Konstruktivisme dan Konstruksionisme: Dari Piaget hingga Papert

Constructivism dan Constructionism

Dalam dunia pendidikan, teori pembelajaran memegang peranan penting untuk memahami cara peserta didik belajar dan mengembangkan pengetahuan mereka. Dua teori yang sering kali menimbulkan kebingungan adalah constructivism dan constructionism. Walaupun keduanya berfokus pada pembelajaran aktif, pendekatan dan fokus dari masing-masing teori ini memiliki perbedaan yang signifikan.

Pengertian Constructivism

Constructivism adalah teori pendidikan yang menekankan bahwa pembelajaran adalah proses aktif di mana peserta didik membangun pemahaman dan pengetahuan mereka sendiri berdasarkan pengalaman dan refleksi. Teori ini berakar pada gagasan bahwa pembelajaran tidak hanya terjadi melalui transfer informasi dari guru ke siswa, melainkan melalui interaksi antara pengalaman baru dan pengetahuan yang sudah dimiliki peserta didik.

Menurut Jean Piaget, seorang psikolog Swiss yang menjadi pelopor teori ini, anak-anak membangun pemahaman mereka sendiri berdasarkan pengalaman langsung. Piaget menekankan bahwa pembelajaran bersifat progresif, dengan peserta didik secara bertahap mengembangkan pemahaman mereka melalui tahapan perkembangan kognitif. Sementara itu, Lev Vygotsky, seorang psikolog Rusia, menambahkan bahwa interaksi sosial dan konteks budaya memainkan peran penting dalam proses pembelajaran. Ia memperkenalkan konsep "zone of proximal development" (ZPD) yang menjelaskan bahwa peserta didik dapat mencapai tingkat pemahaman yang lebih tinggi dengan bantuan orang lain, seperti guru atau teman sebaya.

Elemen Penting dalam Constructivism

  1. Pembelajaran Aktif: Peserta didik secara aktif terlibat dalam proses pembelajaran, bukan hanya menerima informasi secara pasif.

  2. Konstruksi Pengetahuan: Peserta didik membangun pengetahuan mereka sendiri dengan menghubungkan informasi baru dengan pengetahuan yang sudah ada.

  3. Pengetahuan Awal: Pengetahuan sebelumnya menjadi dasar untuk membangun pemahaman baru.

  4. Interaksi Sosial: Diskusi, kerja kelompok, dan kolaborasi menjadi bagian penting dari proses pembelajaran.

  5. Pembelajaran Kontekstual: Pembelajaran terjadi dalam konteks yang relevan dan bermakna bagi peserta didik.

Contoh Penerapan Constructivism

  1. Kelas Sains: Dalam pelajaran tentang ekosistem, guru menyediakan stasiun pembelajaran yang menampilkan berbagai jenis ekosistem seperti kolam, hutan, dan gurun. Peserta didik mengamati materi yang tersedia, berdiskusi dalam kelompok, dan membuat peta konsep untuk menunjukkan interaksi antar komponen ekosistem.

  2. Pembelajaran Matematika: Dalam memahami konsep pecahan, siswa menggunakan potongan kertas berbentuk lingkaran yang dibagi menjadi bagian-bagian tertentu. Mereka memanipulasi potongan tersebut untuk memahami hubungan antar pecahan.

Pengertian Constructionism

Constructionism adalah teori pembelajaran yang dikembangkan oleh Seymour Papert, seorang ilmuwan komputer dan pendidik yang terinspirasi oleh teori konstruktivis Piaget. Namun, Papert menambahkan elemen baru dalam teori ini, yaitu fokus pada penciptaan artefak nyata. Ia percaya bahwa peserta didik paling efektif dalam membangun pengetahuan ketika mereka secara aktif membuat sesuatu yang bermakna bagi mereka.

Papert menekankan pentingnya teknologi dan media dalam proses pembelajaran. Menurutnya, alat-alat seperti komputer dapat memberikan peluang baru bagi peserta didik untuk menciptakan dan bereksperimen. Proses penciptaan ini tidak hanya membantu peserta didik memahami konsep, tetapi juga mendorong mereka untuk belajar secara mandiri dan kreatif.

Elemen Penting dalam Constructionism

  1. Belajar Melalui Pembuatan: Pembelajaran terjadi ketika peserta didik membuat sesuatu yang nyata dan bermakna.

  2. Pembelajaran Berbasis Proyek: Proyek-proyek yang melibatkan penciptaan produk menjadi fokus utama.

  3. Refleksi dan Iterasi: Peserta didik merefleksikan hasil kerja mereka dan melakukan perbaikan berdasarkan umpan balik.

  4. Pemikiran Komputasional: Teknologi sering digunakan untuk membantu proses penciptaan dan pembelajaran.

  5. Relevansi Pribadi: Proyek didasarkan pada minat dan pengalaman pribadi peserta didik.

Contoh Penerapan Constructionism

  1. Kelas Teknologi: Dalam pelajaran pemrograman, siswa diminta untuk membuat video game sederhana menggunakan platform seperti Scratch. Mereka merancang karakter, menulis kode, dan menguji permainan yang mereka buat.

  2. Eksperimen Sains: Anak-anak diberikan kit elektronik sederhana yang terdiri dari baterai, lampu, dan kabel. Mereka diminta untuk membuat rangkaian listrik dan bereksperimen dengan berbagai konfigurasi untuk memahami prinsip listrik.

Perbedaan Utama Antara Constructivism dan Constructionism

Meskipun kedua teori ini berbagi banyak kesamaan, perbedaannya terletak pada fokus mereka:

  1. Fokus Teori:

    • Constructivism berfokus pada proses internal individu dalam membangun pengetahuan melalui pengalaman dan refleksi.

    • Constructionism menekankan pembelajaran melalui penciptaan artefak nyata yang relevan dengan minat pribadi peserta didik.

  2. Peran Artefak:

    • Dalam constructivism, artefak mungkin tidak selalu terlibat secara langsung.

    • Dalam constructionism, artefak menjadi pusat pembelajaran, seperti model, proyek, atau produk teknologi.

  3. Pendekatan Teknologi:

    • Constructivism lebih fokus pada interaksi sosial dan pengalaman langsung.

    • Constructionism sering kali melibatkan teknologi dan alat digital untuk mendukung pembelajaran.

Integrasi Kedua Pendekatan

Kombinasi constructivism dan constructionism dapat menciptakan pengalaman pembelajaran yang lebih kaya. Misalnya, seorang guru dapat menggunakan pendekatan konstruktivis untuk memperkenalkan konsep dasar dan kemudian menggunakan pendekatan konstruksionis untuk mendorong peserta didik menciptakan sesuatu berdasarkan pemahaman mereka. Hal ini tidak hanya memperdalam pemahaman peserta didik tetapi juga meningkatkan keterampilan kreatif dan pemecahan masalah.

Implikasi dalam Pengajaran dan Pembelajaran

Dalam penerapan teori ini, guru perlu memperhatikan beberapa hal:

  1. Penciptaan Lingkungan Belajar yang Mendukung: Guru harus menciptakan lingkungan yang mendorong eksplorasi, refleksi, dan kolaborasi.

  2. Penggunaan Teknologi: Teknologi dapat menjadi alat yang efektif untuk mendukung pembelajaran, terutama dalam proyek berbasis constructionism.

  3. Pendekatan Diferensiasi: Guru harus mempertimbangkan kebutuhan dan minat individu peserta didik untuk menciptakan pengalaman belajar yang bermakna.

  4. Umpan Balik yang Konstruktif: Guru perlu memberikan umpan balik yang membantu peserta didik merefleksikan pekerjaan mereka dan melakukan perbaikan.

Constructivism dan constructionism adalah dua teori pembelajaran yang saling melengkapi. Keduanya menekankan peran aktif peserta didik dalam membangun pengetahuan, tetapi dengan pendekatan yang berbeda. Constructivism fokus pada proses internal dan refleksi, sedangkan constructionism menekankan penciptaan artefak nyata sebagai bagian dari pembelajaran. Dengan memahami dan mengintegrasikan kedua pendekatan ini, guru dapat menciptakan pengalaman pembelajaran yang lebih bermakna dan efektif bagi peserta didik.

Dengan memanfaatkan elemen-elemen penting dari kedua teori ini, pendidikan dapat lebih berfokus pada pembelajaran yang relevan, kreatif, dan berpusat pada peserta didik. Integrasi teori ini tidak hanya memberikan pemahaman yang lebih dalam, tetapi juga mempersiapkan peserta didik untuk menghadapi tantangan dunia nyata dengan lebih baik.

Referensi

Terrell Heick. 2024. The Difference Between Constructivism And Constructionism

Papert, S., & Harel, I. (1991). Constructionism: Research reports and essays, 1985–1990. Ablex Publishing Corporation.

445 Komentar

  1. Kelas : 5A
    Npm : 2286206008
    Menurut saya orang tua dapat menyediakan buku, alat bantu belajar atau edukasi matematika yang sesuai dengan usia anak. Lingkungan belajar yang nyaman dan menarik akan mendorong minat anak terhadap matematika

    BalasHapus
  2. Nama : Ahmad Bayu Setiawan
    Kelas : 5C
    Npm : 2286206075

    Konstruksionisme dan konstruktivisme menawarkan pendekatan pendidikan yang berbeda tetapi saling melengkapi. Konstruktivisme menekankan bagaimana orang belajar secara mental, tetapi konstruktivisme juga menekankan betapa pentingnya membuat artefak sebagai bagian dari proses belajar. Kedua teori ini meningkatkan pemahaman kita tentang proses pembelajaran. Mereka juga memberikan garis besar untuk praktik pendidikan kontemporer yang efektif.

    BalasHapus
  3. Nama:Fadia
    Npm:2286206076
    Kelas:5C
    Keduanya memberikan kontribusi penting dalam dunia pendidikan. Dan juga menekankan pentingnya pengalaman langsung, keterlibatan aktif siswa, dan peran guru sebagai fasilitator. Dengan menggabungkan kedua perspektif ini, kita dapat menciptakan lingkungan belajar yang lebih efektif dan bermakna bagi siswa.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nama:Fadia
      Npm:2286206076
      Kelas: 5C
      Kedua perspektif juga menekankan pentingnya pembelajaran aktif, di mana siswa terlibat secara langsung dalam proses belajar.

      Hapus
  4. Nama : Oktavia Pega wete
    Kelas : 5B PGSD
    NPM : 2286206019
    menurut saya Untuk menciptakan pengalaman pembelajaran yang optimal, sangat penting untuk memperhatikan elemen-elemen seperti menciptakan lingkungan belajar yang mendukung, penggunaan teknologi yang efektif, pendekatan diferensial yang menghargai perbedaan individual siswa, serta memberikan umpan balik yang konstruktif. Dengan mengintegrasikan elemen-elemen ini, pengajaran dapat lebih inklusif, efektif, dan relevan dengan kebutuhan serta perkembangan siswa.

    BalasHapus
  5. Nama : Oktavia Pega wete
    Kelas : 5B PGSD
    NPm : 2286206019
    menurut saya Umpan balik tidak hanya tentang memberikan penilaian akhir, tetapi juga tentang memberikan dorongan dan bimbingan yang dapat membimbing siswa untuk mencapai potensi terbaik mereka. Namun, dalam pengajaran yang cepat dan padat, memberikan umpan balik yang tepat waktu sering kali menjadi tantangan.Umpan balik yang konstruktif membantu siswa memahami kekuatan dan kelemahan mereka, serta memberikan arahan untuk perbaikan. Umpan balik yang efektif harus bersifat spesifik, terfokus pada proses, dan memberikan dorongan untuk perbaikan tanpa merendahkan semangat siswa.

    BalasHapus
  6. Nama : Oktavia Pega wete
    Kelas : 5B PGSD
    NPm : 2286206019
    Pendekatan diferensial berfokus pada penyesuaian pengajaran agar sesuai dengan kebutuhan belajar individu siswa, yang meliputi perbedaan dalam gaya belajar, kemampuan, latar belakang, dan minat. Dengan memahami perbedaan ini, guru dapat mengembangkan metode yang lebih personal dan efektif.Ini mengharuskan guru untuk lebih fleksibel dalam merancang materi dan metode pembelajaran. Tantangannya adalah memastikan bahwa setiap siswa mendapat dukungan yang tepat tanpa memperlambat proses pembelajaran untuk siswa lainnya.

    BalasHapus
  7. Nama : Oktavia Pega wete
    Kelas : 5B PGSD
    NPm : 2286206019
    Penggunaan teknologi dalam pengajaran dan pembelajaran memberikan akses lebih besar kepada siswa untuk belajar melalui berbagai sumber daya, serta memudahkan interaksi dan kolaborasi jarak jauh. Teknologi juga mendukung penggunaan metode pembelajaran yang lebih menarik.Namun, tantangan utama adalah memastikan bahwa semua siswa memiliki akses yang setara terhadap teknologi. Selain itu, ada kebutuhan untuk pelatihan bagi guru agar mereka dapat memanfaatkan teknologi secara maksimal dalam pembelajaran.

    BalasHapus
  8. Nama : Oktavia Pega wete
    Kelas : 5B PGSD
    NPm : 2286206019
    saya sangat setuju menciptakan Lingkungan belajar yang mendukung adalah elemen penting yang dapat mendorong siswa untuk lebih aktif berpartisipasi dalam proses pembelajaran. Hal ini mencakup ruang fisik yang nyaman, suasana yang aman, serta budaya kelas yang inklusif dan terbuka terhadap ide-ide baru. Lingkungan yang mendukung juga mencakup hubungan positif antara guru dan siswa serta antara sesama siswa.

    BalasHapus
  9. Nama : Oktavia Pega wete
    Kelas : 5B PGSD
    NPm : 2286206019
    menurut saya Implikasi dalam Pengajaran dan Pembelajaran berkaitan dengan dampak atau perubahan yang dihasilkan dari penerapan teori atau pendekatan tertentu dalam proses belajar-mengajar. Dalam konteks constructionism dan elemen-elemen penting seperti belajar melalui pembuatan, pembelajaran berbasis proyek, refleksi, literasi, pemikiran komputasional, dan relevansi pribadi, terdapat beberapa implikasi yang signifikan dalam pengajaran dan pembelajaran

    BalasHapus
  10. Nama : Oktavia Pega wete
    Kelas : 5B PGSD
    NPm : 2286206019
    Menurut saya Kelima elemen ini saling melengkapi dalam teori constructionism untuk menciptakan pembelajaran yang holistik dan bermakna. Implementasi yang efektif membutuhkan perencanaan matang, sumber daya yang cukup, dan keterlibatan aktif guru dan siswa. Dengan mengatasi kendala yang ada, pendekatan ini dapat memberikan pengalaman belajar yang relevan, kreatif, dan mendalam.

    BalasHapus
  11. Nama : Oktavia Pega wete
    Kelas : 5B PGSD
    NPm : 2286206019
    Pemikiran komputasional sangat relevan dalam era digital saat ini. Ini melatih siswa untuk memecahkan masalah secara logis dan sistematis, yang tidak hanya berguna dalam bidang teknologi tetapi juga dalam berbagai aspek kehidupan.tetapi tidak semua sekolah memiliki fasilitas untuk mengintegrasikan pemikiran komputasional, terutama di daerah terpencil.

    BalasHapus
  12. Nama : Oktavia Pega wete
    Kelas : 5B PGSD
    NPm : 2286206019
    menurut saya Refleksi adalah langkah penting untuk membantu siswa memahami proses belajar mereka. Literasi melengkapi refleksi dengan memberi siswa alat untuk mengeksplorasi ide secara mendalam dan kritis.Sayangnya, refleksi sering kali terabaikan dalam pembelajaran, karena guru cenderung fokus pada penyampaian materi.saran saya Sisihkan waktu di akhir setiap proyek untuk refleksi, baik secara tertulis maupun lisan. Ini membantu siswa menghargai proses belajar mereka dan memperbaiki kekurangan untuk proyek berikutnya.

    BalasHapus
  13. Nama : Oktavia Pega wete
    Kelas : 5B PGSD
    NPm : 2286206019
    Pembelajaran berbasis proyek ini menurut saya mendorong siswa untuk berpikir kritis, kreatif, dan bekerja secara kolaboratif. Ini memberikan konteks nyata bagi pembelajaran, membuat siswa lebih termotivasi untuk belajar.Namun, implementasi pembelajaran berbasis proyek membutuhkan waktu yang lebih panjang, sehingga sering berbenturan dengan tekanan kurikulum.saran saya Pilih proyek yang relevan dengan materi pembelajaran dan gunakan rubrik untuk mengevaluasi proses serta hasil akhir agar lebih terukur.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nama : Winda Tuti Dayanti
      NPM : 2286206057
      Kelas : 5C PGSD

      Saya setuju dengan pendapat anda, karena pembelajaran berbasis proyek ini membuat peserta didik lebih paham akan konsep materi yang mereka pelajari serta saat mereka membuat hal baru dalam proyek ini, perlunya sumber daya dari sekolah yang besar terutama pada teknologi karena teori konstruksionisme ini lebih menekankan pada penggunaan teknologi. Untuk teori konstruksionisme ini agak susah untuk diterapkan di sekolah yang berada di daerah terpencil, belum lagi kemajuan teknologi yang belum sampai di daerah mereka dan juga sumber daya yang kurang mempengaruhi kurangnya efektif dalam menerapkan teori konstruksionisme.

      Hapus
  14. Nama : Oktavia Pega wete
    Kelas : 5B PGSD
    NPm : 2286206019
    menurut saya belajar melalui pembuatan merupakan Pendekatan ini sangat efektif karena memungkinkan siswa membangun pengetahuan melalui pengalaman langsung. Dengan "learning by making," siswa tidak hanya memahami teori tetapi juga mempraktikkannya, sehingga lebih mudah menginternalisasi konsep yang kompleks. dan saran saya Sediakan proyek berbasis bahan sederhana yang dapat diakses semua siswa, atau manfaatkan alat digital seperti perangkat lunak desain untuk mengurangi kendala material.

    BalasHapus
  15. Nama : Oktavia Pega wete
    Kelas : 5B PGSD
    NPm : 2286206019
    Menurut saya, teori konstruksionisme adalah pendekatan yang inovatif, tetapi tantangannya adalah membutuhkan sumber daya yang besar, seperti alat-alat digital. Saya menyarankan adanya program subsidi untuk teknologi pendidikan, terutama di wilayah yang kurang mampu. dan Pendekatan konstruktivisme mendorong siswa untuk berpikir kritis dan kreatif, tetapi juga membutuhkan waktu yang lebih banyak. Saran saya adalah menggabungkan metode ini dengan pendekatan tradisional untuk memastikan keseimbangan antara eksplorasi dan pencapaian target kurikulum.

    BalasHapus
  16. Nama : Winda Tuti Dayanti
    NPM : 2286206057
    Kelas : 5C PGSD

    Teori konstruktivisme dan konstruksionisme merupakan teori yang berbeda tetapi saling melengkapi, terdapat banyak persamaan tetapi terdapat pula perbedaan.Menurut saya untuk teori konstruksionisme itu agak sulit diterapkan di daerah terpencil karena menekankan pada penggunaan teknologi dan menciptakan hal baru.Sedangkan di daerah terpencil mungkin masih banyak yang kekurangan sumber daya dalam proses pembelajaran.Menurut saya juga teori konstruksionisme ini lebih banyak diterapkan di SMK daripada di SMA ,mungkin di SMA lebih banyak teori konstruktivisme karena lebih internal dan konsep dasar,dalam pembelajaran penerapan teori konstruksionisme itu juga dibilang tidak mudah karena pembelajarannya menekankan pada penciptaan hal baru atau barang baru dan penggunaan teknologi zaman sekarang. Dalam penerapannya pun di proses pembelajaran menurut saya lebih mudah teori konstruktivisme dibanding konstruksionisme.

    BalasHapus
  17. Nama : Winda Tuti Dayanti
    NPM : 2286206057
    Kelas : 5C PGSD

    Teori pembelajaran konstruktivisme merupakan pendekatan di mana peserta didik membangun pemahaman dan pengetahuan mereka sendiri atau bersifat internal.Adapun elemen penting dalam teori pembelajaran konstruktivisme yakni pembelajaran aktif, konstruksi pengetahuan, pengetahuan awal, interaksi sosial dan pembelajaran kontekstual.Di pembelajaran kontekstual ini menurut saya, peserta didik cepat paham karena dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari, di mana mereka melihat kegiatan tersebut terjadi atau benda itu ada,jadi guru bisa menggunakan model pembelajaran CTL (Contextual teaching and learning) dan lainnya.

    BalasHapus
  18. Nama : Winda Tuti Dayanti
    NPM : 2286206057
    Kelas : 5C PGSD

    Teori pembelajaran konstruksionisme merupakan pendekatan di mana peserta didik membangun pengetahuan dengan fokus pada pembuatan artefak baru atau menciptakan hal baru. Adapun elemen penting dalam teori pembelajaran konstruksionisme yakni belajar melalui pembuatan, pembelajaran berbasis proyek, refleksi dan literasi, pemikiran computational dan relevansi pribadi. Di pembelajaran berbasis proyek ini menurut saya, peserta didik juga cepat paham dan semua peserta didik bisa berpartisipasi aktif .Karena ingin membuat proyek atau menciptakan hal baru jadi mereka langsung terjun dalam pembuatan barang tersebut dan juga mereka bisa langsung memahami cara menciptakan hal baru tersebut.Pembelajaran ini menurut saya bagus tetapi pembelajaran ini menekankan pada penggunaan teknologi dan sekolah perlu sumber daya yang besar karena kalau kekurangan model teori pembelajaran ini akan kurang efektif.

    BalasHapus
  19. Nama : YOZEER FERGA JORMI
    Kelas : 5C PGSD
    NPM : 2286206088

    Menurut saya pembelajaran contructivism ini mengajarkan tentang pembelajaran aktif yang dimana siswa di ajarkan untuk berfikir atau membangun pemahaman mereka sendiri, tetapi dari kebanyakan siswa tidak mengerti apa maksud dari pembelajaran ini maka dari itu guru yang berperan penting harus membimbing siswa agar bisa mengerti apa itu pembelajaran contructivism sehingga siswa tidak bingung dalam memahami arti tersebut.

    BalasHapus
  20. Nama: Aulia Zalzabila
    Kelas:5D
    Npm:2286206111

    Konstruktivisme itu sangat penting dalam belajar karena menekankan pada pengalaman langsung dan aktifitas yang dilakukan siswa. Jadi, siswa nggak cuma menerima informasi dari guru, tapi mereka belajar dengan cara mencari tahu sendiri, berdiskusi, atau mencoba hal baru. Misalnya, dalam matematika, bukan cuma menghafal rumus, tapi juga memahami kenapa rumus itu ada dan bagaimana cara pakainya lewat pengalaman langsung. Dengan cara seperti ini, pemahaman siswa jadi lebih mendalam dan bisa bertahan lama.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nama : Winda Tuti Dayanti
      NPM : 2286206057
      Kelas : 5C PGSD

      Saya setuju dengan, anda teori konstruktivisme itu bisa membantu siswa membangun pemahaman mereka sendiri sehingga siswa bertanggung jawab dan melatih kemandirian atas pembelajaran mereka sendiri.Siswa juga dapat melatih pemikiran kritis mereka dengan menganalisis pemahaman yang mereka terima.Pembelajaran yang aktif dan interaktif dapat meningkatkan minat dan motivasi siswa.

      Hapus
  21. Nama: Aulia Zalzabila
    Kelas:5D
    Npm:2286206111

    Dengan konstruktivisme, siswa jadi bisa menghubungkan apa yang mereka pelajari dengan kehidupan sehari-hari, karena mereka belajar dari pengalaman dan melihat relevansi dari materi yang diajarkan. Ini membuat pembelajaran jadi lebih menarik dan bermakna, bukan sekadar hafalan. Kalau siswa aktif menemukan sendiri konsep-konsepnya, mereka lebih mudah mengingat dan memahami, plus mereka juga lebih kreatif dan kritis dalam menghadapi masalah. Jadi, konstruktivisme membantu banget supaya siswa nggak cuma pinter, tapi juga siap menghadapi tantangan hidup.

    BalasHapus
  22. Nama : Winda Tuti Dayanti
    NPM : 2286206057
    Kelas : 5C PGSD

    Saya setuju dengan integrasi kedua pendekatan di mana kombinasi konstruktivisme dan konstruksionisme dapat memberikan pembelajaran yang lebih kreatif dan inovatif. Seorang guru bisa memulai dengan pembelajaran menggunakan teori konstruktivisme mengenalkan konsep dasar dan pembelajaran internal melalui pemahaman peserta didik lalu menggunakan teori pembelajaran konstruksionisme menciptakan hal baru berdasarkan pemahaman mereka. Contohnya saat pembelajaran ekosistem guru bisa memulai Dengan konsep dasar dan memberikan gambar atau video tentang ekosistem, menjelaskannya ekosistem itu seperti apa.Lalu peserta didik dibuat secara berkelompok dan membuat pembelajaran berbasis proyek yakni membuat diorama atau membuat sesuatu hal yang baru tentang materi ekosistem itu sendiri.

    BalasHapus
  23. Nama : Winda Tuti Dayanti
    NPM : 2286206057
    Kelas : 5C PGSD

    Kombinasi teori konstruktivisme dan teori konstruksionisme dalam pembelajaran memberikan banyak manfaat contohnya seperti peserta didik bisa lebih berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran, pembelajaran lebih bermakna dan pemahaman peserta didik lebih bermakna karena mereka tidak hanya menerima informasi mengenai ilmu yang disampaikan tetapi juga membuat sesuatu hal yang baru tentang materi yang disampaikan, peserta didik juga dapat berpikir kritis di dalam proses pembelajaran dan motivasi belajar di setiap peserta didik meningkat.Kuncinya adalah merancang kegiatan pembelajaran yang memungkinkan siswa untuk aktif membangun pengetahuan mereka melalui pengalaman dan interaksi, serta menciptakan sesuatu yang nyata dan bermakna.

    BalasHapus
  24. Nama : Winda Tuti Dayanti
    NPM : 2286206057
    Kelas : 5C PGSD

    Baik konstruktivisme maupun konstruksionisme memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Kombinasi kedua teori seringkali memberikan hasil yang optimal, karena siswa tidak hanya membangun pengetahuan melalui interaksi dan pengalaman, tetapi juga mengaplikasikannya dalam pembuatan produk yang nyata dan bermakna. Pemilihan teori yang tepat tergantung pada tujuan pembelajaran, karakteristik siswa, dan sumber daya yang tersedia.

    BalasHapus
  25. Nama : Cicilia Gianina
    NPM : 2286206063
    Kelas : 5C PGSD

    Piaget serta Papert, walaupun hidup di era yang berbeda, mempunyai visi yang sama mengenai bagaimana pengetahuan dibangun. Piaget menekankan pentingnya pengalaman langsung anak untuk membangun skema kognitif, sedangakan Papert memperluas gagasan ini dengan menggabungkan teknologi sebagai alat agar dapat memfasilitasi konstruksi pengetahuan yang aktif. Keduanya sepakat bahwa siswa bukan hanya penerima pasif informasi, melainkan pembangun aktif pengetahuan mereka sendiri.

    BalasHapus
  26. Nama : Cicilia Gianina
    NPM : 2286206063
    Kelas : 5C PGSD

    Konstruktivisme, yang dipelopori oleh Piaget lalu dikembangkan oleh Papert, sudah melampaui batas teori semata. Ini telah menjadi landasan bagi banyak pendekatan pembelajaran modern. Konstruktivisme mendorong kita agar melihat siswa sebagai individu yang unik dengan pengalaman serta perspektif yang berbeda. Ini juga menyoroti pentingnya lingkungan belajar yang kaya akan stimulasi serta kesempatan untuk eksplorasi.

    BalasHapus
  27. Nama : Cicilia Gianina
    NPM : 2286206063
    Kelas : 5C PGSD

    Papert, berdasarkan penemuannya seperti Logo, menunjukkan bagaimana teknologi bisa menjadi alat yang ampuh untuk memfasilitasi pembelajaran konstruktivis. Dengan teknologi, siswa bisa bereksperimen, membuat kesalahan, serta belajar dari kesalahan mereka. Papert juga menekankan pentingnya pembelajaran yang menyenangkan serta relevan dengan kehidupan siswa.

    BalasHapus
  28. Nama : Cicilia Gianina
    NPM : 2286206063
    Kelas : 5C PGSD

    Meskipun konstruktivisme mempunyai banyak kelebihan, teori ini juga tidak luput dari kritik. Beberapa kritikus berpendapat bahwa konstruktivisme terlalu menekankan dengan pengalaman individu serta mengabaikan peran pengetahuan yang telah ada sebelumnya. Dan juga banyak yang menyoroti kesulitan pada mengukur hasil pembelajaran dalam lingkungan konstruktivis.

    BalasHapus
  29. Nama : Cicilia Gianina
    NPM : 2286206063
    Kelas : 5C PGSD

    Menerapkan konstruktivisme pada praktik pembelajaran membutuhkan pergeseran paradigma berdasarkan model pengajaran tradisional. Guru harus menciptakan lingkungan belajar yang mendukung eksplorasi, kolaborasi, serta pemecahan masalah. Penggunaan berbagai sumber belajar, seperti proyek berbasis masalah, pembelajaran berbasis inkuiri, serta teknologi, bisa memfasilitasi pembelajaran konstruktivis.

    BalasHapus
  30. Nama : Cicilia Gianina
    NPM : 2286206063
    Kelas : 5C PGSD

    Teori konstruktivisme yang dikembangkan oleh Piaget serta kemudian diperluas oleh Vygotsky serta Papert sudah menjadi landasan bagi pendekatan pembelajaran yang berpusat dengan siswa. Konstruktivisme menekankan bahwa pengetahuan bukanlah sekadar transfer informasi dari guru ke siswa, melainkan dibangun secara aktif oleh individu melalui interaksi dengan lingkungan serta pengalaman mereka. Konstruktivisme sosial, yang dikembangkan oleh Vygotsky, lebih menekankan peran sosial serta budaya pada proses konstruksi pengetahuan. Sementara itu, Papert, dengan konsepnya tentang "microworlds", menyoroti pentingnya pengalaman langsung serta eksplorasi pada pembelajaran.

    BalasHapus
  31. Nama : Cicilia Gianina
    NPM : 2286206063
    Kelas : 5C PGSD

    Pada era informasi yang serba cepat, pembelajaran abad 21 menuntut siswa mempunyai kemampuan berpikir kritis, kreatif, serta kolaboratif. Konstruktivisme sejalan dengan tuntutan ini karena mendorong siswa agar dapat menjadi pembelajar aktif yang mampu membangun pemahaman yang mendalam. Selain itu, dengan semakin berkembangnya teknologi, pembelajaran berbasis proyek serta eksplorasi yang menjadi ciri khas konstruktivisme semakin mudah diimplementasikan.

    BalasHapus
  32. Nama : Cicilia Gianina
    NPM : 2286206063
    Kelas : 5C PGSD

    Agar dapat menerapkan konstruktivisme dalam praktik, guru bisa:

    1. Membuat lingkungan belajar yang mendukung eksplorasi: Menyediakan berbagai bahan ajar, alat, dan teknologi yang memungkinkan siswa supaya bereksperimen serta menemukan sendiri.
    2. Menggunakan pendekatan pembelajaran berbasis masalah: Memberikan siswa masalah nyata yang mesti mereka pecahkan secara kelompok.
    3. Memfasilitasi diskusi serta kolaborasi: Menciptakan suasana kelas yang terbuka di mana siswa bisa saling bertukar ide serta membangun pengetahuan bersama.
    4. Memberikan umpan balik yang konstruktif: Membantu siswa merefleksikan proses belajar mereka serta memberikan arahan untuk perbaikan.

    BalasHapus
  33. Nama : Cicilia Gianina
    NPM : 2286206063
    Kelas : 5C PGSD

    Menerapkan konstruktivisme pada praktik tidak selalu mudah. Beberapa tantangan yang sering dihadapi adalah:

    1. Kurangnya waktu: Kurikulum yang padat seringkali membatasi waktu yang tersedia bagi kegiatan pembelajaran yang lebih terbuka.
    2. Kurangnya sumber daya: Tidak semua sekolah mempunyai fasilitas serta sumber daya yang memadai untuk mendukung pembelajaran konstruktivistik.
    3. Perbedaan gaya belajar siswa: Tidak semua siswa cocok pada pendekatan pembelajaran yang sama.

    BalasHapus
  34. Nama : Cicilia Gianina
    NPM : 2286206063
    Kelas : 5C PGSD

    Konstruktivisme adalah sebuah pendekatan pembelajaran yang kuat serta relevan dengan tuntutan abad 21. Meskipun mempunyai beberapa kritik, konstruktivisme tetap menjadi landasan bagi pengembangan pembelajaran yang berpusat pada siswa. Dengan terus mengembangkan serta menyesuaikan pendekatan ini, kita bisa menciptakan lingkungan belajar yang lebih bermakna serta efektif untuk semua siswa.

    BalasHapus
  35. Nama : Maharani Ananta Putri
    Kelas : 5A
    Npm : 2286206007

    Teori sangat penting dalam pembelajaran tujuannya untuk memahami cara peserta didik belajar dan mengembangkan pengetahuan peserta didik.Dua teori yang sering menyebabkan kebingungan yaitu constructivism dan constructionism.Walaupun keduanya ini berfokus pada pembelajaran aktif,pendekatan,dan fokus dari masing - masing teori ini memiliki perbedaan yang signifikan.

    BalasHapus
  36. Nama : Maharani Ananta Putri
    Kelas : 5A
    Npm : 2286206007

    Constructivism yaitu teori pendidikan yang menekankan bahwa pembelajaran ini proses yang aktif dimana peserta didik membangun pemahaman dan pengetahuan mereka sendiri.

    BalasHapus
  37. Nama : Maharani Ananta Putri
    Kelas : 5A
    Npm : 2286206007

    Constructivism tidak hanya terjadi transfer informasi dari guru ke siswa ,tetapi bisa juga melalui interaksi antara pengalaman baru dan pengetahuan yang sudah dimiliki peserta didik.

    BalasHapus
  38. Nama : Maharani Ananta Putri
    Kelas : 5A
    Npm : 2286206007

    Elemen penting dalam constructivism ada pembelajaran aktif,yang di maksud pembelajaran aktif disini siswa tidak hanya belajar secara pasif mendengar kan guru saja tetapi siswa juga ikut aktif dalam pembelajaran tidak hanya diam saja.

    BalasHapus
  39. Nama : Maharani Ananta Putri
    Kelas : 5A
    Npm : 2286206007

    Peserta didik juga bisa membangun pengetahuan dengan menghubungkan informasi baru dengan informasi yang sudah ada.Dengan begitu peserta didik banyak pengetahuan yang ia miliki .

    BalasHapus
  40. Nama : Maharani Ananta Putri
    Kelas : 5A
    Npm : 2286206007

    Diskusi,kerja kelompok dan kolaborasi sangat penting dalam proses pembelajaran.Dengan cara ini peserta didik dapat bertukar pikiran,menambah informasi baru dan dapat membuat peserta didik lebih akrab dengan teman lainnya.

    BalasHapus
  41. Nama : Maharani Ananta Putri
    Kelas : 5A
    Npm : 2286206007

    Elemen penting dalam constructivism ada 5 yaitu:
    1. pembelajaran yang aktif
    2. konstruksi pengetahuan
    3. pengetahuan awal
    4.interaksi sosial
    5. pembelajaran kontekstual

    BalasHapus
  42. Nama : lehda zakiyah dwiyanti
    Kelas : 5C


    Konstruktivisme sebuah teori pembelajaran yang menekankan peran aktif individu dalam membangun pengetahuan,dan sebagai pendekatan pembelajaran yang lebih aktif dan berbasis teknologi. Khusus komputer, dapat digunakan sebagai alat bantu anak-anak membangun pengetahuan mereka sendiri. Ia menekankan pentingnya pembelajaran berbasis proyek, dimana anak-anak terlibat dalam tugas tugas yang menantang dan bermakna yang memungkinkan mereka untuk membuat ide-ide mereka sendiri dan membangun pemahaman mereka sendiiri.

    BalasHapus
  43. Nama: Maria Novita isa kelas: 5A PGSD NPM: 2286206028 konstruktivitas dan konstruksionisme dari Piaget hingga papert,dalam dunian Pendidikan kedua hal ini sangt berkaitan yang dimana teori belajar ini memegang oeranan penting untuk memahami cara peserta didik belajar dan mengembangkan pengetahuan mereka,namun juga dari dua teori ini berfokus pada pembelajaran aktif,pendekatan dan fokus pada pendekatang masing-masing.

    BalasHapus
  44. Nama: Maria Novita isa kelas: 5A PGSD NPM: 2286206028 teori contructivism adalahaa teori Pendidikan yang menekankan bahwa pembelajaran adalah proses aktif di mana peserta didik membangun pemahaman dan pengetahuan mereka sendiri berdasarkan pengalaman dan reflek

    BalasHapus
  45. Nama: Maria Novita isa kelas: 5A PGSD NPM: 2286206028 kemudian adanya elemen penting yaitu adanya pembelajaran yang aktif,konstruksi pengetahuan ,pengetahuan awal,interaksi sosial,pembelajaran kontekstual

    BalasHapus
  46. Nama: Maria Novita isa kelas: 5A PGSD NPM: 2286206028 teori constructionism adalah pembelajrann yang di kembangkan oleh Seymour papert,seorang ilmuan computer dan pendidik yang terinspirasi oleh teori konstruktivis Piaget,teori ini di fokuskan pada pencipta aetefak nyata

    BalasHapus
  47. Nama: Maria Novita isa kelas: 5A PGSD NPM: 2286206028 elemen penting dalam contructionsm yaitu ,belajar melalui pembuatan, pembelajran berbasis proyek,refleksi dan iterasi yang sangat berpengaruh dalam pendidikan

    BalasHapus
  48. Nama:Fadia
    Npm:2286206076
    Kelas:5C
    Konstruktivisme dan konstruksionisme telah memberikan kontribusi yang signifikan dalam bidang pendidikan. Pendekatan ini menekankan pentingnya peran aktif siswa dalam membangun pengetahuan mereka sendiri. Meskipun ada beberapa kritik, konstruktivisme tetap menjadi salah satu paradigma pembelajaran yang paling berpengaruh hingga saat ini.

    BalasHapus
  49. Nama : Maharani Ananta Putri
    Kelas : 5A
    Npm : 2286206007

    Menurut Seymour Papert ,seorang ilmuan ini menekankan pentingnya teknologi dan media dalam proses pembelajaran.Menurutnya alat- alat teknologi seperti komputer bisa membantu peserta didik untuk belajar secara mandiri dan kreatif.

    BalasHapus
  50. Nama : Maharani Ananta Putri
    Kelas : 5A
    Npm : 2286206007

    Constructionism ini sebuah teori pembelajaran yang di kembangkan oleh Seymour Papert,seorang ilmuan komputer yang terinspirasi oleh teori konstruktivitas piaget.Namun Papert menambahkan elemen baru yaitu fokus ke penciptaan artefak nyata.

    BalasHapus
  51. Nama : Maharani Ananta Putri
    Kelas : 5A
    Npm : 2286206007

    Terdapat beberapa elemen penting dalam constructionism yaitu:
    1. Belajar melalui pembuatan
    2.pembelajaran berbasis proyek
    3.refleksi dan iterasi
    4.pemikiran komputasional
    5.relevansi pribadi

    BalasHapus
  52. Nama : Maharani Ananta Putri
    Kelas : 5A
    Npm : 2286206007

    Contoh penerapan constuctionism di pembelajaran Ipa,seperti praktik rangkaian listrik ,anak anak di minta untuk membeli alat bahan lalu merangkai aliran listrik paralel dan seri

    BalasHapus
  53. Nama : Maharani Ananta Putri
    Kelas : 5A
    Npm : 2286206007

    Perbedaan fokus teori dari constructivism dan constructionism yakni,costructivism terfokus pada proses internal individu dalam membangun pengetahuan melalui pengalaman dan refleksi sedangkan constructionism menekankan pembelajaran melalui penciptaan artefak nyata yang relevan dengan minat probadi peserta didik.

    BalasHapus
  54. Nama : Maharani Ananta Putri
    Kelas : 5A
    Npm : 2286206007

    Perbedaan di artefak constructivism tidak selalu terlibat secara langsung sedangakan costructionism menjadi pusat pembelajaran seperti model,proyek, dan produk teknologi.

    BalasHapus
  55. Nama : Maharani Ananta Putri
    Kelas : 5A
    Npm : 2286206007

    Perbedaan dari teknologi yaitu,constructivim ini lebih fokus ke interaksi sosial dan pengalaman langsung sedangkan costrutionism sering melibatkan teknologi dan alat digital untuk mendukung pembelajaran.

    BalasHapus
  56. Nama:ike surya anggreini
    Kelas:5A
    Npm:2286206008
    Belajar adalah proses aktif di mana individu membangun pengetahuan melalui interaksi dengan lingkungan mereka

    BalasHapus
  57. Nama:ike surya anggreini
    Kelas:5A
    Npm:2286206008
    Menurut saya Selain membangun pengetahuan, belajar lebih efektif ketika individu menciptakan sesuatu yang nyata dan bermakna dalam dunia mereka.

    BalasHapus
  58. Nama:ike surya anggreini
    Kelas:5A
    Npm:2286206008
    Pembelajaran piaget Menekankan pentingnya pengalaman langsung yang memungkinkan anak-anak membangun skema mental berdasarkan eksplorasi mereka sendiri.

    BalasHapus
  59. Nama:ike surya anggreini
    Kelas:5A
    Npm:2286206008
    Menurut saya pemvelajaran Papert Mengambil ide ini lebih jauh dengan menyarankan bahwa belajar terjadi lebih mendalam ketika anak-anak menciptakan artefak yang dapat mereka refleksikan.

    BalasHapus
  60. Nama:ike surya anggreini
    Kelas:5A
    Npm:2286206008
    Guru berperan sebagai fasilitator yang menyediakan lingkungan belajar yang mendukung eksplorasi mandiri.

    BalasHapus
  61. Nama:ike surya anggreini
    Kelas:5A
    Npm:2286206008
    Interaksi sosial memainkan peran penting dalam perkembangan kognitif, tetapi fokusnya tetap pada individu yang memproses informasi

    BalasHapus
  62. Nama:ike surya anggreini
    Kelas:5A
    Npm:2286206008
    Interaksi sosial melalui kolaborasi dalam menciptakan sesuatu dianggap esensial untuk memperkaya pembelajaran.

    BalasHapus
  63. Nama:ike surya anggreini
    Kelas:5A
    Npm:2286206008
    piaget ini Teorinya mendukung pembelajaran yang melibatkan eksplorasi mandiri, tetapi tidak secara eksplisit mengusulkan pendekatan berbasis proyek.

    BalasHapus
  64. Nama:ike surya anggreini
    Kelas:5A
    Npm:2286206008
    Papert: Memperkenalkan pembelajaran berbasis proyek sebagai inti dari konstruksionisme, di mana siswa terlibat dalam proyek nyata yang relevan.

    BalasHapus
  65. Nama:ike surya anggreini
    Kelas:5A
    Npm:2286206008
    Konstruktivisme Piaget berfokus pada bagaimana individu membangun pemahaman mereka melalui interaksi dengan lingkungan.

    BalasHapus
  66. Nama:ike surya anggreini
    Kelas5A
    Npm:2286206008
    Konstruksionisme Papert melangkah lebih jauh, menekankan pentingnya membangun artefak atau produk konkret sebagai bagian dari proses belajar.

    BalasHapus
  67. Nama : Denisha Sepiani Ananda Salong
    Kelas : 5D
    Npm : 2286206124
    Pada dasarnya, konstruktivisme menganggap bahwa siswa lebih baik belajar ketika mereka terlibat langsung dalam proses belajar, seperti menyelesaikan masalah, mengalami eksperimen, dan berdiskusi dengan orang lain. Dengan ini memungkinkan siswa untuk menghubungkan informasi baru dengan pengetahuan yang sudah dimilikinya, membangun makna dan pemahaman secara pribadi, dalam teori ini, pembelajaran dianggap sebagai proses yang aktif dan berkesinambungan, di mana siswa tidak hanya menerima informasi, tetapi juga mengkonstruksi pengetahuan mereka sendiri berdasarkan pengalaman dan pemahaman yang ada.

    BalasHapus
  68. Nama : Denisha Sepiani Ananda Salong
    Kelas : 5D
    Npm : 2286206124
    Penerapan konstruktivisme di sekolah dasar sangat penting untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kreatif, dan kolaboratif pada anak. Dengan memberikan siswa kesempatan untuk membangun pengetahuan mereka sendiri melalui pengalaman langsung, pembelajaran menjadi lebih bermakna dan relevan dengan kehidupan mereka. Pendekatan ini tidak hanya mengajarkan pengetahuan akademik, tetapi juga keterampilan yang sangat penting untuk kehidupan di masa depan.

    BalasHapus
  69. Nama : Denisha Sepiani Ananda Salong
    Kelas : 5D
    Npm : 2286206124
    Konstruksionisme di sekolah dasar memberikan kesempatan bagi siswa untuk membangun pengetahuan mereka melalui pembuatan dan penciptaan sesuatu yang bermakna yang memperdalam pemahaman mereka terhadap konsep-konsep yang diajarkan. Dengan menggunakan teknologi dan proyek berbasis pembuatan, siswa tidak hanya belajar teori tapi juga mengembangkan keterampilan praktis, kreativitas dan kemampuan kolaborasi yang akan sangat berguna dalam kehidupan mereka. Pendekatan ini mendorong siswa untuk menjadi pembelajar aktif bukan hanya penerima informasi.

    BalasHapus
  70. Nama : Denisha Sepiani Ananda Salong
    Kelas : 5D
    Npm : 2286206124
    Dalam pendekatan konstruksionisme, peran guru di sekolah dasar adalah sebagai fasilitator yang mendukung siswa untuk belajar melalui pembuatan, eksperimen, dan penciptaan produk nyata. Guru mendorong siswa untuk terlibat dalam proyek kreatif, menggunakan teknologi, bekerja secara kolaboratif, dan menghadapi tantangan dunia nyata. Dengan memberikan kebebasan, umpan balik yang konstruktif, dan berbagai sumber daya, guru membantu siswa mengembangkan keterampilan kritis, kreativitas, dan kemandirian, serta mengaplikasikan pengetahuan mereka dalam konteks yang relevan dan bermakna.

    BalasHapus
  71. Nama : Denisha Sepiani Ananda Salong
    Kelas : 5D
    Npm : 2286206124
    Integrasi pendekatan konstruktivisme dan konstruksionisme di sekolah dasar dapat menciptakan pengalaman pembelajaran yang lebih kaya dan mendalam bagi siswa. Konstruktivisme memberikan dasar pemahaman melalui pengalaman langsung dan interaksi sosial, sementara konstruksionisme mendorong siswa untuk menciptakan produk nyata yang mengaplikasikan pengetahuan tersebut. Dengan menggabungkan kedua pendekatan ini, siswa tidak hanya membangun pengetahuan teoretis, tetapi juga keterampilan praktis, kreativitas, dan kemampuan untuk memecahkan masalah dunia nyata.

    BalasHapus
  72. Nama: Gredita Dwi Arung
    Kelas: 5 C Pgsd
    Konstruktivisme adalah sebuah pendekatan pembelajaran yang memandang bahwa pengetahuan bukanlah sesuatu yang secara pasif diterima begitu saja, melainkan sesuatu yang aktif dibangun oleh individu melalui interaksi dengan lingkungannya. Dalam konteks pembelajaran matematika, konstruktivisme menekankan bahwa siswa tidak sekadar menghafal rumus atau prosedur, tetapi mereka secara aktif membangun pemahaman mereka sendiri tentang konsep matematika.

    BalasHapus
  73. Nama : Denisha Sepiani Ananda Salong
    Kelas : 5D
    Npm : 2286206124
    Pendekatan konstruktivisme dan konstruksionisme memiliki implikasi penting dalam pembelajaran dan pengajaran, dengan fokus pada peran aktif siswa dalam membangun pengetahuan mereka. Konstruktivisme mengutamakan pembelajaran berbasis pengalaman dan interaksi sosial, di mana guru berperan sebagai fasilitator yang mendukung eksplorasi siswa. Konstruksionisme menekankan pembuatan produk nyata sebagai cara untuk mengaplikasikan pengetahuan, mendorong kreativitas dan kolaborasi dalam proyek-proyek praktis.

    BalasHapus
  74. Nama: Gredita Dwi Arung
    Kelas: 5 C Pgsd
    Konstruktivisme dalam Pembelajaran matematika Siswa bukan hanya penerima informasi, tetapi mereka terlibat secara aktif dalam proses pembelajaran. Mereka diajak untuk bereksplorasi, menemukan, dan membangun pengetahuan mereka sendiri.Pembelajaran matematika yang konstruktif menekankan pada pengalaman langsung. Siswa diajak untuk melakukan eksperimen, manipulasi benda-benda konkret, dan memecahkan masalah nyata.

    BalasHapus
  75. Nama : Denisha Sepiani Ananda Salong
    Kelas : 5D
    Npm : 2286206124
    Implikasi utamanya adalah perubahan peran guru menjadi pembimbing, penerapan pembelajaran berbasis masalah dan proyek, penggunaan teknologi sebagai alat kreatif, serta penilaian yang berfokus pada proses dan pengembangan keterampilan. Kedua pendekatan ini mendukung pembelajaran yang lebih kolaboratif, kontekstual, dan berpusat pada siswa, yang tidak hanya meningkatkan pemahaman akademik, tetapi juga keterampilan sosial, kreatif, dan pemecahan masalah siswa.

    BalasHapus
  76. Nama:Gredita Dwi Arung
    Kelas: 5 C Pgsd
    Pendekatan konstruktivisme dalam pembelajaran matematika menekankan pada aktivitas siswa dalam membangun pengetahuannya sendiri. Alih-alih hanya menerima informasi secara pasif, siswa didorong untuk aktif terlibat dalam proses pembelajaran, mengeksplorasi konsep, dan menemukan jawaban sendiri.

    BalasHapus
  77. Nama ; Denisha Sepiani Ananda Salong
    Kelas : 5D
    Npm : 2286206124
    Orang tua memiliki peran yang sangat penting dalam mendukung penerapan konstruktivisme dan konstruksionisme dalam pembelajaran anak dalam konstruktivisme mereka berfungsi sebagai fasilitator yang mendorong eksplorasi dan refleksi sementara dalam konstruksionisme orang tua dapat mendukung anak untuk belajar melalui penciptaan dan kolaborasi dalam proyek nyata. Dengan menciptakan lingkungan yang mendukung eksplorasi aktif dan pembelajaran berbasis pembuatan, orang tua membantu anak mengembangkan keterampilan kognitif, kreativitas, dan kemampuan problem solving yang sangat penting dalam kehidupan mereka.

    BalasHapus
  78. Nama: Gredita Dwi Arung
    Kelas: 5 C Pgsd
    Siswa bukan hanya penerima informasi, tetapi mereka terlibat secara aktif dalam proses pembelajaran. Mereka diajak untuk bereksplorasi, menemukan, dan membangun pengetahuan mereka sendiri.Pembelajaran matematika yang konstruktif menekankan pada pengalaman langsung. Siswa diajak untuk melakukan eksperimen, manipulasi benda-benda konkret, dan memecahkan masalah nyata.

    BalasHapus
  79. Nama: Gredita Dwi Arung
    Kelas: 5 C Pgsd
    Belajar bersama teman sejawat sangat penting dalam pendekatan konstruktivisme. Melalui diskusi dan kerja sama, siswa dapat saling berbagi ide, membangun pemahaman yang lebih dalam, dan mengembangkan keterampilan sosial.Guru berperan sebagai fasilitator, bukan sebagai sumber informasi utama. Guru menciptakan lingkungan belajar yang mendukung, mengajukan pertanyaan yang merangsang pemikiran, dan memberikan bimbingan ketika siswa membutuhkan.

    BalasHapus
  80. Nama: Gredita Dwi Arung
    Kelas: 5 C Pgsd
    Pendekatan konstruktivisme menawarkan alternatif yang menarik dalam pembelajaran matematika. Dengan menekankan pada aktivitas siswa dan pengalaman langsung, pendekatan ini dapat membantu siswa membangun pemahaman yang lebih dalam dan lebih bermakna tentang konsep matematika.

    BalasHapus
  81. Nama: Aulia Zalzabila
    Kelas:5D
    Npm:2286206111

    Konstruktivisme itu penting karena pendekatannya mengajak siswa untuk aktif dalam proses belajar. Selain menerima informasi dari guru, siswa diajak untuk menggali, bertanya, dan mencari tahu sendiri. Dengan cara ini, mereka tidak hanya menghafal, tapi juga benar-benar memahami materi yang diajarkan. Proses belajar jadi lebih menyenangkan karena siswa merasa terlibat langsung dalam pencarian pengetahuan.

    BalasHapus
  82. Nama: Aulia Zalzabila
    Kelas:5D
    Npm:2286206111
    Yang menarik dari konstruktivisme adalah cara pendekatan ini mendorong siswa untuk berpikir kritis dan kreatif. Mereka tidak hanya belajar saja , tapi juga diajak untuk memecahkan masalah dan menemukan solusi sendiri. Ini membantu mereka memahami konsep-konsep dengan lebih mendalam, dan tentunya ilmu yang dipelajari jadi lebih bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari. Ini juga membuat siswa lebih siap menghadapi berbagai tantangan, karena mereka sudah terbiasa berpikir kritis dan reflektif.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nama: Aulia Zalzabila
      Kelas:5D
      Npm:2286206111
      Selain itu, konstruktivisme juga cocok untuk berbagai macam tipe belajar siswa. Setiap orang kan punya cara belajar yang berbeda-beda, ada yang lebih visual, ada yang lebih suka diskusi, atau bahkan coba-coba praktek langsung. Dengan pendekatan ini, guru bisa menyesuaikan cara mengajarnya supaya lebih fleksibel dan sesuai dengan kebutuhan masing-masing siswa. Jadi, selain lebih menyenangkan, pembelajaran dengan pendekatan konstruktivisme juga bisa membantu siswa berkembang sesuai dengan kemampuan dan cara belajar mereka masing-masing.

      Hapus
  83. Nama : Maria putri Anita bengan
    Npm. : 2286206108
    Kelas. VD

    Teori pembelajaran ini di butuhkan dalam pembelajaran,karena Dapat membantu siswa untuk dapat mengetahui,hal bekerjasama dalam melakukan sosialisasi

    BalasHapus
  84. Nama: Hilda Prity Agustin
    Kelas: 5B
    Npm:2286206033


    Jean Piaget mengembangkan teori konstruktivisme yang menekankan bahwa pengetahuan dibangun melalui interaksi aktif antara individu dan lingkungan. Piaget percaya bahwa anak-anak bukanlah penerima pasif informasi, tetapi pelaku aktif yang membangun pemahaman mereka sendiri. Teori ini menyoroti pentingnya pengalaman langsung dalam pembelajaran, di mana anak-anak menghubungkan informasi baru dengan pengetahuan yang sudah dimiliki. Proses ini melibatkan adaptasi melalui asimilasi dan akomodasi untuk menciptakan keseimbangan kognitif. Piaget juga menekankan bahwa perkembangan kognitif terjadi melalui tahapan tertentu yang bersifat universal. Teori ini menjadi dasar berbagai pendekatan pendidikan yang menekankan pembelajaran berbasis pengalaman.

    BalasHapus
  85. Nama: Hilda Prity Agustin
    Kelas: 5B
    Npm:2286206033



    Seymour Papert, seorang murid Piaget, mengembangkan konstruksionisme, yang memperluas teori konstruktivisme dengan menekankan pentingnya penciptaan artefak sebagai bagian dari proses belajar. Menurut Papert, belajar menjadi lebih efektif ketika individu terlibat dalam pembuatan sesuatu yang bermakna bagi mereka. Ide ini sangat relevan dengan pembelajaran berbasis proyek, di mana siswa menciptakan produk nyata sebagai hasil dari proses belajar mereka. Konstruksionisme juga mendukung penggunaan teknologi untuk memperkuat pembelajaran melalui eksplorasi dan kreasi. Papert percaya bahwa komputer dan perangkat digital lainnya dapat menjadi alat yang kuat untuk memfasilitasi pembelajaran aktif. Pendekatan ini menekankan pembelajaran berbasis pengalaman yang mendalam dan relevan.

    BalasHapus
  86. Nama: Hilda Prity Agustin
    Kelas: 5B
    Npm:2286206033


    Baik konstruktivisme maupun konstruksionisme menekankan bahwa pembelajaran adalah proses aktif di mana individu membangun pemahaman mereka sendiri. Kedua teori ini menolak gagasan bahwa pembelajaran hanya terjadi melalui penerimaan informasi secara pasif. Mereka juga berbagi pandangan bahwa pengalaman langsung sangat penting untuk memahami konsep. Namun, konstruksionisme menambahkan elemen penting, yaitu penciptaan artefak yang bermakna. Dengan membuat sesuatu, siswa tidak hanya memahami konsep tetapi juga melihat bagaimana konsep tersebut dapat diterapkan dalam dunia nyata. Pendekatan ini membuat pembelajaran menjadi lebih kontekstual dan relevan.

    BalasHapus
  87. Nama: Hilda Prity Agustin
    Kelas: 5B
    Npm:2286206033



    Piaget menjelaskan bahwa perkembangan kognitif anak terdiri dari empat tahapan: sensorimotor, praoperasional, operasional konkret, dan operasional formal. Setiap tahapan mencerminkan kemampuan anak untuk memahami dan menginterpretasikan dunia sekitarnya. Dalam tahap sensorimotor, anak belajar melalui interaksi fisik dengan lingkungan, sementara tahap praoperasional ditandai dengan perkembangan simbolik dan imajinasi. Pada tahap operasional konkret, anak mulai memahami konsep logis tetapi masih membutuhkan objek konkret. Tahap operasional formal adalah ketika anak dapat berpikir secara abstrak dan hipotetis. Pemahaman ini membantu guru merancang pembelajaran yang sesuai dengan perkembangan siswa.

    BalasHapus
  88. Nama: Hilda Prity Agustin
    Kelas: 5B
    Npm:2286206033



    Konstruktivisme menekankan pentingnya pembelajaran berbasis pengalaman, yang dapat diterapkan melalui pendekatan seperti pembelajaran berbasis proyek dan inkuiri. Guru berperan sebagai fasilitator yang membantu siswa mengeksplorasi ide-ide mereka sendiri. Dalam pendekatan ini, siswa didorong untuk memecahkan masalah, melakukan eksperimen, dan membuat kesimpulan sendiri. Aktivitas ini memungkinkan siswa untuk membangun pemahaman mereka berdasarkan pengalaman nyata. Selain itu, guru dapat menciptakan lingkungan yang mendukung kolaborasi, sehingga siswa belajar dari satu sama lain. Pendekatan ini membantu siswa mengembangkan keterampilan berpikir kritis dan kreatif.

    BalasHapus
  89. Nama: Hilda Prity Agustin
    Kelas: 5B
    Npm:2286206033



    Papert percaya bahwa teknologi, terutama komputer, dapat menjadi alat yang kuat dalam pembelajaran konstruksionisme. Ia mengembangkan bahasa pemrograman Logo yang dirancang untuk membantu anak-anak belajar melalui eksplorasi dan penciptaan. Dengan menggunakan teknologi, siswa dapat membuat model, simulasi, atau proyek yang menggambarkan pemahaman mereka. Teknologi juga memungkinkan siswa untuk belajar dalam lingkungan yang mendukung eksplorasi tanpa batas. Papert berpendapat bahwa teknologi bukan hanya alat untuk menyampaikan informasi tetapi juga media untuk berkreasi. Dengan demikian, teknologi mendukung pembelajaran yang lebih mendalam dan bermakna.

    BalasHapus
  90. Nama: Hilda Prity Agustin
    Kelas: 5B
    Npm:2286206033



    Konstruktivisme dan konstruksionisme sama-sama menekankan pentingnya kolaborasi dalam pembelajaran. Dalam konteks ini, siswa diajak untuk berbagi ide, mendiskusikan solusi, dan bekerja bersama dalam proyek. Kolaborasi memungkinkan siswa untuk belajar dari perspektif yang berbeda dan memperkaya pemahaman mereka. Guru dapat memfasilitasi diskusi kelompok yang mendorong eksplorasi dan refleksi bersama. Proses ini membantu siswa memahami bahwa pembelajaran adalah pengalaman sosial selain individu. Kolaborasi juga meningkatkan keterampilan komunikasi dan kerja sama yang penting untuk kehidupan.

    BalasHapus
  91. Nama: Hilda Prity Agustin
    Kelas: 5B
    Npm:2286206033


    Salah satu kelebihan konstruksionisme adalah penekanannya pada pembelajaran yang relevan dan kontekstual. Dengan melibatkan siswa dalam proyek yang bermakna, pembelajaran menjadi lebih terhubung dengan kehidupan mereka. Misalnya, siswa dapat mempelajari matematika dengan merancang bangunan atau mempelajari sains melalui eksperimen di lingkungan sekitar. Aktivitas ini membuat siswa melihat nilai praktis dari konsep yang mereka pelajari. Selain itu, pembelajaran kontekstual membantu siswa mengingat informasi lebih lama. Pendekatan ini memastikan bahwa pembelajaran tidak hanya terjadi di kelas tetapi juga diterapkan dalam kehidupan nyata.

    BalasHapus
  92. Nama: Hilda Prity Agustin
    Kelas: 5B
    Npm:2286206033



    Pembelajaran berbasis masalah (PBL) adalah pendekatan konstruktivis yang menantang siswa untuk memecahkan masalah kompleks secara mandiri atau dalam kelompok. Dalam pendekatan ini, siswa tidak hanya belajar konsep tetapi juga mengembangkan keterampilan seperti analisis, evaluasi, dan kerja tim. Guru berperan sebagai pembimbing yang memberikan arahan tetapi tidak memberikan jawaban langsung. Aktivitas ini membantu siswa membangun pengetahuan mereka sendiri melalui eksplorasi dan refleksi. Selain itu, siswa belajar bagaimana mengelola waktu dan sumber daya mereka secara efektif. Pendekatan ini mempersiapkan siswa untuk menghadapi tantangan dunia nyata.

    BalasHapus
  93. Nama: Hilda Prity Agustin
    Kelas: 5B
    Npm:2286206033



    Konstruktivisme menekankan pentingnya refleksi sebagai bagian dari proses belajar. Setelah menyelesaikan tugas atau proyek, siswa diajak untuk merenungkan apa yang telah mereka pelajari dan bagaimana mereka mencapainya. Proses ini membantu siswa memahami kekuatan dan kelemahan mereka serta memperbaiki pendekatan mereka di masa depan. Guru dapat memfasilitasi refleksi melalui diskusi, jurnal, atau portofolio. Refleksi juga membantu siswa menginternalisasi konsep yang mereka pelajari. Dengan cara ini, pembelajaran menjadi lebih mendalam dan bermakna.

    BalasHapus
  94. Nama: Hilda Prity Agustin
    Kelas: 5B
    Npm:2286206033



    Piaget percaya bahwa eksplorasi adalah komponen utama dalam pembelajaran. Anak-anak secara alami ingin tahu dan terdorong untuk menjelajahi dunia di sekitar mereka. Eksplorasi ini memungkinkan anak mengumpulkan informasi baru dan menghubungkannya dengan pengetahuan yang sudah ada. Dalam konteks pendidikan, guru dapat memberikan lingkungan yang mendukung eksplorasi ini, seperti melalui permainan edukatif atau eksperimen. Eksplorasi tidak hanya membangun pengetahuan tetapi juga meningkatkan rasa percaya diri siswa dalam belajar. Dengan pendekatan ini, siswa merasa memiliki kontrol atas proses belajar mereka.

    BalasHapus
  95. Nama: Hilda Prity Agustin
    Kelas: 5B
    Npm:2286206033


    Guru dalam pendekatan konstruktivisme bukanlah pemberi informasi utama, melainkan fasilitator yang membantu siswa membangun pemahaman mereka. Tugas guru adalah menciptakan lingkungan yang mendukung eksplorasi, memberikan pertanyaan pemicu, dan membimbing siswa tanpa memberikan jawaban langsung. Guru juga harus mengenali kemampuan dan kebutuhan individu siswa untuk memberikan tantangan yang sesuai. Dengan peran ini, guru membantu siswa mengembangkan keterampilan berpikir kritis dan mandiri. Selain itu, pendekatan ini mendorong siswa untuk menjadi pembelajar seumur hidup yang aktif dan reflektif.

    BalasHapus
  96. Nama: Hilda Prity Agustin
    Kelas: 5B
    Npm:2286206033



    Piaget menekankan pentingnya perkembangan logika dalam tahapan perkembangan kognitif. Anak-anak mulai mengembangkan logika sederhana pada tahap operasional konkret, di mana mereka mampu memahami hubungan sebab-akibat dan konsep klasifikasi. Pada tahap operasional formal, mereka mampu berpikir secara abstrak dan hipotetis. Pemahaman ini membantu guru merancang aktivitas pembelajaran yang relevan dengan tingkat logika siswa. Dengan mengenali perkembangan logika ini, guru dapat memastikan bahwa siswa tidak merasa terlalu sulit atau terlalu mudah dalam belajar. Pendekatan ini membantu menciptakan pengalaman belajar yang optimal.

    BalasHapus
  97. Nama: Hilda Prity Agustin
    Kelas: 5B
    Npm:2286206033


    Konstruksionisme menempatkan kreativitas sebagai elemen penting dalam pembelajaran. Papert percaya bahwa siswa belajar lebih baik ketika mereka diberi kebebasan untuk menciptakan sesuatu yang bermakna bagi mereka. Kreativitas ini dapat diwujudkan dalam berbagai bentuk, seperti proyek seni, eksperimen sains, atau aplikasi teknologi. Dengan memanfaatkan kreativitas, siswa tidak hanya belajar konsep tetapi juga mengembangkan keterampilan problem-solving dan inovasi. Guru dapat memberikan tugas yang terbuka dan fleksibel untuk mendorong eksplorasi kreatif. Pendekatan ini membuat pembelajaran menjadi lebih menarik dan relevan bagi siswa.

    BalasHapus
  98. Nama: Hilda Prity Agustin
    Kelas: 5B
    Npm:2286206033



    Lingkungan belajar yang mendukung adalah kunci keberhasilan pendekatan konstruktivisme dan konstruksionisme. Lingkungan ini harus memungkinkan siswa untuk bereksperimen, membuat kesalahan, dan belajar dari pengalaman mereka. Guru dapat menyediakan alat, bahan, dan ruang yang memungkinkan eksplorasi dan penciptaan. Selain itu, lingkungan yang inklusif dan suportif membantu siswa merasa aman untuk berbagi ide dan mencoba hal baru. Teknologi juga dapat digunakan untuk menciptakan lingkungan belajar yang dinamis dan interaktif. Dengan lingkungan yang mendukung, siswa lebih mudah terlibat dan termotivasi dalam pembelajaran.

    BalasHapus
  99. Nama: Hilda Prity Agustin
    Kelas: 5B
    Npm:2286206033



    Papert menekankan bahwa pembelajaran menjadi lebih bermakna ketika siswa dapat menghubungkannya dengan dunia nyata. Guru dapat merancang proyek atau tugas yang relevan dengan kehidupan siswa untuk membuat pembelajaran lebih menarik. Misalnya, siswa dapat belajar geometri dengan mendesain bangunan atau memahami konsep statistik dengan menganalisis data kehidupan nyata. Dengan kontekstualisasi, siswa lebih mudah memahami dan mengingat konsep yang diajarkan. Selain itu, pembelajaran menjadi lebih relevan dan bermanfaat bagi siswa di luar kelas. Pendekatan ini membantu siswa menghubungkan teori dengan aplikasi praktis.

    BalasHapus
  100. Nama: Hilda Prity Agustin
    Kelas: 5B
    Npm:2286206033



    Dalam konstruktivisme dan konstruksionisme, kesalahan dianggap sebagai bagian penting dari proses belajar. Piaget dan Papert percaya bahwa kesalahan memberikan peluang untuk refleksi dan pemahaman yang lebih dalam. Guru harus menciptakan lingkungan di mana siswa merasa aman untuk membuat kesalahan dan belajar darinya. Kesalahan dapat menjadi sumber pembelajaran yang berharga ketika siswa diajak untuk menganalisis penyebabnya dan mencari solusi. Dengan cara ini, siswa belajar untuk tidak takut mencoba hal baru dan mengembangkan keterampilan problem-solving. Pendekatan ini membangun rasa percaya diri dan ketahanan dalam belajar.

    BalasHapus
  101. Nama: Avita Fitriyani
    Kelas: 5 B
    2286206022

    Dalam dunia pendidikan teori pembelajaran berperan penting dalam memahammi cara mereka belajar dan mengembangkan pengetahuan siswa. Sebagai pendidik penting untuk merancang metode pengajaran yang efektif dan sesuai dengan kemampuan siswa. Seperti teori yang di jelaskan pasa artike ini yang membahas tentang teori konstruktivisme dan konstruksionisme dari Piaget.

    BalasHapus
  102. Nama: Avita Fitriyani
    Kelas: 5 B
    2286206022

    Teori konstruktivisme merupakan teori dimana siswa memperoleh pemahaman lewat dirinya sendiri. Teori ini di kembangkan oleh Jean Piaget, ia bilang siswa bisa memperoleh pengalaman belajatr lewat interaksi dan pengalaman. Teori ini jika di terapkan dalam pendidikan seperti pembelajaran kolaboratif dan berbasis masalah.

    BalasHapus
  103. Nama: Avita Fitriyani
    Kelas: 5 B
    2286206022

    Dalam penerapan pembelajaran Teori konstruktivisme siswa di dorong lebih aktif dalam pembelajaran. Pengetahuan tidak di teransfer dari guru kepada siswa, melainkan siswa secara aktif membangung pemahaman lewat pengalaman mereka. Fungsi guru hanya sebagai fasilitator siswa dan bukan pemberi informasi. Sebagai contoh jika siswa bertanya kepada guru untuk mengetahui apakah jawaban yang di peroleh sudah benar, guru tidak akan memjawab iya atau tidak, melainkan menjawab apakah kamu sudah yakin dengan jawaban mu dan coba periksa ulang jawabanmu, apakah jawaban mu sudah sesuai dengan langkah-langkah yang ibu berikan.

    BalasHapus
  104. Nama: Avita Fitriyani
    Kelas: 5 B
    2286206022

    Pada teori konstruktivisme pembelajaran lebih aktif di kaitan dengan dunia nyata atau kehidupan sehari-hari. Pembelajaran tersebut memidahkan siswa dalam pemahaman jika pembelajaran sering dikaitkan dengan kehidupan siswa. Salah satu contoh pembelajaran yang dikaitkan dengan kehidpan sehari-hari siswa yaitu pembelajaran matematika pada materi persen yang bisa di kaitkan dengan harga diskon di mal.

    BalasHapus
  105. Nama: Avita Fitriyani
    Kelas: 5 B
    2286206022

    Agar memperoleh pemahaman yang mendalam interaksi sosial dalam pendekatan teori konstruktivisme sangat berpengaruh. Interaksi tersebut bisa di dapat dari diskusi, kolaboras, dan kerja kelompok. Dengan interaksi sosial yang di lakukan siswa membuat siswa mendapat pemahaamn dari berbeda-beda orang sehingga siswa banyak mendapat pemahaman dan pengalaman baru.

    BalasHapus
  106. Nama: Avita Fitriyani
    Kelas: 5 B
    2286206022

    Langkah pembelajaran konstruktivisme pada pembelajaran IPA yaitu guru meminta siswa untuk mebawa berbagai bentuk daun tanaman. Siswa di minta guru untuk mengamati daun-daun tersebut, setelah itu guru bertanya pada siswa bentuk apa daun itu dan bagaimana tipe tulang daunya. Seletah siswa diminta diskusi bersama teman kelompok untuk mengetahui daun tanaman tersebut termaksut dalam jenis dikotil atau monokotil. Hasil tugas siswa bisa di presentasikan di depan kelas.

    BalasHapus
  107. Nama: Avita Fitriyani
    Kelas: 5 B
    2286206022
    Dalam teori constructionism merupakan teori yang lebih berbeda dari teori konstrutivisme sebelumnnya. Teori ini lebih mengedepankan pada proses penciptaan peserta didik. Teori ini mengedepankan sebuah penciptaan agar peserta didik lebih memahami pehaman yang di ketahuinya, dengan penerapan teori ini peserta didik menjadi lebih aktif dan pelajaran yang di jalani lebih bermakna.

    BalasHapus
  108. Nama: Avita Fitriyani
    Kelas: 5 B
    2286206022

    Dengan kolaborasi kedua teori tersebut menjadikan pembelajaran lebih bermakna dan berkesan. Ketika menerapkan teori teori konstruktivisme siswa sudah paham dasar dari konsep lewat pembelajaran yang ia dapat dan kemudian guru memberikan tambahan pembelajaran dengan teori constructionism yang menjadikan siswa paham sekaligus mampu menciptakan sesuatu yang berkaitan dengan pembelajaran dan minat dia.

    BalasHapus
  109. Nama: Avita Fitriyani
    Kelas: 5 B
    2286206022

    Dalam penerapan dua teori ini ada beberapa aspek yang perlu di perhatikan. Aspek pertama dari lingkungan, lingkungan yang di sajikan haruslah mampu mendukung dan mendorong siswa agar mampu meneksplorasi dirinya. Selanjutnya ada penggunaan teknologi yang harus memadai untuk penerapan teori constructionism karena bergantung pada teknologi jika penerapan berbasis masalah.

    BalasHapus
  110. Nama: Avita Fitriyani
    Kelas: 5 B
    2286206022

    Jadi dapat disimpulkan dengan guru menggunakan teori yang sesuai dan mendukung pelajaran, akan terciptanya berbagai hasil positif. Siswa akan mudah termotivasi karena menggunakan metode yang sesuai dengan gaya belajar mereka. Dengan menggunakan kedua teori belajar ini menjadikan guru lebih fokus pada pemahaman peserta didik secara mandiri dab mempersiapkan peserta didik untuk menghadapi dunia nyata.

    BalasHapus
  111. Nama : Auda Ratu Araiganie
    Kelas : 5D
    NPM : 2286206110

    Pemahaman tentang cara belajar siswa sangat penting untuk pengalaman belajatr mereka. Seperti yg dijelaskan diatas ke2 teori diatas, yaitu constructivism dan constructionism. constructivism yg menekankan pembelajaran ialah proses aktif siswa untuk membangun sendiri pengetahuan dari pengalaman dan refleksi. Di dalam constructivism interaksi sosial itu penting, sehingga siswa bisa mengaitkan pengetahun baru dengan yg sudah ada.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nama : Auda Ratu Araiganie
      Kelas : 5D
      NPM : 2286206110

      Selanjutnya constructionism yg menekankan pentingnya membuat artefak nyata untuk proses pembelajaran. Ini mendorong siswa untuk belajar dengan cara membuat sesuatu yg bermakna, seperti proyek atau produk teknologi. Yg memanfaatkan teknologi untuk mendukung pembelajaran dan mendorong kreatitas dan kemandirian siswa.

      Hapus
    2. Nama : Auda Ratu Araiganie
      Kelas : 5D
      NPM : 2286206110

      Jika menggabungkan kedua2 teori ini akan menciptakan pengalaman belajar yg lebih baik dan bermakna. jika menggunakan ekplorasi dan kolaborasi dengan menggunakan teknologi dengan lingkungan yg mendukung, guru dapat memenuhi kebutuhan dan minat siswa. Ini akan menambah pemahaman dan pasti akan mempersiapkan siswa untuk tantangan di kehidupan nyata.

      Hapus
  112. Nama: Nur Annisha Puspita Sari
    NPM: 2286206095
    Kelas: 5D

    Walaupun keduanya sepertinya mirip, namun perbedaan yang paling menonjol adalah teori konstruktivisme adalah teori yang menekankan individu berdasarkan pengalaman dan bagaimana interkasinya langsung dengan lingkungan. Teori konstruksionisme sendkri adalah pendekatan bagaimana pengetahuan terbangun oleh interaksi sosial serta negosiasi individu selain itu juga menekankan pentingnya teknologi. Walaupun tidak disadari tetapi keduanya saling terkait dikehidupan kita dan keduanya berjalan beriringan.

    BalasHapus
  113. Nama: Nur Annisha Puspita Sari
    NPM: 2286206095
    Kelas: 5D

    Saya setuju, kombinasi kedua teori itu tentunya dapat membuat pembelajaran semakin menarik dan bermakna. Karena dasarnya yang saling berkaitan, walaupun bisa saja dalam poin pendekatan teknologi belum tentu dapat dilakukan karena teori konstruksionisme sering menggunakan teknologi serta alat digital untuk mendukung pembelajaran, terutama bagi daerah-daerah yang terpencil dan tertinggal. Namun, jika dapat dilakukan sudah pasti pemahaman siswa semakin mendalam dan disatu sisi juga mendapatkan keterampilan karena kontrusionisme menekankan fokus utamanya pada penciptaan produk.

    BalasHapus
  114. Nama : Sabina
    Kelas : 5a
    Npm : 2286206050

    Teori konstruktivisme dan konstruksionisme dalam pembelajaran memberikan banyak manfaat. Anak-anak aktif berpartisipasi, memahami materi lebih baik, berpikir kritis, dan meningkatnya motivasi belajar

    BalasHapus
  115. Nama : Sabina
    Kelas : 5a
    Npm : 2286206050

    Konstruktivisme adalah merancang kegiatan yang mendorong anak membangun pengetahuan melalui pengalaman dan interaksi.

    BalasHapus
  116. Nama : Sabina
    Kelas : 5a
    Npm : 2286206050

    Anak tidak hanya belajar tentang teori terus menerus, mereka bisa juga belajar membuat sesuatu atau praktek.

    BalasHapus
  117. Nama : Sabina
    Kelas : 5a
    Npm : 2286206050

    Konstruktivisme sangat cocok untuk diterapkan di sekolah, karena anak bisa belajar membuat dan menciptakan sesuatu untuk menambah pengetahuan yang telah mereka pelajari.

    BalasHapus
  118. Nama : Sabina
    Kelas : 5a
    Npm : 2286206050

    Konstruktivisme dalam pembelajaran matematika melibatkan anak secara aktif dalam proses belajar dengan eksplorasi, penemuan, dan pengalaman langsung.

    BalasHapus
  119. Nama : Sabina
    Kelas : 5a
    Npm : 2286206050

    Di sisi lain, menurut teori Vygotsky, perkembangan anak dipengaruhi oleh lingkungan sosial dan budaya. Anak belajar dari interaksi dan bimbingan orang dewasa atau teman sebaya.

    BalasHapus
  120. Nama : Sabina
    Kelas : 5a
    Npm : 2286206050

    Guru hanya sebagai pembimbing mereka tidak memberikan jawaban langsung. Guru hanya memberikan pengetahuan langsung dan menanyangkan apakah sudah yakin dengan jawabannya dan meminta anak untk mengecek kembali jawaban mereka

    BalasHapus
  121. Nama : Sabina
    Kelas : 5a
    Npm : 2286206050

    Anak bisa belajar konsep, analisis, evaluasi, kerja tim, dan mengelola waktu. Guru bisa memberikan arahan sebagai pembimbing atau fasilitator.

    BalasHapus
  122. Nama : Sabina
    Kelas : 5a
    Npm : 2286206050

    Anak bisa melakukan beberapa praktek dengan melakukan praktek anak bisa lebih terampil dalam berpikir. Karena terkadang anak lebih suka dengan tugas langsung daripada mendengarkan guru menjelaskan.

    BalasHapus
  123. Nama : Sabina
    Kelas : 5a
    Npm : 2286206050

    Selain memberikan tugas guru juga berperan sebagai fasilitator yang membantu anak-anak membuat ide, dan berkolaborasi, serta mengembangkan keterampilan berpikir kritis dan kreatif mereka. Anak juga bisa melakukan beberapa praktek.

    BalasHapus
  124. Nama : Sabina
    Kelas : 5a
    Npm : 228620605

    Dalam pengembangan konstruktivisme anak berperan sebagai pelaku aktif dalam memahami teori. Dan Teori ini penting untuk pengalaman langsung dalam pembelajaran dan menciptakan keseimbangan kognitif.

    BalasHapus
  125. Nama : Sabina
    Kelas : 5a
    Npm : 2286206050

    Anak bisa bereksplorasi, menemukan, dan membangun pengetahuan mereka sendiri melalui pengalaman langsung.

    BalasHapus
  126. Nama : Sabina
    Kelas : 5a
    Npm : 2286206050

    Konstruktivisme cocok untuk berbagai cara belajar anak-anak. Setiap anak memiliki cara belajar berbeda, seperti diskusi, mendengarkan, dan lainnya.

    BalasHapus
  127. Nama : Sabina
    Kelas : 5a
    Npm : 2286206050

    Piaget mengembangkan teori konstruktivisme yang menekankan pengetahuan dibangun melalui interaksi aktif individu dan lingkungan. Anak-anak adalah pelaku aktif dalam membangun pemahaman.

    BalasHapus
  128. Nama : Sabina
    Kelas : 5a
    Npm : 2286206050

    Menurut saya kita sebagai guru juga bisa mengajak anak bermain tebak-tebakan, anak bisa belajar melalui interaksi dengan orang dewasa atau teman sebaya.

    BalasHapus
  129. Nama : Sabina
    Kelas : 5a
    Npm : 2286206050

    Adapun Menurut teori Vygotsky, perkembangan anak dipengaruhi oleh lingkungan sosial dan budaya, bukan tahap terpisah seperti teori Piaget.

    BalasHapus
  130. Nama : Sabina
    Kelas : 5a
    Npm : 2286206050

    Konstruktivisme menekankan pembelajaran lebih aktif dan anak bisa membangun pemahamannya sendiri. Serta menganggap pengalaman langsung lebih penting.

    BalasHapus
  131. Nama : Sabina
    Kelas : 5a
    Npm : 2286206050

    Penerapan pembelajaran Teori konstruktivisme, anak-anak di minta lebih aktif dalam belajar. Pengetahuan dibangun oleh anak dan guru hanya sebagai fasilitator.

    BalasHapus
  132. Nama : Sabina
    Kelas : 5a
    Npm : 2286206050

    Selain itu Konstruktivisme menekankan pembelajaran dengan pengalaman, seperti pembelajaran berbasis proyek. Guru bisa memberikan tugas berupa proyek kepada anak supaya anak bisa mendapatkan pemahaman yang lebih dari yang telah mereka pelajari.

    BalasHapus
  133. Nama : Sabina
    Kelas : 5a
    Npm : 2286206050

    Selain itu kita juga bisa mengajak anak untuk melakukan eksperimen, nah dari eksperimen ini kita bisa membuat anak berpikir kritis.

    BalasHapus
  134. Nama : Sabina
    Kelas : 5a
    Npm : 2286206050

    Menurut saya, Konstruktivisme mendorong anak berpikir kritis dan kreatif. Anak tidak hanya belajar, tetapi juga busa memecahkan masalah dan menemukan solusi yang ada.

    BalasHapus
  135. Nama : Sabina
    Kelas : 5a
    Npm : 2286206050

    Kita sebagai Guru dapat menyesuaikan pengajaran sesuai kebutuhan anak. membantu anak berkembang sesuai kemampuan mereka.

    BalasHapus
  136. Nama : Devi Kurnia Sari
    Kelas : 5A
    Npm : 2286206001

    Menurut saya konstruktivisme dan konstruksionisme itu adalah teori pembelajaran yang berbeda akan tetapi saling terkait satu sama lain.

    BalasHapus
  137. Nama : Devi Kurnia Sari
    Kelas : 5A
    Npm : 2286206001

    Menurut saya konstruktivisme itu lebih menekankan untuk anak-anak membangun pemahaman mereka sendiri tentang dunia melalui interaksi mereka dengan lingkungan mereka sendiri.

    BalasHapus
  138. Nama : Devi Kurnia Sari
    Kelas : 5A
    Npm : 2286206001

    Dalam konstruktivisme mereka tidak hanya menerima informasi begitu saja tetapi juga ikut berpartisipasi dalam proses asimilasi. Contohnya mengeksperimen dengan berbagai benda membantu seorang anak memahami konsep berat.

    BalasHapus
  139. Nama : Devi Kurnia Sari
    Kelas : 5A
    Npm : 2286206001

    Jadi menurut saya konstruktivisme ini lebih menekankan kepada anak untuk berpikir kritis, dan dapat menyelesaikan suatu masalah secara mandiri dan mencari kebenaran sebuah informasi dengan benar.

    BalasHapus
  140. Nama : Devi Kurnia Sari
    Kelas : 5A
    Npm : 2286206001

    Konstruksionisme itu menurut saya lebih menekankan kepada betapa pentingnya teknologi dalam proses pembelajaran untuk mendorong pemikiran piaget.

    BalasHapus
  141. Nama : Devi Kurnia Sari
    Kelas : 5A
    Npm : 2286206001

    Konstruksionisme itu percaya bahwa teknologi dapat menjadi alat yang kuat untuk membantu siswa mengeksplorasi dan menemukan ide-ide baru apa yang mereka ketahui.

    BalasHapus
  142. Nama : Devi Kurnia Sari
    Kelas : 5A
    Npm : 2286206001

    Jadi menurut saya konstruktivisme dan konstruksionisme itu menekankan bahwa pembelajaran adalah proses aktif tetapi papert menambahkan peran penting teknologi dalam membantu siswa untuk membangun pemahaman mereka sendiri.

    BalasHapus
  143. Nama : Nadiya Wati
    Kelas : 5C
    NPM : 2286206090

    Menurut saya itu konstruktivisme dan konstruksionisme itu sangat penting dalam dunia pendidikan yang dimana siswa dapat memahami pembelajaran mereka dan dapat mengembangkan pengetahuan siswa yang aktif dalam belajar.

    BalasHapus
  144. Nama : Nadiya Wati
    Kelas : 5C
    NPM : 2286206090

    Adapun pendekatan Konstruktivisme yang menunjukkan bahwa pembelajaran lebih efektif dan bermakna ketika siswa mampu berinteraksi dengan masalah.
    pendekatan ini memungkinkan siswa untuk membangun pengetahuan, mengintegrasikannya ke situasi baru, mengambil pengetahuan awal mereka sebagai dasar dan manfaat dari interaksi sosial serta mengembangkan berpikir kritis mereka.

    BalasHapus
  145. Nama : Nadiya Wati
    Kelas : 5C
    NPM : 2286206090

    Konstruktivisme adalah teori yang menekankan bahwa pengetahuan dibangun oleh individu melalui interaksi aktif mereka dengan lingkungan dan pengalaman. Dalam konstruktivisme, individu dianggap sebagai pembangun aktif dari pengetahuan mereka, dengan fokus pada pengalaman pribadi dan pemahaman yang berkembang.

    BalasHapus
  146. Nama : Nadiya Wati
    Kelas : 5C
    NPM : 2286206090

    Konstruktivisme dalam pendidikan pembelajaran yang menekankan pada aktivitas siswa dalam menemukan pengetahuan sendiri. Siswa mendapat pengetahuan dari pengalaman yang dialaminya. Siswa memiliki pengetahuan tentang lingkungan dan peristiwa yang terjadi di sekitarnya, meskipun pengetahuan tersebut sering kali masih naif.

    BalasHapus
  147. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  148. Nama : Nadiya Wati
    Kelas : 5C
    NPM : 2286206090

    Konstruksionisme adalah sebuah teori yang sering dihubungkan dengan tokoh. Meskipun serupa dengan konstruktivisme, konstruksionisme menekankan bahwa pengetahuan dibangun lebih efektif ketika individu terlibat dalam membuat objek fisik atau produk sebagai bagian dari proses pembelajaran mereka. Misalnya, membuat model, menciptakan program komputer, atau merancang proyek yang melibatkan eksperimen langsung.

    BalasHapus
  149. Nama : Nadiya Wati
    Kelas : 5C
    NPM : 2286206090

    Konstruksionisme dan konstruktivisme adalah dua teori pembelajaran yang sering kali membingungkan karena keduanya berkaitan dengan bagaimana individu membangun pengetahuan. Adapun perbedaannya yaitu kalau Konstruktivisme lebih fokus pada bagaimana individu mengembangkan pengetahuan mereka melalui pengalaman dan interaksi sosial. Sedangkan Konstruksionisme lebih spesifik pada bagaimana proses belajar diperkuat melalui pembuatan atau penciptaan objek yang memfasilitasi pemahaman lebih dalam.

    BalasHapus
  150. Nama : Nadiya Wati
    Kelas : 5C
    NPM : 2286206090

    Untuk menciptakan pengalaman belajar yang baik sangat penting untuk seorang guru harus memperhatikan lingkungan sekitar agar ketika mengajar akan merasa nyaman untuk mengajar peserta didiknya juga memberi dorongan agar siswanya dapat dibimbing untuk pencapaian siswa.

    BalasHapus
  151. Nama : Nadiya Wati
    Kelas : 5C
    NPM : 2286206090

    Apalagi pada saat ini sudah canggih banyak teknologi yang bisa digunakan dalam pembelajaran yang dimana akses dalam pembelajaran lebih mudah karena dengan adanya teknologi lebih mudah untuk mencari sumber informasi.

    BalasHapus
  152. Nama : Nadiya Wati
    Kelas : 5C
    NPM : 2286206090

    Pendekatan Konstruktivisme dan konstruksionisme mendorong siswa untuk berpikir kritis dan kreatif tetapi siswa membutuhkan waktu untuk memecahkan masalah yang dihadapi.

    BalasHapus
  153. Nama : Nadiya Wati
    Kelas : 5C
    NPM : 2286206090

    Konstruktivisme dan konstruksionisme itu sangat penting dalam pembelajaran karena itu langsung dalam pengalaman belajar anak dan aktivitas yang dilakukan siswa. Juga bisa dalam kehidupan sehari-hari anak juga ada yang dimana mereka mencari tahu apa yang mereka tidak tahu.

    BalasHapus
  154. Nama: Alfriana Gunarwianti
    Kelas: 5C PGSD
    Npm: 2286206056

    Konstruktivisme Piaget lebih berfokus pada proses mental internal dan tahapan perkembangan individu. Sementara konstruksionisme Papert lebih menyoroti peran lingkungan eksternal dan artefak dalam mendukung proses pembelajaran. Piaget berbicara tentang bagaimana individu secara aktif membangun struktur kognitif mereka melalui pengalaman. Sedangkan Papert melihat pembelajaran sebagai suatu bentuk konstruksi yang melibatkan objek atau produk yang dapat dilihat dan dihasilkan oleh siswa.

    BalasHapus
  155. Nama: Alfriana Gunarwianti
    Kelas: 5C PGSD
    Npm: 2286206056

    Kedua teori ini sama-sama menekankan pentingnya pembelajaran aktif. Tetapi dengan pendekatan yang berbeda, yaitu Piaget lebih menekankan perubahan dalam struktur kognitif internal. Sementara Papert lebih menekankan pada penggunaan alat dan pengalaman berbasis penciptaan dalam dunia luar untuk mendukung pembelajaran.

    BalasHapus
  156. Nama: Alfriana Gunarwianti
    Kelas: 5C PGSD
    Npm: 2286206056

    Dapat saya simpulkan bahwa konstruktivisme dan konstruksionisme, baik melalui Piaget maupun Papert, menekankan bahwa pembelajaran yang mendalam terjadi ketika siswa secara aktif terlibat dalam proses konstruksi pengetahuan. Piaget memberi dasar teori tentang bagaimana pengetahuan dibangun dalam pikiran anak. Sedangkan Papert menunjukkan bagaimana teknologi dan penciptaan artefak dapat memperkaya pengalaman belajar. Keduanya menyoroti pentingnya pengalaman langsung, eksplorasi, dan refleksi sebagai kunci keberhasilan dalam pendidikan.

    BalasHapus
  157. Nama: Alfriana Gunarwianti
    Kelas: 5C PGSD
    Npm: 2286206056

    Baik konstruktivisme Piaget maupun konstruksionisme Papert menekankan bahwa pembelajaran adalah proses aktif yang melibatkan individu dalam membangun pengetahuan mereka sendiri. Piaget lebih fokus pada proses internal perkembangan kognitif. Sementara Papert memperkenalkan konstruksi eksternal melalui penciptaan dan eksplorasi, terutama dengan bantuan alat-alat teknologi. Keduanya memberi kontribusi besar pada pemahaman kita tentang bagaimana anak-anak belajar, dengan Piaget memberikan landasan teori dan Papert menambahkan dimensi praktis melalui penggunaan teknologi untuk mendukung pembelajaran kreatif.

    BalasHapus
  158. Nama : Maria Fransiska Muda
    Kelas : 5b
    NPM : 2286206042

    Konstruksivisme dan konstruksionisme adalah dua cara pandang yang mengajarkan bahwa belajar itu bukan hanya mendengarkan atau menerima informasi, tetapi lebih pada proses aktif di mana kita membangun pengetahuan sendiri berdasarkan pengalaman kita. kedua teori ini mengajarkan bahwa pendidikan harus lebih dari sekadar menerima informasi, tetapi harus melibatkan eksplorasi, penciptaan, dan pengalaman langsung agar kita benar-benar memahami dan mengingat apa yang kita pelajari.

    BalasHapus
  159. Nama : Maria Fransiska Muda
    Kelas : 5b
    NPM : 2286206042

    konstruksivisme lebih fokus pada bagaimana cara kita membangun pengetahuan dalam pikiran kita, sedangkan konstruksionisme menganggap bahwa kita belajar lebih baik jika kita bisa membuat atau menciptakan sesuatu yang nyata. Keduanya mengajarkan bahwa belajar adalah proses yang aktif, dan kita belajar lebih banyak ketika kita terlibat langsung dalam kegiatan yang menyenangkan dan bermakna.

    BalasHapus
  160. Nama : Maria Fransiska Muda
    Kelas : 5b
    NPM : 2286206042

    Konstruksivisme adalah cara belajar di mana kita aktif membangun pengetahuan sendiri lewat pengalaman. Pembelajaran yang baik terjadi ketika siswa terlibat langsung, belajar dari pengalaman, dan berbagi dengan orang lain. Siswa juga didorong untuk menemukan sendiri jawaban dan berpikir tentang apa yang sudah dipelajari. Pembelajaran jadi lebih bermakna ketika relevan dengan kehidupan nyata dan berlangsung terus-menerus.

    BalasHapus
  161. Nama : Maria Fransiska Muda
    Kelas : 5b
    Npm : 2286206042

    Konstruksionisme adalah teori pembelajaran yang menekankan pentingnya membuat sesuatu yang nyata untuk belajar. Siswa belajar lebih baik ketika mereka terlibat dalam proyek yang relevan, menggunakan alat dan teknologi, serta bekerja sama dengan teman-teman mereka. Kreativitas dan kebebasan untuk memilih topik atau proyek yang mereka minati juga sangat ditekankan. Pembelajaran ini berfokus pada pengalaman praktis, di mana siswa dapat menghubungkan pengetahuan dengan dunia nyata dan memperdalam pemahaman mereka melalui penciptaan dan eksplorasi.

    BalasHapus
  162. Nama : Maria Fransiska Muda
    Kelas : 5b
    NPm : 2286206042

    Gabungan dari kedua pendekatan ini menghasilkan pembelajaran yang lebih bermakna, di mana siswa tidak hanya mendapatkan pengetahuan, tetapi juga terlibat secara aktif dalam menciptakan dan menerapkan pengetahuan tersebut. Pembelajaran yang berfokus pada siswa, relevan dengan kehidupan mereka, serta memberi kesempatan untuk berpikir kreatif dan memecahkan masalah, akan menghasilkan pengalaman belajar yang lebih mendalam dan menyenangkan.

    BalasHapus
  163. Nama : Astri Putri Handayani
    NPM : 2286206045
    Kelas : 5B
    Dalam pembelajaran kontruktivisme, guru atau pendidik berperan membantu agar proses pengkontruksian pengetahuan oleh siswa berjalan lancar. Pendidik tidak mentransferkan pengetahuannya sendiri. Guru dituntut untuk lebih memahami jalan fikiran atau cara pandang mahasiswa dalam belajar. Guru tidak mengklaim bahwa satu-satunya cara yang tepat adalah yang sama dan sesuai dengan kemampuannya. Meurut prinsip pembelajaran konstruktivisme, seorang pengajar berperan sebagai mediator dan fasilitator yang membantu agar proses belajar siswa berjalan dengan baik. (1) lanjut

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nama : Astri Putri Handayani
      NPM : 2286206045
      Kelas : 5B
      Yaitu : meyediakan pengalaman belajar yang memungkinkan siswa bertanggungjawab, memberi pelajaran atau ceramah bukanlah tugas utama seorang guru. memyediakan atau memberikan kegiatan-kegiatan yang erangsang keingintahuan siswa dan membantu mereka untuk mengekspresikan gagasannya dan mengkomunikasikan ide ilmiah mereka, menyediakan sarana secara prduktif, menyediakan kesempatan dan pengalaman yang paling mendukung proses belajar siswa. (2) lanjut

      Hapus
    2. Nama : Astri Putri Handayani
      NPM : 2286206045
      Kelas : 5B
      Siswa berperan sebagai pembelajar aktif, strategi kontruktivisme sering disebut pengajaran yang berpusat pada siswa (student centered instruction). Saat di ruang kelas yang berpusat pada siswa, guru menjadi pemandu disamping dan bukan orang bijaksana di atas panggung, dengan membantu siswa menemukan pengertian mereka sendiri dan bukan mengajari dan mengendalikan semua kegiatan di ruang kelas. (4) lanjut

      Hapus
    3. Nama : Astri Putri Handayani
      NPM : 2286206045
      Kelas : 5B
      konstruktivisme menekankan bahwa peranan utama dalam kegiatan belajar adalah aktivitas siswa dalam mengkonstruktivisme pengetahuannya sendiri. Segala sesautu seperti bahan, peralatan, lingkungan dan fasilitas lainnya disediakan untuk membantu pembentukan tersebu. Siswa diberi kebebasan untuk megungkapkan pendapat danpemikirannya sendiri tentang sesuatu yang dihadapi. Dengan cara demikian siswa akan terbiasa dan terlatih untuk berfikir kritis, kreatif, dan mampu mempertanggungjawabkan pemikiraanya secara rasional. (5) lanjut

      Hapus
    4. Nama : Astri Putri Handayani
      NPM : 2286206045
      Kelas : 5B
      Penerapan pendekatan konstruktivisme di dalam kelas adalah sebagai berikut:
      a) Kembangkan pemikiran bahwa anak akan belajar lebih bermakna dengan cara bekerja sendiri, menemukan sendiri, dan mengkonstruksikan sendiri pengalaman dan keterampilan barunya.
      b) Laksanakan sejauh mungkin kegiatan inquiri untuk semua topik.
      c) Kembangkan sifat ingin tahu siswa dengan bertanya.
      Ciptakan "Masyarakat Belajar" (belajar dalam kelompok-kelompok) (6) lanjut

      Hapus
    5. Nama : Astri Putri Handayani
      NPM : 2286206045
      Kelas : 5B
      berlandaskan teori belajar sosial, kognitif, dan konstruktif untuk memperoleh hasil belajar berupa keterampilan akademik, inquiry dan sosial. Jadi ciri model ini adalah kerja kelompok yang didasarkan pada penyelidikan dan penemuan melalui struktur tugas, ada ganjaran kelompok, dan penilian yang otentik secara fleksibel, demonstrasi, dan berpusat pada siswa. (7) lanjut
      (7) lanjut

      Hapus
  164. Nama : Astri Putri Handayani
    NPM : 2286206045
    Kelas : 5B
    Aplikasi teori konstruktivisme dalam pembelajaran :
    - Membebaskan siswa daribelenggu kurikulum yang berisi fakta-fakta lepas yang sudah ditetapkan, dan memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengembangkan ide-idenya secara lebih bebas.
    - Menempatkan siswa sebagai kekuatan timbulnya interest, untuk membuat hubungan ide-ide atau gagasan-gagasan, kemudian memformulasikan kembali ide-ide tersebut, serta membuat kesimpulan-kesimpulan.
    - Guru bersama-sama siswa mengkaji pesan-pesan penting bahwa dunia adalah kompleks, dimana terjadi bermacam-macam pandangan tentang kebeneran yang datangnya dari berbagai interpretasi. (8) lanjut

    BalasHapus
  165. Nama : Astri Putri Handayani
    NPM : 2286206045
    Kelas : 5B
    - Guru mengakui bahwa proses belajar serta penilaiannya merupakan suatu usaha yang kompleks, sukar dipahami, tidak teratur, dan tidak mudah dikelola.
    Keikutsertaan siswa dalam proses pembelajaran akan menumbuhkan keinginan untuk belajar secara mandiri. Aktivitas belajar dapat diartikan sebagai pengembangan diri melalui pengalaman bertumpu pada kemampuan diri di bawah bimbingan tenaga pengajar. Aktivitas belaajr merupakan faktor yang sangat menentukan keberhasilan proses belajar mengajar siswa, karena pada prinsipnya belaajr adalah berbuat. 9) lanjut

    BalasHapus
  166. nama: bibiana tuto
    kelas: 5d
    npm: 2286206125

    memahami teori ini sangat penting bagi pendidik. dengan mengetahui bagaimana siswa membangun pengetahuan mereka, guru dapat merancang pengalaman belajar yang lebih efektif. anak-anak pun akan lebih tertarik dalam belajar.

    BalasHapus
  167. nama: bibiana tuto
    kelas: 5d
    npm: 2286206125

    siswa tidak hanya menerima informasi, tetapi juga membangun pengetahuan mereka sendiri sangat relevan dengan pendidikan saat ini. guru dapat menciptakan lingkungan belajar interaktif dan kolaboratif yang menantang. anak-anak bisa mulai berpikir kritis dan memecahkan masalah.

    BalasHapus
  168. nama; bibiana tuto
    kelas: 5d
    npm: 2286206125

    dalam hal ini teori tidak hanya akan menjadi teori melainkan jadi pengalaman yang bermakna bagi siswa. siswa turut serta dalam menyelesaikan masalah dan jalan keluar. membangun pengetahuan dari hasil kolaborasi atau diskusi. siswa akan membangun pemahamannya secara aktif.

    BalasHapus
  169. nama: bibiana tuto
    kelas: 5d
    npm: 2286206125

    dalam dua teori diatas, peran guru sebagai fasilitator sangat diperlukan sebagai pemandu. meskipun siswa membangun pengetahuannya sendiri namun harus ada guru sebagai pemandu siswa mengeksplor pengetahuan mereka. jadi guru sebagai penyampai informasi dan sebagai pemandu.

    BalasHapus
  170. Nama : Astri Putri Handayani
    NPM : 2286206045
    Kelas : 5B
    Pada era sekarang abad ke-21, guru harus mampu memanfaatkan teknologi digital untuk mendesain pembelajaran yang kreatif. Kemampuan para guru harus mendidik pada era pembelajaran digital perlu dipersiapkan dengan memperuat pedagogi siber pada diri guru. (1) lanjut

    BalasHapus
  171. Nama : Astri Putri Handayani
    NPM : 2286206045
    Kelas : 5B
    Guru harus mulai dibiasakan untuk merasakan pembelajaran digital yang terus berkembang. Sebab penggunaan teknologi dalam pembelajaran berguna untuk memfasilitasi pembelajaran yang berkualitas. Buku bisa digantikan dengan teknologi. Konten pembelajaran sudah tersedia di internet. (2) lanjut

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nama : Astri Putri Handayani
      NPM : 2286206045
      Kelas : 5B
      Namun, tetap ada peran guru yang tidak bisa digantikan dengan teknologi. Karakteristik guru dalam abad ke-21 antara lain :
      1. Guru disamping fasilitator, juga harus menjadi motivator dan inspirator
      Guru mampu menstranformasikan diri dalam era pedagogi siber atau era digital, adalah tingginya minat baca(3) lanjut

      Hapus
    2. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

      Hapus
  172. nama : waode nur liana
    kelas : 5a
    npm : 2286206129

    teori konstruktivisme jean piaget, yang menekankan peran aktif siswa dalam membangun pengetahuannya melalui interaksi dengan lingkungan dan proses asimilasi dan akmodasi, menjadi landasan penting dalam pengembangan kurikulum yang berpusat pada siswa dan mendorong pembelajaran aktif, teori papert pendekatan konstruksionismenya yang menekankan pentingnya teknologi dalam memfasilitasi pembelajaran konstuktivis, memperluas wawasan tentang bagaimana siswa dapat membangun pengetahuannya melalui eksplorasi dan manipulasi lingkungan belajar yang berbasis teknologi.

    BalasHapus
  173. nama : waode nur liana
    kelas : 5a
    npm : 2286206129

    konsep " microworlds" yang diperkenalkan Papert, yaitu lingkungan simulasi yang memungkinkan siswa untuk bereksperimen dan membangun model-model konseptual, sangat relevan dalam pembelajaran sain dan matemarika, karena memungkinkan siswa untuk belajar melalui eksplorasi dan penemuan.

    BalasHapus
  174. nama : waode nur liana
    kelas : 5a
    npm : 22862006129

    perbedaan antara konstruktivisme dan kontruksionisme, meskipun keduanya menekankan peran aktif siswa dalam membangun pengetahuannya, terletak pada penekanannya, kontruktivisme lebih pada proses internal kognitif siswa, sementara konstruksionisme lebih menekankan peran lingkungan sosial dan teknologi.

    BalasHapus
  175. nama : waode nur liana
    kelas : 5a
    npm : 22862006129

    penerapan prinsip-prinsip konstruktivisme dan kontruksionisme dalam pembelajaran menuntut guru untuk berperan sebagai fasilitator, bukan sebagai penyampai informasi secara pasif, sehingga siswa dapat aktif terlibat dalam proses pembelajaran dan membangun pengetahuannya sendiri.

    BalasHapus
  176. nama : waode nur liana
    kelas : 5a
    npm : 22862006129

    evaluasi pembelajaran dalam pendekatan konstruktivisme dan konstruksionisme tidak hanya berfokus pada hasil belajar siswa, tetapi juga pada proses pembelajaran, kemampuan berfikir kritis, kreativitas, dan kemampuan kolaborasi mereka.

    BalasHapus
  177. nama : waode nur liana
    kelas : 5a
    npm : 22862006129

    meskipun teori Piaget dan Papert memiliki fokus yang berbeda keduanya menekankan pentingnya pembelajaran yang bermakna, di mana siswa aktif terlibat dalam proses membangun pengetahuannya dan menghubungkannya dengan pengalaman dan pengetahuan sebelumnya.

    BalasHapus
  178. nama : waode nur liana
    kelas : 5a
    npm : 22862006129

    dengan menggabungkan teori konstruktivisme dan konstruksionisme dapat menciptakan lingkungan pembelajaran yang inovatif, interaktif, dan berpusat pada siswa, yang mendorong perkembangan kognitif, sosial, dan emosional siswa secara holistik.

    BalasHapus
  179. nama : waode nur liana
    kelas : 5a
    npm : 22862006129

    implikasi penting dari teori-teori ini adalah perlunya menciptakan lingkungan belajar yang kaya akan stimulasi, di mana siswa dapat bereskplorasi, berinteraksi, dan membangun pengetahuan mereka sendiri melalui berbagai aktivitas yang sesuai dengan tahap perkembangan kognitif mereka.

    BalasHapus
  180. nama : waode nur liana
    kelas : 5a
    npm : 22862006129

    penerapan teori konstruktivisme dan konstruksionisme di sd memerlukan pelatihan dan pengembangan profesional bagi guru untuk membekali mereka dengan keterampilan dan pegetahuan yang dibutuhkan dalam merancang dan melaksanakan pembelajaran yang berpusat pada siswa.

    BalasHapus
  181. nama : waode nur liana
    kelas : 5a
    npm : 22862006129

    pentingnya memperhatikan perbedaan individu siswa dalam proses pembelajaran, karena setiap siswa memiliki gaya belajar, dan tingkat pemahaman yang berbeda, sesuai dengan prinsip-prinsip konstruktivisme.

    BalasHapus
  182. nama : waode nur liana
    kelas : 5a
    npm : 22862006129

    dengan memahami dan menerapkan prinsip-prinsip konstruktivisme, dapat menciptakan lingkungan belajar yang efektif dan menyenangkan, di mana siswa dapat membangun pengetahuan mereka sendiri, mengembangkan kemampuan berfikir kritis, dan menjadi pembelajar sepanjang hayat.

    BalasHapus
  183. Nama : Riska Kristianti
    Kelas : 5A
    Npm : 2286206009

    Constructivism adalah pembelajaran yang menekan pada teori dimana peserta didik harus aktif dalam proses pembelajaran untuk dapat memahami isi dari pembelajaran yang di sampaikan oleh guru.

    BalasHapus
  184. Nama : Riska Kristianti
    Kelas : 5A
    Npm : 2286206009

    Dalam constructivism juga perserta didik diajak untuk dapat berkerja sama dengan anggota kelompok.

    BalasHapus
  185. Nama : Riska Kristianti
    Kelas : 5A
    Npm : 2286206009

    Dalam pembelajaran ini kemampuan berpikir kritis siswa ditingkatkan agar dapat mendorong siswa untuk menganalisis suatu permasalah dan mendapatkan jawaban.

    BalasHapus
  186. Nama : Riska Kristianti
    Kelas : 5A
    Npm : 2286206009

    Menumbuhkan kemandirian dalam diri siswa, dimana mereka diajarkan untuk bertanggung jawab atas pembelajaran mereka sendiri

    BalasHapus
  187. Nama : Riska Kristianti
    Kelas : 5A
    Npm : 2286206009

    Constructivism dimana peserta didik membangun pengetahuan dan pemahaman melalui interaksi dengan lingkungan sekitar.

    BalasHapus
Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak