Cognitive Load Theory (Teori Beban Kognitif): Pengorganisasian Ingatan (Memory Organization) Part 1

 



karakteristik utama memori manusia adalah kekuatan atau daya tahannya, kapasitas (jumlah item informasi yang disimpan dalam memori), dan kecepatan akses. Berdasarkan ciri-cirinya, memori dibedakan menjadi memori jangka panjang dan memori jangka pendek. Memori jangka panjang/Long-term memory (LTM) bercirikan kekuatan tinggi dan mencakup pengetahuan yang dipelajari dengan baik, misalnya nama Presiden pertama AS, 5 x 5 = 25, atau ejaan kata kentang. Kapasitasnya diasumsikan tidak terbatas, meskipun akses ke informasi yang disimpan mungkin lambat. Baik kekuatan memori maupun kecepatan akses meningkat seiring dengan latihan. Lagi materi yang diuraikan sepenuhnya dan diproses lebih dalam menghasilkan memori jangka panjang yang lebih baik. 

Memori jangka pendek/Short-term memory (STM), di sisi lain, mencakup informasi yang baru saja dikodekan dari register sensorik atau diambil dari memori jangka panjang, misalnya, apa yang Anda pikirkan sebelum ini? apa yang kamu pikirkan saat menghubungi nomor telepon 8344 2124?. Daya tahan STM hanya dalam hitungan detik (Peterson & Peterson, 1959), dan informasi dalam STM dapat diakses dengan sangat cepat. Jumlah item informasi yang dapat dipertahankan dalam keadaan aktif secara bersamaan di STM adalah sekitar tujuh unit untuk kebanyakan orang (Miller, 1956). Misalnya, sangat sulit bagi kita untuk mengingat lebih dari tujuh nomor acak yang disajikan secara berurutan (misalnya, nomor telepon yang tidak dikenal) beberapa detik setelah kita mendengar atau melihatnya, kecuali jika nomor tersebut sengaja dilatih. Ketika diminta untuk menyalin rangkaian angka dari satu halaman ke halaman lainnya, kami biasanya melakukan ini dengan mengelompokkan angka-angka tersebut berdasarkan unit tiga atau empat angka sekaligus yang mudah dikelola. 

Arsitektur kognitif dasar manusia yang paling umum ditentukan mencakup dua substruktur ini (STM dan LTM). Contohnya adalah model standar (Newell & Simon, 1972) dan model modal (Atkinson & Shiffrin, 1968; Waugh & Norman, 1965). Dalam model yang lebih spesifik, substruktur ini dapat dianggap sebagai penyimpanan memori tunggal dengan mode aktivasi berbeda untuk komponen jangka panjang dan jangka pendek, atau sebagai penyimpanan memori terpisah. Perbedaan ini tidak penting ketika mempertimbangkan tingkat dasar arsitektur kognitif. Namun, untuk menjelaskan kognisi manusia, model umum ini perlu dilengkapi dengan beberapa mekanisme kontrol perhatian (pemroses pusat atau eksekutif pusat) yang menentukan informasi apa dari penyimpanan sensorik atau LTM yang dibawa ke STM. Informasi yang sebenarnya diperhatikan terbatas pada sejumlah kecil bagian dalam STM (Simon, 1979; Ericsson & Simon, 1993a, 1993b). 

Berbagai arsitektur kognitif dan elaborasi model umum memperluas struktur memori yang dijelaskan. Misalnya, konsep memori kerja (WM) diperkenalkan untuk memperhitungkan pemrosesan unit informasi yang saling berhubungan, bukan acak, dan harus diproses secara bersamaan karena sifat dari hal-hal yang dicerminkannya atau karena asosiasi yang sudah ada dalam jangka panjang. memori jangka. Memori kerja dianggap sebagai "suatu sistem untuk penyimpanan sementara dan manipulasi informasi selama kinerja berbagai tugas kognitif" (Baddeley, 1986, hal. 34), sebuah "desktop otak ... yang melacak apa yang yang kita lakukan atau di mana kita berada saat ini, yang menyimpan informasi cukup lama untuk mengambil keputusan, menghubungi nomor telepon, atau mengulangi kata asing asing yang baru saja kita dengar” (Logie, 1999, p.174). Beberapa contoh sederhana operasi memori kerja dapat diberikan melalui tugas berikut: utup matamu dan ambil pena di depanmu; hitung jumlah jendela di rumah atau apartemen Anda; menata ulang furnitur di kamar Anda secara mental, atau menyelesaikan operasi matematika secara mental (untuk contoh lebih lanjut, lihat Logie, 1999). 

Setelah rangsangan yang masuk dari sumber eksternal dicatat dalam memori sensorik, dirasakan atau dicocokkan dengan pola yang dapat dikenali dengan menggunakan pengetahuan sebelumnya (jika ada) dalam LTM dan konteks, dan diperhatikan, rangsangan tersebut ditransfer ke WM. Jika suatu unit informasi tidak dikenali karena kurangnya pola LTM yang sesuai, unit informasi tersebut masih dapat diperhatikan dan diproses di WM, dengan sumber daya kognitif yang sesuai dialokasikan untuk tugas tersebut. Unit informasi yang dihadiri dalam WM diberi makna dan digunakan untuk membangun representasi mental terintegrasi dari suatu situasi atau tugas (Gambar 1). Namun informasi ini mungkin memudar dengan cepat jika perhatian dialihkan atau jika kapasitas WM kelebihan beban. 

Baddeley Dan Halangan(1974) Pertamadiajukan itu WM dilakukan keduanya fungsi pengolahan dan penyimpanan. Mereka menyarankan tiga komponen struktural memori kerja: eksekutif pusat dan dua gudang pendengaran dan visual terpisah untuk menangani informasi verbal dan gambar visual. Kedua toko ini berfungsi sebagai sistem pemeliharaan yang dikendalikan oleh eksekutif pusat dan disebut masing-masing merupakan lingkaran artikulasi atau fonologis ('suara batin') dan sketsa visuospasial ('mata batin'). Kapasitas eksekutif pusat yang terbatas digunakan untuk memproses informasi yang masuk, dan sisanya digunakan untuk penyimpanan produk antara dan produk akhir dari pemrosesan tersebut. Penyimpanan dan pemrosesan kemampuan trade off WM satu sama lain. Ketika beban memori meningkat melebihi ambang batas tertentu, kinerja kita dapat terhambat. Untuk merasakan keterbatasan WM, coba tambahkan secara mental dua angka besar (misalnya, 83.468.437 dan 93.849.040). Untuk tugas bersamaan, Anda juga dapat mencoba menghadiri acara komedi di TV Anda secara bersamaan. Ini akan sangat sulit dilakukan karena setiap aktivitas ini saja mungkin menghabiskan seluruh sumber daya WM Anda. 

Ada tiga aspek fungsional utama dari operasi memori kerja: penyimpanan sementara, manipulasi informasi, dan kontrol eksekutif. Penyimpanan informasi sementara adalah fokus model klasik STM dan dipelajari menggunakan tugas rentang STM kata atau digit standar. Ini adalah tugas sederhana yang melibatkan mengingat daftar angka atau kata-kata yang tidak berhubungan dan tidak memerlukan banyak pengetahuan sebelumnya. Manipulasi informasi secara aktif telah menjadi fokus model WM dan telah dipelajari menggunakan tes rentang WM yang memerlukan pemrosesan beberapa tugas secara bersamaan. Ini adalah tugas yang relatif lebih kompleks yang melibatkan operasi kognitif yang bermakna seperti membaca kalimat atau melakukan transformasi numerik, dan kemudian mengingat kata-kata terakhir dari kalimat atau hasil operasi matematika tersebut. Kinerja tugas kognitif yang kompleks memerlukan penggunaan simultan dan integrasi berbagai sumber informasi, koordinasi proses dan representasi individu. Ini adalah fungsi eksekutif WM, interaksi antara WM dan struktur pengetahuan LTM yang telah menjadi fokus penelitian dalam beberapa tahun terakhir (lihat Miyake & Shah, 1999, untuk tinjauan terkini model WM dan keadaan lapangan). 

Sejumlah hipotesis telah diajukan untuk menjelaskan perbedaan individu dalam kapasitas WM dan hubungannya dengan kinerja. Teori-teori ini mempertimbangkan perbedaan total kapasitas WM, perbedaan efisiensi pemrosesan WM, atau keduanya. Menurut pendekatan kapasitas total (Baddeley & Hitch, 1974; Cantor & Engle, 1993; Case, 1985; Engle, Cantor, & Carullo, 1992), semua proses kognitif memerlukan sumber daya dari kumpulan yang tetap. Sumber daya apa pun yang tidak dialokasikan untuk operasi dapat digunakan untuk penyimpanan jangka pendek. Penyimpanan dan pemrosesan kemampuan memori kerja saling bertukar satu sama lain. Ketika beban memori meningkat melebihi ambang batas tertentu, kinerja seseorang mungkin menurun. Perubahan kapasitas total yang disebabkan, misalnya karena kelelahan atau usia, akan mempengaruhi kinerja dalam berbagai tugas.


Hipotesis tugas spesifik (Daneman & Carpenter, 1980) mengasumsikan bahwa kapasitas WM spesifik untuk tugas tertentu yang dilakukan. Efisien keterampilan pemrosesan menyisakan lebih banyak kapasitas WM untuk penyimpanan produk pemrosesan. Perubahan dalam efisiensi pemrosesan harus spesifik untuk tugas tertentu dan merupakan hasil dari praktik atau pelatihan intensif (Just & Carpenter, 1992). Kinerja akan terpengaruh hanya jika sumber daya yang tersedia terbatas ketika seseorang beroperasi pada batas kapasitas WM. Pendekatan efisiensi pemrosesan mengasumsikan bahwa satu sistem pusat bertanggung jawab atas pemrosesan dan penyimpanan sementara informasi. Kapasitasnya yang terbatas harus dibagi antara kebutuhan pemrosesan dan penyimpanan. Individu dengan proses yang tidak efisien memiliki sebuah kapasitas penyimpanan secara fungsional lebih kecil karena mereka harus mengalokasikan lebih banyak sumber daya untuk proses (Daneman & Carpenter, 1983; Daneman & Tardif, 1987).

Referensi

Kalyuga, S. 2009. Cognitive Load Factors in Instructional Design for Advanced Learners. New York: Nova Science Publishers



135 Komentar

  1. Nama : Isdiana Susilowati Ibrahim
    Npm : 2386206058
    Kelas : VB PGSD

    Izin menanggapi pada dalam materi ini membahas tentang bagaimana kemampuan manusia dalam memperoleh informasi. Sehingga efektivitas pembelajaran yang bergantung pada bagaimana beban yang dikelolanya. Kinerja seseorang akan optimal apabila beban memori kerja tidak melebihi kapasitasnya atau batasnya, efektivitas belajar meningkat ketika informasi dibuat sesuai kemampuan kerja dan kapasitasnya. 🙏

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo Kak isdiana saya sangat setuju dengan pendapat saudari Istiana namun saya ingin bertanya sebagai calon pendidik Bagaimana kita dapat mengetahui bahwa siswa kita ini sudah berada pada batas kerja memorinya, apakah ada tanda-tanda yang dapat kita amati dan Bagaimana cara guru mengantisipasi hal tersebut?
      terima kasih

      Hapus
    2. mohon memperbaiki komentar saya. saya lupa menuliskan.
      Nama: Maya Apriyani
      Npm: 2386206013
      Kelas: V.A

      Hapus
    3. Nama: Rismardiana
      Kelas: 5B PGSD
      NPM: 2386206025

      hallo Maya Apriyani izin menjawab, pertanyaan ini sangaat penting bagi calon pendidik karena memahami batas memori kerja siswa membantu guru merancang pembelajaran yang lebih efektif. Mengamati tanda seperti kebingungan, kesalahan sederhana, dan kehilangan fokus memang menjadi indikator bahwa beban kerja siswa sudah berlebihan. Jadi solusinya guru perlu mengantisipasinya dengan memberikan instruksi yang bertahap, menggunakan media visual, serta memastikan materi tidak terlalu padat dalam satu waktu.

      Hapus
  2. Nama : Putri Lestari Pinang
    NPM : 2386206081
    Kelas : 5D PGSD

    Izin menanggapi pak, Teks diatas menjelaskan tentang arsitektur kognitif dasar manusia, yang mencakup dua substruktur utama: memori jangka pendek (STM) dan memori jangka panjang (LTM). Teks ini juga membahas bagaimana model-model kognitif, seperti model standar dan model modal, menjelaskan hubungan antara kedua substruktur tersebut dan bagaimana mekanisme kontrol perhatian berperan dalam memproses informasi. Dengan memahami arsitektur kognitif dasar manusia, kita dapat lebih baik dalam memahami bagaimana kita memproses informasi dan bagaimana meningkatkan kemampuan belajar dan mengingat.

    BalasHapus
  3. Nama:Elisnawatie
    NPM :2386206069
    Kelas:VD

    wahhh dari penjelasan di atas saya tahu bahwa memori manusia memiliki tiga karakteristik utama, yaitu daya tahan (kekuatan), kapasitas, dan kecepatan akses . Berdasarkan cirinya, memori dibedakan menjadi memori jangka pendek (STM) dan memori jangka panjang (LTM).

    Memori jangka panjang menyimpan pengetahuan yang telah dipelajari dengan baik dan memiliki kapasitas hampir tak terbatas, sedangkan memori jangka pendek bersifat sementara dan hanya mampu menampung sekitar tujuh unit informasi dalam waktu singkat.
    Selain itu, terdapat konsep memori kerja (Working Memory/WM) yang berfungsi tidak hanya untuk menyimpan informasi sementara, tetapi juga memproses dan memanipulasi informasi saat melakukan berbagai tugas kognitif. Komponen utama WM terdiri dari eksekutif pusat, lingkaran fonologis (verbal), dan sketsa visuospasial (visual)

    BalasHapus
  4. Nama:Elisnawatie
    NPM:2386206069
    Kelas:VD

    Tadi kan sudah dijelaskan Memori jangka pendek (STM) hanya mampu menyimpan sekitar tujuh unit informasi dalam waktu beberapa detik saja pak nah
    Pertanyaan Bagaimana cara seseorang dapat mempertahankan informasi lebih lama dalam memori jangka pendek agar tidak cepat hilang pak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hallo ka Elisnawatie saya izin menjawab pertanyaannya ya
      Menurut saya cara yang bisa dilakukan seseorang untuk mempertahankan informasi lebih lama dalam memori jangka pendek supaya tidak cepat hilang ialah, dengan cara pertama meyakinkan diri bahwasanya informasi yang kita dapatkan itu penting karena,dengan meyakinkan diri bahwasanya informasi yang kita dapat itu penting kita akan terus belajar dan ingin tahu bagaimana update-an dari informasi tersebut, dengan kebiasaan yang terus mencari tahu dan membaca secara terus menerus nformasi tersebut, kita akan bisa mempertahankan informasi tersebut lebih lama di memori jangka pendek, namun saran saya jika memang informasi tersebut penting lebih baik kita terus mengulang ataupun belajar mengenai informasi tersebut agar dapat kita pertahankan atau kita masukkan ke dalam memori jangka panjang.
      segitu dari saya ka semoga bermanfaat.....

      Hapus
  5. Nama:Elisnawatie
    Kelas:VD
    NPM:2386206069

    Perbedaan individu dalam kapasitas memori kerja dapat dipengaruhi oleh efisiensi pemrosesan dan pengalaman latihan,saya ini bertanya pak Pertanyaan
    Bagaimana efisiensi pemrosesan dan latihan intensif dapat meningkatkan kapasitas memori kerja seseorang?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nama : Isdiana Susilowati Ibrahim
      Kelas : 2386206058
      Npm : 2386206058

      Hallo elis izin menjawab yh. Menurut aku, efisiensi pemrosesan dan latihan intensif bisa bikin kapasitas memori kerja seseorang jadi lebih baik karena otak jadi nggak kerja terlalu berat. Kalau cara kita ngolah informasi sudah rapi dan teratur, otak nggak perlu buang banyak energi buat mikirin hal-hal kecil, jadi masih ada ruang buat nyimpen dan ngolah info yang lain. Latihan yang dilakukan terus-menerus juga bikin suatu tugas jadi kebiasaan, bahkan ada yang jadi otomatis. Contohnya sering latihan berhitung atau menghafal, lama-lama kita jadi lebih cepat dan nggak terlalu mikir keras. Karena sebagian prosesnya sudah jalan sendiri, memori kerja kita bisa fokus ke hal yang lebih sulit. Dari situ kelihatan kalau kapasitas memori kerja kita jadi seolah-olah meningkat.

      Terimakasih😊

      Hapus
    2. Nama : Oktavia Ramadani
      NPM : 2386206086
      Kelas : 5D

      Hallo elis mungkin Efisiensi pemrosesan , memungkinkan otak memproses informasi dengan lebih cepat dan hemat sumber daya , sehingga lebih banyak ruang di memori kerja , bisa digunakan untuk menyimpan informasi tambahan , sementara itu , latihan intensif membantu otak untuk mengenali pola , mengotomatisasi beberapa proses , dan memperkuat koneksi dengan memori jangka panjang , dengan kombinasi ini kapasitas memori kerja seseorang menjadi lebih efektif dan mampu menangani tugas- tugas kognitif yang lebih kompleks.

      Hapus
  6. Nama: Nanda Vika Sari
    Npm: 2386206053
    Kelas: 5B PGSD

    Setelah saya baca meteri ini, menurut saya materi diatas memberika uraian/penjelasan yang cukup komperehensif/lengkap mengenai struktur memori manusia, perkembangan konsep memori kerja,serta berbagai model kognitif/pemahaman yang mendasari Cognitive Load Theory. Pada materi diatas sangat kaya teori, akurat, dan juga sudah terhubung secara baik dengan literatur psikologi kognitif klasik maupun yang modern.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nama: Rismardiana
      NPM: 2386206025
      Kelas: 5B PGSD

      saya setuju dengan tanggapan materi Nanda yang menjelaskan materi ini sangat kaya teori dan jelas terhubung dengan literatur psikologi kognitif klasik maupun modern, sehingga memberikan pemahaman yang kuat tentang bagaimana kapasitas dan mekanisme memori memengaruhi proses belajar.
      Berdasarkan pemahaman materi ini, saya mau mempertanyakan bagiamana guru dapat menerapkan konsep kapasitas memori kerja dan beban kognitif ini dapat diimplementasikan secara praktis dalam kegiatan belajar mengajar agar siswa tidak mengalami overload dan dapat memproses informasi secara optimal?

      Hapus
  7. Nama: Maya Apriyani
    Npm: 2386206013
    Kelas: V.A

    Wah dari bacaan ini saya bisa belajar bagaimana otak kita ini bekerja.
    Dari bacaan ini kita dapat mengetahui bahwa kita itu mempunyai dua memori yaitu memori jangka panjang dan memori jangka pendek.
    yang di mana pada memori jangka panjang ini yaitu menyimpan semua hal-hal yang telah kita pelajari dengan baik dan tidak akan kita lupakan. Pada memori jangka panjang ini memiliki ciri-ciri tidak memiliki batas kapasitas, kemudian semakin melatih diri maka kecepatan akses semakin meningkat.
    Kemudian memori jangka pendek yang di mana kita hanya mengingat apa yang kita pikirkan pada saat kita melakukan hal itu aja tidak bersifat permanen, ciri-cirinya yaitu daya ingat hanya sesaat, dan memiliki daya akses yang sangat cepat.
    Wah ternyata cara kerja memori manusia itu sangat unik dalam mengelola segala informasi yang ada, namun dari bacaan ini dapat saya ketahui bahwa Apabila seseorang itu menggunakan kapasitas memorinya secara berlebihan maka itu sangat berpengaruh terhadap cara pikir orang tersebut, misalnya pada siswa dia pasti akan kesusahan dalam memahami materi yang telah diajarkan dan pasti akan mengganggu proses pembelajaran.
    terima kasih bapak atas Materinya, sehat selalu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah saya sangat setuju dengan pendapat Kak Maya mengenai bagaimana cara otak kita bekerja.
      Di sini saya mau menyampaikan pandangan saya terkait uraian pada laman ini ( ini dari pengalaman diri juga terkait pemikiran jangka pendek atau pemikiran jangka panjang yang saya rasakan)
      Menurut saya memori jangka pendek ini diakibatkan pemikiran seseorang yang merujuk bahwasanya informasi ataupun bacaan yang dia baca itu kurang penting dan kurang bermanfaat untuk dia kedepannya sehingga, dia tidak memikirkan atau memahami lebih keras terkait bacaan atau informasi yang dia dapat karena, dia berpikir bahwasanya informasi tersebut tidak berguna ataupun tidak dapat digunakan untuk kedepannya.
      Sedangkan dalam memori jangka panjang merujuk pada pemikiran seseorang yang membaca atau memperoleh informasi dengan seksama, berulang, dan teliti. karena ,dia berpikir bahwasanya informasi atau pengetahuan serta bacaan yang ia baca sangat berguna untuk dia ke depannya selain itu juga menurut saya memori jangka panjang ini diakibatkan oleh kebiasaan orang yang selalu mengulang, ataupun mengamati dan mengulang informasi atau bacaan yang dia peroleh secara rutin agar dapat menyimpan informasi atau bacaan tersebut dalam jangka waktu yang panjang.

      Hapus
    2. Nama : Oktavia Ramadani
      NPM : 2386206086
      Kelas : 5D

      Saya sangat setuju dengan tanggapan penjelasan maya sudah sesuai dengan materi tentang memori jangka panjang (LTM) dan memori jangka pendek (STM) , memang benar bahwa LTM itu menyimpan informasi yang telah dipelajari dengan baik , hampir tanpa batas kapasitas , dan semakin sering dilatih aksesnya akan semakin cepat , sedangkan STM Bersifat sementara , cepat diakses tapi mudah hilang jika tidak diperhatikan atau dilatih lebih lanjut.

      Saya juga sangat setuju bahwa penggunaan kapasitas memori secara berlebihan itu misalnya terlalu banyak informasi yang harus di proses sekaligus , dapat membebani memori kerja (WM) dan bisa mempengaruhi kemampuan seseorang dalam memahami materi , terutama bagi siswa , ini menunjukkan pentingnya mengelola beban kognitif agar belajar lebih efektif.

      Hapus
  8. Terima kasih bapak karena sudah memberikan materi ini,Saya cukup tertarik dengan pembahasan mengenai Memori Kerja (WM) dan perannya yang sentral. Bagian yang membahas bahwa WM berfungsi sebagai semacam 'desktop otak' itu metafora yang sangat pas dan mudah dipahami. Khususnya, bagian yang menjelaskan bahwa rangsangan eksternal perlu dicocokkan dengan pola di Memori Jangka Panjang (LTM) untuk dapat ditransfer ke WM dan diproses, benar-benar menunjukkan betapa krusialnya interaksi antara kedua memori ini.
    ​Ini menekankan bahwa belajar bukan hanya tentang menampung informasi baru di WM, tetapi juga seberapa efektif kita dapat mengakses dan mengabukan 'basis pengetahuan' dari LTM kita. Artinya, jika pola atau pengetahuan dasarnya belum kuat di LTM, unit informasi baru yang masuk ke WM akan sulit diolah dan cepat memudar. Konsep ini terasa sangat berkaitan dengan strategi belajar di mana pra-aktivasi pengetahuan yang sudah ada di LTM sangat penting sebelum menyerap materi baru.

    BalasHapus
  9. Materi ini memberikan perspektif yang sangat jelas tentang batasan Memori Kerja (WM), terutama mengenai isu trade-off antara penyimpanan dan pemrosesan. Penjelasan yang mengatakan bahwa kapasitas WM yang terbatas harus dibagi antara kebutuhan pemrosesan dan penyimpanan sangat menarik. Ini menjelaskan mengapa tugas kognitif yang sulit contohnya seperti menambahkan dua angka besar secara mental sambil mencoba menonton komedi di TV menjadi sangat sulit.
    ​Contoh tersebut dengan gamblang menunjukkan bagaimana ketika beban memori meningkat melebihi batas tertentu, kinerja kita bisa langsung terhambat, bahkan dengan tugas sederhana. Konsep ini juga sangat didukung oleh referensi Baddeley dan Hitch, serta Cantor dan Engle, yang membahas pendekatan kapasitas total. Saya jadi berpikir, kunci untuk kinerja kognitif yang baik adalah bagaimana kita bisa membuat pemrosesan menjadi lebih hemat kinerja sistem, sehingga menyisakan lebih banyak sumber daya WM untuk penyimpanan informasi. Ini adalah inti dari mengapa latihan dan keahlian sangat penting, karena itu membebaskan sumber daya WM.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nama : Oktavia Ramadani
      NPM : 2386206086
      Kelas : 5D

      Saya sangat setuju dengan tanggapan Margaretha , penjelasan yang tepat bahwa kapasitas memori kerja itu terbatas dan membagi sumber daya antara pemrosesan dan penyimpanan sangat mempengaruhi suatu kinerja , contohnya menambahkan angka sambil menonton tv jelas menunjukkan keterbatasan WM , saya juga sependapat bahwa latihan dan keahlian itu membantu menghemat sumber daya WM sehingga kinerja kognitif akan lebih optimal .

      Hapus
  10. Saya izin bertanya kepada pemilik website ini atau ada rekan-rekan yang setia membaca websiite ini dapat memberikan pandangan laiinya terkait pertanyaan saya
    Teman-teman atau pemilik website ini pernah gk sih merasa ketika kita membaca, baik itu membaca dari buku atau pun dari uraian seperti pada lamaan ini kita sangat-sangat memahmi apa isi dari bacaan yang telah kita baca tetapi, setelah kita membuka 3/4 uraian pada laman lain kita lupa akan isi pada laman awal yang kita baca, tapi ketika kita kembali membuka laman awal dan hanya melihat judul laman tersebut kita dapat mengenali dan mengetahui isi dalam laman tersebut.
    Nah menurut teman-teman atau pemilik Website ini bacaan pada laman awal tadi itu masuk pada memori jangka panjang atau jangka pendek? dan hal apa yang menguatkan persepsi teman-teman atau pemilik website ini terkait permasalhan saya yang ada itu masuk dalam memori jangka panjang atau pendek? dan juga menurut teman-teman atau pemilik weebsite ini hal ini normal yah kan?apakah kalian pernah merasakan hal yang sama juga?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo Kak Alusia, Saya sangat tertarik dengan pertanyaan kak alusia.
      Yang di mana Saya juga sering mengalami hal yang sama seperti Kak Alusia, nah biasanya itu saya membaca website ini dengan random aja lalu saya tidak sengaja membuka website yang sudah saya baca, setelah saya melihat Wah ternyata ada nih teman yang bertanya, untuk menjawab pertanyaan itu saya terkadang tidak membaca ulang isi dari website tersebut tetapi dengan melihat judulnya Saya sudah mengetahui isi dari website itu.
      Nah pertanyaan Kak alusia Apakah hal yang tadi itu termasuk di memori jangka panjang atau jangka pendek?
      Nah Menurut pendapat saya dia itu masuk ke penyimpanan jangka panjang, yang tersimpan rapi di dalam otak kita Contohnya seperti gudang pen penyimpanan barang, Nah kenapa pada saat kita melihat judulnya Kita langsung ingat itu didefinisikan sama seperti kunci apabila kita telah melihat kunci itu maka kita sudah mengetahui apa isi dalamnya.
      Lalu kak Alusia juga bertanya Apakah hal seperti ini tuh normal.
      Ya itu sangat normal, itu pertanda bahwa otak kita ini bekerja dengan efisien, yang di mana Pada saat kita membutuhkan ingatan Itu, itu akan kembali.
      terima kasih

      Hapus
    2. izin menambahkan identitas saya pak.
      Nama: Maya Apriyani
      Npm: 2386206013
      Kelas: V.A

      Hapus
  11. Nama : Oktavia Ramadani
    NPM : 2386206086
    Kelas : 5D

    Izin menanggapi , materi tentang cognutive load theory ini sangat terasa sih dalam pengalaman sehari - hari , saya sering mengalami batas memori jangka pendek misalnya sulit sekali mengingat nomor telepon baru tanpa harus ditulis dulu , tapi lebih mudah ni jika saya mengelompokkan angka dengan teknik chunking , memori kerja (WM) juga nyata saat melakukan tugas yang kompleks, seperti membaca sambil mencatat , di mana kapasitas WM cepat penuh fungsi eksekutif pusat terlihat saat saya memutuskan prioritas , memilih informasi mana yang akan di proses dulu , selain itu latihan dan pengalaman membuat LTM lebih kuat , misalnya setelah kita sering menulis atau merangkum materi , saya bisa mengingat pola atau prosedur tanpa melihat catatan , materi ini juga sangat relevan dan bisa di terapkan untuk strategi belajar dengan mengurangi beban kognitif dan mengelompokkan informasi.

    BalasHapus
  12. Nama : Oktavia Ramadani
    NPM : 2386206086
    Kelas : 5D

    Izin bertanya pak dan teman - teman semua jika ingin menjawab , bagaimana sih teknik chunking itu membantu meningkatkan kapasitas memori jangka pendek ? 🙏🏻☺️

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nama : Isdiana Susilowati Ibrahim
      Npm : 2386206058
      Kelas : VB PGSD

      Hallo oktavia izin menjawab yah. Menurut aku teknik chunking itu sebenarnya, cara untuk membantu kita mengingat informasi dalam jumlah besar dengan cara membagi informasi tersebut menjadi bagian-bagian kecil yang lebih mudah dikelola. Misalnya, saat kita harus mengingat nomor telepon yang panjang, kita akan membaginya jadi kelompok-kelompok kecil (seperti 0812-3456-7890, bukan 081234567890). Dengan cara itu, otak kita lebih mudah untuk memproses dan mengingatnya. Teknik ini sangat membantu dalam mengurangi beban memori, terutama ketika kita harus mengingat banyak informasi sekaligus. Jadi, chunking itu semacam trik untuk membuat informasi yang panjang terasa lebih pendek dan mudah diingat.

      Terimakasih😊

      Hapus
    2. Nama: Maya Apriyani
      Npm: 2386206013
      kelas: V.A

      Menurut pendapat saya caranya yaitu kita harus dapat mengelompokkan informasi-informasi yang kita dapatkan dalam satu kelompok yang sama, atau kita memenggal bagian-bagian menjadi kecil agar mudah kita ingat dan mudah kita pahami nah misalnya itu kita lagi belajar matematika kalau tanpa teknik chunking yaitu 5+2+3+1= 11.
      Kalau mengunakan teknik chunking
      5+2= 7
      7+3=10
      10+1= 11
      Nah dengan begitu Yang pastinya kerja beban memori kita akan sedikit ringan, lalu dengan begini akan memperkuat Ingatan.
      Terima kasih

      Hapus
  13. Nama : Nabilah Aqli Rahman
    NPM : 2386206125
    Kelas : 5D PGSD

    Waktu saya baca artikel ini, satu kata yang ada dipikiran saya

    `masyaAllah`

    Saya takjub banget sama kuasa Allah. Bayangin aja, manusia diciptakan dengan sistem ingatan yang begitu kompleks (seperti yang sudah dijelaskan di atas). Rasanya luar biasa banget, kayak bukti nyata betapa sempurnanya Allah dalam mengatur akal manusia 🥹.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nama: Nur Aulia Miftahul Jannah
      NPM: 238626085
      Kelas: 5D PGSD

      Hai Nab, saya setuju banget sama apa yang kamu bilang. Waktu pertama kali abis baca materi ini dari awal sampe akhir, saya aja masih ngerasa ngang ngong karna materinya cukup dalam dengan bahasa yang kurang familiar di saya. Cuman karna hal itu, saya jadi kayak terharu gitu, bahwa saya sadar saya manusia yang pengetahuannya ga seberapa ini bisa ngeliat betapa kompleksnya cara berpikir otak kita. Dan Allah sudah mengatur nya dengan sangat sempurna dan sebaik baiknya. masyaAllah 🥺

      279

      Hapus
    2. Nama: Nur Aulia Miftahul Jannah
      NPM: 238626085
      Kelas: 5D PGSD

      Tapi btw beneran, saya abis baca pertama kali tuh mudeng nya cuman dibagian substruktur yang dibagi jadi dua itu, STM dan LTM. Karna abis dari paragraf yang jelasin itu bahasa materinya kayak asing di otak saya, jadi saya ga terlalu ngeh secara keseluruhan. Tapi saya coba baca pelan pelan beberapa kali dan saya dikit dikit mulai paham walaupun bahasa asingnya saya ttep ga paham 😅. Saya juga baca baca komentar teman teman yang menanggapi materi ini barangkali bahasanya mereka lebih masuk di saya, dan ternyata alhamdulillaah benar saja saya cukup mengerti dari tanggapan yang mereka tulis di komentar hehe.

      280

      Hapus
  14. Nama : Nabilah Aqli Rahman
    NPM : 2386206125
    Kelas : 5D PGSD

    Di sisi lain, saya juga relate banget sama kehidupan sehari-hari. Saya sering gampang lupa hal-hal kecil, naruh barang atau detail tugas kuliah. Dari artikel ini saya jadi sadar, mungkin itu karena beban kognitifku lagi penuh, otak lagi sibuk ngatur banyak informasi sekaligus. Hal ini saya sadari juga penyebabnya, karena suka skrol sosmed 😅

    Saya sadar banget kalau kinerja ingatan saya tuh menurun semenjak saya kuliah, waktu saya masih sekolah saya ga pelupa seperti sekarang😀. Karena dulu saya sekolah asrama, di pondok, yaa mana bisa skrol sosmed. Pegang Hp aja ga bisa 😅

    Karena saya sudah tau penyebab kinerja ingatan saya menurun karena apa, jadi saya sekarang sedang mencoba mengurangi informasi yang tidak perlu. Supaya otak saya ga sibuk ngatur informasi sekaligus. Agar, informasi yang dibutuhkan tersimpan dengan baik.

    BalasHapus
  15. Nama:bella ayu pusdita
    Kelas:5d
    Nim:2386206114
    Pak saya sudah baca materi diatas termyata Ini adalah ringkasan yang sangat detail dan akademis mengenai dasar-dasar Pengorganisasian Ingatan (Memory Organization), yang menjadi landasan bagi Cognitive Load Theory (CLT). Penulis (Buya Adin) berhasil membedakan Memori Jangka Pendek (STM) dan Memori Jangka Panjang (LTM), memperkenalkan konsep Memori Kerja (WM), dan menguraikan model-model WM utama serta hipotesis mengenai perbedaan kapasitas individu.

    BalasHapus
  16. Nama:bella ayu pusdita
    Kelas:5d
    Nim:2386206114
    Kan diatas sudah dijelaskan model Memori Kerja Baddeley dan Hitch, yang memiliki tiga komponen: Eksekutif Pusat, Lingkaran Fonologis, dan Sketsa Visuospasial.
    Dalam kerangka Cognitive Load Theory (CLT), bagaimana Beban Kognitif Ekstrinsik dan Intrinsik dialokasikan atau didistribusikan di antara tiga komponen struktural WM ini (terutama antara Eksekutif Pusat dan kedua 'gudang' fonologis/visuospasial), dan apakah beban pada salah satu gudang tersebut secara inheren mengurangi sumber daya yang tersedia untuk Eksekutif Pusat?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nama : Isdiana Susilowati Ibrahim
      Kelas : 5B PGSD
      Npm : 2386206058

      Hallo bella izin yah menjawab. Menurut aku, jadi eksekutif pusat itu punya peran penting banget dalam mengatur informasi yang masuk ke dalam otak kita. Jadi, eksekutif pusat ini berfungsi buat ngolah informasi yang datang, baik itu dalam bentuk kata-kata atau gambar. Kalau ngomongin tentang Beban Kognitif Ekstrinsik dan Intrinsik, dua hal ini berhubungan banget sama cara kita memproses informasi. Beban Kognitif Ekstrinsik itu lebih ke cara penyajian informasi, misalnya kalau informasinya disampaikan dengan cara yang nggak efisien atau bikin bingung, itu bisa bikin kita kesulitan. Sementara Beban Kognitif Intrinsik itu berhubungan sama seberapa sulit atau rumit informasi yang kita terima. Kalau informasi yang kita terima terlalu rumit, otomatis otak kita bakal lebih terbebani. Nah, kalau kedua hal ini eksekutif pusat dan beban kognitif nggak dikelola dengan baik, bisa bikin kita susah nginget atau ngerti sesuatu. Makanya penting banget buat kita paham gimana cara kerjanya, biar belajar atau ngerjain tugas bisa lebih efisien.

      Terimakasih😊

      Hapus
  17. Nama: Rismardiana
    Kelas: 5B PGSD
    NPM: 2386206025

    izin menanggapi pak, pada materi ini memberikan gambaran yang sangat jelas tentang bagaimana memori manusia bekerja melalui dua sistem utama, yaitu STM dan LTM. Penjelasan mengenai keterbatasan STM dan kekuatan LTM membantu saya memahami mengapa informasi baru sering mudah terlupakan jika tidak diproses secara mendalam. Hal ini mempertegas pentingnya latihan dan penjelasan terperinci untuk memperkuat penyimpanan jangka panjang. Saya merasa uraian ini sangat relevan dalam konteks pembelajaran karena menunjukkan perlunya strategi yang memastikan siswa tidak hanya menghafal, tetapi juga mendalami informasi.

    BalasHapus
  18. Nama: Imelda Rizky Putri
    Npm:2386206024
    Kelas:5B

    Setelah saya baca, materi ini ngejelasin dan memberi gambar kenapa kita kadang cepet capek saat belajar. Ternyata memori kerja ada batasnya, jadi wajar kalau otak terasa penuh. Materi ini berguna untuk guru atau siswa supaya bisa menyusun cara belajar yang lebih efektif dan enggak bikin otak “ overload “

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nama: Nur Aulia Miftahul Jannah
      NPM: 238626085
      Kelas: 5D PGSD

      Haii Imel, saya mau tanggepin komentar mu yaa..

      Saya sekarang lagi ngerasain momen yang kamu bilang mel. Saya lagi ngerasa capek sama beberapa kegiatan saya yang mengharuskan untuk berpikir belakangan ini, termasuk kegiatan tugas komen ini. Karna contohnya, di tugas komen kita perlu baca terlebih dahulu, saat membaca otak kita menyimpan informasi di memori kerja, lalu diolah dan menghasilkan tanggapan. Nah saya kan juga ada kerjaan jadi spesialis ide konten, di dalam sana juga membutuhkan baca data, merangkum dan evaluasi jadi otak saya kayak lagi drop gitu yg kayak kata imel “overload”.

      281

      Hapus
  19. Nama : Erlynda Yuna Nurviah
    klas : VB PGSD
    Npm : 2386206035

    Dari bacaan diatas seingat saya bapak waktu itu pernah menjelaskan sedikit mengenai memori jangka pendek dan memori jangka panjang ini. Berdasarkan pengalaman saya sendiri informasi atau materi yang kita dapatkan bisa bertahan lama didalam ingatan kita kalau.. dihubungkan dengan pengalaman atau pengetahuan yang bermakna, dan berkesan. Contohnya waktu pembelajaran matematika dari SD sampai saat ini saya masih ingat tentang tanda positif & negatif, guru saya memberikan istilah "kalau saya punya uang dianggap positif" dan " kalau saya punya utang dianggap negatif".

    Misalnya 5 + (-2) =
    Guru saya bilang " kamu punya uang 5 ribu, tapi punya utang 3 ribu ke A, jadi uangmu sisa berapa?" . jawabnya 5 - 2 = 3, Nah contoh hitungan seperti ini membuat saya lebih paham dan bisa masuk akal karena dikaitkan dengan pengalaman sehari - hari. Ternyata pengelompokkan / pengorganisasian memori sangat penting untuk mempercepat proses mengingat dan memahami.

    BalasHapus
  20. Nama: Nur Sinta
    NPM: 2386206033
    Kelas: 5B PGSD

    Materi ini menjelaskan tentang perbedaan antara Long-Term Memory (LTM) yitu tempat menyimpan pengetahuan yang sudah kita kuasai dengan baik misalnya nama orang, fakta atau rumus matematika dasar penjumlahan, pengurangan, pembagian dan perkalian selain itu kapasitas memori ini dianggap besar atau tidak terbatas meskipun kadang akses ke memori jangka panjang ini bisa lebih lambat dan Short-Term Memory (STM) adalah tempat menyimpan sementara informasi yang baru saja kita terima atau pikirkan, mislanya ketika kita mencoba mengingat nomor telepon baru. Selain itu otak kita tidak bisa menampung terlalu banyak informasi baru sekaligus terutama informasi yang acak, maka seringkali otak kita kelebihan beban sehingga kita mudah lupa, agar informasi bisa dipahami dan diingat dengan baik kita perlu mengorganisir materi. Agar informasi bisa masuk ke memori jangka panjang penting bahwa informasi tersebut dipahami secara mendalam bukan hanya dihafal secara singkat.

    BalasHapus
  21. Nama: Nur Sinta
    NPM: 2386206033
    Kelas: 5B PGSD

    Menurut saya, materi ini bermanfaat untuk memahami bagaimana otak manusia memproses, menyimpan dan mengorganisir informasi. Sebagai calon guru ini membuka mata kita bahwa dalam konteks mengajar kita tidak bisa asal transfer materi, kita perlu mempertimbangkan bagaimana materi akan disajikan dan dikaitkan dengan pengalaman lama supaya informasi bisa masuk ke dalam memori jangka panjang LTM dengan benar, serta sadar tentang prinsip-prinsip seperti batas memori kerja, chunking, serta pentingnya struktur dan penyajian materi bisa membantu kita belajar atau mengajar lebih efektif. Tapi tetap harus diingat teori ini satu bagian dari gambaran besar tentang belajar, kita juga perlu memperhatikan kontkes, sosial dan emosi serta karakter individu siswa.

    BalasHapus
  22. nama : bangkit dwi prasetyo
    kelas : 5b
    npm : 2386206044

    keren banget pak materinya karena ngejelasin hal yang sering kita alami saat mengajar: otak siswa bisa “penuh” kalau materi disampaikan kebanyakan sekaligus. Penjelasan soal beban kognitif juga bikin kita sadar kalau cara kita menyusun materi itu penting banget. Kadang bukan karena siswanya nggak bisa, tapi memang otaknya lagi kewalahan. Jadi makin paham deh kenapa materi perlu dipotong-potong, dibikin simpel, dan dibantu visual biar mereka lebih mudah nangkep.

    BalasHapus
  23. Nama : Dita Ayu Safarila
    Kelas : 5 C
    NPM :2386206048
    Nah sebagai calon guru,pemahaman ini sangat fundamental ya,kita harus merancang pembelajaran yang tidak membebani memori kerja siswa secara berlebihan mengurangi beban yang tidak perlu, membantu siswa mengorganisasi informasi baru agar bisa di proses dan di transfer ke memori jangka panjang secara efektif dan memperhatikan bahwa efisiensi pemrosesan siswa berbeda beda sehingga perlu strategi mengajar yang bertahap dah sesuai. kita harus jadi perancang instruksional yang cermat,memastikan materi disajikan sesuai kapasitas kognitif siswa agar terjadi pembelajaran yang bermakna.

    BalasHapus
  24. Nama : Dita Ayu Safarila
    Kelas : 5 C
    NPM : 2386206048
    izin bertanya.
    teknik pengajaran spesifik apa yang dapat kita terapkan untuk membantu siswa mengatasi keterbatasan 7 unit memori jangka pendek ketika mereka harus menerima dan memproses serangkaian instruksi yang kompleks atau daftar istilah baru?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nama: Rosidah
      Npm: 2386206034
      Kelas: V B (PGSD)

      Hallo kak dita, izin menjawab ya, menurut saya salah satu teknik pengajaran yang bisa kita gunakan untuk mengatasi masalah yang ditanyakan kakak adalah dengan memecahkan infomasi menjadi bagian kecil dan disampaikan secara bertahap. Selain itu, kita sebagai calon guru juga bisa menggunakan contoh kongkret dan visual agar siswa mudah mengingat. Tetapi teknik yang menurut saya paling efektif adalah pengulangan dengan cara bervariasi, seperti diskusi singkat, tanya jawab, atau latihan sederhana. Dengan pengulangan yang tidak membosankan, infomasi lebih mudah tersimpan dalam ingatan siswa.

      Semoga tanggapan saya bermanfaat untuk kakak dan teman-teman lainnya 😊

      Hapus
    2. Nama:Elisnawatie
      NPM:2386206069
      Kelas:VD

      Hallo Dita izin menjawab pertanyaanmu ya Untuk membantu siswa mengatasi keterbatasan 7 unit memori jangka pendek, guru perlu membuat informasi lebih mudah diproses dan diingat. Teknik yang bisa diterapkan sebagai berikut :
      •Chunking (pengelompokan)
      Gabungkan beberapa instruksi atau istilah menjadi satu kelompok bermakna.
      •Instruksi bertahap
      Sampaikan satu langkah, pastikan dipahami, baru lanjut ke langkah berikutnya.
      •Gunakan visual pendukung
      Diagram, tabel, atau peta konsep membantu mengurangi beban mengingat.
      •Ulangi dengan variasi
      Diucapkan, dituliskan, lalu dipraktikkan agar lebih melekat.
      •Hubungkan dengan pengetahuan lama
      Istilah baru dikaitkan dengan contoh atau konsep yang sudah dikenal.
      • Tuliskan poin kunci
      Jangan hanya lisan, agar siswa tidak harus mengingat semuanya di kepala.
      • Latihan langsung setelah instruksi
      Praktik segera membantu memindahkan informasi ke memori jangka panjang.

      Jadi,Guru tidak menambah hafalan, tapi mengatur cara informasi disajikan agar otak siswa tidak kewalahan dan bisa memahami dengan lebih efektif.

      Hapus
  25. Nama : Erlynda Yuna Nurviah
    Kelas : VB PGSD
    Npm : 2386206035

    Dari materi yang dijelaskan diatas saya menjadi lebih paham bagaimana cara kerja ingatan manusia saat belajar. Ternyata otak kita mempunyai batas dalam menerima sebuah informasi, dalam konteks pembelajaran dan pov nya kita sebagai guru,kalau kita menjelaskan terlalu rumit dan terlalu banyak, siswa akan cepat bingung. Maka peran guru sangatlah penting dalam menyampaikan dan mengatur sebuah informasi yang akan diberikan kepada siswa. Misalnya membuat penjelasan yang lebih sederhana, menggunakan kata - kata yang mudah dipahami anak sd, memberi contoh konkret atau yang bersifat revelan. Menurut saya penjelasan dari bapak sangat membantusaya dalam memahami kenapasih desain pembelajaran harus dbuat dengan jelas dan terstruktur? ya supaya siswa bisa menangkap materi dengan lebih baik dan dapat diingat melalui memori jangka pendek ( diberi makna, diulang, diperaktikkan) barulah masuk ke mmemori jangka panjang.

    BalasHapus
  26. Nama : Aprilina Awing
    kelas : 5D PGSD
    NPM : 2386206113

    Ijin menanggapi pak, Materi ini membahas tentang cara kerja memori manusia, khususnya perbedaan dan hubungan antara memori jangka panjang (LTM), memori jangka pendek (STM), dan memori kerja (Working Memory/WM). Secara sederhana, materi ini ingin menjelaskan bahwa kemampuan kita berpikir, memahami, dan menyelesaikan tugas sangat dipengaruhi oleh seberapa besar kapasitas memori kerja dan seberapa baik pengetahuan tersimpan di memori jangka panjang.

    Memori jangka panjang digambarkan sebagai tempat penyimpanan pengetahuan yang relatif permanen, seperti fakta, konsep, dan keterampilan yang sudah sering dipelajari. Kapasitasnya besar, bahkan dianggap tidak terbatas, tetapi aksesnya bisa lambat jika jarang digunakan. Artinya, semakin sering kita belajar dan berlatih, semakin cepat kita mengakses informasi tersebut. Ini menjelaskan kenapa orang yang sering latihan terasa lebih “lancar” saat mengerjakan soal atau tugas tertentu.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nama : Aprilina Awing
      Kelas : 5D PGSD
      NPM : 2386206113

      Ijin menambahkan, Materi ini juga menjelaskan bahwa memori kerja bukan cuma menyimpan informasi, tapi juga memprosesnya. Saat kita membaca, menghitung, mengambil keputusan, atau mengerjakan beberapa hal sekaligus, memori kerja sedang aktif. Model Baddeley menunjukkan bahwa memori kerja punya beberapa komponen, seperti eksekutif pusat yang mengatur perhatian, serta sistem khusus untuk informasi verbal dan visual. Kalau terlalu banyak tugas dilakukan bersamaan, kinerja kita bisa menurun karena kapasitas memori kerja terbatas.

      Hubungan antara memori kerja dan memori jangka panjang juga sangat ditekankan. Informasi baru akan lebih mudah diproses kalau sesuai dengan pengetahuan yang sudah ada sebelumnya. Sebaliknya, kalau seseorang belum punya dasar pengetahuan yang cukup, memori kerjanya cepat penuh dan belajar jadi terasa berat. Inilah yang menjadi dasar teori beban kognitif, yaitu pembelajaran harus disesuaikan dengan kemampuan memori kerja agar tidak membuat peserta didik kewalahan.

      Secara keseluruhan, materi ini menyadarkan bahwa kesulitan belajar bukan selalu karena kurang pintar, tetapi bisa karena beban kognitif terlalu tinggi atau pengetahuan dasar belum terbentuk. Oleh karena itu, dalam pembelajaran perlu ada penjelasan bertahap, latihan yang cukup, dan pengaitan materi baru dengan pengalaman atau pengetahuan lama.

      Hapus
  27. Nama : Aprilina Awing
    Kelas : 5D PGSD
    NPM : 2386206113

    Ijin bertanya, Mengapa memori kerja manusia memiliki kapasitas yang terbatas, sedangkan memori jangka panjang tidak?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nama: Rosidah
      Npm: 2386206034
      Kelas: V B (PGSD)

      Hallo kak Aprilina, wah ketemu dengan pertanyaan kakak, sepertinya memang ditakdirkan saya untuk menjawab komentar nya heheh,
      Gini kak memori kerja memiliki kapasitas terbatas karena fungsinya sebagai tempat menampung dan mengolah informasi secara sementara saat kita sedang berpikir atau melakukan tugas. Jadi di tahap ini, otak harus membagi sumber daya untuk menyimpan sekaligus memproses infomasi, sehingga jumlah infomasi yang ditangani dalam waktu bersamaan menjadi terbatas. Sementara itu, memori jangka panjang berfungsi sebagai tempat penyimpanan pengetahuan dan pengalaman dalam waktu yang lama, sehingga kapasitasnya dianggap nggk terbatas. Infomasi yang sudah tersimpan di memori jangka panjang dapat membantu kerja memori kerja. Karena itu, ketika seseorang memiliki pemahaman dan pengalaman yang baik, beban memori kerja menjadi lebih ringan. Inilah yang menunjukkan pentingnya pembelajaran bermakna.

      Semoga tanggapan saya bermanfaat untuk kakak dan teman-teman lainnya 😊

      Hapus
    2. Nama: Nur Aulia Miftahul Jannah
      NPM: 238626085
      Kelas: 5D PGSD


      Haii April, Haii Kak Ros

      Awalnya saya mau coba jawab pertanyaan dari april dari pov saya. Tapi, pas saya baca jawaban dari kak ros, bikin saya tambah paham sama materi ini karna penjelasannya kak ros yang enak dipahami.


      Terima kasih ya kak ros udah coba jelasin tentang memori kerja terkait dari materi ini. Awalnya saya udah agak paham bahwa memori kerja ini tempatnya di STM, tapi berkat penjelasannya kak ros saya jadi paham bahwa fungsi memori kerja di STM itu sbg penampungan informasi waktu kita lagi berpikir.

      277

      Hapus
    3. Izin menambahkan jawaban, Memori kerja (WM) memiliki kapasitas yang terbatas karena fungsinya sebagai "desktop otak" yang memproses informasi saat ini, menggunakan sumber daya kognitif yang terbatas, dan tidak dirancang untuk menyimpan informasi jangka panjang.
      Memori jangka panjang (LTM) tidak memiliki kapasitas terbatas karena dirancang untuk menyimpan informasi jangka panjang, mengorganisir informasi dalam struktur yang kompleks, dan dapat mengkonsolidasi informasi dari WM.

      Jadi, WM dan LTM memiliki fungsi dan kapasitas yang berbeda karena tujuan dan cara kerjanya yang berbeda. Thankss😊

      Hapus
  28. Nama: Rosidah
    Npm: 2386206034
    Kelas: V B (PGSD)

    Pada materi ini, ternyata memori manusia dibedakan ada memori jangka panjang (LTM), dan memori jangka pendek/kerja (STM/MM). Karena kapasitas memori kerja terbatas, seseorang akan lebih mudah memproses infomasi jika materi tersebut sudah memiliki keterkaitan dengan pengetahuan yang tersimpan di memori jangka panjang. Ini lah mengapa dalam pembelajaran, pemahaman lebih penting dari sekedar menghafal.

    BalasHapus
  29. Nama: Rosidah
    Npm: 2386206034
    Kelas: V B (PGSD)

    Di materi ini juga memperjelas kalau keterbatasan memori kerja membuat kinerja seseorang tergantung pada efesiensi proses berpikirnya. Ketika memproses infomasi belum efesien, lebih banyak sumber daya memori kerja digunakan untuk memahami tugastugas, sehingga ruang untuk penyimpanan menjadi lebih kecil. Dan sebaliknya juga, jika seseorang sudah terlatih dan memiliki pengetahuan yang relevan di memori jangka panjangpanjang, proses berpikir akan lebih ringan dan efesien. Dari ini dapat kita ketahui bersama-samabersama-sama latihan dan pengalaman sangat berperan penting dalam menyimpan memori secara optimal.

    BalasHapus
  30. Izin menanggapi pal, Materi di atas sudah menjelaskan karakteristik yang utama di memori manusia secara jelas dan sistematis, khususnya dengan menekankan tiga aspek yang sangat penting, yaitu daya tahan, kapasitas, dan kecepatan akses.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pada point yang menjelaskan mengenai perbedaan antara memori jangka pendek dan memori jangka panjang juga relevan dengan adanya kajian kognitif dalam pembelajaran, karena bisa membantu memahami bagaimana informasi diproses dan disimpan secara langsung oleh individu.

      Hapus
  31. memori jangka panjang (Long-Term Memory) sudah sangat tepat , terutama pada menggambarkan kekuatan memori yang tinggi, kapasitas yang relatif tidak terbatas, serta peran latihan dan pemrosesan mendalam dalam meningkatkan daya ingat dan kecepatan akses informasi.

    BalasHapus
  32. Dalam materi ini yang paling penting di konteks pendidikan yaitu, proses pembelajaran yang di rancang baik untuk mendorong proses informasi yang mendalam bukan hanya sekedar hafalan sajaaa.

    BalasHapus
  33. Arsitektur kognitif dasar manusia ini sudah terliat kompleks, akan tetapi model model seperti STM (shoet-term memory) dan LTM ( Long Term memory) ini bisa membantu memahami bagaimana informasi tersebut di proses dan di simpan dalam otak manusia.

    BalasHapus
    Balasan
    1. jadi dapat memahami bagaiamana informasi di proses dan di simpan di dalam otak kbutuh efektif untuk belajar dan mengingat informasi.

      Hapus
  34. Di dalam artikel bapak ini yang membahas pada memori kerjaaa,kerjaan aspek yang penting dalam proses informasi dan juga melakukan tugas yang kognitif,. Memori kerja juga dianggap sebagai ruang kerja otak, hal ini dapat kita simpulkan bahwasanya bisa digunakan untuk membuat keputusan atau suatu tindakan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. 3 aspek yang juga sangat penting dari memori kerja memiliki beberpa fungsi salah satunya yaitu, penyimpanan sementara, aspek ini terikat dengan kemampuan memori kerja untuk menyimpan informasi hanya sementara, contohnya mengingat daftar angka atau kata-kata.

      Hapus
  35. NAMA : KORNELIA SUMIATY
    NPM : 2386206059
    KELAS : 5B PGSD

    Menurutku materi ini menjelasin cara kerja memori manusia dengan cukup jelas. Intinya, otak kita punya dua jenis memori utama, yaitu memori jangka pendek dan jangka panjang. Memori jangka pendek itu cepat tapi gampang hilang, kayak pas kita nginget nomor telepon sebentar. Sementara memori jangka panjang isinya pengetahuan yang udah sering dipakai, jadi lebih awet walaupun kadang ngambilnya agak lama.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bagian tentang memori kerja juga menarik, soalnya ini yang sering kita pakai sehari-hari tanpa sadar. Misalnya pas ngitung di kepala, ngatur rencana, atau ngerjain dua hal sekaligus. Tapi ternyata kapasitasnya terbatas, makanya kalau kebanyakan mikir atau multitasking, kita jadi gampang salah atau capek. Contohnya pas disuruh nambah angka gede sambil nonton TV, pasti berasa ribet banget.

      Hapus
    2. kesimpulannya menurutku, materi ini nunjukin kalau kemampuan nginget dan mikir tiap orang bisa beda-beda. Ada yang lebih kuat karena kapasitas memorinya besar, ada juga yang karena cara mikirnya lebih efisien. Jadi wajar kalau ada orang yang cepet paham dan ada yang butuh waktu lebih lama, karena cara kerja memori tiap orang memang nggak sama.

      Hapus
    3. Nama: Nur Aulia Miftahul Jannah
      NPM: 238626085
      Kelas: 5D PGSD

      Haloo Kornel, izin menanggapi komentar mu yaa.

      Saya tertarik sama komen mu karna ada hal yang sependapat yang pengen saya tanggapi juga di materi ini. Yaitu tentang multitasking. Waktu bapak di atas bilang kalau kita lagi dihadapkan dengan nomer nomer untuk diingat tetapi disisi lain kita juga dihadapkan dengan suara yang harus kita dengar kinerja otak kita menurut karna fokusnya terbagi. Menurut saya ini fenomena yg sering banget saya rasakan. Dan ternyata ini adalah hal yang normal karna dasarnya otak memproses sesuatu dengan baik ketika fokus pasa satu hal saja.

      278

      Hapus
  36. Nama: Margaretha Elintia
    Kelas: 5C PGSD
    Npm: 2386206055

    Izin menanggapi ya pak, saja jadi paham kenapa kalau kita belajar materi baru yang terlalu susah otak rasanya cepat capek, ternyata memang memori jangka pendek kita punya batas maksimal, jadi kalau dipaksa menerima banyak informasi sekaligus tanpa jeda pasti akhirnya banyak yang tidak nyangkut.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nama: Margaretha Elintia
      Kelas: 5C PGSD
      Npm: 2386206055

      Menyambung poin di atas, ternyata rahasia orang bisa cepat paham itu karena mereka sudah punya tabungan pengetahuan sebelumnya, ini membuktikan kalau sering latihan itu bukan cuma buat menghafal aja tapi buat membantu otak supaya tidak kerja terlalu keras saat ketemu masalah yang sama di kemudian hari.

      Hapus
    2. Nama: Margaretha Elintia
      Kelas: 5C PGSD
      Npm: 2386206055

      Izin menambahkan lagi pak, saya melihat contoh pengelompokkan itu sangat sesuai dengan kehidupan sehari-hari, ini jadi pelajaran buat kita kalau mau menjelaskan kepada orang lain itu harus dibagi menjadi bagian kecil yang sederhana biar informasinya tersimpan dengan baik

      Hapus
  37. Nama: Margaretha Elintia
    Kelas: 5C PGSD
    Npm: 2386206055

    Saya ingin bertanya pak, kira-kira apa yang harus kita lakukan kalau harus mempelajari bidang yang baru dan asing, dimana kita sama sekali belum punya dasar memori jangka panjang agar otak tidak cepat merasa lelah karena kelebihan beban?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nama: Selma Alsayanti Mariam
      Npm: 2386206038
      Kelas: VC

      Izin bantu menjawab ya kak elin, kalau kita harus belajar bidang yang benar-benar baru dan masih asing, sebaiknya jangan langsung memaksakan otak untuk menerima banyak hal sekaligus. tetapi mulailah hal yang paling dasar dulu, pelan-pelan tapi rutin dilakukan. lalu lebih baik belajar sedikit tapi konsisten daripada sekaligus banyak tapi mudah lelah. lalu jangan lupa untuk mengatur waktu istirahat. karena otak pun perlu jeda supaya informasi bisa masuk ke memori jangka panjang. kalau sudah mulai lelah, lebih baik berhenti sebentar daripada dipaksakan, karena hal itu akan membuat susah fokus. intinya, belajar bertahap, santai, dan seimbang supaya otak tidak cepat lelah.

      Hapus
    2. Nama: Nur Aulia Miftahul Jannah
      NPM: 238626085
      Kelas: 5D PGSD

      Haii Elin, saya mau coba jawab pertanyaan kamu yaa. Kalau ada yg keliru boleh dicorrect yaa.

      Menurut saya pertanyaan yg kamu ajukan cukup menarik. Saya paham “rasanya” pertanyaan kamu, kalau kita di posisi first time belajar sesuatu yg baru pasti ilmunya baru banget dan ga yang nempel banget di otak. Sebenernya ilmu yg baru saja kita pelajari itu masuknya ke dalam STM atau short memory term. Nah, untuk membuat ilmu itu masuk ke dalam LTM atau long memory term kita bisa mentransfernya dengan “pengulangan” belajar terhadap ilmu yang baru aja kita pelajari.

      274

      Hapus
    3. Nama: Nur Aulia Miftahul Jannah
      NPM: 238626085
      Kelas: 5D PGSD

      Simpelnya, kayak waktu baby lagi belajar menirukan pengucapan kata “mama” pada ibunya. Di dalam prosesnya baby, ibu berperan aktif memberikan rangsangan dengan menyebutkan kata “mama” secara sering kepada baby. Ini membuat baby pelan pelan mendownload fitur bisa ngucap kata “mama” di dalam dirinya hihi. Tapi, jelas tidak dengan sekali rangsangan dari ibunya, melainkan dengan berkali kali yang artinya sering. Supaya kata “mama” masuk ke dalam LTM dedek bayinyaa, hihi.

      275

      Hapus
    4. Nama: Nur Aulia Miftahul Jannah
      NPM: 238626085
      Kelas: 5D PGSD

      Jadii, kita juga gitu kalau lagi belajar hal baru. Kita bisa memasukkan hal baru yang kita pelajari ini ke dalam LTM tetapi, dengan cara repetitif. Supaya otak kita kayak kenal akrab gitu sama “hal baru” tadi ini, dan di simpan ke bank memory kita yg LTM. Nanti waktu dikemudian hari kita dihadapkan dengan hal baru yang ini tadi, kita udah spontan tau.. kayak yang kata “mama” pada baby tadi.. Dan supaya otaknya ga langsung capek, gausah dipaksa langsung banyak gitu yg dipelajari, pelan pelan ajaa tapi di ulang ulang..

      Semoga bermanfaat yaa dan cmiiw hehe 😄

      276

      Hapus
    5. Nama: Nur Sinta
      NPM: 2386206033
      Kelas: VB PGSD

      Izin menjawab pertanyaanmu Margaretha, Ketika kita mempelajari bidang yang benar-benar baru dan belum memiliki dasar di memori jangka panjang otak akan bekerja lebih keras karena semua informasi harus diproses di memori kerja yang kapasitasnya terbatas, jika materi diberikan sekaligus tanpa struktur yang jelas, beban kognitif akan meningkat dan membuat kita cepat merasa lelah. Nah solusi yang sebaiknya dilakukan sesuai materi CTL adalah dengan mengatur cara belajar agar beban kognitif tidak menumpuk di memori kerja saat mempelajari bidang yang baru dan asing, pembelajaran sebaiknya dimulai dari konsep dasar dan gambaran umum, bukan langsung detail namun sebaiknya materi tersebut perlu dipecah menjadi bagian-bagian kecil dan dipelajari secara bertahap agar mudah diorganisasikan dalam ingatan. Selain itu waktu belajar juga perlu di atur dengan jeda dan pengulangan, sehingga otak memiliki kesempatan untuk menyimpan informasi dengan baik, dengan strategi ini kelebihan beban kognitif dapat dikurangi dan proses belajar menjadi lebih ringan serta efektif.

      Hapus
    6. Pertanyaan yang bagus Margaretha! Ketika mempelajari bidang baru dan asing, otak memang bisa merasa lelah karena kelebihan beban. Berikut beberapa tips untuk membantu:

      1. Mulai dengan dasar: Fokus pada konsep dasar dan fundamental bidang tersebut. Jangan langsung masuk ke materi yang kompleks.
      2. Pecah menjadi bagian kecil: Bagi materi menjadi bagian-bagian kecil dan pelajari satu per satu.
      3. Gunakan analogi dan contoh: Gunakan analogi dan contoh untuk membantu memahami konsep yang sulit.
      4. Latihan secara teratur: Latihan secara teratur, tapi jangan terlalu lama. Beri jeda untuk otak beristirahat.
      5. Gunakan teknik memori: Gunakan teknik memori seperti mnemonik, peta konsep, atau flashcards untuk membantu mengingat informasi.
      6. Istirahat yang cukup: Jangan lupa untuk istirahat yang cukup dan tidur yang nyenyak. Otak perlu waktu untuk memproses informasi.

      Dengan cara-cara ini, kamu bisa membantu otak untuk tidak merasa lelah karena kelebihan beban.

      Hapus
    7. Nama:Elisnawatie
      Npm:2386206069
      Kelas:VD
      Haloo margaretha izin menjawab pertanyaanmu ya Agar otak tidak cepat lelah saat mempelajari bidang yang benar-benar baru, kuncinya adalah mengatur beban belajar sejak awal. Cara sederhananya:

      * Mulai dari gambaran besar dulu
      Pahami “ini tentang apa” sebelum masuk ke detail.

      * Belajar sedikit tapi rutin
      Jangan lama sekaligus. Lebih baik singkat tapi sering.

      * Pecah materi jadi bagian kecil
      Satu konsep dulu, jangan dicampur dengan yang lain.

      * Gunakan contoh nyata atau analogi
      Otak lebih mudah menyimpan sesuatu yang dekat dengan pengalaman.

      * Catat dengan kata sendiri
      Ini membantu membentuk memori jangka panjang lebih cepat.

      * Ulangi dan beri jeda
      Istirahat sebentar justru membuat otak lebih kuat menyimpan informasi.

      * Terima kalau belum langsung paham
      Bingung di awal itu wajar, jangan dipaksakan.

      Jadi,Saat belum punya dasar, jangan mengejar cepat. Bangun pondasi pelan-pelansupaya otak tidak kewalahan dan belajar jadi lebih tahan lama.

      Hapus
  38. Nama: Selma Alsayanti Mariam
    Npm: 2386206038
    Kelas: VC

    Dari materi ini saya jadi tau hal baru, kalau ada yang namanya Trade off. yang intinya, kapasitas otak kita itu terbatas. kalau kita disuruh mengingat banyak hal (menyimpan), kemampuan kita untuk berpikir (proses) akan menjadi lemot. sebaliknya, kalau kita lagi berpikir keras, misalnya seperti mengerjakan soal matematika yang susah sekali, kita bakal gampang lupa sama hal lain di sekitar kita. maka dari itu, kita tidak bisa multitasking yang berat-berat sekali secara bersamaan.

    BalasHapus
  39. Izin tanya, Pak. Di kelas kan kemampuan anak beda-beda, ada yang cepat nangkep, ada yang lambat. Gimana ya caranya kita mengatur 'beban' materi supaya yang pinter nggak bosan, tapi yang kurang juga nggak merasa keberatan beban otaknya? Terima kasih Pak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nama: Selma Alsayanti Mariam
      Npm: 2386206038
      Kelas: VC

      Izin bantu menjawab ya kak alda, menurut saya kuncinya itu ada di cara guru mengemas materi. karena materi inti sebaiknya dibuat sama untuk semua anak, tapi cara dan kedalamannya bisa dibedakan. anak yang cepat tangkap bisa diberikan tugas tambahan, tantangan kecil, atau peran bantu temannya supaya tidak bosan. sementara itu, anak yang masih lambat jangan diburu-buru. beri penjelasan lebih sederhana, contoh yang dekat dengan kehidupan mereka, dan waktu belajar yang lebih fleksibel. suasana kelas juga harus dibuat aman, jadi anak tidak takut salah dan tidak merasa tertinggal. intinya, bebannya jangan disamaratakan, tapi sesuaikan dengan kemampuan masing-masing. dengan begitu, anak yang pintar tetap berkembang, dan anak yang butuh waktu lebih juga tidak merasa berat atau tertekan.

      Hapus
    2. Nama: Nur Aulia Miftahul Jannah
      NPM: 238626085
      Kelas: 5D PGSD

      Halo Alda, saya mau coba untuk jawab pertanyaan kamu yaa. Dan untuk temen temen yg baca ini boleh dicorrect yaa..

      Menurut saya, pertanyaan yang kamu tanyakan cukup relevan dengan sikon di lapangan. Kita tahu bahwa anak anak pasti memiliki kemampuan yg berbeda-beda termasuk kemampuan dalam mengelola informasi ini. Menurut saya, pendekatan pendidikan yang sedang di terapkan di Indonesia bisa menjadi jawabannya. Kurikulum kita sekarang adalah kurikulum merdeka dengan pendekatan pembelajaran mendalam.

      272

      Hapus
    3. Nama: Nur Aulia Miftahul Jannah
      NPM: 238626085
      Kelas: 5D PGSD

      Di dalam kurikulum kita saat ini ada yang nanya pengajaran dengan bentuk berdiferensiasi, nah ini yg maksud saya merupakan jawabannya. Dalam pembelajaran yang berdiferensiasi, kita bisa mengelola pembelajaran berdasarkan kemampuan individu tiap anak. Itu artinya, setiap anak tetap memiliki peluang yang sama untuk mengembangkan kemampuannya walaupun kemampuan mereka berbeda beda. Nah, nanti tinggal kita yang sebagai guru ini mengatur dan merencanakan pembelajaran berdiferensiasi sesuai dengan kemampuan individu yg sudah kita telusuri dulu itu, gitu hehe.

      cmiiw yaaa

      273

      Hapus
    4. Nama: Nur Sinta
      NPM: 2386206033
      Kelas: VB PGSD

      Izin menjawab pertanyaanmu ya Alda, Jadi perbedaan kemampuan siswa memang sangat berkaitan dengan kapasitas memori kerja dan cara informasi terorganisasi dalam ingatan, siswa yang cepat menangkap pembelajaran biasanya sudah punya skema pengetahuan yang lebih kuat, sementara siswa yang lambat masih membangun skema tersebut. Ada beberapa cara untuk mengatasi hal ini yaitu sajikan konsep dasar secara ringkas dan jelas agar semua siswa memiliki kerangka yang sama di memori mereka ini membantu siswa yang lambat membangun organisasi ingatan tanpa langsung terbebani detail, selain itu bisa juga dengan cara penjelasan awal yang sederhana dan terstruktur setelah itu berikan tugas yang bertingkat, serta dengan cara materi yang akan disampaikan dibagi menjadi bagian-bagian kecil dan logis siswa yang cepat akan lebih mudah mengaitkan sementara siswa yang lambat tidak akan kewalahan karena memori kerjanya tidak dibanjiri informasi sekaligus. Kuncinya bukan menyamakan kemampuan siswa tetapi mengatur bagaimana informasi diorganisasi dalam ingatan mereka, dengan struktur yang jelas, tugas bertingkat dan kesempatan membangun skema siswa yang cepat tetap tertantang sementara siswa yang lambat tidak merasa otaknya keberatan.

      Hapus
    5. Izin menjawab yah, Untuk mengatur beban materi, mungkin guru bisa:

      1. Sesuaikan materi dengan kemampuan siswa (diferensiasi pembelajaran)
      2. Pecah materi menjadi bagian kecil
      3. Gunakan contoh dan ilustrasi
      4. Berikan umpan balik
      5. Gunakan teknologi

      Dengan cara-cara ini, semua siswa bisa belajar efektif tanpa merasa bosan atau keberatan beban otaknya 😊.

      Hapus
    6. Nama:Elisnawatie
      NPM:2386206069
      Kelas:VD
      Wahh pertanyaan yang bagus izin menjawab ya Alda menurut aku Caranya adalah mengatur materi supaya fleksibel, bukan satu kecepatan untuk semua anak. Ringkas dan mudahnya begini:

      * Materi inti sama untuk semua
      Semua anak belajar konsep dasar yang wajib dipahami.

      * Beri tingkat tugas berbeda
      Anak yang cepat diberi tantangan tambahan, yang lambat fokus dulu ke dasar.

      * Belajar bertahap (sedikit-sedikit)
      Jangan langsung banyak, satu langkah selesai baru lanjut.

      * Beri contoh konkret dulu
      Anak yang lambat lebih terbantu, anak cepat tetap paham arah materi.

      * Boleh belajar sesuai ritme masing-masing
      Ada waktu mengulang, ada waktu memperdalam.

      * Kerja kelompok campuran
      Anak cepat bisa membantu, anak lain tidak merasa tertinggal.

      Intinya,Beban belajar dibuat cukup ringan tapi menantang, sehingga anak pintar tidak bosan dan anak yang lambat tidak kewalahan.

      Hapus
  40. Nama: Nur Aulia Miftahul Jannah
    NPM: 238626085
    Kelas: 5D PGSD

    Materi ini kan pak yang bapak jelaskan waktu awal awal masuk kuliah di semester 5. Bapak cerita tentang long term memory dan short memory dengan hubungan kebiasaan yg lagi tren akhir akhir ini, alias scroll sosmed. Kata bapak scroll sosmed itu bikin otak kita burnout atau pembusukan otak karna terlalu banyak mengkonsumsi informasi baru. Sehingga menyebabkan kita sering lupa dengan hal hal kegiatan kita sehari hari, misal lupa taruh kunci motor di mana gitu.

    269

    BalasHapus
  41. Nama: Nur Aulia Miftahul Jannah
    NPM: 238626085
    Kelas: 5D PGSD

    Saya cukup ngeh pak yg dibagian LTM dan STM. Kalau kegiatan atau informasi yg bisa dimasukan ke dalam LTM itu sifatnya kita repetitif kayak diulang ulang gitu, ga cukup kalau sekali dua kali aja.. Misalnya yg bapak contohkan diatas itu kata “kentang. Dulu waktu awal kita belajar mbaca latihan berulang ulang juga sampe kita kenal sama huruf beserta penyebutannya. Nah itu contoh hal yang bisa masuk ke dalam LTM, jadi memang ada proses yg dicoba lagi coba lagi, bukan hal yg spontan.

    270

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nama: Nur Aulia Miftahul Jannah
      NPM: 238626085
      Kelas: 5D PGSD

      Berbeda dengan STM, kalau STM itu hal hal yang baru aja kita kenal dan terperhatikan sebentar dengan dimasukan ke dalam otak. Contoh yang bapak sebutkan diatas itu bener, misalnya penomoran. Kalau kita lagi isi paket internet pake nomer seluler kita, kita sebutkan nomernya ke penjual. Dan kalau udah selesai kita sebutkan, biasanya penjual menyebutkannya dengan mengelompokkan nomer seluler menjadi beberapa nomer. Walaupun beliau melihat nomernya, tapi secara ga langsung itu awal dari STM. cmiiw gais.. hehe

      271

      Hapus
  42. Materi tentang memori manusia dan teori beban kognitif sangat relevan dengan pembelajaran. Fokus pada bagaimana informasi diproses dan disimpan dalam memori dapat membantu guru memahami bagaimana siswa belajar dan mengolah informasi.
    Materi ini fokus pada memori manusia dan teori beban kognitif dapat membantu guru merancang pembelajaran yang lebih efektif, terutama dalam mata pelajaran yang kompleks. Dengan memahami bagaimana siswa mengorganisasikan informasi, guru dapat membantu siswa mengembangkan strategi belajar yang lebih baik.

    BalasHapus
  43. Izin bertanya pak, Bagaimana implikasi teori beban kognitif terhadap desain pembelajaran online yang efektif untuk siswa dengan gaya belajar dan kemampuan kognitif yang beragam?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nama:Elisnawatie
      NPM:2386206069
      Kelas:VD
      Haloo Dina izin menjawab ya jdi Implikasi teori beban kognitif dalam desain pembelajaran online yang efektif adalah membantu siswa belajar tanpa merasa kewalahan, meskipun gaya belajar dan kemampuan kognitif mereka berbeda-beda. Intinya, materi harus mudah diproses oleh otak.

      Materi disederhanakan (chunking)
      Bagi materi menjadi bagian kecil dan bertahap agar tidak membebani memori kerja.

      * Fokus pada informasi penting
      Hindari tampilan yang terlalu ramai, animasi berlebihan, atau informasi yang tidak perlu.
      Gunakan variasi media secara tepat
      Gabungkan teks, gambar, dan audio secara seimbang, bukan semuanya sekaligus.

      * Berikan kontrol belajar pada siswa
      Siswa bisa mengulang video, menjeda materi, atau belajar sesuai kecepatan masing-masing

      * Sediakan contoh dan latihan bertahap
      Mulai dari contoh sederhana ke kompleks untuk membantu semua tingkat kemampuan.
      Dukung perbedaan gaya belajar Materi tersedia dalam beberapa bentuk (video, teks ringkas, ilustrasi) agar lebih inklusif.

      Jadi,Pembelajaran online yang efektif adalah yang ringkas, terstruktur, fleksibel, dan tidak membebani pikiran siswa, sehingga semua siswa bisa memahami materi dengan lebih baik.

      Hapus
  44. Nama : Ema yulianda
    Kelas. :5D
    Npm. :2386206075

    Efisiensi pemrosesan , memungkinkan otak memproses informasi dengan lebih cepat dan hemat sumber daya , sehingga lebih banyak ruang di memori kerja , bisa digunakan untuk menyimpan informasi tambahan , sementara itu , latihan intensif membantu otak untuk mengenali pola , mengotomatisasi beberapa proses , dan memperkuat koneksi dengan memori jangka panjang , dengan kombinasi ini kapasitas memori kerja seseorang menjadi lebih efektif dan mampu menangani tugas- tugas kognitif yang lebih kompleks.

    BalasHapus
  45. Nama : Erlynda Yuna Nurviah
    Kelas : VB PGSD
    Npm : 2386206035

    Materi ini membuat saya lebih sadar kalau desain pembelajaran sangat berpengaruh terhadap cara berpikir siswa. Pembelajaran yang terlalu padat dan tidak terstruktur bisa membuat siswa cepat lelah secara mental. dan sebaliknya ketika seorang guru mampu mengatur alur materi secara bertahap dan logis siswa akan menjadi lebih fokus dan mudah membangun pemahaman. hal ini sangat penting bangett bagi saya nantinya untuk erancang pembelajaran yang tidak hanya menarik, tetapi juga ramah terhadap kemampuan kognitif siswa.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nama: Rosidah
      Npm: 2386206034
      Kelas: 5 B

      Saya setuju dengan pendapat kak erlynda. Dalam Cognitive Load Theory dijelaskan bahwa pembelajaran yang terlalu padat dan tidak terstruktur dapat membebani working memory siswa, sehingga mereka cepat lelah secara mental. Sebaliknya, ketika guru menyusun materi secara bertahap, logis, dan terarah, beban kognitif siswa menjadi lebih ringan. Kondisi ini membantu siswa lebih fokus, memahami konsep dengan lebih baik, serta membangun pemahaman secara bermakna. Hal ini menunjukkan bahwa desain pembelajaran yang ramah kognitif bukan hanya membuat belajar lebih nyaman, tetapi juga lebih efektif.

      Semoga bermanfaat akak Terima kasih

      Hapus
  46. Nama:syahrul
    kelas:5D
    Npm:2286206092

    Membahas soal memori memang seru karena bisa dibilang ini bagian dari mesin utama di otak kita. Berdasarkan artikel yang bapk bagikan, intinya ingatan kita tu bukan cuma satu wadah besar, tapi ada sistem yang bekerja sama mulai dari informasi masuk lewat panca indra sampai akhirnya tersimpan permanen. Memahami cara kerja ini bisa membantu kita belajar lebih efisien karena kita jadi tahu di mana titik lelah otak kita.

    BalasHapus
  47. nama:syahrul
    kelas:5D
    Npm:2386206092

    Ada tiga jenis memori yang dijelaskan dimateri ini
    • Sensory Memory: Ini pintu masuk pertama. Informasinya cuma numpang lewat .
    • Short-Term / Working Memory: Di sini tempat kita memproses hal-hal yang sedang dikerjakan sekarang, tapi kapasitasnya terbatas sekitar 7 item saja.
    • Long-Term Memory (LTM): Ini gudang penyimpanan raksasa yang isinya pengetahuan permanen, mulai dari nama teman sampai rumus matematika.

    BalasHapus
  48. Nama:syahrul
    kelas:5D
    Npm:2386206092

    Hal yang paling menarik adalah konsep Working Memory . Bayangkan WM ini seperti meja kerja yang ukurannya terbatas. Kalau kita taro terlalu banyak barang di atas meja itu sekaligus, ada barang yang bakal jatuh atau meja jadi berantakan. Itulah kenapa kalau kita dipaksa mengerjakan dua tugas berat barengan, konsentrasi kita pasti pecah karena sumber daya di meja kerja tadi sudah habis terpakai.

    BalasHapus
  49. nama:syahrul
    kelas:5D
    Npm:2386206092

    Supaya informasi gak lewat doang, kita perlu menghubungkan apa yang baru kita dengar dengan apa yang sudah kita tahu di LTM. Proses ini bikin memori lebih kuat. Kalau kita cuma menghafal mentah mentah tanpa mengerti polanya, informasi itu bakal cepat menguap dari Working Memory. Latihan terus menerus juga membantu proses pemrosesan jadi lebih otomatis, sehingga meja kerja kita punya lebih banyak ruang sisa.

    BalasHapus
  50. Nama:syahrul
    kelas:5D
    npm2386206092

    Singkatnya tuh kalau kita ngerasa sulit mengingat sesuatu, mungkin bukan karena daya ingat kita buruk, tapi karena beban kerja di memori jangka pendek kita lagi kepenuhan. Cara paling gampang mengatasinya adalah dengan fokus pada satu hal dulu atau membagi informasi besar jadi potongan potongan kecil yang lebih mudah dikelola. Dengan gitu, otak gak perlu kerja terlalu keras untuk memindahkan data ke gudang penyimpanan jangka panjang.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nama: Rosidah
      Npm: 2386206034
      Kelas: 5 B

      Saya setuju dengan pendapat kak Syahrul. ini sejalan dengan Cognitive Load Theory yang menjelaskan bahwa kesulitan mengingat bukan selalu karena kemampuan yang rendah, tetapi karena working memory sedang kelebihan beban. Ketika informasi disajikan sekaligus dan terlalu banyak, otak menjadi kewalahan. Dengan memfokuskan satu hal terlebih dahulu atau memecah informasi menjadi bagian-bagian kecil, beban kognitif bisa dikurangi. Cara ini membantu proses pemahaman berjalan lebih efektif dan mempermudah informasi tersimpan ke memori jangka panjang.

      Hapus
  51. Nama : Alya Salsabila
    Npm : 2386206062
    Kelas : V C
    Pak, terima kasih atas materinya. Dari artikel ini saya jadi paham bahwa kemampuan siswa dalam menerima informasi itu terbatas. Kalau materi terlalu banyak atau disampaikan terlalu cepat, siswa bisa jadi bingung dan tidak memahami isinya. Karena itu, pembelajaran perlu disusun secara bertahap dan jelas agar siswa bisa belajar dengan lebih nyaman dan maksimal. Materi ini sangat membantu untuk memahami cara mengajar yang lebih efektif.

    BalasHapus
  52. Nama : Alya Salsabila
    Npm : 2386206062
    Kelas : V C
    Izin bertanya ya pak, contoh sederhana apa yang bisa dilakukan guru untuk mengurangi beban kognitif di kelas? terimakasih pak

    BalasHapus
  53. Nama: Rosidah
    Npm: 2386206034
    Kelas: 5 B

    Berdasarkan materi Cognitive Load Theory ini perasaan dan keyakinan siswa terhadap matematika sangat dipengaruhi oleh cara kerja memori mereka. Ketika tugas matematika menuntut terlalu banyak informasi sekaligus, kapasitas memori kerja siswa menjadi penuh. Kondisi ini membuat siswa mudah merasa bingung, tertekan, dan akhirnya muncul keyakinan bahwa matematika itu sulit. Padahal, masalahnya bukan pada kemampuan siswa, melainkan pada beban kognitif yang terlalu tinggi sehingga proses berpikir tidak berjalan optimal. Jika situasi ini sering dialami, rasa cemas akan semakin kuat dan memengaruhi sikap siswa terhadap matematika ke depannya.

    BalasHapus
  54. Nama: Rosidah
    Npm: 2386206034
    Kelas: 5 B

    Kalau dilihat dari materi ini, ternyata rasa “aku nggak bisa matematika” itu sering muncul karena otak siswa atau saya pun sering hehe otak lagi overload, bukan karena nggak pintar. Kata para ahli yang ada dimateri bapak, seperti Baddeley dan Miller, working memory kita itu kapasitasnya terbatas, ibarat meja kerja, kalau kebanyakan barang ya jadi sempit.

    Nah, waktu panik atau cemas, memori kerjanya makin penuh, akhirnya mikir jadi makin susah. Dari situ muncul perasaan takut, lalu keyakinan negatif ke matematika. Jadi sebenarnya, kalau pembelajaran bisa bikin beban berpikir lebih ringan dan bertahap, perasaan siswa juga lebih tenang, dan pelan-pelan mereka bisa bilang, “oh, ternyata matematika nggak semenakutkan itu.

    BalasHapus
  55. Dita Ayu Safarila
    5 C
    2386206048

    Memori kerja ( WM ) manusia memiliki kapasitas yang sangat terbatas dalam memproses informasi baru secara bersamaan. kita harus menyadari bahwa memberikan terlalu banyak instruksi sekaligus kepada siswa dapat menghambat proses pemahaman mereka. Penyampaian materi harus dilakukan secara bertahap agar tidak terjadi kelebihan beban kognitif pada anak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dita Ayu Safarila
      5 C
      2386206048

      Memori Jangka panjang berfungsinya sebagai penyimpanan pengetahuan yang tidak terbatas. LTM sangat membantu memori kerja melalui asosiasi pola yang sudah di kenal. Jika siswa memiliki dasar pengetahuan yang kuat di LTM,mereka akan lebih mudah memproses informasi baru yang rumit karena otak dapat memanggil data lama secara otomatis.

      Hapus
  56. Dita Ayu Safarila
    5 C
    2386206048

    Informasi hanya bisa masuk ke dalam memori kerja jika siswa menaruh perhatian pada rangsangan tersebut. Di era digital ini,perhatian peserta didik sangat mahal harganya. Guru harus mampu menciptakan daya tarik dalam pembelajaran agar informasi dari sensorik dapat di transfer ke memori kerja untuk di proses lebih lanjut secara mendalam.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dita Ayu Safarila
      5 C
      2386206048

      Memori kerja bukan sekedar tempat penyimpanan sementara,melainkan desktop otak tempat informasi dimanipulasi dan diolah. Guru perlu memberikan tugas yang mendorong siswa aktif berpikir,bukan sekedar menghafal. Proses manipulasi ini sangat krusial agar informasi yang baru terima dapat di integrasikan dengan pengetahuan yang sudah ada di sebelumnya.

      Hapus
  57. Dita Ayu Safarila
    5 C
    2386206048

    Proses belajar yang efektif terjadi saat ada interaksi timbal balik antara memori kerja dan memori jangka panjang. Guru bertugas membantu siswa membangun jembatan antara apa yang mereka ketahui dengan hal baru. Pengulangan dan latihan intensif sangat di perlukan agar akses informasi dari memori jangka panjang menjadi lebih cepat.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dita Ayu Safarila
      5 C
      2386206048

      Kecepatan akses memori meningkat seiring dengan latihan yang dilakukan secara konsisten. Bagi peserta didik latihan bukan hanya soal menghafal tapi membangun otomatisasi. Ketika suatu keterampilan sudah otomatis,beban pada memori kerja akan berkurang sehingga siswa memiliki sisa ruang kognitif untuk mempelajari konsep konsep baru yang lebih sulit.

      Hapus
  58. Dita Ayu Safarila
    5 C
    2386206048

    Setiap siswa memiliki kapasitas memori kerja yang berbeda di pengaruh oleh faktor usia dan kelelahan. Kita harus peka terhadap kondisi mental siswa di kelas. Jangan memaksakan materi berat saat siswa mencapai titik jenuh,karena informasi tersebut hanya akan menguap tanpa sempat tersimpan permanen.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dita Ayu Safarila
      5 C
      2386206048

      Kesimpulan utama adalah guru harus menjadi pengelola beban kognitif siswa yang cerdas. Dengan menggunakan peta konsep,visualisasi dan penjelasan yang runtut kita membantu siswa mengorganisir informasi dengan lebih baik. Tujuannya adalah memastikan setiap unit informasi yang masuk ke otak siswa dapat berubah menjadi pengetahuan yang bermakna.

      Hapus
  59. Izin menanggapi pak Materi Cognitive Load Theory (Teori Beban Kognitif): Pengorganisasian Ingatan ini sangat relevan dan kuat secara pedagogis, terutama untuk dunia pendidikan dasar. Penjelasan tentang karakteristik memori manusia mulai dari daya tahan, kapasitas, hingga kecepatan akses memberikan landasan ilmiah yang jelas mengapa siswa sering mengalami kesulitan belajar bukan karena kurang cerdas, tetapi karena beban kognitif yang terlalu besar.Uraian mengenai perbedaan memori jangka pendek (STM) dan memori jangka panjang (LTM) disampaikan dengan runtut dan kontekstual. Contoh konkret seperti mengingat angka acak sangat membantu pembaca memahami keterbatasan STM serta pentingnya strategi pengelompokan (chunking). Hal ini mempertegas bahwa pembelajaran yang efektif bukan soal memperbanyak informasi, tetapi mengorganisasi informasi agar selaras dengan cara kerja otak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Lanjut Pembahasan arsitektur kognitif dan model pemrosesan informasi semakin memperkaya pemahaman guru tentang bagaimana informasi diproses, disaring, dan disimpan. Pesan penting yang tersirat kuat adalah bahwa guru perlu merancang pembelajaran yang sadar akan keterbatasan atensi dan memori siswa. Jika tidak, materi yang baik sekalipun bisa gagal dipahami.Secara keseluruhan, materi ini tidak hanya bersifat teoretis, tetapi juga reflektif dan aplikatif. Ia mendorong guru untuk lebih bijak dalam menyusun penjelasan, contoh, dan aktivitas belajar agar tidak membebani memori kerja siswa. Ini adalah pengingat penting bahwa pembelajaran yang efektif dimulai dari memahami cara berpikir dan mengingat peserta didik, bukan sekadar mengejar target kurikulum.

      Hapus
  60. Izin bertanya pak atau teman -teman yg bisa menjawab Dalam pembelajaran matematika SD, kapan strategi “chunking” justru dapat meningkatkan beban kognitif siswa, dan bagaimana guru dapat mencegah hal tersebut terjadi?

    BalasHapus
  61. Nama: Arjuna
    Npm: 2386206018
    Kelas: 5A
    teori ini itu gampang dipahami kalau kamu bayangkan otak sebagai meja kerja kecil meja itu bisa pegang beberapa dokumen saja jika terlalu penuh kamu jadi susah fokus dan lambat bekerja kalau dokumennya dipilah dan disusun rapi satu per satu kamu bisa kerja jauh lebih baik

    BalasHapus
  62. Nama: Arjuna
    Npm: 2386206018
    Kelas: 5A
    Menurut saya cognitive Load Theory itu itu kayak cara menjelaskan kenapa belajar terasa berat atau gampang tergantung pada bagaimana informasi disajikan ke otak kita karena otak kita punya batas berapa banyak hal yang bisa diproses sekaligus dan teori ini membantu kita sadar tentang kapasitas terbatas itu

    BalasHapus
  63. Nama : Shela Mayangsari
    Npm : 2386206056
    Kelas : V C

    Materi ini sangat membantu memahami kenapa kita bisa cepat lupa saat menerima terlalu banyak informasi sekaligus, dan kenapa latihan membuat ingatan jadi lebih kuat. Penjelasan tentang perbedaan STM, LTM, dan memori kerja terasa dekat dengan aktivitas sehari-hari, seperti menghitung di kepala atau mengingat nomor telepon. Ini memberi gambaran jelas bahwa keterbatasan memori bukan kelemahan, tapi bagian alami dari cara otak bekerja yang perlu disiasati dengan strategi belajar yang tepat.

    BalasHapus
  64. NAMA : KORNELIA SUMIATY
    NPM : 2386206059
    KELAS : 5B PGSD

    materi ini menjelaskan kalau otak kita tidak bisa menerima terlalu banyak pelajaran sekaligus. Kalau guru menjelaskan terlalu cepat atau terlalu banyak, otak kita bisa capek dan jadi bingung. Akhirnya, pelajaran yang disampaikan malah sulit dipahami.

    BalasHapus
    Balasan
    1. NAMA : KORNELIA SUMIATY
      NPM : 2386206059
      KELAS : 5B PGSD

      Di materi ini juga dijelaskan kalau ingatan kita itu ada batasnya, terutama saat sedang belajar. Kalau kebanyakan informasi masuk bersamaan, kita bisa lupa apa yang baru saja dipelajari. Itu sebabnya kita kadang merasa pusing atau tidak fokus saat pelajaran terlalu rumit.

      Hapus
    2. mengajarkan bahwa belajar itu sebaiknya dilakukan pelan-pelan dan bertahap. Materi yang sulit lebih baik dibagi jadi bagian kecil supaya lebih mudah dipahami. Dengan begitu, kita bisa mengerti pelajaran sedikit demi sedikit.

      Hapus
    3. belajar itu sebaiknya dilakukan pelan-pelan dan bertahap. Materi yang sulit lebih baik dibagi jadi bagian kecil supaya lebih mudah dipahami. Dengan begitu, kita bisa mengerti pelajaran sedikit demi sedikit.

      Hapus
  65. dan menurut ak, cara belajar seperti ini sangat membantu siswa. Kalau penjelasan guru jelas dan tidak terlalu banyak, kita bisa lebih fokus, lebih tenang, dan lebih mudah mengingat pelajaran. Belajar juga jadi tidak menakutkan dan lebih menyenangkan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dan menurut saya, cara belajar seperti ini sangat membantu siswa. Kalau penjelasan guru jelas dan tidak terlalu banyak, kita bisa lebih fokus, lebih tenang, dan lebih mudah mengingat pelajaran. Belajar juga jadi tidak menakutkan dan lebih menyenangkan.

      Hapus
  66. nama : Miftahul Hasanah
    kelas : 5c
    npm : 2386206040

    Izin bertanya, dari penjelasan tentang beban intrinsik, ekstraneous, dan germane, saya jadi mikir: di kelas nyata, gimana cara paling sederhana buat guru membedakan mana kesulitan siswa yang memang karena konsepnya sulit, dan mana yang sebenarnya karena cara penyampaian materinya terlalu “berat”?

    BalasHapus
  67. Nama : Miftahul Hasanah
    kelas : 5C
    npm : 2386206040

    artikel ini juga menyarankan penggunaan skema, contoh konkret, dan segmentasi materi agar siswa dapat memahami konsep tanpa mengalami overload kognitif. Namun di praktik nyata, kemampuan memori kerja siswa berbeda-beda. Menurut Bapak, bagaimana guru bisa menyeimbangkan antara memperkenalkan konsep baru dan menjaga beban kognitif siswa agar pembelajaran tetap efektif untuk semua?

    BalasHapus
  68. nama:erfina feren heldiana
    kelas:5c
    kalau tujuan kita mengurangi extraneous load, apakah itu berarti guru sebaiknya mengurangi penjelasan panjang dan simbol yang kompleks di awal? Lalu kapan waktu yang tepat untuk menaikkan tingkat kompleksitas supaya siswa tetap tertantang tapi tidak kewalahan?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nama: Stevani
      NPM: 2386206045
      Kelas: VC
      Izin menjawab pertanyaan fina iya menurut mengurangi extraneous load memang berarti guru sebaiknya menghindari penjelasan kepanjangan, simbol ribet, atau tampilan yang bikin bingung di awal, karena itu cuma ngabisin kapasitas memori kerja tanpa nambah pemahaman fokus awalnya cukup ke inti konsep dengan contoh konkret atau representasi sederhana supaya WM siswa nggak overload. Tingkat kompleksitas baru dinaikkan setelah siswa punya skema dasar di LTMbiasanya terlihat saat mereka sudah bisa jelasin konsep dengan kata sendiri atau ngerjain soal dasar dengan lancar. Di titik itu, tantangan justru penting supaya beban kognitifnya pindah dari extraneous ke germane load buat memperdalam belajar, bukan bikin kewalahan.

      Hapus
  69. Penjelasan mengenai bahwa STM hanya mampu menampung sekitar 7 informasi atau sangat sulit bagi kita untuk mengingat lebih dari 7 nomor acak yang disajikan secara berurutan, misalnya saat mengingat nomor telepon atau daftar angka. Selain itu, keterbatasan STM yang hanya mampu menyimpan sekitar 7 informasi menunjukkan bahwa otak manusia tidak dirancang untuk menerima terlalu banyak informasi sekaligus. Menurut saya ini sangat relevan dengan kehidupan sehari-hari. Karena itu kalau kita dipaksa buat ngingat banyak hal dalam waktu singkat, kita tuh gampang lupa atau bingung. Hal ini tuh pasti sering terjadi apa lagi pas kita belajar atau nerima instruksi yang terlalu panjang. Jadi dengan kita mahamin cara kerja STM ini, kita bisa nyesuaikan strategi belajar, kayak belajar sedikit demi sedikit, ngulang informasi penting dan ngingat informasi yang baru pakai pengetahuan yang dah dimiliki. Cara ini tuh ngebantu untuk ngeringanin beban memori jangka pendek dan mngingat peluang informasi tersimpan dalam memori jangka panjang.

    BalasHapus
  70. Ada juga bagian tentang memori kerja ini tuh penting banget karena ngebantu kita buat mahamin Kenapa manusia itu tidak bisa berpikir terlalu banyak hal sekaligus. Kayak saat kita menghitung angka besar, memori kerja harus nyimpan angka sambil ngeproses perhitungan. Kalau tugasnya terlalu berat atau dikerjain barengan sama kegiatan lain, memori kerja itu jadi kewalahan bisa jadi gmpang terjadi kesalahan atau lupa. Hal ini tuh ngejelasin Kenapa multitasking sering tidak efektif. Karena ketika kita coba ngelakuin dua hal berat sekaligus kayak ngerjain soal matematika sambil ngedengerin penjelasan lain, perhatian kita tuh jadi terbagi dan kinerjanya jadi nurun. Jadi bukan karena kurang pintar, tapi karena kapasitas memori kerja emang terbatas. Nah pendapat ini nah pendapat ini juga berkaitan sama proses belajar. Contohnya kayak materi yang disampein terlalu banyak atau terlalu cepat bisa ngebebanin memori kerja, jadi siswa sulit mahamin pelajaran. Karena itu, pembelajaran yang baik kalau bisa dibagi njadi bagian kecil, kayak dikasih contoh atau kasih latihan supaya informasi bisa dipindahin ke memori jangka panjang. Dengan memahami keterbatasan memori kerja, kita bisa belajar dan bekerja dengan lebih efektif, misalnya dengan fokus sama satu tugas, mencatat hal penting dan mengasih waktu jeda untuk berpikir. Ini ngebantu memori bkerja lebih optimal.

    BalasHapus
  71. Menurut saya materi ini juga ngasih pemahaman kalau latihan dan pengalaman itu bisa ningkatin kemampuan memori, baik dalam kecepatan ngakses informasi maupun kekuatan daya ingat. Ini tuh nunjukin kalau kemampuan kognitif manusia bisa dilatih dan dikembangin, bukan sesuatu yang sepenuhnya tetap.ini nunjukin kalau daya ingat manusia itu tidak bersifat tetap, tapi bisa berkembang melalui latihan dan pengalaman. Ini juga berarti kalau belajar secara rutin dan aktif itu bisa lebih efektif daripada belajar sekali dalam waktu yang lama. Ngulang materi, ngepraktekinnya dan ngaitin sama pengalaman sehari-hari bisa ngebantu mindahin informasi dari memori jangka pendek ke memori jangka panjang.

    BalasHapus
  72. Mahamin cara kerja memori itu ternyata penting dalam dunia pendidikan. jadi mungkin bisa untuk tidak memberikan terlalu banyak informasi sekaligus karena memori kerja manusia itu terbatas karena kalau terlalu banyak materi diberikan dalam waktu yang sama, siswa bisa ngerasa bingung dan sulit maahamin pelajaran. Nah dengan mengetahui keterbatasan memori kerja, guru bisa nyampaiin materi secara bertahap, pakai contoh sederhana gambar atau latihan singkat supaya Siswa lebih mudah memahami dan mengingat. Sementara itu, siswa juga bisa belajar dengan cara ngulang, catat poin penting, dan ngehubungin materi baru sama pengetahuan yang udah dimilikin. Selain itu juga pemahaman ini tuh ngebantu kita nyadar kalau kesulitan belajar itu bukan berarti tidak pintar, m tapi bisa jadi karena pikiran sedang terlalu terbebani. Karena itu, mengatur waktu belajar, kasih jeda istirahat dan fokus sama satu tugas dalam satu waktu bisa buat proses belajar jadi lebih efektif dan nyenengin.

    BalasHapus
  73. nama:erfina feren heldiana
    kelas:5c
    beban kognitif yang berlebihan dapat menghambat proses belajar, sehingga guru perlu merancang materi dan aktivitas agar kapasitas memori kerja siswa tidak terlampaui. Menurut Bapak, strategi praktis apa yang paling efektif untuk mengurangi beban kognitif siswa di kelas, terutama ketika materi yang diajarkan kompleks?

    BalasHapus
  74. Nama: Stevani
    NPM: 2386206045
    Kelas: VC
    Pas baca bagian Penjelasan tentang trade-off antara penyimpanan dan pemrosesan nunjukin kenapa siswa sering blank saat tugas terasa berat. Bukan karena nggak paham, tapi karena semua sumber daya WM habis buat mikir prosesnya. Ini jelasin kenapa contoh bertahap, visual, dan latihan terstruktur itu krusial bukan buat menyederhanakan materi, tapi buat ngasih ruang ke WM supaya fokus membangun pemahaman, bukan sekadar bertahan dari tekanan kognitif.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nama: Stevani
      NPM: 2386206045
      Kelas: VC
      keterbatasan memori kerja itu bukan hambatan permanen, tapi kondisi alami otak yang harus disiasati lewat desain pembelajaran. WM itu cepat penuh karena harus menyimpan sekaligus mengolah informasi, jadi kalau guru langsung kasih materi kompleks tanpa jembatan ke LTM, yang terjadi bukan belajar tapi overload. Di sinilah CLT relevann belajar efektif terjadi saat informasi diatur supaya pemrosesan di WM ringan, tapi tetap bermakna dan nyambung ke pengetahuan sebelumnya.

      Hapus
  75. Nama: Stevani
    NPM: 2386206045
    Kelas: VC
    Saya punya pertanyaan buyaadin
    Kalau memori kerja itu kapasitasnya terbatas dan sangat dipengaruhi efisiensi pemrosesan serta pengetahuan awal, sejauh mana guru seharusnya menyesuaikan kedalaman materi dengan kondisi memori kerja siswa tanpa menurunkan kualitas konsep yang dipelajari?

    BalasHapus
Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak