatkan video pendek atau film yang relevan sebagai alat untuk melatih kemampuan analisis siswa. Setelah menonton, siswa diajak untuk menganalisis tema, karakter, atau pesan moral dari cerita. Mereka juga diminta untuk mengidentifikasi bias atau sudut pandang tertentu dalam film. Diskusi ini membantu siswa melatih kemampuan berpikir kritis sekaligus memahami konteks budaya. Media visual memberikan cara baru yang menarik untuk mengajarkan keterampilan berpikir. Ini juga membantu siswa yang belajar lebih baik melalui rangsangan visual.
Nama: Hilda Prity Agustin
BalasHapusKelas: 5B
Npm:2286206033
Guru dapat meminta siswa untuk melakukan penelitian sederhana tentang topik tertentu, seperti lingkungan, teknologi, atau sejarah. Proses ini melibatkan pencarian informasi, evaluasi sumber, dan penyusunan laporan. Siswa belajar untuk mempertanyakan informasi yang mereka temukan dan menyusunnya menjadi argumen yang logis. Dengan cara ini, siswa terlatih untuk berpikir kritis dalam setiap tahap penelitian. Selain itu, mereka memahami pentingnya validitas data dalam membuat kesimpulan. Penelitian mini ini juga memperkuat keterampilan literasi informasi.
Nama: Hilda Prity Agustin
BalasHapusKelas: 5B
Npm:2286206033
Guru dapat mengajarkan model pemecahan masalah yang melibatkan identifikasi masalah, analisis penyebab, eksplorasi solusi, dan evaluasi hasil. Teknik ini membantu siswa memahami bahwa berpikir kritis adalah proses yang terstruktur. Mereka diajarkan untuk tidak terburu-buru dalam mengambil keputusan tanpa menganalisis semua opsi. Dengan cara ini, siswa menjadi lebih percaya diri dalam menghadapi tantangan. Proses ini juga membangun keterampilan logis dan sistematis. Teknik ini relevan untuk diaplikasikan di berbagai bidang pembelajaran.
Nama: Hilda Prity Agustin
BalasHapusKelas: 5B
Npm:2286206033
Guru dapat memberikan umpan balik yang mendorong siswa untuk berpikir lebih kritis tentang pekerjaan mereka. Alih-alih hanya memberikan nilai, guru bisa bertanya, “Mengapa kamu memilih solusi ini?” atau “Apa yang akan kamu lakukan secara berbeda?” Umpan balik ini mendorong siswa untuk merefleksikan proses berpikir mereka dan mencari cara untuk meningkatkannya. Dengan cara ini, siswa memahami bahwa berpikir kritis adalah keterampilan yang terus berkembang. Ini juga membantu mereka belajar dari kesalahan dan meningkatkan kualitas pekerjaan mereka.
Nama : Maharani Ananta Putri
BalasHapusKelas : 5A
Npm : 2286206007
Disekolah memang tidak di ajarkan untuk berpikir kritis,jadi kita harus mulai dari diri kita sendiri jika ingin berpikir secara kritis kita harus sadar apa yang harus kita lakukan,contoh bertanya jika belum paham,terus coba menganalisis dari situ kita dapat berlatih untuk berpikir secara kritis.
Nama : Auda Ratu Araiganie
HapusKelas : 5D
NPM : 2286206110
Saya paham tentang pendapat anda tentang berpikir kritis dan bagaimana kita perlu mengambil sendiri inisiatif untuk mengembangkan kemampuan itu. Namun menurut saya sekolah sebenarnya memiliki peran penting untuk membentuk cara berpikir siswa. Sekolah tdk hanya tentang menghapal tapi juga belajar bagaimana sih memecahkan dan mengalisis masalah, terutana dlm pelajaran matematik dan sains.
Nama : Auda Ratu Araiganie
HapusKelas : 5D
NPM : 2286206110
Menurut saya mata pelajaran tersebut sering menggunakan tantangan yg membutuhkan siswa berpikir kritis. Misal, sains mereka melakukan eksperimen dan saat mengerjakan mtk, siswa harus memahami konsep, merencanakan langkah2 penyelesaian dan evaluasi hasil yg mereka dapatkan. Semua itu melatih kemampuan menganalisis dan berpikir logis. Jadi meskipun tidak semuanya ada aspek berpikir kritis yg diajarkan secara terus terang, tetapi ada memang kalanya di ajarkan keterampilan tersebut.
Nama : Auda Ratu Araiganie
HapusKelas : 5D
NPM : 2286206110
Dan memang penting bagi siswa untuk aktif bertanya dan mencari pemahaman lebih akan materi yg di ajarkan. Kombinasi antara pendidikan formal dan inisiatif pribadi itu bagus sekali. Tetapi apakah menurut anda dengan berdasarkan bertanya dan menganalisis sudah cukup untuk berlatih mengembangkan berpikir kritis?
Nama : Maharani Ananta Putri
BalasHapusKelas : 5A
Npm : 2286206007
Berpikir secara kritis penting bagi masa depan.Dengan anak berpikir kritis ia dapat menyelesaikan masalah yang ia dapat,bukan hanya masalah di kehidupan myata tetapi berpikir secara kritis juga berfungsi untuk pendidikan.
Nama : Maharani Ananta Putri
BalasHapusKelas : 5A
Npm : 2286206007
Banyak anak sekarang yang malas untuk berpikir kritis.Di Zaman sekarang ini orang sudah bertumpa pada internet (google) oleh karena itu banyak anak yang malas karena telah mengandalkan internet.
Nama : Maharani Ananta Putri
BalasHapusKelas : 5A
Npm : 2286206007
selain mengajarkan membaca penting bagi guru untuk mengajarkan anak bepikir secara kritis.Mungkin guru dapat melatih siswa dengan soal penaralan saja.
Nama : Maharani Ananta Putri
BalasHapusKelas : 5A
Npm : 2286206007
Berpikir kritis tidak lah dimiliki oleh setiap anak.Berpikir kritis ini harus di asah agar anak dapat berpikir secara kritis.
Nama: Uswatun khasanah
BalasHapusKelas:5A
Npm:2286206010
Berpikir kritis itu menurut saya tidak dapat dimiliki secara langsung
Nama: Riska Wanti
HapusKelas: 5 A PGSD
Npm: 2286206004
Benar berpikir kritis tidak dimiliki langsung oleh seseorang karena berpikir kritis itu perlu dilatih dan dikembangkan oleh siapa saja.
Nama: Uswatun khasanah
BalasHapusKelas: 5A
Npm:2286206010
Agar dapat berpikir kritis tentu kita dapat melatih cara berpikir kita
Nama: Uswatun khasanah
BalasHapusKelas: 5A
Npm:2286206010
Di sekolah secara tidak langsung kita belajar untuk berpikir kritis
Nama: Uswatun khasanah
HapusKelas:5A
Npm:2286206010
Walaupun berpikir kritis ini tentu kita kadang harus berhenti sejenak untuk memikirkan apa yang kita katakan nantinya
Nama : Devi Kurnia Sari
BalasHapusKelas : 5A
Npm : 2286206001
Menurut saya mengajarkan anak berpikir kritis di sekolah itu sangat penting karena sebagai perluasan pemahaman siswa dan berkembangnya cara berpikir siswa. sehingga siswa dapat memahami apa yang terjadi dan bagaimana cara menyelesaikan suatu masalah dengan berpikir kritis
Nama : Devi Kurnia Sari
BalasHapusKelas : 5A
Npm : 2286206001
Mengajarkan anak untuk berpikir kritis itu sangat penting untuk mengembangkan pola pikir anak dan cara berpikir anak, sehingga siswa dapat memahami apa yang terjadi dan bagaimana cara menyelesaikan suatu masalah dengan berpikir kritis.
Nama : Devi Kurnia Sari
BalasHapusKelas : 5A
Npm : 2286206001
Dengan mengajarkan anak untuk berpikir kritis anak dapat menghadapi suatu masalah dengan baik, mampu menghadapi tantangan, dapat membuat keputusan yang tepat dan mencari tahu kebenaran informasi dengan benar tidak menerima informasi mentah.
Nama : Devi Kurnia Sari
BalasHapusKelas : 5A
Npm : 2286206001
Mengajarkan anak untuk berpikir kritis itu juga sangat penting karena membantu anak untuk bisa menghadapi dunia nyata yang sangat keras sehingga anak tidak mudah menyerah dan dengan gampangnya menerima informasi tanpa mencari tahu kebenaran, anak tidak memiliki semangat dalam mengubah pola pikir, tidak ada minat untuk berpikir lebih kritis, dan lebih mudah menyerah menghadapi tantangan atau suatu masalah.
Nama : Devi Kurnia Sari
BalasHapusKelas : 5A
Npm : 2286206001
Untuk mempersiapkan anak untuk dunia yang terus berubah dan kompleks sangat penting bagi sekolah untuk mengajarkan mereka berpikir kritis bukan hanya sekedar menerima informasi kemampuan ini membantu anak menganalisis informasi terlebih dahulu mengevaluasi masalah, dan membentuk pendapat menurut mereka sendiri.
Nama : Devi Kurnia Sari
BalasHapusKelas : 5A
Npm : 2286206001
Menurut saya juga sekolah harus menciptakan lingkungan di mana orang bertanya, berbicara secara terbuka dan bekerja sama untuk menyelesaikan masalah.
Nama : Devi Kurnia Sari
BalasHapusKelas : 5A
Npm : 2286206001
Dengan mengajarkan anak-anak untuk berpikir kritis, anak-anak akan memiliki kemampuan yang lebih baik untuk menghadapi kesulitan dan bisa menghadapi masalah yang ada dengan baik tanpa putus asa.
Nama : Winda Tuti Dayanti
BalasHapusNPM : 2286206057
Kelas : 5C PGSD
Menurut saya, berpikir kritis adalah kemampuan untuk menganalisis informasi secara objektif dan membentuk penilaian atau memberikan pendapat yang beralasan. Dalam pendidikan berpikir kritis di sekolah sangat penting, karena dapat membekali siswa dengan kemampuan menganalisis informasi secara objektif, membentuk pendapat yang beralasan dan dapat mengevaluasi argumen yang sedang dibahas.Berpikir kritis juga dapat mendorong siswa untuk tidak hanya menerima informasi secara pasif tetapi juga mempertanyakan, menganalisis dan menghubungkannya dengan pengetahuan yang sudah ada.Dengan berpikir kritis juga dapat melatih siswa untuk mengidentifikasi masalah menganalisis penyebabnya dan mencari solusi yang efektif.
Nama : Winda Tuti Dayanti
BalasHapusNPM : 2286206057
Kelas : 5C PGSD
Menurut saya, berpikir kritis bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan terhadap siswa, karena banyak sekali siswa yang belajar hanya belajar tanpa ada rasa kepo yang merujuk pada berpikir kritis. Bahkan menurut saya, berpikir kritis hanya dilakukan siswa pada saat mereka melakukan pembelajaran berbasis proyek.Lebih dari itu siswa jarang berpikir kritis ,mereka hanya menambahkan jawaban lalu selesai. Hal ini disebabkan karena kurangnya motivasi belajar pada siswa, siswa juga takut salah dalam memberikan pendapat atau tidak percaya diri,Siswa yang terbiasa dengan metode pembelajaran yang pasif seperti ceramah satu arah tanpa adanya diskusi atau kegiatan yang lain yang bisa menuntut kita untuk berpikir kritis.
Nama : Auda Ratu Araiganie
HapusKelas : 5D
NPM : 2286206110
Berpikir kritis memang tidak selalu mudah. Seperti yang anda katakan hanya bisa dilakukan siswa saat mereka melakukan pembelajaran berbasis proyek. Dan lebih dari itu mereka jarang berpikir kritis. Tetapi menurut saya itu tidak benar.
Nama : Auda Ratu Araiganie
HapusKelas : 5D
NPM : 2286206110
Namun menurut saya berpikir kritis tidak hanya dalam pembelajaran berbasis proyek atau situasi yg formal saja. Ini bisa dilakukan dalam berbagai konteks seperti mereka mempertanyakan informasi2 yg mereka baca, berdiskusi dikelas atau pun aktivitas sehari2. Kurangnya motivasi, rasa takut salah dan metode yg pasif bisa menjadi hambatan,berpikir kritis bukanlah kemampuan yg terbatas pada proyek tertentu.
Nama:ike surya amggreini
BalasHapusKelas:5A
Npm:2286206008
Guru perlu menciptakan suasana di mana siswa merasa nyaman untuk bertanya dan mengemukakan pendapat. Pertanyaan yang bersifat eksploratif akan melatih siswa berpikir secara mendalam.
Nama:ike surya anggreini
BalasHapusKelas:5A
Npm:2286206008
Siswa dapat diajak menganalisis situasi atau isu nyata, seperti masalah lingkungan atau sosial, untuk melatih kemampuan berpikir kritis mereka dalam menemukan solusi.
Nama:ike surya anggreini
BalasHapusKelas:5A
Npm:2286206008
Kegiatan seperti diskusi kelompok atau debat dapat membantu siswa mempertajam kemampuan mereka dalam menganalisis informasi, mempertimbangkan sudut pandang lain, dan menyusun argumen yang logis
Nama:ike surya anggreini
BalasHapusKelas:5A
Npm:2286206008
Di era informasi, penting bagi siswa untuk belajar memilah informasi yang valid dan memahami bias atau manipulasi yang mungkin ada dalam teks atau media
Nama:ike surya anggreini
BalasHapusKelas:5A
Npm:2286206008
Guru perlu menciptakan suasana di mana siswa merasa nyaman untuk bertanya dan mengemukakan pendapat. Pertanyaan yang bersifat eksploratif akan melatih siswa berpikir secara mendalam.
Nama : Winda Tuti Dayanti
HapusNPM : 2286206057
Kelas : 5C PGSD
Saya setuju dengan pendapat anda, terutama dalam memberikan umpan balik menurut saya, umpan balik yang baik dan benar harus dilakukan oleh guru .Karena kalau tidak baik atau malah menjatuhkan siswa itu hanya akan membuat motivasi belajar siswa menurun dan tingkat kepercayaan diri mereka dalam memberikan pendapat akan menurun.Sehingga siswa malas untuk berpikir kritis dalam proses pembelajaran.
Nama:ike surya anggreini
BalasHapusKelas:5A
Npm:2286206008
Dengan mengerjakan proyek, siswa dilatih untuk merencanakan, menganalisis, dan mengevaluasi hasil kerja mereka secara kritis.
Nama:ike surya anggreini
BalasHapusKelas:5A
Npm:2286206008
Guru dapat memberikan umpan balik yang mendorong siswa untuk berpikir ulang dan memperbaiki cara mereka menyelesaikan masalah.
Nama:ike surya anggreini
BalasHapusKelas:5A
Npm:2286206008
Mengajarkan berpikir kritis bukan hanya soal menghafal teori, tetapi bagaimana siswa dapat memahami, menganalisis, dan mengaplikasikan pengetahuan mereka secara mandiri dan bijaksana.
Nama : Winda Tuti Dayanti
BalasHapusNPM : 2286206057
Kelas : 5C PGSD
Berpikir kritis tidak hanya penting dalam pendidikan tetapi sangat penting dan bermakna dalam kehidupan sehari-hari.Berpikir kritis berbeda dengan sekedar mengumpulkan informasi atau berpikir kritis membutuhkan seseorang untuk aktif terlibat dengan informasi, mempertanyakan asumsi atau pendapat dan mencari bukti pendukung.Contohnya saat membaca berita seseorang yang berpikir kritis tidak hanya menerima informasi mentah-mentah tetapi juga mempertanyakan sumber berita, mencari informasi dari sumber lain dan mengevaluasi keakuratan informasi.Seperti yang kita ketahui banyak sekali berita yang tidak benar atau hoax bertebaran di sosial media, yang di mana semua orang memiliki sosial media pada zaman sekarang ini. Oleh karena itu, kita harus bijak dalam menggunakan teknologi yang semakin canggih saat ini.
Nama:ike surya anggreini
BalasHapusKelas:5A
Npm:2286206008
Berpikir kritis tidak harus menjadi mata pelajaran terpisah, tetapi bisa diterapkan dalam berbagai mata pelajaran seperti matematika, sains, sejarah, dan bahasa. Guru dapat mengajukan pertanyaan yang mendorong siswa untuk menganalisis, mengevaluasi, dan menciptakan solusi
Nama:ike surya anggreini
BalasHapusKelas:5A
Npm:2286206008
Mendorong diskusi kelompok atau debat tentang isu-isu aktual dapat melatih siswa untuk berpikir kritis. Dalam kegiatan ini, siswa belajar mempertimbangkan sudut pandang yang berbeda dan menyusun argumen berdasarkan fakta
Nama :ike surya anggreini
BalasHapusKelas:5A
Npm:2286206008
Memberikan siswa tantangan dunia nyata yang membutuhkan pemikiran logis, kreatif, dan analitis untuk menyelesaikannya. Misalnya, proyek penelitian atau simulasi kasus.
Nama : Winda Tuti Dayanti
BalasHapusNPM : 2286206057
Kelas : 5C PGSD
Menurut saya, dalam proses pembelajaran berpikir kritis berkaitan dengan kepercayaan diri setiap siswa.Oleh karena itu, penting sekali bagi guru untuk tidak menjatuhkan siswa saat mereka memberikan pendapat dalam proses pembelajaran.Menciptakan lingkungan belajar yang aman dan suportif adalah kunci bagi perkembangan siswa baik secara akademik maupun emosional.
Nama : Winda Tuti Dayanti
BalasHapusNPM : 2286206057
Kelas : 5C PGSD
Dengan berpikir kritis, siswa dapat memiliki pemahaman yang lebih mendalam terkait pembelajaran yang mereka pelajari.Mereka juga dapat memecahkan masalah dengan efektif.Pengambilan keputusan yang tepat juga baik dilakukan dengan berpikir kritis bahkan siswa dapat menjadi pembelajar yang mandiri yang memiliki motivasi belajar yang baik dalam mempersiapkan masa depan.
Nama : Winda Tuti Dayanti
BalasHapusNPM : 2286206057
Kelas : 5C PGSD
Berpikir kritis sebagai pola pikir melibatkan keterampilan internal ke dalam cara berpikir dan bertindak dalam kehidupan sehari-hari.Ini berarti secara otomatis seseorang yang menerima informasi tidak hanya membaca dan menyebarkan informasi tersebut tapi mempertanyakan asumsi mencari bukti dan mempertimbangkan perspektif alternatif dalam berbagai situasi. Dengan berpikir kritis sebagai pola pikir seseorang dapat meningkatkan kualitas hidupnya dalam berbagai aspek mulai dari pengambilan keputusan hingga interaksi sosial .Ini merupakan proses berkelanjutan yang membutuhkan latihan dan kesadaran diri tetapi manfaatnya sangat besar.
Nama : Winda Tuti Dayanti
BalasHapusNPM : 2286206057
Kelas : 5C PGSD
Dalam mengembangkan pola pikir kritis, kita dapat membiasakan diri untuk bertanya dalam proses pembelajaran .Mengembangkan rasa penasaran atau kepo terhadap suatu masalah yang terjadi, berlatih berdiskusi atau berdebat, membaca buku yang menantang, melakukan refleksi diri secara teratur dan tidak lupa mengevaluasi sumber informasi. Dengan membiasakan berpikir kritis dalam menerima informasi kita bisa menjadi seseorang yang bijak.
Nama: Riska Wanti
HapusKelas: 5 A PGSD
Npm: 2286206004
Benar berpikir kritis itu dapat muncul dengan cara membiasakan diri untuk selalu bertanya pada saat pembelajaran karena kita dapat mengetahui jawaban dari pertanyaan yang sudah kita berikan tersebut.
Nama : Denisha Sepiani Ananda Salong
BalasHapusKelas : 5D
Npm : 2286206124
Mengukur berpikir kritis adalah tantangan yang kompleks karena melibatkan keterampilan analitis, evaluasi dan kreatif yang tidak selalu dapat diukur dengan instrumen penilaian tradisional. Untuk mengatasi tantangan ini, penilaian berpikir kritis perlu dirancang dengan pendekatan yang lebih holistik, menggunakan metode yang asli, fleksibel, dan berdasarkan pada rubrik yang jelas. Selain itu penting untuk mengadaptasi penilaian ini dengan konteks dan tingkat perkembangan siswa untuk memastikan penilaian yang adil dan akurat.
Nama : Denisha Sepiani Ananda Slong
BalasHapusKelas : 5D
Npm : 2286206124
Berpikir kritis yaitu keterampilan yang sangat penting untuk pengambilan keputusan yang cerdas, pemecahan masalah, dan analisis informasi yang efektif. Sifat-sifat utama dari berpikir kritis yaitu kemampuan analitis, objektif, logis, kreatif, reflektif, sistematis, berpikir terbuka, evaluasi, skeptis, dan kemampuan untuk mengevaluasi bukti. Dengan mengembangkan sifat-sifat ini, seseorang dapat menjadi lebih efektif dalam memahami dunia sekitar dan membuat keputusan yang lebih baik.
Nama : Denisha Sepiani Ananda Salong
BalasHapusKelas : 5D
Npm : 2286206124
Berpikir kritis mengharuskan individu untuk tidak menerima segala sesuatu begitu saja, tetapi selalu bertanya dan menganalisis informasi yang diberikan, berpikir kritis berfokus pada identifikasi dan penghindaran kesalahan berpikir, seperti bias konfirmasi, kesalahan sebab-akibat, atau generalisasi yang tidak tepat. Pola pikir kritis mendorong pengambilan keputusan yang didasarkan pada bukti yang ada dan bukan hanya pada emosi atau asumsi yang tidak teruji.
Nama : Denisha Sepiani Ananda Salong
BalasHapusKelas : 5D
Npm : 2286206124
Meskipun sekolah tradisional sering kali tidak dirancang secara jelas untuk mengajarkan berpikir kritis, banyak kurikulum dan pendekatan pengajaran yang sekarang mulai mengintegrasikan keterampilan ini. Berpikir kritis bukan hanya tentang kemampuan untuk menjawab pertanyaan dengan benar, tetapi tentang cara seseorang memproses, menganalisis, dan membuat keputusan berdasarkan informasi yang ada. Untuk itu, penting bagi sistem pendidikan untuk terus beradaptasi dan memperkenalkan metode pengajaran yang mendorong siswa untuk berpikir secara kritis, kreatif, dan analitis.
Nama : Denisha Sepiani Ananda Salong
BalasHapusKelas : 5D
Npm : 2286206124
Mengajarkan berpikir kritis di sekolah tidak hanya melibatkan penguasaan pengetahuan, tetapi juga pengembangan kemampuan analitis, evaluasi, dan kreatif siswa. Melalui pembelajaran berbasis masalah, diskusi, tugas yang menantang, dan penggunaan teknologi, siswa dapat belajar untuk berpikir secara mendalam, membuat keputusan berdasarkan bukti, dan mempertanyakan ide-ide serta argumen yang ada. Dengan ini berpikir kritis menjadi keterampilan yang dapat diterapkan di berbagai aspek kehidupan, tidak hanya dalam konteks akademik, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari dan dunia profesional.
Nama: Nadiya Wati
BalasHapusKelas: 5C
NPM : 2286206090
Menurut pendapat saya untuk melatih kita dalam berpikir kritis di dunia pendidikan itu sangat penting, karena dengan adanya pembelajaran yang di ajarkan guru dapat melatih anak dalam berpikir kritis yang dimana anak tersebut dapat membuat keputusan yang mereka ambil dalam menghadapi tantangan.
Nama : Ahmad Bayu Setiawan
BalasHapusKelas : 5C
Npm : 2286206075
Mengajarkan siswa berpikir kritis di sekolah bukan hanya memberi mereka informasi, tetapi juga mengajarkan mereka keterampilan yang diperlukan untuk menganalisis dan mengevaluasi data. Guru dapat membangun lingkungan belajar yang mendukung pemikiran kritis siswa dengan debat, pembelajaran berbasis masalah, dan media interaktif. Ini akan membantu mereka dalam kehidupan sehari-hari dan di sekolah, membuat mereka lebih kreatif dan mampu membuat keputusan yang lebih baik di masa depan.
Nama : Ahmad Bayu Setiawan
BalasHapusKelas : 5C
Npm : 2286206075
Berpikir kritis adalah cara penting untuk berpikir dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam pendidikan maupun pekerjaan. Dengan memperoleh kemampuan ini, orang tidak hanya dapat meningkatkan kualitas keputusan yang dibuat, tetapi mereka juga dapat membantu membangun diskusi yang lebih konstruktif dan berbasis fakta. Ini menunjukkan bahwa berpikir kritis adalah keterampilan penting yang harus dimiliki setiap orang di era teknologi informasi sekarang ini.
Nama : Ahmad Bayu Setiawan
BalasHapusKelas : 5C
Npm : 2286206075
Berpikir kritis sebagai pola pikir adalah dasar penting untuk menghadapi tantangan hidup dengan analisis yang mendalam, evaluasi yang objektif, dan solusi yang efektif. Dengan menerapkan pola pikir ini, seseorang dapat bersikap skeptis secara konstruktif, berorientasi pada bukti, dan fleksibel untuk menerima perspektif baru. Pola pikir ini juga membantu seseorang menjadi lebih mandiri, adaptif, dan bertanggung jawab.
Nama : Ahmad Bayu Setiawan
BalasHapusKelas : 5C
Npm : 2286206075
Sekolah idealnya dirancang untuk mengajarkan berpikir kritis, tetapi implementasinya sering terhambat oleh fokus pada hafalan, penilaian standar, dan keterbatasan sumber daya. Meskipun ada kurikulum dan metode pengajaran yang dapat mendukung berpikir kritis, perubahan yang lebih mendalam pada sistem pendidikan diperlukan agar siswa benar-benar dilatih untuk menganalisis, mengevaluasi, dan memecahkan masalah secara mandiri. Dengan pendekatan yang lebih fleksibel dan guru yang terlatih, sekolah dapat menjadi tempat yang efektif untuk membangun kemampuan berpikir kritis siswa.
Nama : Alpionita Monika Lot
BalasHapusKelas : 5C
Npm : 2286206072
Mengajarkan berpikir kritis di sekolah tidak hanya memerlukan pelajaran teori, tetapi juga metode interaktif yang melibatkan siswa. Guru dapat membantu siswa mengembangkan keterampilan berpikir kritis yang akan berguna sepanjang hidup mereka. Pendidikan yang efektif akan mengajarkan siswa untuk beradaptasi dengan situasi yang berbeda di masa depan, membuat keputusan yang bijaksana, dan menganalisis data dengan cermat.
Nama : Alpionita Monika Lot
BalasHapusKelas : 5C
Npm : 2286206072
Di sekolah, ada banyak masalah untuk mengukur berpikir kritis, mulai dari pemahaman guru, kurikulum, hingga kondisi lingkungan belajar. Untuk mengatasi masalah ini, semua pihak terkait harus bekerja sama untuk menyelesaikannya. Beberapa contoh upaya kolaboratif ini termasuk peningkatan pelatihan guru, revisi kurikulum, dan pembuatan teknik evaluasi yang lebih akurat. Kemampuan berpikir kritis siswa dapat ditingkatkan secara signifikan dengan menggunakan strategi yang direncanakan dan dukungan yang memadai. Ini akan mempersiapkan mereka untuk menjadi orang yang lebih mampu menghadapi tantangan di masa depan.
Nama : Maria putri Anita bengan
BalasHapusNpm : 2286206108
Kelas VD
Menurut saya pemikiran kritis dapat di pelajari,dengan adanya pemikiran yang kritis ini siswa di harapkan dapat dengan leluasa, menyuarakan hal yang harus di katakan .
Nama : Siti Nurkhaliza
BalasHapusKelas : 5D
Npm : 2286206099
Ya berpikir kritis bisa aja di lakukan dan memang penting karena berpikir kritis bukan hanya menghafal informasi atau mengikuti pendapat orang lain tetapi ya bisa melatih untuk mengevaluasi, menganalisis dan membuat keputusan berdasarkan logika dan bukti.
Penting ya salah satu alasannya karena perkembangan zaman menghadapi informasi berlebih , lalu memecahkan masalah dapat membantu melatih berargumentasi.
BalasHapusUntuk bisa mengukur sejauh mana anak didik mampu berpikir kritis, bisa di lihat dari pada saat mengidentifikasi masalah , dalam mengevaluasi bukti dan argumen , lalu membuat kesimpulan terakhir dengan menarik.
BalasHapusJadi berpikir kritis itu bisa di latih di kembangkan, untuk bisa menghadapi tantangan besar kedepannya, karena apa yang akan di lakukan di terapkan harus melalui perintah otak yang berpikir, kalau pikirannya sudah di latih dengan baik logis dan runtut makan hasil dari pemikiran tersebut mendapat penerapan yang memuaskan.
BalasHapusNama : Faryanus
BalasHapusKelas : 5C
Npm :2286206101
Menurut saya berpikir kritis, disekolah adalahh salah satu proses untuk membentuk generasi, yang mampu menghadapi tantangan masa depan.dengan keterampilan berpikir kritis, siswa tidak hanya belajar tentang membaca, ataupun menulis, dan juga Mereka dia ajarkan bagaimana cara untuk mengambil suatu keputusan yang tepat untuk menyelesaikan masala mereka.
Nama : Faryanus
BalasHapusKelas : 5C
Npm : 2286206101
Selain itu, berpikir kritis juga mendorong kreativitas dan semangat siswa, Dengan memberikan ruang bagi siswa untuk bertanya, berdiskusi, dan saling tanya jawab didalam kelas.kita sebagai pendidik tidak hanya membekali mereka dengan pengetahuan, tetapi juga dengan keterampilan, yang dimana ini sebagai bekal mereka untuk beradaptasi dengan masyarakat.
Nama: Oktafiana Rosanta Kapi
BalasHapusNpm. :2286206112
Kelas :5d
Berpikir kritis di sekolah berarti tidak hanya percaya dengan apa yang diajarkan, tetapi juga bertanya dan mencari alasan mengapa itu benar.Agar kita tidak mudah percaya terhadap orang lain.Berpikir kritis membantu kita membuat pilihan yang lebih baik dan menemukan solusi yang lebih baik.
Nama: Oktafiana Rosanta Kapi
BalasHapusNpm. :2286206112
Kelas. :5d
Dalam matematika, simbol faktorial ditunjukkan sebagai perkalian berurutan dari angka positif mulai dari satu hingga angka itu sendiri. Misalnya, dengan mengerjakan soal soal yg memiliki tanda seru. Faktorial mengajarkan kita cara menyusun langkah-langkah logis secara sistematis untuk menyelesaikan masalah kompleks.
Nama: Oktafiana Rosanta Kapi
BalasHapusNpm. :2286206112
Kelas :5d
Dalam matematika, tanda seru (!) disebut faktorial, yang berarti mengalikan angka dengan angka yang lebih kecil hingga 1. Misalnya, faktorial 4! berarti 4 × 3 × 2 × 1 = 24. Sementara faktorial 5! berarti 5 × 4 × 3 × 2 × 1 = 120.
Nama: Oktafiana Rosanta Kapi
BalasHapusNpm. :2286206112
Kelas. :5d
Kita dapat membantu seseorang mulai berpikir kritis dengan berbagai cari misal, dengan 1. Pertanyakan informasi: yang mana Untuk mengevaluasi keakuratan, selalu tanyakan pertanyaan seperti "Apakah ini benar?" atau "Dari mana informasi ini berasal?" 2. Analisis sudut pandang: yang membantu untuk melihat masalah dari berbagai sudut pandang, bukan hanya dari sudut pandang kita sendiri. 3. Gunakan bukti: Buat keputusan berdasarkan data atau bukti yang kuat, bukan hanya opini atau asumsi yang mana dapat membantu kita untuk meyakinkan seseorang.
Nama: Oktafiana Rosanta Kapi
BalasHapusNpm. :2286206112
Kelas :5d
Bida dengan tiga kalimat sederhana yang dapat digunakan untuk mengajarkan anak-anak berpikir kritis di kelas:yaitu dengan ,1. Ajak anak untuk selalu bertanya tentang sesuatu yang mereka pelajari, seperti "Mengapa ini terjadi?" atau "Apa yang bisa kita pelajari dari sini?" 2. Ajari anak untuk mempertimbangkan berbagai perspektif tentang masalah sebelum membuat keputusan, sehingga mereka dapat melihat masalah dari berbagai sudut pandang. 3. Ajari anak untuk mencari bukti atau alasan di balik setiap informasi yang mereka terima, sehingga mereka dapat membedakan antara fakta dan pendapat mereka.
Nama : Sabina
BalasHapusKelas : 5a
Npm : 2286206050
Disekolah emang tidak diajarkan untuk berpikir kritis, tetapi kita sebagai guru bisa memberikan tantangan yang sesuai kepada anak untuk membuat mereka berpikir kritis.
Nama : Sabina
BalasHapusKelas : 5a
Npm : 2286206050
Menurut saya, kita sebagai guru perlu menyediakan lingkungan yang nyaman dan tenang supaya anak-anak bisa mengutarakan pertanyaan dan kita bisa selesaikan bersama mereka.
Nama : Sabina
BalasHapusKelas : 5a
Npm : 2286206050
Menurut saya pendidikan pemikiran kritis di sekolah penting untuk masa depan anak-anak. Kita sebagai guru dapat membantu anak-anak dengan tantangan pemecahan masalah, berdiskusi dll. Kita sebagai guru bisa mengajarkan cara bertanya, kesimpulan, dll.
Nama : Sabina
BalasHapusKelas : 5a
Npm : 2286206050
Selain itu Guru dapat menciptakan lingkungan belajar melalui diskusi kelas, pembelajaran berbasis permasalah, dan media. Ini bisa membantu anak-anak dalam kehidupan sehari-hari, meningkatkan kreativitas dan kemampuan mereka dalam membuat keputusan.
Nama : Sabina
BalasHapusKelas : 5a
Npm : 2286206050
Guru bisa mengajarkan berpikir kritis di sekolah melibatkan penguasaan pengetahuan dan kemampuan analisis,serta kreatifitas anak. Pembelajaran berbasis masalah ini bisa membantu siswa berfikir dan membuat keputusan dengan benar.
Nama : Sabina
BalasHapusKelas : 5a
Npm : 2286206050
Menurut saya dalam menerapkan berpikir kritis di sekolah, penting untuk menciptakan lingkungan belajar yang mendukung lingkungan yang mendukung membuat anak-anak merasa nyaman. Dorong anak-anak bertanya dan memberikan pendapat, serta berikan tugas yang sulit supaya mereka bisa berpikir kritis dalam mengerjakan.
Nama : Sabina
BalasHapusKelas : 5a
Npm : 2286206050
Kita sebagai guru juga bisa meminta anak-anak untuk merangkum dan menyimpulkan materi yang diberikan supaya mereka bisa berpikir kritis dalam menyimpulkan.
Nama : Sabina
BalasHapusKelas : 5a
Npm : 2286206050
Guru juga bisa mengembangkan kemampuan berpikir kritis anak dengan cara memberikan feedback kepada anak.
Nama : Riska Kristianti
BalasHapusKelas : 5A
Npm : 2286206009
Pentingnya peserta didik diajarkan untuk berpikir kritis agar mendapatkan solusi dari permasalahan yang di hadapi.
Nama : Riska Kristianti
BalasHapusKelas : 5A
Npm : 2286206009
Berpikir kritis sangat penting untuk peserta didik agar dapat melihat sesuatu dari berbagai sudut pandang yang berbeda.
Nama : Riska Kristianti
BalasHapusKelas : 5A
Npm : 2286206009
Mengajarkan berpikir kritis bukan hanya dari sekolah saja tetapi juga di lingkungan rumah juga.
Nama : Riska Kristianti
BalasHapusKelas : 5A
Npm : 2286206009
Cara mengajarkan berpikir kritis dalam ruang lingkup kelas guru dapat membuat pertanyaan-pertanyaan yang dapat mengasah cara pikir kritis peserta didik.
Nama : Riska Kristianti
BalasHapusKelas : 5A
Npm : 2286206009
Berpikir kritis memutuhkan ruang yang refleksi, eksplorasi, dan fleksibilitas agar lebih mudah di terapkan dalam pendidikan.
Nama : Maria Fampilia Tea
BalasHapusKelas : 5A
Npm : 2286206026
Berpikir kritis yang dapat kita terapkan bagi anak memberikan ruang yaitu bisa saat proses pembelajaran didalam kelas dengan melakukan diskusi sehingga anak-anak dapat berbagi pendapat mereka.
Nama : Maria Fampilia Tea
BalasHapusKelas : 5A
Npm : 2286206026
Selain itu pula berpikir kritis tidak hanya terbatas pada ruang kelas. Tetapi juga dilingkungan masyarakat.
Nama : Maria Fampilia Tea
BalasHapusKelas : 5A
Npm : 2286206026
Tugas guru mengajarkan berpikir kritis di sekolah bagi anak adalah itu dapat menjadi investasi yang penting untuk masa depan anak-anak.
Nama : Maria Fampilia Tea
BalasHapusKelas : 5A
Npm : 2286206026
Selain itu pula berpikir kritis dapat membantu anak belajar dari orang lain. Misalnya saat anak menanyakan sesuatu orang tua akan tunjukkan kepada anak dimana dan bagaimana mereka bisa menemukannya.
Nama : Maria fampilia Tea
BalasHapusKelas : 5A
Npm ; 2286206026
Atau tugas kita saat menjelaskan materi pembelajaran kepada anak kita dapat meminta anak untuk menyimpulkan apa saja yg telah kita pelajari hari ini. Sehingga itu dapat menarik cara berpikir anak secara kritis.
Nama : Denisha Sepiani Ananda Salong
BalasHapusKelas : 5D
Npm : 2286206124
Guru harus menjadi contoh nyata dari berpikir kritis. Melalui cara mereka menyampaikan materi cara mereka mendekati masalah serta cara mereka menyelesaikan konflik atau pertanyaan dari siswa, guru dapat menunjukkan bagaimana berpikir dengan cara yang logis, analitis dan terbuka. Ketika menyampaikan materi pelajaran, guru bisa menyertakan beberapa contoh kasus yang memerlukan analisis mendalam atau beragam perspektif serta mengajak siswa untuk menganalisis dan membahas solusi yang berbeda.
Nama : Denisha Sepiani Ananda Salong
BalasHapusKelas :5D
Npm : 2286206124
Guru harus menciptakan lingkungan yang mendukung untuk siswa bertanya dan mempertanyakan informasi yang diberikan. Dengan ini siswa tidak hanya menerima informasi begitu saja tapi terlibat aktif dalam proses belajar dan berpikir. Saat menjelaskan suatu topik, guru bisa meminta siswa untuk bertanya, seperti 'Apa yang kalian pikirkan tentang ini?' atau 'Ada yang tidak setuju dengan pendapat ini?'Dengan ini siswa dilatih untuk mencari jawaban atau mempertanyakan klaim tertentu.
Nama : Denisha Sepiani Ananda Salong
BalasHapusKelas : 5D
Npm : 2286206124
Orang tua dapat menciptakan ruang bagi anak-anak untuk berdiskusi dan berbicara tentang topik-topik yang mereka minati. Diskusi ini mengajarkan anak untuk berpikir secara kritis dan melihat berbagai sudut pandang. Orang tua bisa mengajak anak untuk berdiskusi tentang buku yang baru dibaca, film yang ditonton atau isu sosial yang sedang berkembang. Mengajukan pertanyaan seperti, 'Apa yang kamu pikirkan tentang karakter dalam cerita itu?' atau 'Menurutmu apa dampak dari keputusan yang diambil oleh orang itu?'.
Nama : Denisha Sepiani Ananda Salong
BalasHapusKelas : 5D
Npm : 2286206124
Orang tua memiliki peran yang sangat penting dalam mengajarkan berpikir kritis kepada anak-anak baik di rumah maupun dengan mendukung pembelajaran di sekolah. Dengan mendorong rasa ingin tahu, memberikan contoh berpikir kritis serta mendukung anak-anak dalam menyelesaikan masalah dan membuat keputusan, orang tua dapat membantu anak mengembangkan keterampilan berpikir kritis yang akan sangat berguna dalam kehidupan mereka di masa depan.
Nama : Oktavia Pega wete
BalasHapusKelas : 5B PGSD
NPm : 2286206019
Sebagai calon guru, saya percaya bahwa mengajarkan berpikir kritis sangat penting untuk membantu siswa memahami materi pelajaran dengan lebih mendalam. Berpikir kritis bukan hanya tentang menganalisis fakta, tetapi juga melibatkan kemampuan untuk merumuskan pertanyaan yang tepat dan mencari jawaban secara sistematis. Misalnya, dalam pelajaran matematika, siswa diajak untuk mencari berbagai cara menyelesaikan masalah, bukan hanya mengikuti rumus yang ada.
Nama : Oktavia Pega wete
BalasHapusKelas : 5B PGSD
NPm : 2286206019
saya setuju dengan mengajarkan siswa berpikir kritis di sekolah untuk siswa tidak hanya menerima informasi secara pasif, tetapi juga untuk bertanya dan mendiskusikan berbagai topik. Misalnya, setelah membaca teks, ajak siswa untuk bertanya "mengapa?" atau "bagaimana jika?" untuk menguji pemahaman mereka dan mendorong pemikiran mendalam.
Nama : Oktavia Pega wete
BalasHapusKelas : 5B PGSD
NPm : 2286206019
Salah satu tantangan utama dalam mengembangkan berpikir kritis adalah adanya kebiasaan sistem pendidikan yang lebih berfokus pada pengajaran berbasis hafalan daripada pemecahan masalah atau pemikiran analitis. Banyak guru yang belum terbiasa menerapkan metode pembelajaran yang mendorong berpikir kritis. Selain itu, lingkungan yang terburu-buru dan penuh tekanan seringkali tidak memberi cukup waktu bagi siswa untuk merenung atau mempertanyakan informasi yang diberikan. Ini bisa membatasi perkembangan keterampilan berpikir kritis di kalangan siswa.
Nama : Oktavia Pega wete
BalasHapusKelas : 5B PGSD
NPm : 2286206019
menurut saya sangat bisa .kita bisa mengajarkan berpikir kritis, dan hal ini sangat mungkin dilakukan di sekolah. Berpikir kritis bukanlah sesuatu yang hanya dimiliki oleh individu tertentu, tetapi keterampilan yang dapat diajarkan dan dikembangkan dengan pendekatan yang tepat. Pendidikan di sekolah harus memberi ruang bagi siswa untuk mengembangkan kemampuan ini melalui berbagai teknik pembelajaran yang melibatkan analisis, sintesis, dan evaluasi informasi.
Nama : Oktavia Pega wete
BalasHapusKelas : 5B PGSD
NPm : 2286206019
Saya percaya bahwa berpikir kritis tidak hanya penting untuk memahami pelajaran, tetapi juga untuk membentuk karakter siswa. Dengan berpikir kritis, mereka tidak akan mudah terpengaruh oleh informasi yang salah atau hoaks. Sebagai contoh, saya mengajak siswa untuk berdiskusi tentang perbedaan fakta dan opini dalam berita, yang mengajarkan mereka untuk selalu mencari kebenaran sebelum menyimpulkan sesuatu.Mengajarkan berpikir kritis di sekolah bukanlah hal yang mustahil. Melalui berbagai metode pembelajaran yang mengedepankan analisis, diskusi, dan pemecahan masalah, kita dapat membantu siswa mengembangkan keterampilan berpikir kritis yang akan berguna sepanjang hidup mereka.
Nama : Oktavia Pega wete
BalasHapusKelas : 5B PGSD
NPm : 2286206019
Mengajarkan berpikir kritis di sekolah bukanlah hal yang mudah, namun sangat mungkin dilakukan. Salah satu cara yang efektif adalah dengan mendorong siswa untuk berdiskusi dan berdebat mengenai isu-isu yang relevan dengan kehidupan mereka. Sebagai contoh, dalam mata pelajaran bahasa, siswa bisa diminta untuk menganalisis argumen dalam sebuah teks dan mengevaluasi kekuatan serta kelemahan dari argumen tersebut.Saya percaya bahwa berpikir kritis adalah keterampilan yang bisa dilatih. Di kelas guru pasti sering melakukan kegiatan yang mendorong siswa untuk berpikir kreatif dan tidak terbatas pada satu cara penyelesaian masalah.
Nama : Oktavia Pega wete
BalasHapusKelas : 5B PGSD
NPm : 2286206019
Mengajarkan berpikir kritis di sekolah adalah langkah yang sangat penting untuk mempersiapkan siswa menghadapi tantangan masa depan. Siswa yang dilatih berpikir kritis akan lebih siap untuk menghadapi berbagai situasi dengan solusi yang inovatif dan bijaksana. Namun, tantangan terbesar terletak pada bagaimana mengubah pendekatan pendidikan yang sudah mapan dan mengintegrasikan keterampilan berpikir kritis dalam kurikulum. Untuk itu, diperlukan pelatihan yang lebih mendalam bagi guru dalam mengembangkan kemampuan berpikir kritis siswa. Selain itu, kurikulum yang berfokus pada pengembangan keterampilan berpikir kritis harus diberlakukan dengan cara yang menarik dan menyenangkan agar siswa tidak hanya mengerti, tetapi juga menikmati proses pembelajaran ini.
Nama : Oktavia Pega wete
BalasHapusKelas : 5B PGSD
NPm : 2286206019
Berpikir kritis bukan hanya keterampilan praktis, tetapi juga pola pikir yang melibatkan kecenderungan untuk mempertanyakan, meragukan, dan menilai segala sesuatu secara objektif. Sebagai pola pikir, berpikir kritis membantu siswa untuk selalu berpikir secara terbuka, bertanggung jawab, dan tidak mudah terpengaruh oleh bias atau informasi yang tidak valid. Berpikir kritis sebagai pola pikir memungkinkan siswa untuk tidak hanya mengatasi masalah, tetapi juga memahami sebab-akibat dari berbagai situasi yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari.
Nama : Oktavia Pega wete
BalasHapusKelas : 5B PGSD
NPm : 2286206019
menurut saya Berpikir kritis memiliki sifat-sifat penting seperti objektivitas, kemampuan untuk mengevaluasi informasi secara logis, ketajaman dalam menganalisis argumen, dan keterbukaan untuk mempertimbangkan berbagai perspektif. Siswa yang berpikir kritis tidak hanya menerima informasi secara pasif, tetapi juga aktif dalam memeriksa validitas dan relevansi informasi tersebut. Mereka mampu mengidentifikasi asumsi yang mendasari argumen dan menyarankan solusi berdasarkan analisis yang mendalam.
nama : Parida nur
BalasHapuskelas ; 5 A PGSD
Npm ; 2286206011
Mengajarkan berpikir kritis di sekolah menurut saya adalah langkah yang bagus jika di lakukan karena untuk mempersiapkan anak - anak dalam menghadapi masalah.
nama : parida nur
BalasHapuskelas : 5 A pGSD
NPM ; 2286206011
mengajarkan berpikir kritis itu bisa juga di lakukan dengan meningkatkan kemampuan nya. seperti mendorong anak - anak untuk bertanya tentang sesuatu yang belum mereka ketahui.
Nama:Fadia
BalasHapusNpm:2286206076
Kelas:5C
kita perlu diskusi lebih lanjut tentang bagaimana caranya supaya sekolah-sekolah kita bisa dirancang khusus untuk mengajarkan kita berpikir kritis. Mungkin kita bisa mulai dari pelatihan guru, pengembangan kurikulum, atau bahkan perubahan sistem penilaian.
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusNama:Fadia
BalasHapusNpm:2286206076
Kelas:5C
Kita bisa mulai dengan pelatihan guru. Tujuannya, supaya guru-guru kita paham bagaimana cara mengajarkan siswa berpikir kritis. Kita bisa bikin pelatihan khusus, atau bahkan tambahin materi ini ke kurikulum pendidikan guru.
Kita juga bisa mulai dari hal kecil, seperti membuat perubahan di kelas. Misalnya, guru bisa mulai ajak siswa diskusi, kasih mereka pertanyaan terbuka, atau bahkan membuat proyek kelompok yang menantang mereka buat berpikir kritis.
Nama:Fadia
BalasHapusNpm:2286206076
Kelas:5C
Selanjutnya kita bisa mulai libatkan orang tua. Mereka juga punya peran penting buat dukung tumbuhnya kemampuan berpikir kritis anak-anak. Kita bisa buat acara sosialisasi atau workshop bersama orang tua, supaya mereka paham bagaimana cara ngelatih anak berpikir kritis di rumah.
Selain itu, kita bisa mulai bikin kompetisi atau ajang buat anak-anak unjuk kemampuan berpikir kritis mereka. Ini bisa jadi motivasi buat mereka belajar lebih giat lagi.
Nama:Fadia
BalasHapusNpm:2286206076
Kelas:5C
Selanjutnya, kita bisa mulai bikin program mentor-mentee. Siswa yang lebih tua bisa jadi mentor buat yang lebih muda, saling bantu belajar dan ngelatih kemampuan berpikir kritis. Selain itu, kita bisa bikin klub atau komunitas khusus buat siswa yang tertarik asah kemampuan ini. Mereka bisa diskusi, membuat proyek bersama, atau bahkan ikut kompetisi-kompetisi terkait.
Nama:Fadia
BalasHapusNpm:2286206076
Kelas:5C
Kita juga bisa memanfaatkan teknologi. Sekarang kan banyak sumber belajar online yang interaktif dan menantang buat berpikir kritis. Kita tinggal pilih yang paling cocok, terus integrasikan ke kurikulum kita.
Nama:Fadia
HapusNpm:2286206076
Kelas:5C
Atau, kita bisa bikin kegiatan ekstrakurikuler khusus buat ngembangin kemampuan berpikir kritis. Misalnya, klub sains, klub debat, atau klub jurnalistik. Di sana, mereka bisa belajar bareng, bikin eksperimen, diskusi, atau bahkan bikin majalah sekolah
Nama:Fadia
BalasHapusNpm:2286206076
Kelas:5C
Buat semacam kompetisi atau pameran karya siswa. Misalnya, bikin lomba bikin komik sains, atau pameran hasil eksperimen sederhana. Acara seperti ini bisa jadi ajang buat mereka unjuk kemampuan, sekaligus belajar dari yang lain.
Nama:Fadia
BalasHapusNpm:2286206076
Kelas:5C
Atau kita juga bisa membuat program pertukaran pelajar antar sekolah. Ini bisa ngebuka wawasan siswa, mereka bisa belajar dari sistem pendidikan yang berbeda, dan cara berpikir kritis anak-anak dari daerah lain.
Nama:Fadia
HapusNpm:2286206076
Kelas:5C
Mungkin pertukaran pelajar internasional agak terlalu tinggi untuk anak SD. Tapi, kita bisa membuat program pertukaran pelajar dalam negeri saja. Misalnya, anak-anak dari kota besar bisa belajar beberapa minggu di sekolah di daerah, atau sebaliknya.
Mereka bisa mengalami suasana belajar yang beda, berinteraksi sama teman-teman baru, dan belajar menghargai keberagaman budaya Indonesia.
Nama:Fadia
BalasHapusNpm2286206076
Kelas:5C
Selain itu, dapat dikembangkan pula sebuah bank soal atau gudang tantangan yang terpusat sebagai referensi bagi para guru dalam merancang soal atau tugas yang merangsang kemampuan berpikir kritis siswa.
Terakhir, penting untuk secara berkala melakukan evaluasi terhadap seluruh program yang telah dilaksanakan. Evaluasi ini bertujuan untuk mengukur efektivitas program dalam mengembangkan kemampuan berpikir kritis siswa dan menjadi dasar dalam menyusun program pengembangan selanjutnya.
Nama : Ester Tabita
BalasHapusKelas : 5 A
NPM ; 2286206039
kalau menurut pengalaman pribadi saya, Salah satu cara utama untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis adalah dengan mendorong siswa untuk bertanya. Kita dapat mendorong mereka untuk tidak menerima informasi begitu saja, melainkan mencari pemahaman yang lebih dalam. Dengan melibatkan siswa dalam pertanyaan terbuka, mereka dapat mengasah kemampuan analisis dan penalaran mereka.
Nama : Ester Tabita
BalasHapusKelas : 5 A
NPM : 2286206039
Mengajarkan siswa cara menyelesaikan masalah secara sistematis dan terstruktur akan membantu mereka mengembangkan kemampuan berpikir kritis. Misalnya, dengan membimbing mereka untuk mengidentifikasi masalah, mencari solusi alternatif, mengevaluasi pilihan, dan menarik kesimpulan berdasarkan bukti yang ada.
Nama : Ester Tabita
BalasHapusKelas : 5 A
NPM : 2286206039
Siswa dapat dilatih untuk berpikir kritis melalui tantangan dan dilema yang memerlukan keputusan atau solusi. Misalnya, memberikan kasus atau skenario yang memerlukan analisis lebih mendalam, dan meminta mereka untuk mempertimbangkan berbagai perspektif sebelum mengambil keputusan.
Nama : Ester Tabita
BalasHapusKelas : 5 A
NPM : 2286206039
Agar siswa dapat berpikir kritis, mereka perlu diajarkan cara menganalisis informasi dan menggabungkan data yang ada untuk membuat kesimpulan. Ini termasuk mengajarkan mereka bagaimana menilai bukti, mengenali bias, dan membandingkan berbagai sumber informasi untuk memperoleh pemahaman yang lebih utuh.
Nama : Ester Tabita
BalasHapusKelas : 5 A
NPM ; 2286206039
erpikir kritis dapat berkembang lebih baik dalam lingkungan yang mendukung diskusi dan kerja sama. Menggunakan pembelajaran berbasis kelompok di mana siswa berdiskusi dan berbagi ide-ide mereka dapat memperkaya pemikiran kritis mereka. Melalui diskusi, siswa dapat belajar mempertimbangkan perspektif yang berbeda.
Nama : Ester Tabita
BalasHapusKelas 5 A
NPM : 2286206039
Mengajarkan siswa untuk mengenali bias dan asumsi yang mendasari suatu argumen atau informasi adalah bagian penting dari berpikir kritis. Hal ini membantu mereka untuk melihat lebih objektif dan tidak menerima segala sesuatu begitu saja tanpa analisis lebih lanjut.
Nama : Ester Tabita
BalasHapusKelas : 5 A
NPM ; 2286206039
Menghubungkan konsep-konsep dari berbagai mata pelajaran dapat membantu siswa untuk berpikir lebih kritis. Misalnya, menggabungkan pembelajaran matematika, sains, dan seni dalam proyek yang melibatkan pemecahan masalah atau penerapan teori akan membantu mereka melihat hubungan antara konsep-konsep yang berbeda dan mengembangkan pola pikir yang lebih terbuka.
Nama : Ester Tabita
BalasHapusKelas : 5 A
NPM : 2286206039
Mengajarkan siswa untuk mengenali bias dan asumsi yang mendasari suatu argumen atau informasi adalah bagian penting dari berpikir kritis. Hal ini membantu mereka untuk melihat lebih objektif dan tidak menerima segala sesuatu begitu saja tanpa analisis lebih lanjut.
Nama: Alfriana Gunarwianti
BalasHapusKelas: 5C PGSD
Npm:2286206056
Mengajarkan berpikir kritis di sekolah sangat penting untuk membekali siswa dengan keterampilan yang berguna dalam kehidupan sehari-hari. Berpikir kritis membantu siswa tidak hanya menerima informasi begitu saja. Tetapi juga mempertanyakan, menganalisis, dan mengevaluasi informasi tersebut secara objektif. Melalui pendekatan ini, siswa dapat belajar membuat keputusan yang lebih bijaksana dan mengenali argumen yang kuat. Serta menyaring informasi yang relevan dari yang kurang bermanfaat.
Nama: Alfriana Gunarwianti
BalasHapusKelas: 5C PGSD
Npm: 2286206056
Mengajarkan berpikir kritis di sekolah dapat dilakukan dengan menciptakan lingkungan belajar yang mendukung eksplorasi ide dan pemecahan masalah. Salah satu cara adalah dengan mendorong siswa untuk tidak hanya menerima informasi secara pasif. Tetapi juga aktif bertanya, menggali alasan, dan mempertanyakan berbagai sudut pandang. Guru dapat memberikan tantangan intelektual yang menuntut siswa untuk berpikir lebih dalam. Seperti menganalisis teks, mengkritisi isu-isu nyata, atau memecahkan masalah kompleks.
Nama: Alfriana Gunarwianti
BalasHapusKelas: 5C PGSD
Npm: 2286206056
Penting bagi guru untuk mengajarkan cara menyusun argumen yang logis dan berdasarkan bukti. Serta menghindari generalisasi yang tidak berdasar. Dengan cara ini, siswa tidak hanya terampil dalam berpikir kritis. Tetapi juga menjadi lebih mandiri dalam proses belajar mereka, yang akan sangat berguna bagi masa depan mereka di dunia yang penuh informasi dan tantangan.
Nama: Alfriana Gunarwianti
BalasHapusKelas: 5C PGSD
Npm: 2286206056
Guru bisa memulai pembelajaran dengan memberi kesempatan kepada siswa untuk mengeksplorasi berbagai perspektif dan solusi terhadap suatu masalah. Guru bisa merancang pembelajaran yang tidak hanya fokus pada jawaban benar atau salah. Tetapi lebih pada proses berpikir yang mendalam. Seperti menganalisis data, merumuskan pertanyaan yang relevan, dan membandingkan berbagai pandangan.
Nama: Alfriana Gunarwianti
BalasHapusKelas: 5C PGSD
Npm: 2286206056
Menurut saya sangat penting untuk melibatkan siswa dalam diskusi kelompok atau debat. Karena dapat mendorong mereka untuk mengemukakan argumen, mempertahankan pendapat mereka dengan bukti, dan mendengarkan pandangan orang lain dengan terbuka. Ini membantu mengembangkan kemampuan untuk berpikir secara sistematis dan objektif. Dengan mengajarkan keterampilan berpikir kritis sejak dini, siswa akan lebih siap untuk membuat keputusan yang informasional dan bijaksana dalam kehidupan pribadi maupun profesional mereka.
Nama: Desy Sabrina
BalasHapusNPM: 2286206048
Kelas: 5B
Menurut saya, hal ini dipengaruhi oleh pergantian Menteri Pendidikan. Setiap kali terjadi pergantian menteri, kurikulum pun ikut berubah. Kondisi kurikulum yang tidak stabil sering kali menghambat guru dan siswa untuk mendalami materi dengan sungguh-sungguh. Mengingat bahwa mendidik siswa agar mampu berpikir kritis memerlukan waktu dan proses yang panjang, dibutuhkan juga komitmen yang kuat dari pemerintah, yang dalam hal ini diwakili oleh Menteri Pendidikan.
Nama: Desy Sabrina
HapusNPM: 5586206048
Kelas: 5B
Perubahan kurikulum yang tidak disertai pemahaman yang mendalam tentang kebutuhan masyarakat dan perkembangan dunia kerja hanya akan membuat sistem pendidikan semakin terpisah dari realitas. Meskipun kurikulum baru memiliki elemen yang mendukung pengembangan berpikir kritis, perubahan yang dilakukan secara tidak terencana dan terlalu cepat seringkali menimbulkan kebingungan di kalangan guru dan siswa. Akibatnya, pencapaian tujuan pendidikan pun terhambat.
Nama: Desy Sabrina
BalasHapusNPM: 2286206048
Kelas: 5B
Perubahan menteri pendidikan dapat mempengaruhi kebijakan pendidikan dengan lebih menekankan pencapaian jangka pendek, seperti angka kelulusan dan ujian nasional, ketimbang pengembangan kemampuan berpikir kritis yang lebih mendalam dan komprehensif. Akibatnya, siswa cenderung terfokus pada pembelajaran terstruktur dan persiapan ujian, mengesampingkan pengembangan keterampilan analitis dan pemecahan masalah yang penting untuk berpikir kritis.
Nama: Desy Sabrina
BalasHapusNPM: 2286206048
Kelas: 5B
Budaya di sekolah juga memiliki pengaruh yang signifikan terhadap perkembangan berpikir kritis. Di Indonesia, terdapat budaya "manut," di mana siswa cenderung didorong untuk menerima informasi tanpa banyak mempertanyakannya. Dalam sistem pendidikan seperti ini, siswa diajarkan untuk "menghormati" guru dan materi ajar, namun tidak didorong untuk mengajukan pertanyaan kritis atau meragukan kebenaran informasi yang diberikan kepada mereka.
Nama: Desy Sabrina
BalasHapusNPM: 2286206048
Kelas: 5B
Sistem penilaian yang hanya mengandalkan ujian tertulis, tes pilihan ganda, atau nilai akhir yang diperoleh dari menghafal materi seringkali mengabaikan aspek penting dalam pendidikan, yaitu keterampilan berpikir kritis. Ujian tradisional cenderung hanya mengukur kemampuan siswa dalam mengingat informasi, tanpa memberikan ruang bagi mereka untuk menganalisis, memecahkan masalah, atau menyusun argumen berdasarkan bukti yang ada. Sebaliknya, pendekatan penilaian yang berbasis pada proyek, presentasi, atau esai memberikan kesempatan bagi siswa untuk membangun pengetahuan mereka secara aktif dan merumuskan argumentasi, sehingga dapat lebih efektif dalam mengembangkan kemampuan berpikir kritis.
Nama: Desy Sabrina
HapusNPM: 2286206048
Kelas: 5B
Untuk mendorong kemampuan berpikir kritis, sistem penilaian sekolah perlu mengevaluasi tidak hanya kemampuan siswa dalam mengingat, tetapi juga keterampilan mereka dalam menilai informasi, membuat keputusan yang didasarkan pada bukti, serta mengkomunikasikan pandangan yang berlandaskan logika dan analisis mendalam. Penilaian semacam ini juga memungkinkan guru untuk melihat bagaimana siswa memanfaatkan pengetahuan yang mereka miliki untuk memecahkan masalah dunia nyata.