Sejarah Singkat Kurikulum di Indonesia


kurikulum di Indonesia dari tahun 1945 hingga 2024 mencerminkan dinamika sosial, politik, dan budaya bangsa yang terus berkembang. Perubahan-perubahan ini menyesuaikan dengan kebutuhan pendidikan nasional yang berlandaskan pada falsafah Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. 

1. Kurikulum 1947: Rencana Pelajaran 1947

Setelah Indonesia merdeka pada tahun 1945, kebutuhan akan sistem pendidikan nasional sangat mendesak. Kurikulum pertama yang muncul adalah Rencana Pelajaran 1947 yang sering disebut sebagai Kurikulum 1947. Kurikulum ini berorientasi pada pendidikan yang nasionalis dan berlandaskan pada semangat kemerdekaan. Dalam implementasinya, kurikulum ini masih sederhana karena lebih menitikberatkan pada aspek pengetahuan dasar, seperti membaca, menulis, dan berhitung. Kurikulum ini belum memiliki struktur yang ketat, dan isi pelajaran masih dipengaruhi oleh pendidikan kolonial Belanda.


2. Kurikulum 1952: Rencana Pelajaran Terurai

Pada tahun 1952, kurikulum mengalami revisi yang lebih sistematis dengan munculnya Rencana Pelajaran Terurai. Kurikulum ini disusun lebih rinci dan memiliki tujuan yang lebih jelas. Salah satu inovasinya adalah penggunaan metode yang memusatkan perhatian pada setiap mata pelajaran. Kurikulum ini menekankan bahwa isi pendidikan harus relevan dengan kehidupan nyata siswa dan nilai-nilai kemasyarakatan Indonesia. Untuk pertama kalinya, guru diberikan kebebasan lebih besar dalam merencanakan pembelajaran sesuai dengan kondisi lokal dan kebutuhan siswa.


3. Kurikulum 1964: Rencana Pendidikan 1964

Kurikulum ini diperkenalkan oleh pemerintah Orde Lama dengan tujuan mempersiapkan generasi muda untuk menjadi tenaga produktif yang dapat memajukan pembangunan bangsa. Rencana Pendidikan 1964 menekankan pada program pendidikan yang berorientasi pada pengembangan kecerdasan, keterampilan, dan moral siswa secara seimbang. Ada lima bidang yang diutamakan: moral, kecerdasan, emosional/artistik, keterampilan, dan jasmani.


4. Kurikulum 1968: Kurikulum Orde Baru

Setelah peralihan kekuasaan ke pemerintahan Orde Baru, terjadi perubahan signifikan pada kurikulum. Kurikulum 1968 dibentuk dengan dasar Pancasila sebagai pedoman dan berorientasi pada penguatan loyalitas kepada negara. Pendidikan diarahkan untuk membentuk manusia yang beriman dan bertakwa, berilmu pengetahuan, serta berkepribadian baik. Kurikulum ini menekankan pendidikan yang bersifat humanistik dan menekankan pada pembangunan moral dan akhlak bangsa.


5. Kurikulum 1975

Pada era ini, reformasi besar dalam bidang pendidikan dilakukan dengan lahirnya Kurikulum 1975, yang menitikberatkan pada efisiensi dan efektivitas dalam pembelajaran. Proses belajar mengajar diatur secara rinci melalui Prosedur Pengembangan Sistem Instruksional (PPSI), yang dikenal sebagai metode pembelajaran dengan tahapan yang jelas, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi. Fokus utama kurikulum ini adalah pencapaian tujuan instruksional yang jelas dan terukur, sehingga setiap guru harus merancang rencana pelajaran yang lebih sistematis.


6. Kurikulum 1984: Kurikulum Cara Belajar Siswa Aktif (CBSA)

Kurikulum 1984 diperkenalkan dengan fokus pada partisipasi aktif siswa dalam pembelajaran, atau yang dikenal dengan istilah Cara Belajar Siswa Aktif (CBSA). Kurikulum ini mengedepankan pendekatan proses, di mana siswa lebih aktif dalam belajar dan guru berperan sebagai fasilitator. Hal ini bertujuan untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan mandiri siswa.


7. Kurikulum 1994

Perubahan kembali terjadi pada Kurikulum 1994. Kurikulum ini lahir sebagai respons atas kritik terhadap Kurikulum 1984 yang dinilai terlalu menekankan pada proses dan kurang pada hasil belajar. Oleh karena itu, Kurikulum 1994 mencoba menyeimbangkan antara proses dan hasil pendidikan. Namun, dalam praktiknya, kurikulum ini juga mendapatkan kritik karena dinilai terlalu padat dan memberatkan siswa. Sistem belajar berganti dari semesteran menjadi caturwulan, yang membuat beban materi lebih banyak dalam waktu yang relatif singkat.


8. Kurikulum 2004: Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK)

Di era reformasi, muncul Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) pada tahun 2004. Fokus kurikulum ini adalah pengembangan kompetensi siswa dalam berbagai aspek: kognitif, afektif, dan psikomotorik. KBK menekankan pada pencapaian standar kompetensi yang jelas di setiap mata pelajaran. Guru diberi kebebasan dalam menyusun materi dan metode pengajaran, selama sesuai dengan standar kompetensi yang telah ditetapkan.


9. Kurikulum 2006: Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP)

Pada tahun 2006, pemerintah memperkenalkan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP), yang memberikan otonomi lebih kepada sekolah untuk mengembangkan kurikulum berdasarkan potensi daerah dan kebutuhan siswa. KTSP memberikan kebebasan bagi sekolah dan guru dalam menyusun silabus dan rencana pelajaran, namun tetap berpedoman pada Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar yang ditetapkan oleh pemerintah pusat.


10. Kurikulum 2013

Kurikulum 2013 diimplementasikan untuk memperbaiki kelemahan-kelemahan KTSP. Kurikulum ini bertujuan untuk menghasilkan siswa yang tidak hanya memiliki pengetahuan, tetapi juga memiliki keterampilan dan sikap yang baik. Kurikulum 2013 menekankan pada pendekatan tematik integratif, terutama di sekolah dasar, di mana berbagai mata pelajaran diintegrasikan dalam tema-tema pembelajaran. Penilaian juga lebih menitikberatkan pada aspek proses, bukan hanya hasil akhir. Guru berperan sebagai fasilitator, dan siswa diharapkan lebih aktif serta mandiri dalam proses belajar.


11. Kurikulum Merdeka (2021–2024)

Pada tahun 2021, pemerintah mulai memperkenalkan Kurikulum Merdeka sebagai tanggapan atas tantangan pendidikan yang dihadapi akibat pandemi COVID-19. Kurikulum ini mengedepankan fleksibilitas bagi sekolah untuk mengadaptasi materi pembelajaran sesuai dengan kondisi dan kebutuhan peserta didik. Fokus utama Kurikulum Merdeka adalah pemulihan pembelajaran dan penguatan karakter siswa. Kurikulum ini juga memberikan ruang yang lebih luas bagi guru untuk mengembangkan inovasi pembelajaran. Penggunaan teknologi dalam pendidikan semakin ditekankan, terutama dalam mendukung proses belajar dari jarak jauh. Di tahun 2024, Kurikulum Merdeka masih terus mengalami penyempurnaan dengan fokus pada penerapan pendidikan yang relevan dengan perkembangan zaman, teknologi, dan kebutuhan siswa.

Sejarah kurikulum di Indonesia dari tahun 1945 hingga 2024 menunjukkan bahwa setiap kurikulum yang diterapkan mencerminkan kondisi dan kebutuhan bangsa di masanya. Setiap perubahan selalu bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan menyiapkan generasi muda yang mampu menghadapi tantangan zaman. 

Terus bagaimana dalam pelajaran matematika? Perubahan pelajaran matematika di Indonesia dari 1945 hingga 2024:

1. Masa 1945-1964: Pengaruh Sistem Pendidikan Kolonial dan Pasca Kemerdekaan

Pada awal kemerdekaan, pelajaran matematika di Indonesia masih dipengaruhi oleh sistem pendidikan kolonial Belanda. Materi yang diajarkan lebih bersifat dasar, seperti aritmetika sederhana, geometri, dan aljabar dasar, dengan metode yang sangat terpusat pada hafalan dan pengetahuan faktual. Tujuan pendidikan saat itu lebih pada membangun keterampilan dasar seperti membaca, menulis, dan berhitung (calistung).


Kurikulum 1947 dan 1952, yang muncul pada masa ini, menekankan pada pembelajaran matematika yang terstruktur dan mendasar. Guru berperan sebagai pusat pembelajaran, sementara siswa lebih banyak menerima informasi secara pasif. Matematika dipelajari sebagai disiplin yang harus dihafalkan rumus dan prosedurnya, dengan sedikit ruang untuk pengembangan keterampilan berpikir kritis dan problem-solving.


2. Masa 1964-1975: Pendekatan Matematika Terstruktur dan Mulai Berorientasi Praktis

Pada masa Kurikulum 1964 dan 1968, terjadi perubahan arah pembelajaran matematika yang lebih menekankan pada pengembangan keterampilan berpikir logis dan numerik yang relevan dengan kebutuhan kehidupan sehari-hari. Matematika mulai dianggap sebagai alat untuk memecahkan masalah praktis, meskipun pendekatannya masih sangat prosedural dan guru tetap mendominasi proses pembelajaran.


Materi yang diajarkan meliputi aritmetika lanjutan, aljabar dasar, geometri, dan mulai memperkenalkan konsep statistik sederhana. Tujuan utamanya adalah membentuk siswa yang mampu menerapkan matematika dalam konteks kehidupan, seperti perdagangan dan pengelolaan keuangan pribadi.


3. Masa 1975-1984: Kurikulum 1975 dan Pendekatan Sistematis

Pada era Kurikulum 1975, matematika diajarkan dengan lebih sistematis melalui Prosedur Pengembangan Sistem Instruksional (PPSI). Pendekatan ini menuntut perencanaan yang rinci dari guru dalam menyusun materi dan rencana pembelajaran. Proses belajar-mengajar lebih berorientasi pada pencapaian tujuan pembelajaran yang telah ditentukan.


Pembelajaran matematika di periode ini difokuskan pada penguasaan konsep-konsep matematika secara logis dan sistematis. Materi yang diajarkan mencakup aljabar, geometri, trigonometri, dan pengantar kalkulus di tingkat sekolah menengah. Siswa diharapkan menguasai keterampilan pemecahan masalah yang lebih rumit, meskipun pendekatan yang digunakan masih sangat instruksional dan berfokus pada hasil akhir (output) ketimbang proses berpikir siswa.


4. Masa 1984-1994: Cara Belajar Siswa Aktif (CBSA)

Kurikulum 1984 memperkenalkan Cara Belajar Siswa Aktif (CBSA) dalam pengajaran matematika. Pendekatan ini berfokus pada keterlibatan aktif siswa dalam proses belajar, di mana guru lebih banyak berperan sebagai fasilitator. CBSA mendorong siswa untuk menemukan solusi masalah matematika melalui eksplorasi dan diskusi.


Pembelajaran matematika di era ini mencakup pengembangan keterampilan problem-solving dan pemahaman konsep. Siswa diajak untuk berpikir kritis dan kreatif dalam memecahkan soal-soal matematika, meskipun penerapan CBSA sering kali mengalami kesulitan di lapangan karena tidak semua guru dan sekolah siap dengan metode baru ini.


5. Masa 1994-2004: Kurikulum 1994 dan Tantangan Pembelajaran Matematika

Kurikulum 1994 mencoba menyeimbangkan antara pendekatan CBSA dan kebutuhan untuk mencapai hasil belajar yang lebih terukur. Pada era ini, matematika masih diajarkan dengan fokus pada pengetahuan prosedural, tetapi juga ada upaya untuk meningkatkan keterampilan analitis siswa.


Materi matematika semakin kompleks dengan adanya perluasan konsep seperti fungsi, kalkulus dasar, dan pengenalan logika matematika di tingkat menengah. Namun, pendekatan pembelajaran yang terlalu padat menyebabkan siswa merasa terbebani dengan beban materi, sementara proses pemahaman mendalam terhadap konsep masih kurang.


6. Masa 2004-2013: Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) dan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP)

Pada masa ini, matematika mulai lebih difokuskan pada pengembangan kompetensi siswa. KBK dan KTSP menekankan pada pencapaian standar kompetensi yang harus dimiliki siswa setelah menyelesaikan setiap mata pelajaran. Hal ini termasuk kompetensi kognitif, afektif, dan psikomotorik.


Dalam pembelajaran matematika, siswa tidak hanya diharapkan memahami konsep, tetapi juga mampu mengaplikasikannya dalam berbagai situasi. Pendekatan kontekstual mulai diperkenalkan, di mana siswa diajak untuk menyelesaikan masalah-masalah nyata melalui penggunaan matematika. Guru juga diberikan otonomi lebih besar dalam merancang pembelajaran, menyesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan siswa di daerah masing-masing.


7. Masa 2013-2021: Kurikulum 2013

Kurikulum 2013 membawa perubahan signifikan dalam pengajaran matematika. Fokus utama kurikulum ini adalah pendekatan tematik integratif, terutama di jenjang pendidikan dasar, di mana matematika diajarkan secara terintegrasi dengan pelajaran lain. Hal ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang lebih menyeluruh kepada siswa tentang bagaimana matematika digunakan dalam kehidupan sehari-hari.


Pembelajaran matematika di tingkat menengah dan atas tetap berbasis pada konsep-konsep inti seperti aljabar, geometri, dan statistik, tetapi pendekatannya lebih berpusat pada siswa. Siswa didorong untuk lebih mandiri dalam belajar, mengerjakan proyek atau tugas yang menuntut kolaborasi, serta berpikir kritis dalam menyelesaikan masalah. Penilaian autentik menjadi bagian penting, di mana tidak hanya hasil yang dinilai, tetapi juga proses pembelajaran siswa.


8. Masa 2021-2024: Kurikulum Merdeka

Kurikulum Merdeka, yang mulai diterapkan pada tahun 2021, memberikan lebih banyak fleksibilitas bagi sekolah dan guru dalam menyusun pembelajaran, termasuk pembelajaran matematika. Di era ini, fokus pembelajaran matematika adalah pada pemulihan pembelajaran akibat pandemi, serta pengembangan keterampilan berpikir kritis, logis, dan kreatif.


Siswa diajak untuk belajar matematika dengan cara yang lebih personal dan sesuai dengan minat serta kecepatan mereka. Proyek-proyek berbasis masalah dan pembelajaran kontekstual semakin ditekankan, di mana siswa menggunakan matematika untuk menyelesaikan masalah-masalah nyata di lingkungan mereka. Selain itu, penggunaan teknologi dalam pembelajaran matematika semakin meningkat, terutama melalui aplikasi dan alat digital yang mendukung pemahaman konsep abstrak seperti geometri atau statistik.


Perubahan pelajaran matematika di Indonesia dari 1945 hingga 2024 mencerminkan pergeseran dari pendekatan yang sangat terpusat pada guru dan hafalan, menuju pendekatan yang lebih fleksibel, berpusat pada siswa, dan menekankan pada pemecahan masalah serta aplikasi praktis matematika dalam kehidupan sehari-hari. Dari sekadar pengajaran prosedural, pembelajaran matematika kini berkembang menjadi lebih interaktif, kontekstual, dan adaptif terhadap teknologi serta kebutuhan siswa masa kini.



133 Komentar

  1. Nama: Rahma Yunita
    Kelas: 5B
    Npm: 2286206031

    Materi sejarah dalam kurikulum di Indonesia ini memiliki peran yang sangat penting, karena membantu siswa memahami perjalanan bangsa, baik dari sisi politik, sosial, budaya, maupun ekonomi. Sejarah mengajarkan nilai-nilai kebangsaan, identitas nasional, serta pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan dalam keragaman Indonesia.

    BalasHapus
  2. Nama: Rahma Yunita
    Kelas: 5B
    Npm: 2286206031

    Namun, ada beberapa tantangan dalam penyampaian materi sejarah di Indonesia adalah pemilihan fokus dan relevansi materi yang kadang dinilai terlalu padat dan terkesan monoton. Materi sejarah sering kali berfokus pada aspek peristiwa besar dan tokoh-tokoh tertentu, sementara perkembangan sejarah lokal dan perspektif yang lebih beragam bisa kurang mendapat perhatian.

    BalasHapus
  3. Nama: Rahma Yunita
    Kelas: 5B
    Npm: 2286206031

    Penting bagi kurikulum sejarah untuk mencakup berbagai aspek sejarah Indonesia, tidak hanya fokus pada peristiwa besar atau tokoh terkenal, tetapi juga sejarah lokal dan pengaruh global. Hal ini akan memberikan pemahaman yang lebih lengkap tentang bagaimana Indonesia terbentuk dan peranannya di dunia.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nama : Widya Nanda
      Kelas : 5A PGSD
      NPM : 2286206066


      Benar sekali, bahwa sejarah lokal juga memegang peranan penting dalam pendidikan sejarah, mengingat keragaman budaya, tradisi dan latar belakang masyarakat yang tinggal di berbagai daerah. Setiap provinsi di Indonesia mempunyai sejarah dan kontribusi tersendiri dalam terbentuknya negara ini. Mempelajari sejarah lokal dapat membantu siswa memahami keberagaman Indonesia dan mengapresiasi keunikan budaya masing-masing daerah.

      Hapus
  4. Nama : Peronika Santi Ayu A
    Kelas : 5 D

    Menurut saya dari 1947-1964 ini masa di mana baru baru pengenalan kurikulum dan perkembangan kurikulum di Indonesia. 1968 ini kurikulum yang menanam kan nilai moral dan akhlak bangsa. Sedangkan 1976-2004 ini sdh memasuki perkembangan yang cukup bagus dari kognitif,fektif, dan pisikomotorik siswa. Untuk 2013 sendiri itu untuk memperbaiki kekurangan dari 2006,sedangkan 2021- 2024 kenapa kurikulum ini malah anjlok kebawah, dari moral siswa attitude siswa tidak mencerminkan kurikulum, siswa malah banyak sekarang yg tidak dapat membaca dan banyak generasi muda yang tidak bisa apa apa mengapa kurikulum ini bukan mengubah siswa agar lebih baik dari kurikulum yang sebelum seblumnya.

    BalasHapus
  5. Nama : Maria Elisa Ugha Wua Bhoko
    Npm : 2286206024
    Kelas : V A

    Inilah Negara kita, seperti yang kita ketahui bahwasanya dari perubahan-perubahan kurikulum yang terjadi, banyak menuai keluhan, banyak menuai komentar dari berbagai kalangan masyarakat. Namun di samping itu, kita tidak menyadari bahwasanya menteri pendidikan juga sedang berusaha untuk menyesuaikan kurikulum dengan kondisi dan kebutuhan bangsa di masa nya.

    Tidak memungkiri kenyataan juga bahwa tenaga pendidik maupun yang di didik (siswa) mengalami kesulitan untuk menyesuaikan diri, menyesuaikan kemampuan kognitif, psikomotorik & afektif masing-masing pribadi dengan kurikulum, dengan konsep pembelajaran yang dilaksanakan.

    BalasHapus
  6. Nama : Maria Elisa Ugha Wua Bhoko
    Npm : 2286206024
    Kelas : V A

    Seperti yang saya katakan di atas, semua kalangan yang merupakan bagian daripada dunia pendidikan, baik itu Dinas Pendidikan, Guru & bahkan siswa sendiri pasti mengalami kesulitan nya masing-masing dalam mengikuti konsep kurikulum yang berlaku. Mereka perlu menyesuaikan diri, menyesuaikan kemampuan, meningkatkan kemampuan agar sekiranya dapat memenuhi/meningkatkan kemampuan mereka dalam mengikuti pembelajaran/kegiatan yang berlangsung.

    BalasHapus
  7. Nama : Maria Elisa Ugha Wua Bhoko
    Npm : 2286206024
    Kelas : V A

    Dalam penerapannya masing-masing, kurikulum tentunya juga memiliki kekurangan dan kelebihannya masing-masing. Salah satu contoh kelebihan dari penerapan kurikulum merdeka ialah bagaimana siswa yang masih duduk di bangku SMA sudah bisa mempelajari materi materi dengan lebih luas jangkauannya serta juga melatih bagaimana soft skill dan hard skill yang memang juga merupakan salah satu kepentingan dalam pembelajaran matematika. Sekolah juga menjadi salah satu faktor pendukung untuk menjamin berjalannya setiap kurikulum yang berlaku.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nama : Winda Tuti Dayanti
      NPM : 2286206057
      Kelas : 5C PGSD

      Saya setuju dengan anda, bahwa sekolah menjadi salah satu faktor pendukung untuk menjamin berjalannya setiap kurikulum yang berlaku.Di mana setiap sekolah harus ada pelatihan sebelum kurikulum diterapkan di sekolah tersebut.Sehingga para guru memiliki pemahaman akan kurikulum tersebut dan dapat menerapkannya dengan baik dan membuat kurikulum ini sangat efektif.Dan perlu diperhatikan untuk sekolah yang berada di daerah terpencil dengan kelengkapan sumber daya dan apa mahaman guru akan pergantian kurikulum tersebut.

      Hapus
  8. Nama: Nur Annisha Puspita Sari
    NPM: 2286206095
    Kelas: 5D

    Setelah saya baca mengenai sejarah singkat kurikulum tersebut ada beberapa kesamaan karena berlandaskan pada falsafah Pancasila dan UUD 1945, terutama pada titik nasionalismenya. Kemudian terjadi perkembangan terhadap aspek pengetahuan, yang awalnya berupa pengetahuan dasar seperti membaca, menulis dan berhitung hingga tak hanya dari sisi kognitif aja, tapi juga psikomotorik dan juga afektif. Setiap kurikulum tentunya mempunyai kekurangan dan kelebihan masing-masing dan pergantiannya diharapkan untuk menutupi kekurangan dari kurikulum sebelumnya serta menyesuaikan dengan perkembangan zaman juga situasinya. Namun, menurut saya alangkah baiknya jika ada poin-poin tertentu yang tidak dapat diganggu gugat sehingga pendidikan menjadi lebih stabil dan guru pun tidak merasa kelimpungan karena harus mengkaji kurikulum baru.

    BalasHapus
  9. Nama: Oktavia Pega Wete
    Kelas: 5B
    Npm: 2286206019
    Sebagai mahasiswa, saya melihat sejarah kurikulum Indonesia dipenuhi dengan perubahan yang terlalu sering. Hal ini menimbulkan kebingungan, baik di kalangan guru maupun siswa, dan membuat evaluasi keberhasilan suatu kurikulum menjadi sulit.kurikulum di Indonesia juga menunjukkan bahwa perubahan sering kali tidak didukung oleh kesiapan di lapangan. Banyak sekolah di daerah terpencil yang belum mampu mengadopsi perubahan kurikulum karena keterbatasan sumber daya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nama : Winda Tuti Dayanti
      NPM : 2286206057
      Kelas : 5C PGSD

      Saya setuju dengan pendapat anda, bahwa dengan banyaknya pergantian kurikulum seringkali menimbulkan kebingungan.Pergantian kurikulum adalah proses yang dinamis dan berkelanjutan.Tujuannya adalah untuk meningkatkan mutu pendidikan dan menghasilkan lulusan yang kompeten dan relevan dengan kebutuhan zaman.Meskipun pergantian kurikulum terkadang menimbulkan tantangan, penting bagi semua pihak untuk beradaptasi dan berkolaborasi demi tercapainya tujuan pendidikan yang lebih baik.

      Hapus
  10. Nama : Teovani Mela
    Kelas : 5C PGSD
    NPM : 2286206065

    Menurut saya perkembangan kurikulum dari tahun 1947 sampai saat ini, menurut saya juga tentang cepatnya perubahan pada zaman. Pada saat lalu kurikulum lebih ke pembentukan karakter dan pengetahuan dasar yang ditingkatkan, pada saat ini lebih ke belajar banyak banyak hal yang lebih kompleks dan spesifik. Saya berpendapat juga, ini menarik karena dapat mempersiapkan pelajar untuk menghadapi masalah-masalah di masa yang akan datang. Akan tetapi, saya menurut saya kadang-kadang banyak materi yang harus kita pelajari. Contohnya banyaknya pergantian kurikulum setiap gantinya presiden di Indonesia.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nama : Winda Tuti Dayanti
      NPM : 2286206057
      Kelas : 5C PGSD

      Saya setuju dengan pendapat anda, pergantian kurikulum sebaiknya disikapi dengan bijak dan positif karena tujuan untuk meningkatkan mutu pendidikan dan menghasilkan lulusan yang kompeten dan relevan dengan kebutuhan zaman di mana perkembangan teknologi yang semakin pesat ini.Yang paling penting menurut saya, sebelum pergantian kurikulum harus dilakukan pelatihan untuk guru supaya pemahaman guru tentang kurikulum yang baru akan lebih baik dan guru bisa menerapkan kurikulum tersebut dengan efektif dan baik.Pelatihan dan pendampingan yang memadai bagi guru itu sangat penting untuk memastikan keberhasilan implementasi kurikulum.Dan juga menurut saya, kurikulum yang terlalu banyak administrasinya untuk guru siapkan itu terlalu membebani guru karena mereka nantinya akan lebih terfokus pada administrasi dibanding bagaimana cara mengajar yang baik dan efektif.

      Hapus
  11. Nama: Uswatun khasanah
    Kelas: 5A
    Npm: 2286206010
    Menurut saya Rencana pelajaran 1947 ini hanyalah mempelajari tentang ilmu dasar membaca menulis menghitung hal ini karena negara kita masih di jajah oleh belanda

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nama: Uswatun khasanah
      Kelas:5A
      Npm:2286206010


      Oleh sebab itu kurikulum selalu mengikuti perkembangan zaman, karena jika stuk pada kurikulum yang lalu maka pembelajaran kita hanya monoton saja

      Hapus
  12. Nama: Uswatun khasanah
    Kelas:5A
    Npm:2286206010
    Menurut saya semua kurikulum ini pasti ada pencapaiannya tersendiri namun sesuai dengan perkembangan zaman dimana kurikulum tersebut dicetuskan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nama : Widya Nanda
      Kelas : 5A

      Setiap kurikulum tentunya mempunyai ciri dan manfaatnya masing-masing, yang seringkali disesuaikan dengan kebutuhan dan tantangan pada periode dimana kurikulum tersebut dikembangkan. Kurikulum yang dikembangkan belakangan ini mungkin terlalu menekankan pada keterampilan dasar dan keterampilan proses yang relevan dengan kebutuhan sosial dan ekonomi pada saat itu. Namun seiring berjalannya waktu, terutama di dunia yang mengglobal dan berteknologi maju, kurikulum harus beradaptasi dengan perubahan tersebut.

      Hapus
  13. Nama: uswatun khasanah
    Kelas:5A
    Npm:2286206010
    Namun perubahan kurikulum juga banyak mempersulit tenaga pendidik terlebih pada tenaga pendidik yang telah lanjut usia

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nama: Uswatun khasanah
      Kelas:5A
      Npm:2286206010
      Terutama pada masa kurikulum merdeka, pada kurikulum merdeka ini banyak sekali perubahan, banyak tenaga pendidik yang telah lanjut usia kesulitan dalam menetapkan kurikulum merdeka, malahan banyak dari mereka tidak menerapkan pengajaran pada kurikulum merdeka

      Hapus
    2. Nama: Uswatun khasanah
      Kelas:5A
      Npm:2286206010
      Tentu hal tersebut akan berdampak pada kurikulum tersebut, alhasil tujuan dari kurikulum tersebut tidak tercapai secara maksimal

      Hapus
  14. Nama: uswatun khasanah
    Kelas:5A
    Npm:2286206010
    Menurut saya pelaksanaan kurikulum 2013 kurang efektif karena buku yang tebal dan pertema dan persub banyak materi yang harus habis di semester tersebut akhirnya tidak terselesaikan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nama : Maria Clarita Helmon
      Kelas : V A
      Npm : 2286206005

      Saya setuju dengan anda terkait kurikulum 2013 yang kurang efektif.
      Kurikulum 2013 menggunakan pembelajaran tematik terpadu dengan menggabungkan beberapa pelajaran di dalamnya yang di terapkan di sekolah dasar.
      Menurut saya ini membuat siswa jadi kebingungan dalam mengenali materi pelajaran apa saja yang sedang di pelajari. Dan ilmu yang di peroleh menjadisangat terbatas.

      Hapus
  15. Nama: uswatun khasanah
    Kelas:5A
    Npm:2286206010
    Kurikulum terus berganti juga pastinya karena adanya kekurangan kekurangan pada kurikulum sebelumnya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nama : Widya Nanda
      Kelas : 5A PGSD
      NPM : 2286206066



      Benar sekali, kurikulum terus dikembangkan dan diperbarui untuk mengatasi kekurangan dari kurikulum sebelumnya. Pendidikan yang diselenggarakan melalui proses ini bertujuan untuk mengimbangi perkembangan zaman, kebutuhan masyarakat dan tantangan baru yang dihadapi dunia pendidikan. Dampak tersebut berkaitan dengan penggunaan metode pengajaran, materi, atau metode penilaian yang dirancang untuk menciptakan keterampilan siswa.

      Hapus
  16. Nama : Winda Tuti Dayanti
    NPM : 2286206057
    Kelas : 5C PGSD

    Menurut saya, mengetahui kurikulum yang berlaku di Indonesia sangat penting bagi berbagai pihak terutama yang terlibat dalam dunia pendidikan. Pemahaman yang baik tentang kurikulum sangat penting untuk memastikan bahwa proses pendidikan berjalan efektif dan efisien serta menghasilkan lulusan yang kompeten dan siap menghadapi tantangan di masa depan.Adanya perubahan kurikulum dari tahun ke tahun menurut saya, itu menyesuaikan dengan kebutuhan setiap zaman di mana perkembangan teknologi sangat pesat. Saat ini Indonesia sudah mengganti kurikulum sebanyak 11 kali dan yang terakhir adalah kurikulum merdeka.

    BalasHapus
  17. Nama : Winda Tuti Dayanti
    NPM : 2286206057
    Kelas : 5C PGSD

    Menurut saya, kurikulum KTSP bagus karena sesuai dengan karakteristik bangsa Indonesia.Dimana KTSP memberikan keleluasaan kepada sekolah untuk mengembangkan kurikulum yang relevan dengan kebutuhan dan potensi daerah serta karakteristik Siswa, mendorong guru untuk lebih kreatif dalam merancang pembelajaran dan masih banyak lagi kelebihan dari KTSP ini ,Bahkan beberapa dosen atau guru saya pernah bilang kalau kurikulum KTSP bagus untuk diterapkan.Namun, KTSP ini terdapat kekurangan kekurangan yang harus diganti dengan kurikulum baru karena menyesuaikan dengan perkembangan zaman dan teknologi yang semakin pesat ini.Inilah alasan dilakukannya perubahan kurikulum dari tahun ke tahun dengan menyesuaikan perkembangan zaman dan teknologi serta kebutuhan pendidikan yang ada di Indonesia.

    BalasHapus
  18. Nama : Winda Tuti Dayanti
    NPM : 2286206057
    Kelas : 5C PGSD

    Untuk kurikulum 2013 menurut saya, kurang efektif untuk diterapkan di pendidikan Indonesia karena para guru dituntut untuk mengajar per tema dengan mata pelajaran yang dicampur jadi banyak guru yang bingung.Saya pernah mewawancarai salah satu guru yang ada di sekolah Samarinda yang ternyata mereka belum siap untuk kurikulum 2013 kemarin tetapi harus dituntut melakukan pelatihan kurikulum 2013 sambil mengajar mungkin menurut saya, itu terlalu membebankan kepada guru karena seharusnya diajarkan terlebih dahulu dilakukan pelatihan dengan betul-betul supaya guru memahami kurikulum tersebut, baru menerapkannya.Tidak semua guru siap dalam mengimplementasikan kurikulum 2013, terutama dalam hal pemahaman konsep penyusunan RPP dan penggunaan metode pembelajaran yang inovatif pengertian yang kurang merata dan berkelanjutan menjadi salah satu kendala terutama dalam hal administrasi dan penilaian.

    BalasHapus
  19. Nama : Winda Tuti Dayanti
    NPM : 2286206057
    Kelas : 5C PGSD

    Kurikulum 2013 memiliki potensi untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia dengan menekankan pada pembelajaran yang lebih bermakna, kontekstual dan berkarakter.Namun implementasinya membutuhkan kesiapan guru sarana dan prasarana yang memadai serta pemahaman yang tepat tentang konsep implementasinya.Kekurangan-kekurangan di kurikulum 2013 dan evaluasi berkelanjutan kemudian dilakukan perubahan dengan kurikulum merdeka yang diharapkan dapat mengatasi tantangan-tantangan yang ada.

    BalasHapus
  20. Nama : Winda Tuti Dayanti
    NPM : 2286206057
    Kelas : 5C PGSD

    Kurikulum merdeka menekankan pada pembelajaran yang lebih fleksibel fokus pada materi esensial dan pengembangan karakter.Bahkan pengembangan karakter ini dibuat melalui profil pelajar Pancasila.Kurikulum ini juga lebih mendorong guru dalam menerapkan model pembelajaran berbasis proyek yang memberikan kesempatan kepada siswa untuk belajar secara kontekstual dan mengembangkan keterampilan seperti berpikir kritis kolaborasi dan komunikasi dan banyak lagi kelebihan dari kurikulum merdeka. Namun, masih saja ada kekurangan dari setiap kurikulum yang telah dibuat dan menurut saya, jika nantinya ada perubahan kurikulum lagi di Indonesia harus membutuhkan perencanaan yang matang dan kesiapan pemahaman guru serta kualitas sumber daya yang merata tidak hanya di sekolah-sekolah besar di perkotaan tetapi, juga diperhatikan di pedesaan ataupun daerah terpencil.

    BalasHapus
  21. Nama : Winda Tuti Dayanti
    NPM : 2286206057
    Kelas : 5C PGSD

    Kurikulum merdeka memiliki potensi untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia dengan memberikan pembelajaran yang lebih relevan kontekstual dan berpusat pada siswa.Namun keberhasilan implementasinya sangat bergantung pada kesiapan guru ketersediaan sumber daya dan pemahaman yang tepat tentang konsep dan implementasinya.Evaluasi yang berkelanjutan juga penting untuk memastikan kurikulum ini terus berkembang dan relevan dengan kebutuhan zaman dan perkembangan teknologi yang semakin cepat.

    BalasHapus
  22. Nama : Winda Tuti Dayanti
    NPM : 2286206057
    Kelas : 5C PGSD

    Perubahan pelajaran matematika di Indonesia dari kurikulum 1945 hingga 2024 ini bisa dilihat, banyak perubahannya yang mana awalnya hanya diajarkan konsep dasar seperti aritmatika sederhana, geometri dan aljabar dasar dengan metode yang sangat terpusat pada hafalan dan pengetahuan faktual.Akan tetapi, setelah perkembangan zaman dan teknologi yang semakin pesat ini serta kurikulum kian berganti semakin membaik, pembelajaran matematika kini bisa menuju pendekatan yang lebih fleksibel berpusat pada siswa dan menekankan pada pemecahan masalah serta aplikasi praktis matematika dalam kehidupan sehari-hari.Dan juga dengan pembelajaran kontekstual yang membuat siswa dapat lebih mudah dan cepat paham.

    BalasHapus
  23. Nama : Widya Nanda
    Kelas : 5A PGSD
    NPM : 2286206066


    Seiring dengan kemajuan teknologi dan perubahan global, kurikulum Indonesia telah berkembang untuk memenuhi kebutuhan zaman.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nama : Widya Nanda
      Kelas : 5A PGSD
      NPM : 2286206066


      Dengan kemajuan teknologi dan perubahan global, sistem pendidikan Indonesia telah berkembang untuk memenuhi tantangan dan kebutuhan zaman. Dalam beberapa tahun terakhir, perubahan ini telah diintegrasikan dengan pembelajaran berbasis teknologi untuk mengembangkan keterampilan abad ke-21 seperti pemecahan masalah, kreativitas dan kolaborasi, serta peningkatan fleksibilitas di tempat kerja.

      Hapus
  24. Nama : Widya Nanda
    Kelas : 5A PGSD
    NPM : 2286206066



    Sejarah kurikulum di Indonesia mencerminkan upaya pemerintah untuk menciptakan sistem pendidikan yang mampu mengatasi tantangan zaman dan mempersiapkan generasi yang kompeten dalam pembangunan bangsa.

    BalasHapus
  25. Nama : Widya Nanda
    Kelas : 5A PGSD
    NPM : 2286206066


    Sejarah sistem pendidikan di Indonesia menunjukkan bahwa kurikulum telah berkembang dan beradaptasi dengan perubahan zaman. Idenya adalah belajar menjadi relevan, kualitatif, dan mampu merespons tantangan masa depan. Pengembangan kurikulum melibatkan berbagai pemangku kepentingan, antara lain guru, siswa, orang tua, dan masyarakat.

    BalasHapus
  26. Nama : Widya Nanda
    Kelas : 5A PGSD
    NPM : 2286206066


    Kurikulum pertama diperkenalkan pada tahun 1947. Kurikulum masih memegang peranan penting dalam sistem pendidikan kolonial Belanda saat ini, menekankan pentingnya pembelajaran sains dan bahasa. Saat ini pendidikan di Indonesia masih terbatas pada lembaga-lembaga sosial.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nama : Widya Nanda
      Kelas : 5A PGSD
      NPM : 2286206066


      Kurikulum 1947 berfokus pada pengajaran mata pelajaran inti dan memberikan pemahaman dasar berbagai bidang ilmu.

      Hapus
    2. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

      Hapus
    3. Nama : Widya Nanda
      Kelas : 5A PGSD
      NPM : 2286206066



      Contoh mata pelajaran:
      ● Bahasa Indonesia: Pengenalan bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan dan identitas nasional.
      ● Matematika: Dasar-dasar hitung dan logika matematika.
      ● Ilmu Pengetahuan Alam: Pengenalan terhadap alam dan teknologi dasar.
      ● Sejarah Indonesia: Memperkenalkan sejarah bangsa Indonesia, dengan penekanan pada perjuangan kemerdekaan

      Hapus
  27. Nama : Widya Nanda
    Kelas : 5A PGSD
    NPM : 2286206066


    Kurikulum didasarkan pada metode pengajaran yang sederhana namun mendalam, dengan tujuan untuk menciptakan pemahaman dasar pada siswa, serta rasa cinta tanah air dan kebanggaan bangsa yang kuat.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nama : Widya Nanda
      Kelas : 5A PGSD
      NPM : 2286206066


      Kurikulum yang efektif didasarkan pada metode pengajaran yang sederhana namun mendalam. Pendekatan ini bertujuan untuk membangun landasan pemahaman yang kuat pada diri siswa, sehingga mampu menguasai materi dengan baik. Selain itu, kurikulum harus menumbuhkan rasa cinta tanah air dan kebanggaan bangsa. Dengan demikian, siswa tidak hanya memahami sejarah dan budaya bangsanya saja, namun juga memiliki rasa memiliki dan tanggung jawab untuk menjaga dan membangun negaranya.

      Hapus
  28. Nama : Widya Nanda
    Kelas : 5A PGSD
    NPM : 2286206066


    Penerapan Kurikulum 1947 menghadapi banyak tantangan. Pemerintah Indonesia yang baru merdeka kini memiliki peralatan yang memadai dan guru serta pelatih yang terlatih, serta otoritas pusat di daerah. Namun kurikulum ini merupakan langkah awal dalam membangun sistem pendidikan Indonesia yang memenuhi kebutuhan nasional.

    BalasHapus
  29. Nama : Widya Nanda
    Kelas : 5A PGSD
    NPM : 2286206066


    Kurikulum 1947 merupakan langkah awal terbentuknya sistem pendidikan nasional di Indonesia. Walaupun mutlak dan tidak terbatas penerapannya, kurikulum ini merupakan salah satu metode pendidikan yang paling banyak digunakan di tanah air. Ini tentang jenis-jenis pembelajaran yang dapat ditemukan di dalamnya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nama: Maria yosevina TriDarmawati
      Kelas:5A
      Npm:2286206017
      Menurut saya Memang kurikulum 1947 langkah awal dari perubahan -perubahan yang terjadi pada kurikulum sekarang yang memang dirancang untuk memberikan ide-ide terbentuknya sistem pendidikan Nasional di Indonesia.

      Hapus
  30. Nama: Alfriana Gunarwianti
    Kelas: 5C PGSD
    Npm: 2286206056

    Sejarah kurikulum di Indonesia mencerminkan perjalanan panjang yang dipengaruhi oleh dinamika politik, sosial, dan budaya negara. Pada masa penjajahan, kurikulum pendidikan di Indonesia didominasi oleh kepentingan kolonial. Dengan fokus utama pada pendidikan untuk memenuhi kebutuhan administrasi kolonial. Setelah kemerdekaan Indonesia pada tahun 1945, sistem pendidikan mulai diubah untuk mencerminkan nilai-nilai nasional dan semangat kemerdekaan.

    BalasHapus
  31. Nama: Alfriana Gunarwianti
    Kelas: 5C PGSD
    Npm: 2286206056

    Indonesia mulai mengembangkan kurikulum nasional pada tahun 1947 yang bertujuan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dan menyiapkan generasi yang memiliki rasa kebangsaan. Kurikulum ini kemudian terus berkembang melalui berbagai fase, seperti pada masa Orde Lama, Orde Baru, dan setelah reformasi. Setiap periode memiliki fokus yang berbeda. Pada masa Orde Baru, misalnya, kurikulum berorientasi pada penyeragaman pendidikan dan penguatan Pancasila sebagai ideologi negara.

    BalasHapus
  32. Nama: Alfriana Gunarwianti
    Kelas: 5C PGSD
    Npm: 2286206056

    Pada era reformasi sejak tahun 2000-an kurikulum mengalami berbagai perubahan. Seperti pengenalan Kurikulum 2004 yaitu Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) yang menekankan pada kompetensi. Kemudian dilanjutkan dengan Kurikulum 2013 (K-13) yang lebih fokus pada pengembangan kompetensi dan karakter siswa. Kurikulum 2013 ini mengintegrasikan penilaian berbasis kompetensi, karakter, serta kecakapan hidup, dan terus diperbarui untuk menjawab tantangan zaman.

    BalasHapus
  33. Nama: Alfriana Gunarwianti
    Kelas: 5C PGSD
    Npm: 2286206056

    Sejarah kurikulum di Indonesia dapat dilihat sebagai cerminan dari dinamika perkembangan negara itu sendiri. Perkembangan kurikulum di Indonesia menunjukkan upaya untuk menyeimbangkan kebutuhan akan pendidikan yang berkualitas. Dengan pembentukan karakter dan identitas nasional. Sesuai dengan tuntutan perubahan zaman dan kebutuhan global.

    BalasHapus
  34. Nama: Alfriana Gunarwianti
    Kelas: 5C PGSD
    Npm: 2286206056

    Kurikulum pendidikan di Indonesia pada masa penjajahan Belanda lebih difokuskan pada kepentingan kolonial. Dengan tujuan utama untuk menghasilkan tenaga kerja terdidik yang dapat mendukung administrasi kolonial. Pendidikan di masa ini terbatas pada kalangan tertentu. Seperti golongan elit atau pejabat kolonial. Sementara mayoritas rakyat Indonesia tidak mendapat akses pendidikan yang memadai.

    BalasHapus
  35. Nama: Alfriana Gunarwianti
    Kelas: 5C PGSD
    Npm: 2286206056

    Setiap perubahan kurikulum di Indonesia menunjukkan adaptasi terhadap perubahan sosial, politik, dan ekonomi yang terjadi pada negara ini. Secara keseluruhan, sejarah kurikulum di Indonesia mengarah pada tujuan untuk menghasilkan generasi yang berkualitas. Tidak hanya cerdas secara akademis. Tetapi juga memiliki karakter dan keterampilan yang berkaitan dengan perkembangan zaman.

    BalasHapus
  36. Nama: Alfriana Gunarwianti
    Kelas: 5C PGSD
    Npm: 2286206056

    Perkembangan kurikulum di negara Indonesia ini menunjukkan upaya berkelanjutan untuk menyelaraskan pendidikan dengan tantangan global dan kebutuhan masyarakat. Dalam setiap periode sejarahnya, kurikulum di Indonesia selalu berusaha untuk mencetak generasi yang tidak hanya memiliki kemampuan akademik yang baik. Tetapi juga karakter yang kuat dan relevan. Dengan tujuan membangun Indonesia sebagai bangsa yang maju dan berkeadilan.

    BalasHapus
  37. Nama: Rinda Puspitasari
    Npm 2286206014
    Kelas: 5A

    Menurut saya kurikulum di Indonesia berubah-ubah karna adanya upaya peningkatan kualitas pendidikan demi kemajuan teknologi yang ada saat ini serta penyesuaian kebutuhan masyarakat yang dimana akan menghasilkan lulusan yang sesuai dengan kebutuhan jaringan pasar kerja, adapun alasan lainnya ialah adanya perubahan kebijakan pemerintah yang ada sehingga kebijakan pendidikan ikut mengalami perubahan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nama: Maria yosevina TriDarmawati
      Kelas:5A
      Npm:2286206017
      Saya setuju dengan pendapat anda perubahan kurikulum ini siswa-siswi lebih mengekspor kreativitas yang lebih mendalam.

      Hapus
  38. Nama: Rinda Puspitasari
    Npm 2286206014
    Kelas: 5A

    Pada rencana pembelajaran kurikulum 1947 kurikulum ini di landasi semangat merdeka dan pembelajaran dasar seperti membaca, menulis dan berhitung
    Pada rencana pembelajaran kurikulum 1952 kurikulum ini lebih sistematis dan memiliki tujuan yang jelas pendidikan ini harus relevan dengan kehidupan nyata dan guru di berikan kebebesan dalam merencanakan pembelajaran

    BalasHapus
  39. Nama: Rinda Puspitasari
    Npm 2286206014
    Kelas: 5A

    Pada rencana pembelajaran kurikulum 1964 kurikulum ini memiliki program pendidikan yang berorientasi untuk pengembangan kecerdasan,keterampilan, dan moral siswa secara seimbang
    Pada rencana pembelajaran kurikulum 1968 kurikulum ini di bentuk berdasarkan pancasila sebagai pedoman dan berorientasi loyalitas pada negara untuk membentuk manusia beriman, bertakwa, dan berilmu pengetahuan serta berkepribadian baik

    BalasHapus
  40. Nama: Rinda Puspitasari
    Npm 2286206014
    Kelas: 5A

    Pada rencana pembelajaran kurikulum 1975 kurikulum ini bertujuan untuk instruksional yang jelas dan guru harus merancang rencana pelajaran yang sistematis
    Pada rencana pembelajaran kurikulum 1984 kurikulum ini peserta didik lebih partisipasi dan lebih aktif dalam pembelajaran serta mengembangan kemampuan berfikir kritis

    BalasHapus
  41. Nama:Rinda Puspitasari
    Npm 2286206014
    Kelas: 5A

    Pada rencana pembelajaran kurikulum 1994 kurikulum inii bertujuan menyeimbangkan antara proses dan hasil dari pendidikan
    Pada rencana pembelajaran kurikulum 2004 kurikulum ini bertujuan pengembangan potensi peserta didik sebagai aspek kognitif, efektif dan psikomotorik

    BalasHapus
  42. Nama: Rinda Puspitasari
    Npm 2286206014
    Kelas: 5A

    Pada rencana pembelajaran kurikulum 2006 kurikulum ini memberikan kebebasan bagi sekolah dan guru dalam menyusun perencanaan pelajaran
    Pada rencana pembelajaran kurikulum 2013 kurikulum ini bertujuan untuk menghasilkan pengetahuan yang baik dan memiliki keterampilan serta sikap yang baik
    Serta pada rencana pembelajaran kurikulum 2021-2024 kurikulum ini memberikan riang pada guru untuk lebih inovasi dalam pembelajaran dan penggunaan teknologi

    BalasHapus
  43. Nama: Aulia Zalzabila
    Kelas:5D
    Npm:2286206111
    Di era 2000-an, Indonesia mulai menerapkan perubahan yang lebih signifikan dengan pengenalan Kurikulum 2004 (KTSP) dan Kurikulum 2013. Kurikulum 2013, misalnya, lebih menekankan pada pengembangan kompetensi siswa, baik dalam hal pengetahuan, keterampilan, maupun karakter. Di sini, siswa diajak untuk lebih aktif dan kreatif dalam proses belajar, bukan hanya sekadar menghafal materi. Walaupun sempat ada berbagai tantangan dalam penerapannya, seperti kekurangan pelatihan bagi guru dan terbatasnya sumber daya, kurikulum ini menandai perubahan penting dalam dunia pendidikan Indonesia. Di masa depan, kurikulum Indonesia diharapkan semakin adaptif dengan perkembangan zaman, seperti teknologi dan kebutuhan global, tanpa melupakan nilai-nilai budaya lokal yang sudah ada.

    BalasHapus
  44. Nama:Resky Amelia
    Kelas:5D
    Npm:2286206119
    Sejarah kurikulum di indonesia sangat penting karena tahun ke tahun kurikulum berganti tahun 1945 sampai 2024 mencerminkan dinamika sosial,politik,dan budaya bangsa yang terus berkembang.maka dari itunjika tidak ada kurikulum bakal tidak tertata ,maka itu kita harus sesuaikan prosedur kurikulum yang ada.

    BalasHapus
  45. Nama : Julinorti Ungan Laing
    NPM : 2286206114
    Kelas : 5D PGSD


    K13 adalah kurikulum pada saat masa saya pada saat SD sampai SMA sangat menekankan pendidikan karakter pengalaman saya saat merasa menjadi peserta didik kurikulum ini sudah lumayan baik. Pendidikan karakter yang paling utama menurut saya sangat penting dalam menyiapkan masa depan peserta didik, yang berguna membentuk generasi muda yang tidak hanya cerdas secara intelektual, namun harus memiliki karakter yang baik, seperti kedisiplinan, tanggung jawab, rasa nasionalisme, dan empati terhadap sesama. Serta dengan diadakannya 'ujian nasional membuat saya lebih giat mempelajari materi yang sudah disampaikan, kurikulum ini sangat efektif namun perlu direvisi mengikuti perkembangan zaman, beberapa hal terutama dalam penerapan harus mengusahakan sesuai dengan tujuan kurikulum.

    BalasHapus
  46. Nama: Maria yosevina TriDarmawati
    Kelas:5A
    Npm:2286206017
    Seperti yang kita tau kurikulum di Indonesia sering mengalami perubahan , sebagai guru kita harus mengetahui perubahan kurikulum yang terus menerus mengalami perubahan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nama : Widya Nanda
      Kelas : 5A PGSD
      NPM : 2286206066

      Sebagai guru, kita perlu mengikuti perkembangan dan perubahan kurikulum agar dapat diterapkan secara efektif di kelas. Namun yang terpenting harus fokus pada tujuan utama pendidikan, yaitu memungkinkan siswa mengembangkan keterampilan. Dalam menghadapi perubahan tersebut, guru perlu bersikap fleksibel dan melanjutkan pengembangannya melalui pelatihan, lokakarya, dan forum diskusi. Hal ini dapat membantu memperjelas sifat perubahan kurikulum dan bagaimana perubahan tersebut dapat diterapkan dalam proses pembelajaran.

      Hapus
  47. Nama: Maria yosevina TriDarmawati
    Kelas:5A
    Npm:2286206017
    Perubahan kurikulum ini bertujuan untuk menyiapkan generasi muda yang mampu menghadapi tantangan di masa depan.

    BalasHapus
  48. Nama: Maria yosevina TriDarmawati
    Kelas:5A
    Npm:2286206017
    perubahan kurikulum juga terjadi karena kurikulum-kurikulum yang telah ada sebelumnya masih memiliki banyak kekurangan yang harus segera diperbaiki.

    BalasHapus
  49. Nama: Maria yosevina TriDarmawati
    Kelas:5A
    Npm:2286206017
    Setiap perubahan kurikulum di Indonesia pasti memiliki tujuan tersendiri, tapi perubahan ini juga memiliki dampak positif dan negatif baik bagi guru maupun siswa, karena guru dan siswalah yang akan menjalankan dan melaksanakan kurikulum tersebut.

    BalasHapus
  50. Nama: Maria yosevina TriDarmawati
    Kelas:5A
    Npm:2286206017
    Sebagai guru harus selalu siap dan mampu menguasai setiap perubahan kurikulum dalam jangka waktu yang relatif singkat.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nama : Widya Nanda
      Kelas 5A

      Benar sekali.sebagai seorang guru, persiapan dan kemampuan menguasai berbagai mata pelajaran dalam waktu singkat sangatlah penting. Kurikulum seringkali perlu merespons perubahan dalam dunia pendidikan, kemajuan teknologi, serta kebutuhan dan tantangan masyarakat yang muncul. Sebagai guru, guru perlu memiliki keleluasaan dalam mengadopsi metode dan pendekatan yang efektif dalam proses pengajaran.

      Hapus
  51. Nama: Maria yosevina TriDarmawati
    Kelas:5A
    Npm:2286206017
    perubahan kurikulum dapat membuat siswa merasa terbebani dengan pertambahan jumlah mata pelajaran ataupun pertambahan waktu dalam proses pembelajaran yang dimana tidak semua siswa dapat menerima perubahan kurikulum tersebut dengan cepat.

    BalasHapus
  52. Nama: Maria yosevina TriDarmawati
    Kelas:5A
    Npm:2286206017
    Dengan setiap perubahan kurikulum yang ada perlunya melakukan persiapan terlebih dahulu baik pada guru (melalui pelatihan guru, seminar) ataupun siswa sebelum melakukan perubahan terhadap kurikulum.

    BalasHapus
  53. Nama: Maria yosevina TriDarmawati
    Kelas:5A
    Npm:2286206017
    Perubahan kurikulum Sangat bagus kurikulum ini sesuai dengan Perkembangan zaman nya dan di rubah. Walaupun ini bukan zaman guru yang tua tua ini agak rumit. tapi mau bagaimana secara mengikuti perkembangan zaman apa boleh buat memang tugas guru harus memahami perubahan kurikulum.

    BalasHapus
  54. Nama: Maria yosevina TriDarmawati
    Kelas:5A
    Npm:2286206017
    Kurikulum Yang Terupdate Sangatlah Baik Dan Bagus Bagi Para Pelajar Dan Bagi Para Pengajar Jadi Kalau Ingin Memperbaiki Kurikulum Pendidikan Di Indonesia Harus Ada Pemerataan Fasilitas Dan Kualitas Kurikulum Di Pelosok Negeri Indonesia.

    BalasHapus
  55. Nama: Maria yosevina TriDarmawati
    Kelas:5A
    Npm:2286206017
    Dengan adanya perubahan kurikulum ini sangat bermanfaat dan dapat menjawab permasalah pendidikan anak pada masa era digital saat ini.

    BalasHapus
  56. Nama: Zulaikha Abelia Putri
    Kelas: 5D

    Indonesia sudah mengalami pergantian kurikulum, mulai dari kurikulum 1947, KPK 2004, KTSP 2006, Kurikulum 2003, hingga saat ini menggunakan Kurikulum Merdeka. Kurikulum memang harus disesuaikan dengan budaya dan perkembangan zaman, serta harus mampu memenuhi kebutuhan siswa di saat yang bersamaan.

    BalasHapus
  57. Nama: Aulia Zalzabila
    Kelas:5D
    Npm:2286206111

    Menurut saya, perubahan kurikulum di Indonesia memberikan dampak yang signifikan terhadap sistem pendidikan, baik dari sisi positif maupun tantangan yang dihadapi. Di satu sisi, perubahan kurikulum bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan menyesuaikan dengan perkembangan zaman. Dengan pembaruan kurikulum, diharapkan siswa tidak hanya memiliki pengetahuan akademis, tetapi juga keterampilan abad 21 seperti kreativitas, pemecahan masalah, dan kemampuan berpikir kritis.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nama: Aulia Zalzabila
      Kelas:5D
      Npm:2286206111

      Namun, di sisi lain, perubahan yang terlalu sering atau mendalam dapat menyebabkan kebingungan bagi guru dan siswa. Guru perlu waktu dan pelatihan untuk menyesuaikan diri dengan kurikulum baru, dan siswa pun mungkin merasa kesulitan dengan perbedaan pendekatan pembelajaran yang diterapkan. Selain itu, adanya perbedaan dalam kesiapan infrastruktur dan sumber daya di berbagai daerah sering kali menjadi kendala dalam implementasi kurikulum yang lebih baru.

      Hapus
  58. Nama: Aulia Zalzabila
    Kelas:5D
    Npm:2286206111

    Meskipun perubahan kurikulum dapat membawa pembaruan yang positif, penting untuk memastikan bahwa perubahan tersebut dilakukan dengan perencanaan yang matang. Kemudian didukung oleh pelatihan serta sumber daya yang memadai. Agar dapat memberikan dampak yang maksimal bagi pendidikan di Indonesia.

    BalasHapus
  59. Nama: Aulia Zalzabila
    Kelas:5D
    Npm:2286206111

    Menurut saya, Kurikulum 2013 memiliki tujuan yang sangat baik untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia, dengan fokus pada pengembangan kompetensi siswa secara menyeluruh. Kurikulum ini mencoba untuk tidak hanya menekankan pada pengetahuan, tetapi juga keterampilan dan sikap, yang sangat penting dalam membentuk karakter dan kecakapan hidup siswa. Pendekatan yang digunakan, seperti pembelajaran berbasis masalah dan pengembangan keterampilan berpikir kritis, sangat relevan dengan kebutuhan dunia yang terus berkembang.

    BalasHapus
  60. Nama: Bayu Setiawan
    Kelas: 5b
    Npm: 2286206064

    Sejarah perkembangan kurikulum di Indonesia mencerminkan dinamika perubahan sosial, politik, dan budaya yang terjadi di negara ini. Setiap perubahan kurikulum menunjukkan upaya pemerintah untuk menjawab tantangan zaman, meningkatkan kualitas pendidikan, dan membentuk identitas nasional. Pada masa penjajahan Belanda, pendidikan hanya diperuntukkan bagi kaum elit dan fokus pada keterampilan dasar, seperti membaca, menulis, dan berhitung, untuk mendukung administrasi kolonial. Pendidikan pada era ini tidak merata dan bersifat diskriminatif, tidak memberikan akses bagi masyarakat pribumi secara luas.
    Struktur pendidikan yang hierarkis ini menjadi dasar bagi perkembangan sistem pendidikan pasca-kemerdekaan.

    BalasHapus
  61. Nama: Bayu Setiawan
    Kelas: 5b
    Npm: 2286206064

    Masa Awal Kemerdekaan (1947): Rencana Pelajaran 1947
    Kurikulum ini menekankan pendidikan untuk membangun semangat nasionalisme, dengan fokus pada pembentukan kepribadian dan moral bangsa. Kurikulum ini menghadapi keterbatasan sumber daya dan tenaga pendidik di tengah situasi politik dan ekonomi yang belum stabil.
    Meskipun sederhana, kurikulum ini menjadi pondasi awal untuk menciptakan pendidikan nasional yang independen.

    BalasHapus
  62. Nama: Bayu Setiawan
    Kelas: 5b
    Npm: 2286206064

    Era Orde Lama (1950-1965): Fokus pada Identitas Nasional
    Kurikulum 1952 dan 1964 menekankan pembentukan manusia Indonesia yang berbudaya dan patriotik. Kurikulum ini mulai menekankan pendidikan moral dan gotong royong.
    Fokus pada identitas nasional kadang mengesampingkan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi. Pendidikan digunakan sebagai alat untuk membangun kesadaran nasional, meskipun implementasinya belum optimal.

    BalasHapus
  63. Nama: Bayu Setiawan
    Kelas: 5b
    Npm: 2286206064

    Era Orde Baru (1966-1998): Stabilitas dan Efisiensi
    Kurikulum pada era ini, seperti Kurikulum 1968, 1975, dan 1984, menekankan efisiensi, stabilitas nasional, dan peningkatan kemampuan dasar siswa. Kurikulum 1984 memperkenalkan pendekatan pembelajaran aktif. Pendidikan terlalu terpusat pada kebijakan pemerintah dan kurang fleksibel, sehingga sulit beradaptasi dengan kebutuhan lokal. Ada kemajuan dalam pemerataan pendidikan, tetapi pendekatan yang terlalu kaku menimbulkan keterbatasan dalam kreativitas siswa.

    BalasHapus
  64. Nama:ike surya anggreini
    Kelas:5A
    Npm:2286206008
    Awal mula pendidikan formal di Indonesia terkait erat dengan masa penjajahan Belanda. Kurikulum pertama kali diterapkan di sekolah-sekolah yang didirikan Belanda untuk kaum pribumi, seperti Hollandsch-Inlandsche School (HIS), dengan penekanan pada kemampuan dasar membaca, menulis, dan berhitung.

    BalasHapus
  65. Nama:ike surya anggreini
    Kelas:5A
    Npm:2286206008
    setelah saya baca Masa penjajahan Jepang membawa perubahan kurikulum dengan fokus pada nasionalisme. Bahasa Jepang menjadi mata pelajaran wajib, sementara bahasa Belanda dihapus. Pendidikan diarahkan untuk membentuk loyalitas terhadap Jepang.

    BalasHapus
  66. Nama:ike surya anggreini
    Kelas:5A
    Npm:2286206008
    kemudian Setelah kemerdekaan, kurikulum pertama yang diterapkan di Indonesia adalah Kurikulum 1947. Kurikulum ini disebut Rencana Pelajaran 1947, yang menitikberatkan pada pendidikan karakter bangsa serta semangat kebangsaan.

    BalasHapus
  67. Nama:ike surya anggreini
    Kelas:5A
    Npm:2286206008
    Pada 1952, pemerintah menyusun Kurikulum Rencana Pelajaran Terurai. Kurikulum ini lebih rinci dibandingkan sebelumnya, dengan pengelompokan mata pelajaran yang jelas serta penekanan pada kebutuhan masyarakat Indonesia pasca-kemerdekaan.

    BalasHapus
  68. Nama:ike surya anggreini
    Kelas:5A
    Npm:2286206008
    jadi artikel berikut Kurikulum 1964 diperkenalkan dengan tujuan "Pancawardhana." Fokus utamanya adalah mengembangkan lima aspek: moral, kecerdasan, emosional, keterampilan, dan jasmani.

    BalasHapus
  69. Nama:ike surya anggreini
    Kelas:5A
    Npm:2286206008
    dan ada juga Perubahan politik di masa Orde Lama turut memengaruhi kurikulum. Muatan ideologi yang mendukung pemerintahan saat itu ditonjolkan dalam pelajaran-pelajaran tertentu.

    BalasHapus
  70. Nama:ike surya anggreini
    Kelas:5A
    Npm:2286206008
    Pada 1968, setelah peralihan ke Orde Baru, Kurikulum 1968 diperkenalkan. Kurikulum ini menekankan Pancasila sebagai landasan pendidikan, dengan tujuan utama membentuk manusia Pancasila.

    BalasHapus
  71. Nama:ike surya anggreini
    Kelas:5A
    Npm:2286206008
    Kurikulum 1975 adalah salah satu tonggak besar dalam sejarah pendidikan Indonesia. Pendekatan tujuan instruksional khusus (TIK) diperkenalkan untuk memastikan pembelajaran yang lebih terarah dan terukur.

    BalasHapus
  72. Nama:ike surya anggreini
    Kelas:5A
    Npm:2286206008
    Di era 1980-an, muncul Kurikulum 1984 yang dikenal sebagai "Kurikulum CBSA." CBSA, atau Cara Belajar Siswa Aktif, menekankan peran aktif siswa dalam proses pembelajaran.

    BalasHapus
  73. Nama:ike surya anggreini
    Kelas:5A
    Npm:2286206008
    Reformasi pendidikan terus berlanjut dengan hadirnya Kurikulum 1994. Kurikulum ini mengombinasikan elemen-elemen dari kurikulum sebelumnya, tetapi banyak dikritik karena beban belajar siswa yang terlalu berat.

    BalasHapus
  74. Nama:ike surya anggreini
    Kelas:5A
    Npm:2286206008
    Krisis moneter dan reformasi politik tahun 1998 memengaruhi pendidikan. Kurikulum 2004, yang dikenal sebagai Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK), mulai diterapkan dengan fokus pada pengembangan kompetensi siswa.

    BalasHapus
  75. Nama:ike surya anggreini
    Kelas:5A
    Npm:2286206008
    Pada 2006, Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) diperkenalkan. Kurikulum ini memberikan otonomi kepada sekolah untuk mengembangkan kurikulum sesuai kebutuhan lokal.

    BalasHapus
  76. Nama:ike surya anggreini
    Kelas:5A
    Npm:2286206008
    KTSP dianggap sebagai langkah menuju desentralisasi pendidikan. Namun, implementasinya menghadapi banyak tantangan, terutama di daerah-daerah terpencil.

    BalasHapus
  77. Nama:ike surya anggreini
    Kelas:5A
    Npm:2286206008
    Pada 2013, pemerintah meluncurkan Kurikulum 2013. Kurikulum ini mengedepankan pendekatan tematik integratif dengan fokus pada pengembangan karakter.

    BalasHapus
  78. Nama:ike surya anggreini
    Kelas:5A
    Npm:2286206008
    Kurikulum 2013 dirancang untuk menjawab tantangan global. Salah satu ciri khasnya adalah penilaian yang mencakup aspek pengetahuan, keterampilan, dan sikap.

    BalasHapus
  79. Nama:ike surya anggreini
    Kelas:5A
    Npm:2286206008
    Implementasi Kurikulum 2013 sempat menemui berbagai kendala. Beberapa sekolah merasa kesulitan karena perubahan besar dalam metode pembelajaran dan penilaian.

    BalasHapus
  80. Nama:ike surya anggreini
    Kelas:5A
    Npm:2286206008
    Pemerintah terus menyempurnakan Kurikulum 2013 dengan berbagai revisi. Penyesuaian dilakukan berdasarkan evaluasi dari berbagai pihak, termasuk guru dan siswa.

    BalasHapus
  81. Nama:ike surya anggreini
    Kelas:5A
    Npm:2286206008
    Pandemi COVID-19 pada tahun 2020 membawa dampak besar pada pendidikan. Pemerintah memperkenalkan kurikulum darurat untuk mendukung pembelajaran jarak jauh.

    BalasHapus
  82. Nama:ike surya anggreini
    Kelas:5A
    Npm:2286206008
    Kurikulum darurat berfungsi sebagai solusi sementara. Fokusnya adalah pada materi esensial untuk mengurangi beban belajar siswa selama pandemi.

    BalasHapus
  83. Nama:ike surya anggreini
    Kelas:5A
    Npm:2286206008
    Pada 2022, Kurikulum Merdeka mulai diperkenalkan sebagai opsi. Kurikulum ini menekankan fleksibilitas, pembelajaran berbasis proyek, dan pengembangan karakter.

    BalasHapus
  84. Nama:ike surya anggreini
    Kelas:5A
    Npm:2286206008
    Kurikulum Merdeka dirancang untuk menyesuaikan kebutuhan abad ke-21. Penguasaan literasi, numerasi, serta kemampuan berpikir kritis menjadi prioritas utama.

    BalasHapus
  85. Nama:ike surya anggreini
    Kelas:5A
    Npm:2286206008
    Salah satu inovasi dalam Kurikulum Merdeka adalah Profil Pelajar Pancasila. Profil ini menggambarkan tujuan akhir pendidikan di Indonesia: siswa yang bertakwa, mandiri, kreatif, dan gotong-royong.

    BalasHapus
  86. Nama:ike surya anggreini
    Kelas:5A
    Npm:2286206008
    Sejarah kurikulum di Indonesia mencerminkan dinamika sosial dan politik. Setiap perubahan kurikulum sering kali dipengaruhi oleh kebutuhan bangsa di masa tersebut.

    BalasHapus
  87. Nama : Teguh Wijaya Kesuma
    NPM : 2286206103
    Kelas : 5D

    Kurikulum awal, seperti Rencana Pelajaran 1947 dan 1952, lebih menekankan pada nasionalisme dan pengetahuan dasar. Sementara itu, kurikulum 1964 berfokus pada pengembangan kecerdasan, keterampilan, dan moral secara seimbang. Pada periode ini, pengaruh pendidikan kolonial masih terasa.

    BalasHapus
  88. Nama : Teguh Wijaya Kesuma
    NPM : 2286206103
    Kelas : 5D

    Kurikulum 1968 menekankan penguatan ideologi Pancasila dan pembentukan moral. Selanjutnya, kurikulum 1975 lebih menekankan pada efisiensi dan efektivitas dengan sistem instruksional yang terperinci. Kurikulum 1984 memperkenalkan CBSA (Cara Belajar Siswa Aktif) dengan pendekatan yang berorientasi pada proses.

    BalasHapus
  89. Nama : Teguh Wijaya Kesuma
    NPM : 2286206103
    Kelas : 5D

    Kurikulum 2004 (KBK) berfokus pada kompetensi siswa dalam aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik. Kurikulum 2006 (KTSP) memberikan lebih banyak otonomi kepada sekolah dalam pengembangan kurikulum. Sementara itu, kurikulum 2013 menekankan pembelajaran tematik integratif dan pendekatan saintifik.

    BalasHapus
  90. Nama : Teguh Wijaya Kesuma
    NPM : 2286206103
    Kelas : 5D

    Kurikulum Merdeka memberikan fleksibilitas bagi sekolah untuk menyesuaikan materi dengan kebutuhan siswa, terutama setelah pandemi. Fokus utamanya adalah pemulihan pembelajaran, penguatan karakter, dan inovasi dalam metode pengajaran oleh guru. Penggunaan teknologi dalam pendidikan juga semakin ditekankan.

    BalasHapus
  91. Nama : Teguh Wijaya Kesuma
    NPM : 2286206103
    Kelas : 5D

    Perkembangan kurikulum di Indonesia merupakan respons terhadap perubahan sosial, politik, dan budaya, serta kebutuhan pendidikan nasional. Setiap kurikulum memiliki fokus dan penekanan yang berbeda, mencerminkan konteks zamannya. Upaya perbaikan dan penyempurnaan terus dilakukan untuk meningkatkan kualitas pendidikan.

    BalasHapus
  92. Nama : Rivani Ayatullah Rahman
    Kelas : 5C PGSD
    NPM : 2286206061

    Sejarah kurikulum di Indonesia mencatat dinamika perubahan yang cukup signifikan. Perubahan-perubahan ini tidak hanya dipengaruhi oleh perkembangan zaman, tetapi juga oleh berbagai faktor politik, sosial, dan budaya. Hal ini menunjukkan bahwa kurikulum merupakan instrumen yang responsif terhadap kebutuhan dan tantangan pendidikan di setiap era.

    BalasHapus
  93. Nama : Rivani Ayatullah Rahman
    Kelas : 5C PGSD
    NPM : 2286206061

    Kurikulum di Indonesia selalu berusaha mencerminkan nilai-nilai nasional dan karakter bangsa. Mulai dari kurikulum yang beradaptasi pada pembentukan manusia. Indonesia seutuhnya hingga yang lebih menekankan pada pengembangan kompentensi, semua memiliki tujuan untuk mencetak generasi yang berkarakter dan mampu bersaing di tingkat global.

    BalasHapus
  94. Nama : Rivani Ayatullah Rahman
    Kelas : 5C PGSD
    NPM : 2286206061

    Kurikulum tidak hanya sebatas rancangan pembelajaran. Kurikulum juga, merupakan instrumen penting dalam pembangunan bangsa. Kurikulum yang baik dapat menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi yang dibutuhkan oleh dunia kerja dan mampu berperan dalam pembangunan nasional.

    BalasHapus
  95. Nama : Rivani Ayatullah Rahman
    Kelas : 5C PGSD
    NPM : 2286206061

    Meskipun telah mengalami banyak perubahan dan penyempurnaan, penerapan kurikulum di Indonesia masih menghadapi berbagai tantangan. Salah satu tantangan terbesar adalah tidak seimbang antara kebijakan dan praktik di lapangan. Selain itu juga, adanya perubahan kurikulum yang sangat cepat, sehingga belum siapnya kurikulum sebelumnya tetapi sudah ada kurikulum baru lagi.

    BalasHapus
  96. Nama : Rivani Ayatullah Rahman
    Kelas : 5C PGSD
    NPM : 2286206061

    Proses pengembangan dan penerapan kurikulum membutuhkan keterlibatan semua pihak, mulai dari pemerintah, guru, siswa, orang tua, hingga masyarakat. Keterlibatan semua pihak akan memastikan bahwa kurikulum yang dihasilkan relevan dan dapat di terapkan dengan baik.

    BalasHapus
  97. Nama : Rivani Ayatullah Rahman
    Kelas : 5C PGSD
    NPM : 2286206061

    Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang begitu pesat menuntut adanya penyesuaian kurikulum. Kurikulum harus mampu mengintegrasikan teknologi dalam proses pembelajaran agar siswa dapat memiliki keterampilan abad 21. Mengapa demikian, agar negara kita pendidikannya tidak tertinggal oleh negara lain.

    BalasHapus
  98. Nama : Rivani Ayatullah Rahman
    Kelas : 5C PGSD
    NPM : 2286206061

    Kurikulum memiliki peran penting dalam membentuk karakter siswa. Nilai-nilai moral, etika, dan kewarganegaraan harus menjadi bagian yang sangat penting dari kurikulum agar siswa tumbuh menjadi individu yang berkarakter. Maka demikian di kurikulum merdeka sekarang adanya pelajaran sendiri yaitu P5, untuk membentuk karakter siswa sejak dini.

    BalasHapus
  99. Nama : Rivani Ayatullah Rahman
    Kelas : 5C PGSD
    NPM : 2286206061

    Kurikulum abad 21 atau (kurikulum merdeka). Menekankan pada pengembangan kemampuan berpikir kritis, kreatif, kolaboratif, dan komunikasi. Kurikulum harus dirancang untuk memfasilitasi pengembangan kompetensi-kompetensi tersebut.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nama : Rivani Ayatullah Rahman
      Kelas : 5C PGSD
      NPM : 2286206061

      Setelah saya membaca artikel di atas, kurikulum merdeka, menggunakan pembelajaran berbasis proyek. Pembelajaran bebasis proyek merupakan salah satu pendekatan pembelajaran yang efektif dalam penerapan kurikulum merdeka. Dengan menggunakan pendekatan di atas siswa dapat meningkatkan motivasi belajar dan mengembangkan keterampilan berpikir tingkat tinggi.

      Hapus
  100. Nama : Ester Tabita
    Kelas : 5 A
    Npm : 2286206039

    Kurikulum pertama setelah kemerdekaan ini masih sangat dipengaruhi oleh sistem pendidikan kolonial. Fokusnya adalah pada pengajaran bahasa Belanda, ilmu pengetahuan alam, dan keterampilan dasar. Kurikulum ini dirancang untuk mencetak generasi muda yang berkarakter dan memiliki pengetahuan yang memadai.

    BalasHapus
  101. Nama : Ester Tabita
    Kelas : 5 A
    Npm : 2286206039

    Pada Kurikulum 1975 lebih ke pada Pengembangan Potensi Siswa.
    Kurikulum ini lebih menekankan pada pengembangan potensi siswa secara menyeluruh, baik kognitif, afektif, maupun psikomotorik. Materi pelajaran dirancang untuk lebih relevan dengan kebutuhan masyarakat.

    BalasHapus
  102. Nama : Ester Tabita
    Kelas : 5 A
    Npm : 2286206039

    Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) 2004: Menekankan Kompetensi. menurut say kurikulu ini memang sangat penting.
    Kurikulum ini berfokus pada pengembangan kompetensi siswa. Kompetensi didefinisikan sebagai kemampuan untuk melakukan tugas tertentu secara efektif dan efisien.

    BalasHapus
  103. Nama : Ester Tabita
    Kelas : 5 A
    Npm : 2286206039

    Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) 2006 memang lebih menekankan pada Desentralisasi Kurikulum. Kurikulum ini memberikan kewenangan yang lebih besar kepada satuan pendidikan dalam mengembangkan kurikulum. Sekolah dapat mengembangkan silabus dan penilaian sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing.

    BalasHapus
  104. Nama : Ester Tabita
    Kelas : 5 A
    Npm : 2286206039

    Kurikulum Merdeka 2022 Fleksibel dan Berpusat pada Siswa terbaru ini memberikan fleksibilitas yang lebih besar kepada guru dalam memilih materi dan metode pembelajaran. Fokusnya adalah pada pengembangan karakter siswa dan pembelajaran yang berpusat pada siswa.

    BalasHapus
  105. Nama : Ester Tabita
    Kelas : 5 A
    Npm : 2286206039

    Perkembangan kurikulum di Indonesia menunjukkan adanya upaya untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan. Kurikulum selalu disesuaikan dengan perkembangan zaman, kebutuhan masyarakat, dan tujuan pendidikan nasional. Meskipun demikian, masih banyak tantangan yang harus dihadapi dalam implementasi kurikulum, seperti kesiapan guru, sarana prasarana, dan dukungan dari berbagai pihak.

    BalasHapus
  106. Nama : Maria Clarita Helmon
    Kelas : V A
    Npm : 2286206005

    Sebagai calon guru tentu harus mengetahui sejarah kurikulum yang ada di negara Indonesia.
    Dengan adanya informasi dari artikel di atas, kita bisa membedakan apa saja hal yang telah di perbarui untuk mencapai kurikulum yang sesuai.

    BalasHapus
  107. Nama : Maria Clarita Helmon
    Kelas : V A
    Npm : 2286206005

    Salah satu faktor dalam perubahan kurikulum adalah perkembangan zaman.
    Semakin canggihnya teknologi, maka pendidikan harus beradaptasi dengan hal itu.
    Sehingga di buatlah kurikulum yang dimana mampu menghasilkan siswa siswi yang siap menghadapi perkembangan zaman.

    BalasHapus
  108. Nama : Maria Clarita Helmon
    Kelas : V A
    Npm : 2286206005

    Menurut saya pergantian kurikulum yang terlalu cepat membuat tenaga pendidik menjadi kebingung dalam mengajarkannya kepada peserta didik. Bukan hanya para mendidik, ini juga berdampak kepada peserta didik karena merekalah yang menjadi bahan dalam pergantian kurikulum, untuk di ketahui apakah kurikulum ini berhasil atau tidak dalam penerapannya.

    BalasHapus
  109. Nama : Maria Clarita Helmon
    Kelas : V A
    Npm : 2286206005

    Di tengah zaman yang semakin modern dan banyak pilihan teknologi baru, banyak perubahan-perubahan. Guru ditantang untuk beradaptasi dengan kondisi tersebut. Namun guru juga perlu meminimalisir dampak negatif perkembangan teknologi bagi siswa. Guru berusaha untuk memfilter penggunaan teknologi bagi siswa agar teknologi yang digunakan sungguh dapat menjadi sarana untuk semakin aktif belajar bukan sebaliknya.

    BalasHapus
  110. Nama : Siti Nurkhaliza
    Kelas : 5D
    Npm : 2286206099

    Bisa kita baca bahwa kurikulum pendidikan di Indonesia setiap tahunnya selalu berganti dengan tujuannya yang berbeda, tapi di setiap pembuatan nya pasti ada kekurangan nya , kelihatan kurang konsisten tetapi karena bisa saja pengaplikasian nya atau penilaian dalam kurikulum tersebut memang harus di revisi atau diganti untuk tujuan bersama.

    BalasHapus
  111. Nama: Uswatun Khasanah
    Kelas:5A
    Npm:2286206010
    Sebaiknya siswa juga harus diberi pemahaman mengenai kurikulum yang sedang dijalankan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nama: Uswatun Khasanah
      Kelas:5A
      Npm:2286206010
      Setiap periode kepemimpinan pasti selalu ada pergantian kurikulum hal itu menandakan kurikulumnya masih banyak yang harus di benahi

      Hapus
Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak