Perkembangan
kognitif anak sangat penting untuk pendidikan, terutama bagi calon guru sekolah
dasar. Memahami cara anak-anak belajar dan berpikir membantu guru membuat
pelajaran yang sesuai dengan tahap perkembangan
mereka. Membahas Perkembangan kognitif anak tidak lepas
dari teori Jean Piaget dan Lev Vygotsky tentang perkembangan kognitif dan
memberikan contoh praktis bagaimana teori ini dapat diterapkan dalam kurikulum
sekolah dasar.
1.
Teori Jean Piaget tentang Perkembangan Kognitif
Jean Piaget, seorang psikolog Swiss, terkenal dengan teorinya tentang perkembangan kognitif anak-anak. Dia percaya bahwa anak-anak tumbuh dalam empat tahap utama, yaitu
- Tahap
Sensorimotor (0-2 tahun): Pada tahap ini, anak-anak menggunakan indera dan
perilaku fisik mereka untuk belajar tentang dunia. Bayi belajar tentang
permanensi objek ketika mereka tidak dapat melihatnya (permanensi objek).
- Pada
tahap praoperasional (2-7 tahun): anak-anak mulai menggunakan simbol
seperti kata dan gambar untuk menunjukkan objek dan peristiwa. Namun,
mereka kesulitan memahami sudut pandang orang lain karena keegoisan mereka
yang kuat. Dalam pendidikan, contohnya adalah anak-anak yang mulai bermain
peran, seperti berpura-pura menjadi guru atau dokter, tetapi tidak dapat
membedakan antara apa yang mereka pikirkan dan apa yang sebenarnya
terjadi.
- Tahap
Operasional Konkret (7-11 tahun): Anak-anak mulai berpikir logis tentang
peristiwa konkret pada tahap ini. Mereka memahami konsep konservasi, yang
berarti bahwa jumlah suatu objek tidak berubah meskipun bentuknya berubah,
dan mereka dapat mengklasifikasikan objek menurut dimensi. Pada tahap ini,
anak-anak mulai belajar operasi aritmatika dasar seperti penjumlahan dan
pengurangan dengan menggunakan benda konkret sebagai alat bantu.
- Tahap Operasional Formal (11 tahun ke atas): melibatkan perkembangan kemampuan anak untuk berpikir abstrak dan hipotetis. Mereka mampu memahami konsep abstrak seperti keadilan dan dapat melakukan eksperimen mental dan membuat hipotesis. Pada titik ini, pembelajaran matematika di sekolah dasar mungkin melibatkan menyelesaikan masalah yang lebih kompleks, seperti aljabar sederhana.
Konsep
dasar dari teori Piaget termasuk skema, asimilasi, dan akomodasi
Skema
Menurut
Piaget, skema adalah struktur mental atau kerangka kognitif yang
digunakan oleh individu untuk memahami dan merespons informasi dari lingkungan.
Piaget menggambarkan skema sebagai unit dasar dari pengetahuan yang membentuk
dasar dari pemahaman dan perilaku anak. Skema dapat berupa tindakan sederhana,
seperti menggenggam atau mengisap, hingga konsep yang lebih kompleks seperti
konsep matematika atau bahasa.
Sebagai contoh, seorang bayi mungkin memiliki skema menggenggam yang awalnya digunakan untuk memegang mainan. Seiring waktu, skema ini berkembang dan anak dapat menggunakan tindakan yang sama untuk memegang berbagai objek.
Asimilasi
Asimilasi
adalah proses di mana anak menggunakan skema yang sudah ada untuk memahami atau
merespons pengalaman baru. Mereka memasukkan informasi baru ke dalam skema
tanpa mengubah strukturnya.
Misalnya, jika seorang anak yang memiliki skema kucing, melihat sesuatu yang berbulu dan berkaki empat, mereka mungkin menganggapnya sebagai kucing juga karena mereka menggunakan skema kucing yang sudah ada untuk memahaminya.
Akomodasi
Akomodasi
adalah proses di mana anak-anak mengubah skema mereka saat ini atau membuat
skema baru sebagai tanggapan terhadap pengetahuan atau pengalaman baru yang
tidak sesuai dengan skema mereka sebelumnya. Ini memungkinkan anak-anak untuk
memperluas dan mengubah pengetahuan mereka.
Dalam contoh sebelumnya, jika anak menyadari bahwa hewan berbulu berkaki empat yang mereka lihat adalah kelinci, bukan kucing, mereka harus mengubah rencana mereka untuk membedakan antara kelinci dan kucing. Ini adalah contoh akomodasi di mana anak mengubah rencana awalnya untuk memasukkan informasi baru.
2. Lev Vygotsky's Social-Cognitive Development Theory
Lev
Vygotsky, berbeda dengan Piaget, menekankan bahwa lingkungan sosial dan budaya
sangat penting untuk perkembangan kognitif anak. Vygotsky mengatakan bahwa
pembelajaran terjadi melalui interaksi dengan orang lain dan bahwa bahasa
adalah alat utama untuk berpikir.
Zona
Perkembangan Proksimal (ZPD): Salah satu konsep penting dalam teori Vygotsky
adalah Zona Perkembangan Proksimal, yaitu jarak antara apa yang dapat dilakukan
anak dengan bantuan orang lain (seperti guru atau teman sebaya) dan apa yang
dapat mereka lakukan sendiri. Salah satu contoh penerapan ZPD dalam pendidikan
adalah ketika guru membantu atau membantu siswa menyelesaikan tugas yang
sedikit di luar kemampuan mereka saat ini.
Scaffolding:
Scaffolding adalah teknik di mana guru memberikan dukungan sementara kepada
siswa selama proses pembelajaran agar mereka dapat menyelesaikan tugas secara
mandiri. Misalnya, ketika siswa belajar membaca, guru mungkin awalnya membantu
mereka dengan membacakan kata-kata yang sulit. Namun, dukungan ini akhirnya
berhenti sampai siswa dapat membaca sendiri.
3.
Contoh Aplikasi Teori dalam Pembelajaran Sekolah Dasar
Berikut ini adalah beberapa contoh bagaimana teori Vygotsky dan Piaget digunakan dalam pengajaran di sekolah dasar:
Pembelajaran Matematika: Menggunakan benda konkret seperti biji-bijian atau balok membantu siswa memahami konsep penjumlahan dan pengurangan (Tahap Operasional Konkret Piaget). Untuk membantu siswa yang kesulitan memahami ide-ide ini, guru dapat menggunakan teknik scaffolding.
Pembelajaran Bahasa: Guru dapat membantu siswa membaca dan menulis dengan menggunakan dialog interaktif dan bimbingan verbal (ZPD dan scaffolding Vygotsky). Misalnya, guru dapat memberikan kerangka cerita dan bantuan kata-kata sulit pada awal kegiatan menulis cerita, dan kemudian secara bertahap mengurangi bantuan ini.
Pembelajaran
Sosial: Melibatkan siswa dalam diskusi kelompok untuk memecahkan masalah sosial
sehari-hari (Tahap Operasional Formal Piaget). Guru dapat mendorong siswa untuk
mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan mempertimbangkan berbagai
perspektif.
4. Implikasi pada Calon Guru
Memahami
teori perkembangan kognitif sangat penting bagi calon guru sekolah dasar karena
mereka perlu membuat lingkungan pembelajaran yang sesuai dengan tahap
perkembangan peserta didik. Metode yang tepat, seperti penggunaan scaffolding
dan alat bantu konkret, dapat membantu siswa mencapai potensi terbaik mereka.
Selain itu, interaksi sosial yang terorganisir dengan baik dapat mempercepat
perkembangan kognitif anak dan membantu mereka memahami konsep yang lebih
kompleks.
Nama : Zulaikha Abelia Putri
BalasHapusKelas : 5D
mengetahui perkembangan kognitif anak sangatlah penting karena kita dapat mengetahui pola pikir anak untuk sesuatu hal yang kadang dia hadapi, kita hanya perlu membiarkan mereka menyelesaikan apa yang telah mereka hadapin dengan pola pikirnya dan peran orang tua untuk mendukung, mengawas, mengarahkan hal yang emang terkadang salah dimata kita tetapi mungkin itu menjadi hal yang menurut mereka benar
Nama: Nur Annisha Puspita Sari
HapusNPM: 2286206095
Kelas: 5D
Saya setuju bahwa pengetahuan mengenai perkembangan kognitif seharusnya tidak hanya dipelajari oleh orang-orang yang berkecimpung di dunia pendidikan tetapi juga untuk orang tua. Saya juga setuju mengenai bahwa kognitif dapat dikatakan sebagai cara atau suatu pola dalam berpikir untuk anak. Pengetahuan tentang ini dapat membantu mereka untuk meningkatkan daya pengetahuan mereka pada memahami suatu hal apalagi apabila hal ini dilakukan oleh kerjasama antara guru dan orang tua.
Nama : Maria Novita Isa
BalasHapusKelas : 5A PGSD
Perkembangan kognitif anak merupakan hal yang sangat penting dalam pendidikan yang mereka tempuh ,dan juga bagi calon guru sekolah dasar harus memahami dasar-dasar belaka anak membuat pembelajaran tersebut sesuai dengan tahap perkembangan Pembalajaran .
Nama : Maria Novita Isa
BalasHapusKelas : 5A PGSD
Terori jen pieget tentang perkembangan kognitif : Jen merupakan psikologi asal Swiss yaitu; Tahap sensorimotor (0-2) perkembangan anak menggunakan indera dan perilaku fisik.Pada tahap praoperasional (2-7 THN) anak mulai menggunakan simbol-simbol kata dan gambar.Tahap operasional kongkret ( 7-11 THN) anak mulai berfikir logis tentang peristiwa konkret . Tahap operasional Norma ( 11 tahun) melibatkan kemampuan anak berfikir abstrak dan hipotesis .
Nama : Maria Novita Isa
BalasHapusKelas : 5A PGSD
Konsep dasar Jen pieget termasuk dalam skema ,asimilasi,dan akomodasi skema ada struktur mental atau kerangka kongnitif yang di gunakan oleh invidu untuk memahami dan merespon infomasi lingkungan ,dan pieget menggambarkan skema ini sebagai unit dasar dari pengetahuan membentuk dasar dari pemahaman dan perilaku anak.
Nama : Maria Novita Isa
BalasHapusKelas : 5A PGSD
Kemudian ada asimilasi yaitu proses dimana anak menggunakan skema yang sudah ada untuk memahami atau merespon pengalaman baru.mereka memasuki informasi baru kedalam skema tanpa menggubah strukturnya.
Nama : Maria Novita Isa
BalasHapusKelas : 5A PGSD
Dan yang terakhir ada akomodasi adalah proses anak mengubah skema baru sebagai tanggapan terhadap pengetahuan atau pengalaman baru yang Sesuai Dengan skema mereka sebelumnya.
Nama : Cicilia Gianina
BalasHapusKelas : 5C PGSD
NPM : 2286206063
Pada teori vygotsky menekankan pentingnya interaksi sosial dalam proses belajar. Konsep "zona perkembangan proksimal" adalah kunci dalam teorinya, yang mengacu pada jarak antara apa yang dapat dilakukan anak sendiri dan apa yang dapat dilakukannya dengan bantuan orang lain. Teori Vygotsky memberikan penekanan yang kuat pada peran bahasa dan budaya dalam perkembangan kognitif. Teori ini juga menyoroti pentingnya pembelajaran kolaboratif.
Nama : Cicilia Gianina
BalasHapusKelas : 5C PGSD
NPM : 2286206063
Memahami teori perkembangan kognitif anak adalah langkah penting untuk menciptakan lingkungan belajar yang efektif dan mendukung pertumbuhan anak secara optimal. Dengan menggabungkan berbagai perspektif dan terus mengikuti perkembangan penelitian. Kita dapat mengembangkan praktik pendidikan yang lebih baik serta membantu anak-anak mencapai potensi penuh mereka.
Nama : Cicilia Gianina
BalasHapusKelas : 5C PGSD
NPM : 2286206063
Teori Piaget merupakan salah satu teori paling berpengaruh dalam bidang perkembangan kognitif. Piaget menggambarkan anak sebagai ilmuwan kecil yang aktif membangun pemahaman tentang dunia melalui interaksi langsung. Teori Piaget memberikan kerangka kerja yang komprehensif untuk memahami perkembangan kognitif anak secara bertahap. Teori ini juga menekankan pentingnya pengalaman langsung dalam proses belajar.
Nama : Cicilia Gianina
BalasHapusKelas : 5C PGSD
NPM : 2286206063
Pemahaman tentang teori perkembangan kognitif sangat penting bagi para pendidik. Pemahaman ini dapat memberikan kesempatan bagi anak untuk terlibat secara aktif dalam proses belajar melalui eksplorasi, eksperimen, dan pemecahan masalah. Menggunakan bahan ajar yang relevan dengan kehidupan sehari-hari anak.
Nama:Oktavia pega wete
BalasHapusKelas: 5B
Npm:2286206019
setelah saya membaca dan memahami saya jadi tau bahwa memahami teori perkembangan anak sangat penting untuk mendukung proses belajar yang efektif dan menyenangkan. Pendekatan berbasis teori harus dipadukan dengan kreativitas guru dan penyesuaian terhadap kebutuhan individu siswa.Teori perkembangan kognitif memberikan panduan yang jelas tentang kapan anak siap belajar sesuatu. Ini penting agar materi tidak terlalu sulit atau terlalu mudah.
Nama:Oktavia pega wete
BalasHapusKelas: 5B
Npm:2286206019
Kadang teori terlalu teoretis dan sulit diterapkan di lapangan. Sebagai calon guru, kami butuh lebih banyak pelatihan praktis untuk menerapkan teori perkembangan secara efektif.danKurikulum pendidikan guru perlu memberikan lebih banyak simulasi dan praktik langsung di kelas.
Nama: Rinda Puspitasari
BalasHapusNpm: 2286206014
Kelas: 5A
Setelah saya membaca teori jean piaget tentang perkembangan kognitif, yang saya pahami adalah teori jean piaget ini menjelaskan kecerdasaan berubah seiring dengan pertumbuhan anak, selain kecerdasaan teori jean piaget ini juga membangun mental anak menjadi kuat serta mendapat kan pengalaman baru dan informasi baru, bahkan memiliki pola pikir lebih meningkat dari sebelum nyaa
Nama: Rinda Puspitasari
BalasHapusNpm: 2286206014
Kelas: 5A
Pada teori lev vygotsky ini menjelaskan proses pembelajaran anak di sebuah area anak tersebut d beri bantuan eksternal untuk belajar hal baru dan ada beberapa area untuk anak belajar mandiri tanpa bantuan, serta penting nyaa kehadiran orang lain yang lebih berpengetahuan
Nama: Rinda Puspitasari
BalasHapusNpm: 2286206014
Kelas: 5A
Perkembangan ini merupakan kemampuan untuk mendapatkan pengetahuan, pengalaman, dan informasi yg di dapat, dan berkaitan dengan proses mengingat untuk memecahkan masalah dalam mengambil keputusan, perkembangan ini berfokus saat mulai lahir hingga remaja yang menjelaskan tentang kemampuan intelektual masa pertumbuhan yang di pengaruhi oleh lingkungan anak
Nama: Rinda Puspitasari
BalasHapusNpm: 2286206014
Kelas: 5A
Dalam tahapan pertama teori jean piaget dari umur 0bulan sampai 24bulan, bayi mengembangkan pemahaman dengan pengalaman mendengar, meliat, menyentuh, menggapai dengan cara tindakan sendiri
Nama: Rinda Puspitasari
HapusNpm: 2286206014
Kelas: 5A
Tahapan kedua teori jean piaget dari umur 2tahun sampai 7tahun, anak mulai mengembangkan daya ingat, sudah busa berimajinasi, dan anak sudah bisa mengutarakan pikirian
Nama: Rinda Puspitasari
HapusNpm: 2286206014
Kelas: 5A
Tahapan ketiga teori jean piaget dari umur 7tahun sampai 11tahun, anak sudah bisa memahami sebab dan akibat secara rasional dan sistematis, menandakan anak memiliki pemikiran logis
Nama: Rinda Puspitasari
HapusNpm: 2286206014
Kelas: 5A
Tahapan keempat teori jean piaget dari umur 11tahun sampai dewasa, anak memiliki kemampuan nya dengan menggunakan logika untuk menyelesaikan masalah, menyimpulkan informasi yang didapat, dan merencanakan masa depan, berpikir kreatif dan menggunakan nalar nya dengan baik
nama : Maria Clarita Helmon
BalasHapusKelas : V A
Npm : 2286206005
sebagai seorang guru terutama untuk calon guru sekolah dasar sangat penting memahami tingkat pemahaman siswa. Karena masing-masing siswa memiliki tingkat pengetahuan yang berbeda-beda. Selain itu, ini juga penting untuk menerapkan materi sesuai dengan kemampuan siswa. Apabila hal ini tidak dilaksanakan dengan baik maka akan menimbulkan siswa yang mengalami keterlambatan memahami materi yang diajarkan dan bahkan prestasi siswa akan terganggu.
Nama: Nur Annisha Puspita Sari
BalasHapusNPM: 2286206095
Kelas: 5D
Hal yang saya senangi dari berada di di dunia pendidikan terutama menjadi calon guru SD adalah bagaimana kita harus mempelajari perkembangan kognitif anak. Dengan hal ini kita dapat memahami bagaimana cara anak mempelajari sesuatu dan berpikir. Dengan mengetahui hal ini kita dapat membantu anak dalam mencari tau potensi dirinya dan membantu mengembangkannya. Dan menurut saya ini juga akan membantu ketika kelak kita akan menjadi orang tua.
Nama: Nur Annisha Puspita Sari
BalasHapusNPM: 2286206095
Kelas: 5D
Teori Jean Piaget menjadi salah satu teori rujukan yang yang pelajari disemester-semester sebelumnya. Dimana ada 4 tahap dalam pertumbuhan anak dalam berpikir yang dimulai dari penggunaan indera dan perilaku fisik mereka dalam mempelajari dunia, dilanjutkan dengan anak-anak menggunakan simbol untuk menunjukkan objek atau cerita, kemudian anak dapat bepikir secara logis mengenai peristiwa konkret dan akhirnya anak mampu bembuat hipotesa dan dapat berpikir abstrak. Dalam hal ini Piaget mengajarkan bahwa anak mendapatkan sumber pengetahuan berasal dari lingkungan dimana mereka berkembang dan yang memungkinkan mereka melakukan eksperimen seperti ilmuwan kecil.
Nama: Nur Annisha Puspita Sari
BalasHapusNPM: 2286206095
Kelas: 5D
Disisi lain ada Lev Vygotsky yang menyatakan bahwa yang sangat penting untuk perkembangan anak merupakan lingkungan sosialnya dan budaya. Dimana interaksi sosial merupakan salah satu sumber belajar dengan bahasa yang menjadi alat utama untuk berpikir. Menurut saya sendiri teori Lev Vygotsky juga ada benarnya dan dapat saling melengkapi teori dari Piaget.
Nama: Nur Annisha Puspita Sari
BalasHapusNPM: 2286206095
Kelas: 5D
Seperti yang saya ketikkan sebelumnya, menurut saya teori ini saling berkaitan dan melengkapi. Disatu sisi anak-anak memang mendapatkan pengetahuannya karena berinteraksi dengan lingkungannya seperti skema yang berkembang dan mengasimilasinya untuk digunakan dalam pengalaman baru dan barulah anak-anak mengubah skema baru menjadi pengalaman atau pengetahuan baru. Disisi lain sebagai manusia yang merupakan makhluk sosial, saya setuju dengan lingkungan sosial dan budaya dapat memberikan pengetahuan ke anak, seperti pembelajaran norma yang berkaitan dengan kehidupan sosial dan budaya di lingkungannya.
Nama : Teguh Wijaya Kesuma
BalasHapusNPM : 2286206103
Kelas : 5D
Teori Piaget ini penting banget buat pendidikan. Guru bisa menyesuaikan cara mengajar dan materi pelajaran dengan tahap perkembangan kognitif siswanya. Misalnya, anak SD lebih cocok belajar dengan hal-hal yang konkret, sementara anak SMP atau SMA udah bisa diajak berpikir abstrak.
Nama : Teguh Wijaya Kesuma
BalasHapusNPM : 2286206103
Kelas : 5D
Teori Vygotsky menekankan bahwa pembelajaran adalah proses kolaboratif. Anak belajar dengan efektif melalui interaksi sosial dan bantuan dari orang lain. Teori ini sangat relevan dalam pendidikan karena menekankan pentingnya interaksi guru-murid dan interaksi antar siswa dalam proses pembelajaran.
Nama : Teguh Wijaya Kesuma
BalasHapusNPM : 2286206103
Kelas : 5D
Kedua teori dapat digunakan secara bersamaan dan saling melengkapi untuk menciptakan pengalaman belajar yang lebih efektif. Misalnya, guru dapat menggunakan materi konkret dan memberikan scaffolding untuk mendukung pemahaman siswa. Dengan memahami dan menerapkan kedua teori ini, guru dapat menciptakan lingkungan belajar yang lebih efektif dan bermakna bagi siswa SD.
Nama : Teguh Wijaya Kesuma
BalasHapusNPM : 2286206103
Kelas : 5D
Bagi calon guru SD, memahami teori perkembangan kognitif bukan hanya sekadar teori, tetapi merupakan landasan penting dalam praktik mengajar. Dengan demikian, calon guru dapat membantu siswa mencapai potensi kognitif terbaik mereka dan menjadi pembelajar yang sukses. Pemahaman ini membekali calon guru untuk menjadi fasilitator pembelajaran yang efektif, bukan hanya sebagai pemberi informasi.
Nama : Julinorti Ungan Laing
BalasHapusNPM : 2286206114
Kelas : 5D PGSD
Memahami cara belajar anak dan berpikirnya sangat penting bagi guru terapkan dalam pembelajaran. Berdasarkan teori Jean Piaget dia mengatakan bahwa perkembangan kognitif anak tumbuh dalam empat tahap, yaitu: tahap sensori motor (0-2 tahun), tahap pra operasional (2-7 tahun), tahap operasional konkret ( 7-11 tahun) tahap operasional formal ( 11 ke atas). Berdasarkan teori ini guru dapat menggunakan ini sebelum membuat soal dan mengajarkan dengan sesuai kemampuan kognitif anak saat itu, agar dapat memberikan pembelajaran dan soal yang bisa berikan sesuai usia.
Nama : Julinorti Ungan Laing
BalasHapusNPM : 2286206114
Kelas : 5D PGSD
Berbeda dengan Piaget, pendapat dari Lev Vygotsky's mengatakan bahwa pembelajran terjadi melalui interaksi dengan orang lain dan bahasa adalah alat utama dalam berpikir anak didik dalam tahap perkembangan di usia sekolah dasar. Serta zona perkembangan proksimal (ZPD) Cara ini efektif diterapkan diawal pembelajran atau ketika perseta didik baru mengetahui pembelajran guru dapat membantu ketika perseta didik baru mengalami kesulitan bahasa yang baik dapat menjadi contoh yang baik bagai anak. Serta dalam proses belajar anak sangat penting seorang pendidik dalam mendukung usaha anak dan mengapresiasi agar anak suasana dalam belajar tidak tegang sehingga anak dapat nyaman dalam belajar.
Nama : Julinorti Ungan Laing
BalasHapusNPM : 2286206114
Kelas : 5D PGSD
Pembelajaran matematika di sekolah dasar sangat efektif jika menggunakan media yang dapat dilihat langsung atau nyata. Melalui bimbingan guru yang secara penuh dalam proses belajar anak sampai bisa memahami materi. Menerapkan dialog interaktif dan bimbingan, diskusi kelompok dengan teman sebayanya hal ini membangun kebiasaan peserta didik untuk kritis dalam berfikir dan pertimbangan dengan beragam perspektif.
Nama : Julinorti Ungan Laing
BalasHapusNPM : 2286206114
Kelas : 5D PGSD
Implikasi pada calon guru, saya sangat setuju dengan pernyataan dari artikel ini karena seorang guru harus bisa membuat pembelajran yang sesuai dengan tingkat kognitif anak interaksi yang terorganisir. serta, penggunaan metode yang tepat seperti, scaffolding dan alat bantu kongkret cara ini dapat membantu siswa mencapai potensi terbaik mereka. Penerapan ini sangat penting dalam pembelajaran disekolah dasar.
Nama: Miftah Nur Hidayah
BalasHapusKelas: 5B
NPM: 2286206023
Bagi calon seorang guru penting untuk memepelajari tentang pemahaman kognitif siswa. Pemahaman ini merupakan pondasi utama untuk merancang suatu proses pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan siswa. Pengetahuan mengenai perkembangan kognitif pada anak dapat membantu guru untuk mengenali potensi siswa. Dengan cara ini, guru bisa mengetahui gaya belajar siswa. Selain itu, guru bisa menciptakan lingkungan belajar yang baik.
Nama: Miftah Nur Hidayah
BalasHapusKelas: 5B
NPM: 2286206023
Dengan memahami fase perkembangan kognitif anak, guru dapat memberikan pelajaran yang menarik dan menantang tanpa membebani siswa. Misalnya saja pada tahap operasional konkret (7-11 tahun) dalam teori jean piaget. Siswa akan memahami konsep dengan lebih baik jika melalui pengalaman langsung.
Nama: Gilang Huggin Alfirji
BalasHapusNPM: 2286206126
Kelas: 5 D
Menurut saya, teori yang dikemukakan oleh Piaget tentang perkembangan kognitif anak sangat tertata di bandingkan teori dari Vygotsky yang menekankan hubungan sosial. Walaupun begitu kedua teori ini sangat relate dengan keadaan sekarang ini. Beberapa anak ada yang terlihat seperti teori Piaget dan beberapa anak lebih terlihat teori Vygotsky.
Nama: Gilang Huggin Alfirji
BalasHapusNPM: 2286206126
Kelas: 5 D
Saya menyimpulkan untuk teori Piaget ini lebih terlihat ke anak anak dengan kecerdasan logis matematis yang tinggi. Sedangkan untuk teorinya Vygotsky lebih terlihat pada anak anak yang kecerdasan linguistiknya yang tinggi. Tapi kedua teori Wajid di gunakan keduanya secara bersama-sama.
Nama: Gilang Huggin Alfirji
BalasHapusNPM: 2286206126
Kelas: 5 D
Kedua teori ini menjadi satu kesatuan yang tidak boleh dipisahkan. Sebagai calon guru dengan memahami kedua teori ini, pembelajaran dapat berubah agar menyesuaikan perkembangan dari anak anak. Teori ini menjadi landasan bagi guru untuk mengukur keberhasilan pembelajaran.
Setelah memahami artikel ini, saya menyadari menjadi guru ialah hal yang berharga. Guru dapat memantau perkembangan seorang anak yang awalnya tidak tau apa apa menjadi bisa. Menyaksikan manusia menjadi manusia merupakan anugerah Tuhan. Walaupun sangat sulit untuk memperhatikan seluruh perkembangan anak dalam 1 kelas.
BalasHapusNama; Aulia Zalzabila
BalasHapusKelas:5D
Npm:2286206111
Mengetahui dan memahami bagaimana anak belajar sangat penting dalam konteks teori perkembangan kognitif. Setiap anak memiliki cara dan kecepatan belajar yang berbeda, yang dipengaruhi oleh tahap perkembangan kognitif yang sedang mereka jalani. Misalnya, menurut Jean Piaget, anak-anak melewati beberapa tahap perkembangan, seperti tahap sensorimotor, praoperasional, operasional konkret, hingga tahap operasional formal. Masing-masing tahap ini mempengaruhi cara mereka berpikir, memecahkan masalah, dan berinteraksi dengan dunia di sekitar mereka. Dengan memahami tahapan ini, kita bisa lebih bijak dalam memberikan stimulasi yang sesuai dengan usia dan kemampuan anak.
Nama: Aulia Zalzabila
BalasHapusKelas:5D
Npm:2286206111
Proses belajar anak juga sangat dipengaruhi oleh lingkungan sekitarnya. Faktor-faktor seperti keluarga, teman, serta pengalaman sehari-hari berperan besar dalam membentuk cara berpikir dan berinteraksi mereka. Teori Vygotsky menekankan pentingnya interaksi sosial dalam pembelajaran, di mana anak belajar melalui bimbingan dari orang dewasa atau teman sebaya. Dalam hal ini, orang dewasa berfungsi sebagai "scaffolding" yang membantu anak mengatasi tantangan yang lebih sulit. Dengan memberikan dukungan yang tepat, anak dapat berkembang dengan lebih optimal, karena mereka akan merasa didorong untuk berpikir kritis dan kreatif.
Nama: Aulia Zalzabila
BalasHapusKelas:5D
Npm:2286206111
Selain itu, setiap anak memiliki gaya belajar yang unik, ada yang lebih mudah memahami melalui visual, pendengaran, atau melalui pengalaman langsung. Pemahaman tentang gaya belajar ini membantu orang tua atau pendidik untuk merancang metode pembelajaran yang lebih efektif. Misalnya, anak yang lebih visual mungkin akan lebih mudah memahami materi jika disertai gambar atau diagram, sementara anak yang kinestetik akan lebih tertarik jika diajak beraktivitas langsung. Dengan memahami berbagai aspek ini, kita bisa lebih menghargai keragaman cara belajar anak dan membantu mereka mencapai potensi terbaik mereka.
Nama : Maharani Ananta Putri
BalasHapusKelas : 5A
Npm : 2286206007
Perkembangan kognitif ini sangat penting untuk pendidikan,terutama untuk calon guru sekolah dasar.Memahami anak-anak belajar dan berpikir membantu guru membuat pelajaran yang sesuai dengan tahap perkembangan mereka.
Nama : Maharani Ananta Putri
BalasHapusKelas : 5A
Npm : 2286206007
Jean Piaget,adalah seorang psikolog dari swiss,Jean Piaget ini terkenal dengan teorinya tentang perkembangan kognitif anak,Dia dipercaya bahwa anak tumbuh dalam empat tahap utama.
Nama : Maharani Ananta Putri
BalasHapusKelas : 5A
Npm : 2286206007
Ditahap sensorimotor dari mulai 0-2 tahun,ditahap ini anak-anak menggunkan idera dan perilaku fisik mereka untuk belajar tentang dunia.Bayi belajar tentang permanensi objek ketika mereka belum bisa melihatnya(permentasi objek).
Nama : Maharani Ananta Putri
BalasHapusKelas : 5A
Npm : 2286206007
Ditahap praoperasional ini dimulai dari 2-7 tahun,pada tahap ini anak-anak mulai menggunakan simbol seperti kata dan gambar untuk menunjukan objek dan peristiwa.Diumur mereka yang segini mereka memiliki tingkat keegoisan yang kuat,mereka kesulitan untuk memahami sudut pandang orang lain.
Nama : Maharani Ananta Putri
BalasHapusKelas : 5A
Npm : 2286206007
Tahap operasional konkret dimulai dari 7 -11 tahun ,ditahap ini anak mulai dapat berpikir logis tentang peristiwa konkret pada tahap ini.Mereka memahami konsep konservasi,yang berarti bahwa jumlah suatu objek tidak berubah meskipun bentuknya berubah dan mereka dapat mengklarifikasikan objek menurut dimensi.
Nama : Maharani Ananta Putri
BalasHapusKelas : 5A
Npm : 2286206007
Tahap operasional formal dimulai dari umur 11 tahun keatas,tahap ini melibatkan perkmbangan kemampuan anak untuk berpikir abstrak dan hipotesis,Mereka sudah bisa memahami konsep abstrak seperti keadilan dan dapat melakukan eksperimen mental dan membuat hipotesis.Di tahap ini anak mulai diberikan matematika penyelesaian masalah yang lebih kompleks,seperti aljabar sederhana.
Nama : Maharani Ananta Putri
BalasHapusKelas : 5A
Npm : 2286206007
Setelah saya baca saya tau bahwa menurut piaget skema yaitu struktur mental atau kerangka kognitif yang digunakan untuk memahami dan meresponss informasi dari lingkungan.Piaget ini menggambarkan skema sebagai unit dasar dari pengetahuan yang membentuk dasar dari pemahaman dan perilaku anak.
Nama : Maharani Ananta Putri
BalasHapusKelas : 5A
Npm : 2286206007
Setelah saya membaca artikel ini saya jadi tau kata asimilasi ini proses dimana anak menggunakan skema yang sudah ada untuk memahami atau merespons pengalaman baru.Mereka memasukkan informasi baru tanpa merubah strukturnya.
Nama : Maharani Ananta Putri
BalasHapusKelas : 5A
Npm : 2286206007
Contoh dari asimilasi ini yaitu misal anak memiliki skema domba,melihat suatu berbulu yang berkaki 4,maka mereka akan menangkap sebagai domba juga karena mereka menggunkan skema domba yang sudah ada untuk memahaminya.
Nama : Maharani Ananta Putri
BalasHapusKelas : 5A
Npm : 2286206007
Akomodasi yaitu suatu proses yang dimana anak mengubah skema mereka saat ini atau membuat skema baru sebagai tanggapan terhadap pengetahuan dan pengalaman baru.Proses mereka memperluas daan mengubah pengetahuan mereka.
Nama : Maharani Ananta Putri
BalasHapusKelas : 5A
Npm : 2286206007
Memhami teori perkembangan kognitif ini sangatlah penting untuk calon guru sekolah dasar karena mereka perlu membuat lingkungan pembelajaran yang sesuai dengan tahap perkembangan anak .Metode yang tepat,seperti penggunaan scaffolding dan alat bantu konkret,dapat membantu mencapai potensi terbaik mereka.
Nama : Siti Nurkhaliza
BalasHapusKelas : 5D
Npm : 2286206099
Dari teori piaget kita di ajarkan bahwa kita harus memberikan apa yang harus anak dapat kan seperti, bagaimana cara memperoleh, membangun dan menggunakan pengetahuan dengan tepat seiring bertambahnya usia.
Nama : Siti Nurkhaliza
BalasHapusKelas : 5D
Npm : 2286206099
Dalam teori ini di tuntun di bantu setiap perkembangan anak , dengan banyak nya pertanyaan yang ada di isi kepala mereka sebagai orang tua dan tenaga pendidik sangat penting dengan ada di terapkan teori ini.
Nama : Siti Nurkhaliza
BalasHapusKelas : 5D
Npm : 2286206099
Apalagi yang sering banyak kontribusi adalah seorang guru , dipastikan yang banyak memiliki beban besar adalah guru , bagaimana mereka bisa membuat anak tidak hanya lulus begitu saja , tetapi setiap kelulusan di harapkan dari guru adalah mereka harus terus belajar dengan modal yang sudah di bekali.
Nama : Siti Nurkhaliza
BalasHapusKelas : 5D
Npm : 2286206099
Apalagi jika dua teori tersebut di kombinasikan dengan terstruktur dan sistematis maka akan mudah bagi guru dan anak anak dalam melakukan proses pembelajaran. Selain di tuntun untuk mengetahui perkembangan anak kita jua di berikan pengetahuan tentang bagaimana lingkungan juga berkontribusi dalam proses pembelajaran anak anak. Jadi guru harus bisa menggabungkan sebuah teori untuk dijadikan bahan referensi untuk rencana pembelajaran selanjutnya.
Nama: Desy Sabrina
BalasHapusNPM: 2286206048
Kelas: 5B
Salah satu hal yang menarik dalam teori Piaget adalah penekanan pada pengalaman konkret sebagai fondasi pembelajaran. Anak-anak pada tahap operasional konkret cenderung lebih mudah memahami konsep melalui objek yang nyata. Namun, tantangan besar yang dihadapi adalah bagaimana merancang pembelajaran yang dapat mengakomodasi beragam cara belajar. Untuk mengatasi tantangan ini, kreativitas guru memegang peranan penting. Para guru perlu memanfaatkan berbagai alat bantu seperti materi pembelajaran yang dapat dipegang, permainan edukatif, eksperimen praktis, serta media visual, agar siswa dapat belajar dengan cara yang sesuai dengan gaya belajar mereka.
Nama: Desy Sabrina
BalasHapusNPM: 2286206048
Kelas: 5B
Dii sisi lain, Vygotsky menekankan bahwa perkembangan kognitif anak tidak hanya dipengaruhi oleh faktor internal, tetapi juga oleh lingkungan sosial di sekitarnya. Proses pembelajaran yang berlangsung dalam lingkungan sosial yang mendukung dapat memperkaya cara berpikir dan pemahaman mereka. Hal ini mengingatkan kita bahwa pendidikan lebih dari sekadar mentransfer pengetahuan, tetapi juga berfokus pada pengembangan keterampilan sosial dan komunikasi yang akan sangat berguna sepanjang hidup.
Nama: Desy Sabrina
BalasHapusNPM: 2286206048
Kelas: 5B
Berdasarkan teori perkembangan kognitif, penting untuk menyesuaikan materi pembelajaran dengan tahap perkembangan anak. Karena setiap anak memiliki kemampuan kognitif yang beragam, yang bergantung pada usia dan fase perkembangannya. Apabila materi pembelajaran tidak disesuaikan dengan tahap perkembangan kognitif anak, mereka berisiko mengalami kesulitan dalam memahami dan menyerap informasi. Di sisi lain, jika materi yang diberikan terlalu sederhana, anak-anak dapat merasa bosan dan kurang tertantang.
Nama : Maria Clarita Helmon
BalasHapusKelas : V A
Npm : 2286206005
Jean Piaget seorang psikolog Swiss terkenal dengan teori perkembangan kognitif siswa. Menurut Jean, siswa berkembang dalam 4 tahapan yaitu, Tahap sensorimotor (0-2 tahun), Tahap pra operasional (2-7 tahun), Tahap operasional konkret (7-11 tahun), dan Tahap operasional formal (11 tahun ke atas).
Nama : Maria Clarita Helmon
BalasHapusKelas : V A
Npm : 2286206005
Tahapan perkembangan kognitif anak memiliki karakteristik masing-masing. Anak mengalami perubahan perilaku ke arah yang semakin baik. Hal yang terpenting guru memahami masing-masing tahapan dan diberikan tindakan yang berbeda-beda. Sehingga tindakannya tepat sasaran.
Nama : Maria Clarita Helmon
BalasHapusKelas : V A
Npm : 2286206005
Tahap Sensorimotor.
Pada tahap ini bayi mulai berkembang dari lahir hingga berusia dua tahun. Bayi belajar tentang diri mereka sendiri dan dunia mereka melalui indera mereka yang sedang berkembang dan melalui aktivitas motorik.
Nama : Maria Clarita Helmon
BalasHapusKelas : V A
Npm : 2286206005
Aktivitas kognitif terpusat pada aspek alat dria (sensori) dan gerak (motor). Artinya dalam tahap sensorimotor, anak hanya mampu melakukan pengenalan lingkungan dengan menggunakan alat drianya dan pergerakannya. Kondisi ini adalah dasar bagi perkembangan kognitif selanjutnya. Aktivitas sensori motorik terbentuk melalui proses penyesuaian struktur fisik sebagai hasil dari interaksi dengan lingkungan.
Nama : Maria Clarita Helmon
BalasHapusKelas : V A
Npm : 2286206005
Tahap pra-operasional
Pada tingkat ini, anak telah menunjukkan aktivitas kognitif dalam menghadapi berbagai hal diluar dirinya. Aktivitas berfikirnya belum mempunyai sistem yang terorganisir. Anak sudah dapat memahami realitas di lingkungan dengan menggunakan tanda–tanda dan simbol. Cara berpikir anak pada tingkat ini bersifat tidak sistematis, tidak konsisten, dan tidak logis.
Nama : Maria Clarita Helmon
BalasHapusKelas : V A
Npm : 2286206005
Tahap Operasional Konkrit.
Pada tahap ini, anak sudah cukup matang untuk menggunakan pemikiran logika
atau operasi, tetapi hanya untuk objek fisik yang ada saat ini. Dalam tahap ini, anak telah
hilang kecenderungan terhadap animism dan articialisme. Egosentrisnya berkurang dan kemampuannya dalam tugas-tugas konservasi menjadi lebih baik. Namun, tanpa objek fisik di hadapan mereka, anak-anak pada tahap operasional kongkrit masih mengalami kesulitan besar dalam menyelesaikan tugas-tugas logika.
Nama : Maria Clarita Helmon
BalasHapusKelas : V A
Npm : 2286206005
Tahap Operasional Formal.
Pada umur 12 tahun ke atas, timbul periode operasi baru. Periode ini anak dapat menggunakan operasi-operasi konkritnya untuk membentuk operasi yang lebih kompleks. Kemajuan pada anak selama periode ini yaitu anak tidak perlu berpikir dengan pertolongan benda atau peristiwa konkrit, anak mempunyai kemampuan untuk berpikir abstrak. Anak sudah mampu memahami bentuk argumen dan tidak dibingungkan oleh sisi argumen dan karena itu disebut operasional
formal.