Cognitive Load Theory (Teori Beban Kognitif): Representasi Pengetahuan Part 2


 



Secara praktis tidak mungkin untuk secara tepat menggambarkan struktur pengetahuan skematis yang dipegang oleh seseorang. Seperti yang dicatat oleh Norman (1983), "kita harus... membuang harapan kita untuk menemukan model mental yang rapi dan elegan, namun sebaliknya belajar memahami struktur yang berantakan, ceroboh, tidak lengkap, dan tidak jelas yang sebenarnya dimiliki manusia" (hal. 14). Secara umum, skema dapat digambarkan secara fungsional sebagai konstruksi kognitif (struktur pengetahuan terorganisir) yang memungkinkan orang mengklasifikasikan informasi menurut cara penggunaannya (misalnya, Chi, Glaser, & Rees, 1982; Sweller, 1993). Struktur pengetahuan yang terorganisir tersebut mewakili mekanisme utama untuk mengekstraksi makna dari informasi baru, memperoleh dan menyimpan pengetahuan, menghindari keterbatasan dalam bekerja. memori, meningkatkan kekuatan memori, dan mengingat informasi. Mereka memaksakan suatu organisasi pada informasi, memandu pengambilan, dan menyediakan hubungan dengan pengetahuan sebelumnya. Dalam teori skema, proses pembelajaran dapat dianggap sebagai pengkodean informasi baru dalam skema yang sudah ada, sebagai modifikasi skema, atau sebagai penciptaan skema baru. Penciptaan atau modifikasi skema didasarkan pada pemrosesan informasi kognitif secara sadar dalam memori kerja. Dalam konteks yang lebih umum, perolehan skema dapat dianggap sebagai contoh proses non-linier dimana skema muncul dari komponen tingkat rendah selama pembelajaran atau praktik. Sebagai unit kognitif, skema mewakili tingkat organisasi yang lebih tinggi daripada sekadar kumpulan komponen tingkat rendah yang sederhana. Kebutuhan akan munculnya hierarki skema tingkat yang lebih tinggi dapat dikaitkan dengan keterbatasan umum pemrosesan informasi manusia. Dalam konteks yang lebih luas, setiap tingkat sistem yang baru secara kualitatif muncul dengan cara non-linier sebagai cara untuk mengatasi hambatan kombinatorial yang disebabkan oleh sejumlah besar kemungkinan kombinasi berbagai elemen dari tingkat sebelumnya yang lebih rendah. Contoh proses tersebut adalah munculnya tingkat molekuler dari atom, struktur biokimia dari molekul, atau impuls saraf dari struktur biokimia (Scott, 1995; Turchin, 1977). Kelompok saraf terstruktur mungkin mewakili tingkat fungsi kognitif sadar biologis yang baru secara kualitatif (Edelman, 1992). 

Pada tingkat deskripsi psikologis, representasi pengetahuan skematis tingkat tinggi abstrak kita dalam memori jangka panjang (dan kemampuan intelektual yang terkait dengan pengoperasian struktur tersebut) mungkin muncul sebagai cara untuk mengatasi hambatan kombinatorial dalam kondisi kapasitas pemrosesan yang terbatas. Karena skema diperlakukan sebagai satu unit dalam memori kerja, struktur tingkat tinggi tersebut memerlukan kapasitas memori kerja yang lebih kecil untuk memprosesnya dibandingkan beberapa elemen tingkat rendah yang dikandungnya, sehingga beban memori kerja lebih mudah dikelola. Kemampuan kita untuk membangun dan menggunakan konfigurasi struktur pengetahuan hierarki tingkat tinggi dalam memori jangka panjang mungkin muncul selama evolusi sebagai cara menyediakan struktur pada elemen yang ditangani oleh memori kerja (Sweller, 2003, 2004). Jadi, dengan mengizinkan beberapa elemen diperlakukan sebagai satu elemen dalam memori kerja, struktur skema memori jangka panjang mungkin memiliki, sebagai salah satu fungsinya, pengurangan beban memori kerja. Pemilihan skema tertentu dalam situasi tertentu biasanya dilakukan secara otomatis dan cepat. Kesan pertama kita tentang orang asing (yang dikatakan paling penting), pemahaman kita tentang film, fiksi, musik, humor, atau seni dipandu oleh struktur pengetahuan skematik domain spesifik yang kita peroleh. 

Skema memandu ingatan kita tentang berbagai peristiwa masa lalu. Ingatan kita biasanya menyimpan inti dari suatu situasi atau peristiwa sesuai dengan pengetahuan skematis kita mengenai hal tersebut. Skema mendefinisikan apa yang dikodekan dan disimpan. Saat mengingat peristiwa tersebut, kami membuat skema instantiasi mengisi informasi yang hilang dan menyimpulkan komponen yang tidak tersedia menggunakan skema kami untuk acara tersebut. Kadang-kadang penarikan kembali seperti itu dapat menghasilkan berbagai distorsi yang sesuai dengan skema atau harapan kita (misalnya, penarikan kembali adegan pengadilan prosedur dari film dan cerita fiksi dengan saksi yang mengingat detail yang sebenarnya belum mereka saksikan). Struktur pengetahuan skematik dapat dinilai secara empiris, misalnya dengan meminta siswa mengelompokkan masalah ke dalam kelompok-kelompok berdasarkan kesamaan; untuk mengkategorikan masalah setelah hanya mendengarkan sebagian teks; memberikan jawaban atas permasalahan ketika kata-kata isi digantikan dengan kata-kata yang tidak masuk akal; untuk memecahkan masalah ketika materi dalam teks bersifat ambigu; untuk membedakan permasalahan dengan menggunakan prinsip nominasi; mengingat kembali permasalahan yang telah dikemukakan sebelumnya; untuk mengidentifikasi informasi mana dalam masalah yang diperlukan dan cukup larutan; dan untuk mengklasifikasikan masalah berdasarkan apakah teks setiap masalah memberikan informasi yang cukup, hilang atau tidak relevan untuk solusi ('pengeditan teks') (Low & Over, 1992). Struktur pengetahuan skematis yang diperoleh sebelumnya adalah faktor terpenting yang mempengaruhi pembelajaran materi baru. Pemahaman siswa terhadap suatu instruksi berarti pembuatan skema familiar yang sesuai yang memungkinkan dia mengasimilasi informasi baru dengan pengetahuan sebelumnya. 

Kegagalan untuk memahami instruksi mungkin disebabkan oleh kurangnya skema yang sesuai dalam LTM, oleh kurangnya isyarat yang cukup dalam situasi untuk memperoleh skema, atau oleh pembelajar yang menerapkan skema yang berbeda dari yang dimaksudkan oleh instruksi. Skema siswa yang sudah ada sebelumnya sering kali menolak perubahan: segala sesuatu yang tidak dapat dipahami dalam kerangka skema yang tersedia diabaikan atau dipelajari dengan menghafal. Penting untuk membangun pengetahuan baru di atas skema yang sudah ada atau membantu siswa memperoleh kerangka skema yang sesuai dengan menghubungkannya dengan sesuatu yang sudah diketahui. Teknik pembelajaran yang berguna bisa berupa analogi atau diagram, untuk membangun hubungan dengan pengetahuan yang ada, dan penyelenggara tingkat lanjut untuk memperoleh atau mengaktifkan skema relevan yang ada atau menyediakan skema baru (peta konsep, judul, ringkasan di awal bab, dll.). Mirip dengan sistem produksi, pendekatan berbasis skema untuk mewakili pengetahuan memberikan kerangka umum yang dapat dipakai oleh teoriteori tertentu. Dalam semua model arsitektur kognitif berbasis skema, skema dicocokkan dengan konten memori kerja untuk dikenali. Jika suatu skema cocok sebagian dengan informasi di memori kerja, maka skema tersebut akan membuat informasi lebih lanjut untuk melengkapi kecocokan tersebut. Skema yang dibuat dalam memori kerja dapat dimodifikasi atau ditata ulang, kemudian ditempatkan kembali ke dalam memori jangka panjang dan berfungsi sebagai skema baru yang lebih spesifik untuk pengenalan lebih lanjut. Teori skema tidak membedakan antara pengetahuan prosedural dan deklaratif. Instruksi untuk tindakan dapat dihasilkan dengan mencocokkan skema dengan situasi dan menambahkan informasi yang hilang. Misalnya, mengenali suatu situasi sebagai skema untuk menyelesaikan persamaan aljabar linier sederhana dan mengenali nilai slot yang sesuai akan memberikan arahan untuk operasi yang diperlukan. Aturan produksi dapat dianggap sebagai bentuk pengetahuan skematis. Ada kecenderungan ke arah konvergensi sistem produksi dan pendekatan berbasis skema dalam pendekatan tersebut. Misalnya, Koedinger dan Anderson (1990) mengintegrasikan dua pendekatan dengan membangun model komputasi (gaya sistem produksi) untuk menyelesaikan masalah geometri menggunakan struktur pengetahuan berbasis skema. Skema ('skema konfigurasi diagram') digambarkan sebagai kelompok fakta geometri yang dikaitkan dengan gambar geometris prototipe tunggal. Dalam buku ini, struktur pengetahuan skematis akan digunakan sebagai unit dasar dan bentuk representasi pengetahuan yang berlaku dalam memori jangka panjang. 

Referensi

Kalyuga, S. 2009. Cognitive Load Factors in Instructional Design for Advanced Learners. New York: Nova Science Publishers

65 Komentar

  1. Nama : Retno Wahyuningrum
    Kelas : 5C
    NPM : 2286206068
    Dengan adanya berbagai skema yang digunakan akan mempermudah kita untuk memilih pendekatan yang relevan dengan memori kerja kita. Terkadang dengan memilih skema yang salah akan mempersulit kita dalam proses pembelajaran serta daya ingat yang relatif singkat. Adanya skema yang tepat akan memberikan ruang untuk mengkaitkan dengan kehidupan sekitar sebagai informasi selanjutnya untuk di modifikasi ulang.

    BalasHapus
  2. Nama : Diah Anggi Rizkyana
    Kelas : 5D PGSD
    NPM : 2286206107

    seperti yang dijelaskan kita dapat mengambil penjelasan yang berharga tentang cara manusia memproses informasi dan bagaimana beban kognitif dapat mempengaruhi efektivitas belajar titik resep pengetahuan ini menjadi kunci dalam memfasilitasi pemahaman, dan guru juga harus diperlengkapi dengan pengetahuan baik secara keterampilan guna mengelola beban kognitif siswa. melalui pelatihan guru, penggunaan media yang tepat dan umpan balik yang konstruktif, pembelajaran dapat berlangsung secara lebih efektif, memungkinkan siswa untuk mencapai potensi mereka secara optimal

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nama : Diah Anggi Rizkyana
      Kelas : 5D PGSD
      NPM : 2286206107

      Cognitive Load Theory adalah sebuah pendekatan penting dalam bidang pendidikan yang menjelaskan bagaimana informasi baru diproses kemudian disimpan dalam ingatan titik teori ini menekankan pentingnya mengelola beban kognitif siswa agar mereka dapat belajar secara efektif. dalam konteks mengajar, memahami bagaimana cara siswa merespon informasi dan membantu guru dalam merancang pengajaran yang lebih efektif meskipun ini memberikan wawasan berharga tentang batasan daya ingat manusia, terkadang aplikasinya dalam praktek pengajaran dapat menjadi kompleks banyak pendidik mungkin tidak sepenuhnya memahami cara mengimplementasikan pengetahuan tentang beban kognitif ke dalam kurikulum atau strategi pengajaran mereka. selain itu teori ini bisa terkesan terlalu berfokus pada aspek kognitif sehingga mengabaikan faktor emosional dan sosial yang juga sangat penting dalam proses belajar

      Hapus
  3. Nama : Widya Nanda
    Kelas : 5A PGSD
    NPM : 2286206066


    Teori Beban Kognitif menggambarkan bagaimana otak memproses informasi terutama dalam konteks pembelajaran. Salah satu asumsi penting TBK adalah pengetahuan direpresentasikan, yaitu bagaimana informasi direpresentasikan dan diorganisasikan agar otak dapat memahami dan memprosesnya.

    BalasHapus
  4. Nama : Widya Nanda
    Kelas : 5A PGSD
    NPM : 2286206066


    Teori beban kognitif menyoroti pentingnya representasi pengetahuan yang efektif. Representasi yang terstruktur dengan baik, seperti diagram atau peta konsep, dapat membantu mengurangi beban pengetahuan asing. Hal ini memungkinkan siswa untuk fokus pada sifat materi yang diajarkan, bukan pada bagaimana materi tersebut disajikan.

    BalasHapus
  5. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  6. Nama : Widya Nanda
    Kelas : 5A PGSD
    NPM : 2286206066


    Beban kognitif ini berkaitan dengan kesulitan atau kompleksitas materi itu sendiri. Semakin kompleks suatu konsep atau informasi yang dipelajari, semakin besar beban kognitif internal yang diperlukan untuk memahaminya. Mengorganisasikan representasi pengetahuan dengan cara yang sederhana dan terorganisir dapat membantu meringankan beban ini dengan memecah informasi yang kompleks menjadi bagian-bagian yang mudah dipahami.

    BalasHapus
  7. Nama : Widya Nanda
    Kelas : 5A PGSD
    NPM : 2286206066


    Salah satu aspek penting dari CLT adalah bagaimana pengetahuan direpresentasikan baik di dalam maupun di luar pikiran seseorang melalui media pembelajaran dan media pembelajaran. Representasi pengetahuan yang efektif harus mengurangi beban kognitif dan memaksimalkan pembelajaran.

    BalasHapus
  8. Nama : Widya Nanda
    Kelas : 5A PGSD
    NPM : 2286206066


    Representasi pengetahuan ini merupakan faktor kunci keberhasilan pembelajaran. Dengan memahami prinsip-prinsip CLT, guru dapat menggunakan media belajar mengajar yang efektif untuk mengurangi beban kognitif siswa dan meningkatkan hasil belajar. Penting untuk selalu mempertimbangkan bagaimana informasi itu disajikan dan bagaimana siswa akan memproses informasi tersebut.

    BalasHapus
  9. Nama: Rinda Puspitasari
    Npm 2286206014
    Kelas: 5A

    Dalam teori skema pembelajaran dianggap pengkodean informasi baru yang sudah ada dan memodifikasi skema atau menciptakan skema baru dengan informasi kognitif memproses secara sadar dalam memori kerja dapat berpengaruh keefektifan belajar dengan terampil peserta didik

    BalasHapus
  10. Nama : Julinorti Ungan Laing
    NPM : 2286206114
    Kelas : 5D PGSD


    Teori Skema, struktur pengetahuan berdasarkan skematis dapat dinilai secara empiris. Adapun cara penerapan yang dapat menjadi panduan bagi pendidik yaitu pembuatan skema familiar serta sesuai yang memungkinkan peserta didik mengasimilasi informasi baru dengan pengetahuan sebelumnya. Penyebab kegagalan diakibatkan kurangnya skema yang sesuai dengan LTM, dengan kurangnya isyarat yang cukup dalam situasi untuk memperoleh skema, sangat penting membangun pengetahuan baru diatas skema yang sudah ada agar dapat menghubungkan dengan sesuatu yang sudah diketahui.

    BalasHapus
  11. Nama : Julinorti Ungan Laing
    NPM : 2286206114
    Kelas : 5D PGSD


    Menurut Norman iya berpendapat, kita harus singkirkan dulu harapan kita agar dapat menemukan model mental yang rapi serta elegan, namun sebaiknya kita harus terlebih dahulu memahami struktur yang belum teratur, ceroboh, tidak lengkap, dan tidak jelas yang sebenarnya yang dimiliki manusia. Pada skema Struktur pengetahuan yang terorganisir tersebut mewakili mekanisme utama kognitif dalam mengekstraksi makna dari informasi baru guna meningkatkan memori dalam bekerja. Mengikuti cara Norman sagat efesien diterapkan dalam kehidupan agar kemampuan memori semakin meningkat.

    BalasHapus
  12. Nama : Julinorti Ungan Laing
    NPM : 2286206114
    Kelas : 5D PGSD


    Skema memandu ingatkan manusia mengenai peristiwa yang telah berlalu. Melalui pengetahuan mengenai skematis kita dapat mengenal hal tersebut. Skema juga mendefinisikan apa yang kita dikodekan dan disimpan,membantu individu dalam mengorganisir, menyimpan, dan mengingat informasi.

    BalasHapus
  13. Nama : Julinorti Ungan Laing
    NPM : 2286206114
    Kelas : 5D PGSD


    Melalui skema yang dapat memandu ingatan lebih canggih serta mampu mencakup pola atau hubungan yang lebih rumit antara berbagai konsep. Individu dengan pengetahuan skematis tingkat tinggi mampu menggunakan skema ini untuk menganalisis, memecahkan masalah, dan membuat keputusan yang lebih baik, pemahaman tentang skema, dapat membuat seseorang mengaitkan berbagai informasi dengan cara yang lebih fleksibel dan inovatif. Penerapan skema sangat penting dipelajari disekolah dasar.

    BalasHapus
  14. Nama: Aulia Zalzabila
    Kelas:5D
    Npm:2286206111
    Teori beban kognitif menganggap bahwa otak manusia memiliki kapasitas terbatas untuk memproses informasi sekaligus. Salah satu konsep penting dalam teori ini adalah skema, yang bisa dibilang semacam peta mental yang kita bangun berdasarkan pengalaman dan pengetahuan sebelumnya. Ketika kita mempelajari sesuatu yang baru, kita akan mencoba menyambungkannya dengan skema yang sudah ada di otak. Kalau informasi baru itu cocok, proses belajar jadi lebih efisien karena kita bisa menggunakan skema yang sudah ada untuk memahami hal baru.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nama: Aulia Zalzabila
      Kelas:5D
      Npm:2286206111
      Namun, jika informasi terlalu kompleks atau berbeda jauh dari skema yang kita punya, kita bisa merasa kewalahan. Beban kognitif menjadi tinggi karena otak harus bekerja keras untuk membuat skema baru atau memperbarui yang sudah ada. Maka dari itu, dalam proses belajar, penting untuk menyajikan informasi secara bertahap, sesuai dengan skema yang sudah ada, agar otak tidak terlalu terbebani.

      Hapus
  15. Nama: Aulia Zalzabila
    Kelas:5D
    Npm:2286206111

    Skema ini sangat membantu dalam proses belajar, tapi perlu diingat bahwa skema yang sudah ada juga bisa membatasi pemahaman kita kalau kita terlalu terpaku pada cara berpikir yang sudah terbentuk. Jadi, penting untuk menjaga keseimbangan antara pengetahuan lama dan yang baru, agar proses belajar bisa berjalan lebih efektif.

    BalasHapus
  16. Nama: Aulia Zalzabila
    Kelas:5D
    Npm:2286206111
    Skema dalam teori beban kognitif berfungsi seperti struktur mental yang membantu kita mengorganisasi informasi. Ketika kita belajar hal baru, skema yang ada di otak kita akan berperan untuk menyusun informasi tersebut agar lebih mudah dipahami dan diingat. Misalnya, kalau kita sudah tahu cara mengoperasikan komputer, saat mempelajari hal baru yang berkaitan dengan komputer, kita tidak perlu lagi memulai dari nol, karena kita bisa menggunakan skema yang sudah ada.

    BalasHapus
  17. Nama: Aulia Zalzabila
    Kelas:5D
    Npm:2286206111
    Namun, ada kalanya skema kita tidak cukup untuk memahami informasi baru, terutama jika informasi itu sangat berbeda atau terlalu rumit. Dalam kondisi seperti ini, beban kognitif kita bisa meningkat, karena otak harus berusaha keras untuk membentuk skema baru atau menyesuaikan skema yang sudah ada dengan informasi yang lebih kompleks. Ini bisa membuat proses belajar jadi lebih berat dan mempengaruhi seberapa cepat kita menguasai materi.

    BalasHapus
  18. Nama: Aulia Zalzabila
    Kelas:5D
    Npm:2286206111

    Penting bagi pengajar atau pembimbing untuk memperhatikan bagaimana cara menyajikan materi. Jika informasi disampaikan terlalu banyak atau terlalu sulit tanpa memperhitungkan skema yang sudah ada, bisa jadi peserta didik merasa kewalahan. Sebaliknya, jika informasi disampaikan secara bertahap dan terstruktur dengan baik, skema yang ada akan semakin berkembang, sehingga beban kognitif bisa lebih terkendali dan proses belajar jadi lebih efektif.

    BalasHapus
  19. Nama: Zulaikha Abelia Putri
    Kelas: 5D

    Representasi pengetahuan sangat penting untuk memahami kognisi manusia. Beberapa cara telah digunakan untuk mempresentasikan makna informasi dalam memori yang telah disarankan, yaitu representasi proporsional atau jaringan semantik, representasi prosedural atau sistem produksi, serta skema.

    BalasHapus
  20. Nama:ike surya anggreini
    Kelas:5A
    Npm:2286206008
    Menurut saya, teori beban kognitif sangat relevan untuk mendesain pembelajaran yang lebih efektif.

    BalasHapus
  21. Nama:ike surya anggreini
    Kelas:5A
    Npm:2286206008
    Pengalaman saya menunjukkan bahwa terlalu banyak informasi dalam satu waktu bisa mengurangi pemahaman siswa.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nama : Widya Nanda
      Kelas : 5A PGSD
      NPM : 2286206066

      Membebani informasi atau menyajikan terlalu banyak materi dalam waktu bersamaan dapat membingungkan siswa dan mengurangi pemahamannya. Proses pembelajaran yang efektif melibatkan mempertimbangkan batasan kelebihan informasi siswa. Beban Kognitif”, menggambarkan terbatasnya kapasitas otak manusia dalam memproses informasi sekaligus. Jika terlalu banyak informasi yang diberikan pada saat yang bersamaan, maka pembelajar menjadi kewalahan secara mental, yang justru mempengaruhi pemahaman dan ingatannya.

      Hapus
  22. Nama:ike surya anggreini
    Kelas:5A
    Npm:2286206008
    Menurut saya, memahami jenis-jenis beban kognitif adalah langkah pertama untuk menciptakan materi yang efisien.

    BalasHapus
  23. Nama:ike surya anggreini
    Kelas:5A
    Npm:2286206008
    Berdasarkan pengalaman saya, beban intrinsik sering kali sulit dikurangi tanpa pemahaman mendalam terhadap materi.

    BalasHapus
  24. Nama:ike surya anggreini
    Kelas:5A
    Npk:2286206008
    Menurut saya, pembelajaran berbasis multimedia dapat membantu mengurangi beban kognitif jika digunakan dengan bijak.

    BalasHapus
  25. Nama:ike surya anggreini
    Kelas:5A
    Npm:2286206008
    Pengalaman saya mengajarkan bahwa menyederhanakan konsep yang kompleks dapat meningkatkan pemahaman siswa.

    BalasHapus
  26. Nama:ike surya anggreini
    Kelas:5A
    Npm:2286206008
    Menurut saya, teori ini sangat penting untuk menghindari overload informasi pada peserta didik.

    BalasHapus
  27. Nama:ike surya anggreini
    Kelas:5A
    Npm:2286206008
    Dalam pengalaman saya, visualisasi seperti diagram dan grafik sangat membantu dalam representasi pengetahuan.

    BalasHapus
  28. Nama:ike surya anggreini
    Kelas:5A
    Npm:2286206008
    Menurut saya, representasi pengetahuan yang baik mempermudah siswa untuk menghubungkan konsep-konsep baru.

    BalasHapus
  29. Nama:ike surya anggreini
    Kelas:5A
    Npm:2286206008

    Berdasarkan pengalaman saya, pembelajaran yang terlalu padat sering membuat siswa kehilangan fokus.

    BalasHapus
  30. Nama:ike surya anggreini
    Kelas:5A
    Npm:2286206008
    Menurut saya, beban kognitif ekstrinsik harus diminimalkan agar siswa bisa fokus pada hal yang esensial.

    BalasHapus
  31. Nama:ike surya anggreini
    Kelas:5A
    Npm:2286206008
    Pengalaman saya menunjukkan bahwa tugas yang terstruktur dengan baik membantu meringankan beban kognitif siswa.

    BalasHapus
  32. Nama:ike surya anggreini
    Kelas:5A
    Npm:2286206008
    Menurut saya, penggunaan elemen visual yang terlalu banyak juga bisa menjadi distraksi dan meningkatkan beban kognitif.

    BalasHapus
  33. Nama:ike surya anggreini
    Kelas:5A
    Npm:2286206008
    Berdasarkan pengalaman saya, siswa lebih memahami materi jika konsep diperkenalkan secara bertahap.

    BalasHapus
  34. Nama:ike surya anggreini
    Kelas:5A
    Npm:2286206008
    Menurut saya, penting untuk memahami kebutuhan kognitif masing-masing individu sebelum mendesain pembelajaran.

    BalasHapus
  35. Nama:ike surya anggreini
    Kelas:5A
    Npm:2286206008.
    Pengalaman saya mengindikasikan bahwa menggunakan analogi dapat membantu menyederhanakan konsep sulit.

    BalasHapus
  36. Nama:ike surya anggreini
    Kelas:5A
    Npm:2286206008
    Menurut saya, teori beban kognitif membantu guru dalam menentukan prioritas pembelajaran.

    BalasHapus
  37. Nama:ike surya anggreini
    Kelas:5A
    Npm:2286206008
    Berdasarkan pengalaman saya, kombinasi teks dan audio lebih efektif dibandingkan teks saja.

    BalasHapus
  38. Nama:ike surya anggreini
    Kelas:5A
    Npm:2286206008
    Menurut saya, terlalu banyak detail dalam penyampaian materi dapat membebani memori kerja siswa.

    BalasHapus
  39. Nama:ike surya anggreini
    Kelas:5A
    Npm:2286206008
    Berdasarkan pengalaman saya, pembelajaran berbasis masalah sering kali menantang tetapi efektif dalam membangun pengetahuan.

    BalasHapus
  40. Nama:ike surya anggreini
    Kelas:5A
    Npm:2286206008
    Pengalaman saya menunjukkan bahwa diskusi kelompok bisa membantu mengurangi beban kognitif individu.

    BalasHapus
  41. Nama:ike surya anggreini
    Kelas:5A
    Npm:2286206008
    Menurut saya, teori beban kognitif relevan tidak hanya untuk pembelajaran, tetapi juga untuk desain antarmuka digital.

    BalasHapus
  42. FANI RIZKA SILVIANA
    2286206069
    VC
    Teori beban kognitif memberikan pemahaman yang mendalam tentang bagaimana siswa memproses informasi baru. Dengan memahami kapasitas terbatas dari memori kerja siswa, kita dapat merancang pembelajaran yang lebih efektif. Misalnya, dengan menyederhanakan materi atau memberikan petunjuk yang jelas, kita dapat mengurangi beban kognitif siswa dan memfasilitasi pemahaman yang lebih baik.

    BalasHapus
    Balasan
    1. FANI RIZKA SILVIANA
      2286206069
      VC
      Teori beban kognitif juga relevan dengan pembelajaran individual. Setiap siswa memiliki kapasitas kognitif yang berbeda-beda. Oleh karena itu, guru perlu memberikan perhatian individual kepada setiap siswa dan menyesuaikan tingkat kesulitan materi pembelajaran.

      Hapus
  43. FANI RIZKA SILVIANA
    2286206069
    VC
    Representasi pengetahuan yang efektif sangat penting dalam pembelajaran. Ketika siswa dapat menghubungkan informasi baru dengan pengetahuan yang sudah ada, mereka akan lebih mudah memahami dan mengingat materi pelajaran. Guru dapat membantu siswa membangun representasi pengetahuan yang kuat melalui penggunaan analogi, metafora, dan visualisasi.

    BalasHapus
  44. FANI RIZKA SILVIANA
    2286206069
    VC
    Teori beban kognitif menyoroti pentingnya desain pembelajaran yang baik. Desain pembelajaran yang efektif dapat meminimalkan beban kognitif yang tidak perlu dan memfasilitasi pembelajaran yang bermakna. Misalnya, dengan menggunakan multimedia yang interaktif, guru dapat membuat pembelajaran lebih menarik dan mudah dipahami.

    BalasHapus
  45. FANI RIZKA SILVIANA
    2286206069
    VC
    Pemahaman tentang teori beban kognitif dapat membantu guru dalam memilih strategi pembelajaran yang tepat. Misalnya, untuk materi yang kompleks, guru dapat menggunakan pendekatan pemecahan masalah yang terstruktur untuk mengurangi beban kognitif siswa.

    BalasHapus
  46. FANI RIZKA SILVIANA
    2286206069
    VC
    Teori beban kognitif mengingatkan kita bahwa pembelajaran adalah proses yang kompleks. Tidak ada satu strategi pembelajaran yang cocok untuk semua siswa dan semua situasi. Guru perlu fleksibel dan dapat menyesuaikan strategi pembelajaran sesuai dengan kebutuhan siswa.

    BalasHapus
  47. FANI RIZKA SILVIANA
    2286206069
    VC
    Teori beban kognitif dapat membantu guru dalam mengatasi kesulitan belajar yang dialami siswa. Dengan memahami akar penyebab kesulitan belajar, guru dapat memberikan intervensi yang tepat.

    BalasHapus
  48. FANI RIZKA SILVIANA
    2286206069
    VC
    Representasi pengetahuan yang kuat dapat meningkatkan kemampuan transfer belajar siswa. Ketika siswa memiliki pemahaman yang mendalam tentang suatu konsep, mereka dapat menerapkan pengetahuan tersebut dalam situasi yang baru dan berbeda.

    BalasHapus
  49. FANI RIZKA SILVIANA
    2286206069
    VC
    Teori beban kognitif dapat membantu guru dalam merancang penilaian yang efektif. Penilaian yang baik harus dapat mengukur pemahaman siswa secara mendalam, bukan hanya sekedar mengingat fakta-fakta.

    BalasHapus
  50. Nama : Irene avrilia nirmala
    Kelas : 5A
    NPM : 2286206036
    struktur pengetahuan pada manusia sering bersifat berantakan dan tidak selalu teratur, struktur mental manusia juga tidak selalu lengkap dan jelas

    BalasHapus
  51. Nama : Irene avrilia nirmala
    Kelas : 5A
    NPM : 2286206036
    pembelajaran juga dapat melibatkan munculnya tingkat proses mental dalam mengatur fenomena materi dalam pikirannya.

    BalasHapus
  52. Nama : Irene avrilia nirmala
    Kelas : 5A
    NPM : 2286206036
    pelajaran adalah proses yang memungkinkan untuk mencegah keterbatasan proses informasi ke otak manusia

    BalasHapus
  53. Nama : Irene avrilia nirmala
    Kelas : 5A
    NPM : 2286206036
    pelajaran adalah proses yang memungkinkan untuk mencegah keterbatasan proses informasi ke otak manusia.

    BalasHapus
  54. Nama: Irene avrilia nirmala
    Kelas: 5A
    NPM : 2286206036
    struktur informasi dan rancangan berfungsi memudahkan akses otak kita untuk mengakses pengetahuan

    BalasHapus
  55. Nama: Irene avrilia nirmala
    Kelas: 5A
    NPM :2286206036
    pembelajaran juga dapat menciptakan rancangan yang baru untuk otak

    BalasHapus
  56. Nama: Irene avrilia nirmala
    Kelas : 5A
    NPM :2286206036
    struktur pengetahuan yang terorganisir dapat menghindari keterbatasan memori pada otak.

    BalasHapus
  57. Nama: Irene avrilia nirmala
    Kelas : 5A
    NPM :2286206036
    Struktur baru tersebut dapat muncul secara tidak sesui untuk mengatasi hambatan-hambatan tersebut.

    BalasHapus
  58. Nama: Irene avrilia nirmala
    Kelas : 5A
    NPM :2286206036
    proses kongnitif manusia bergantung pada cara bagai mana kita mengantur dan menyimpan pengetahuan

    BalasHapus
  59. Nama: Irene avrilia nirmala
    Kelas : 5A
    NPM :2286206036
    menurut saya sangat tidak mungkin jika kita menggambarkan struktus pengetahuan manusia dengan tepat dan sistematis.

    BalasHapus
  60. Nama: Irene avrilia nirmala
    Kelas : 5A
    NPM :2286206036
    memberikan rangka atu rancangan dapat hubungkan antara pengetahuan yang baru dan pengetahun sebelumnya

    BalasHapus
  61. Nama : Vira Yuliani Boimau
    Kelas :5B PGSD
    NPM :2286206086

    Teori Beban Kognitif menunjukkan bahwa keberhasilan pembelajaran sangat dipengaruhi oleh cara informasi disajikan dan dikelola. Representasi pengetahuan yang terorganisasi dengan baik dalam bentuk skema membantu mengurangi beban kognitif dan memungkinkan proses belajar yang lebih efektif. Desain pembelajaran yang memperhatikan keterbatasan memori kerja dapat meningkatkan efisiensi dan keberhasilan pembelajaran.

    BalasHapus
Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak